Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Menjadikan Pengantin Bangga Budayanya

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Menjadikan Pengantin Bangga Budayanya
    Yustine Apriyanto | Tokohindonesia.com | Kompas
    Model Perias Pengantin Adat Batak
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Mengantar pengantin menjalani hari bahagianya dengan kenangan indah dan menjadikan mereka bangga akan budayanya. Itu sebagian kecil ambisi perias pengantin Yustine Apriyanto. Selain itu, Yustine yang memulai bisnisnya tahun 1995 tersebut dengan jeli menekuni rias pengantin Batak yang jarang diminati para rekan seprofesinya.

    QR Code Halaman Biografi Yustine Apriyanto
    • biografi tokoh indonesia yustine apriyanto
    • perkawinan achmad manggabarani
    • yustine aprianto

    Budaya Batak itu indah dan istimewa seperti budaya daerah lainnya, namun para pengantin Batak tidak terlalu memikirkan Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    busana
    , pelaminan, dan pernak-pernik lainnya. Yang diutamakan hanyalah makanan saja. Ketika akad nikah, pengantin cukup duduk di atas tujuh lapis tikar. Mengapa mereka tidak menampilkan budayanya ketika menikah?" ujar Yustine, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    asli Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    .

    Padahal, sebelumnya Yustine telah lebih dulu menekuni rias pengantin Jawa, Sunda, dan Aktor, Seniman
    Aktor, Seniman
    Betawi
    . Mengapa memilih Batak? Awalnya, adalah keharusan mencari pemasukan guna kewajiban membayar para pegawai yang tetap harus dilaksanakan kendati musim pernikahan sedang sepi.

    Dalam perhitungan adat Jawa dan Sunda misalnya, bulan Muharam atau Sura tidak dipilih untuk melaksanakan pernikahan. Lain dengan bulan Haji yang sangat ramai pesta pernikahan. Lantas, Yustine melirik adat Batak yang tidak terlalu ketat dalam memilih bulan agar pemasukan dapat jalan terus.

    "Memang tetap ada bulan libur yaitu ketika Ramadhan. Semua libur. Kalaupun nekat mengadakan pesta, siapa yang mau datang? Orang sibuk beribadah, berbuka bersama, shalat tarawih, mengaji, dan berkumpul bersama keluarga," cetus Yustine, ibu seorang putri remaja Angela Priska Hanindra (17) dan seorang putra Alexander Hans (12).

    Sementara bila dia memilih perkawinan adat Minang, di situ sudah ada banyak perias dan ahli dekorasi pelaminan yang telah punya nama. Namun, walaupun memilih adat yang jarang diminati, jalan yang ditempuhnya tidaklah mulus. Banyak yang meragukan kemampuannya merias pengantin Batak lengkap dengan pelaminan khas daerah itu.

    Apalagi, dia seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    Jawa tulen, ditambah lagi minimnya referensi. Untuk itu, Yustine belajar melalui buku, foto, juga mendatangi anjungan Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
    Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
    Sumatera Utara
    di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

    Beruntung, suaminya, Teguh Aprianto, yang mantan kontraktor mendukung impiannya. Ide-ide Yustine ditanggapi dan diterjemahkan suaminya yang kemudian menyampaikannya ke pegawainya yang asli dari Kudus dan pandai dalam hal ukir-mengukir. Kini, Yustine memiliki pelaminan adat Batak Selatan dan Utara lengkap dengan hiasan kepala kerbau yang terbuat dari styrofoam yang dicat di atasnya. Untuk pelaminan Batak Utara, warna yang dipakai terbatas merah, putih, dan hitam dengan motif ukir-ukiran. Sementara, pelaminan Batak Selatan lebih berwarna-warni dengan diperbolehkannya warna hijau dan kuning selain merah, hitam, dan putih. Motif pelaminan ini umumnya berupa bentuk persegi dan wajik.

    Menurut Yustine, sebetulnya dalam adat Batak, kepala kerbau itu asli dari kerbau yang dipotong untuk pesta. Setelah disembelih, kepala kerbau yang masih meneteskan darah dipajang di atas. Akan tetapi, jika hal tersebut diterapkan di tempat resepsi, mungkin tamu-tamu akan merasa ngeri. Itu sebabnya Yustine menggunakan styrofoam untuk membuat kepala kerbau.

    Agar pengetahuannya lengkap, Yustine pun kerap kali berkunjung ke Tanah Batak, mencari berbagai perhiasan yang lazim dipakai pengantin daerah tersebut. Juga kain songket dan perlengkapan Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    busana
    lainnya. Kain songket Batak, kata Yustine, sulit diperoleh. Lebih sering dijumpai kain songket palembang.

    "Pada keluarga kaya, seluruh aksesori pengantin termasuk hiasan kepala terbuat dari emas sungguhan," ujar Yustine seraya memamerkan bulang, hiasan kepala untuk mempelai Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    dan ampu, hiasan kepala mempelai laki-laki berbentuk topi berwarna hitam.

    ***

    Awal karier Yustine yang datang ke Jakarta pertama kali tahun 1985 adalah sebagai konsultan kecantikan di Sari Ayu Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
    Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
    Martha Tilaar
    yang tugasnya antara lain mengajar ke perbagai kota. Di situ, Yustine yang telah menjadi ibu seorang putri merangkap menjadi model untuk keperluan promosi produk.

    Sebagai ibu muda yang baru berkeluarga dan belum punya apa-apa, Yustine terpacu mempelajari banyak hal, termasuk ketika bertugas keliling Indonesia.

    Setelah sembilan tahun bergabung dengan Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
    Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group
    Martha Tilaar
    , Yustine memutuskan keluar. Alasannya, dia ingin memiliki usaha sendiri biarpun kecil dan mempunyai karyawan. Juga agar lebih leluasa mempelajari berbagai budaya di Indonesia. Karena kepandaiannya adalah merias pengantin, profesi itulah yang dipilihnya. Apalagi, untuk profesi itu pada mulanya tidak menuntut modal besar.

    "Saya tidak punya apa-apa. Keuntungan dari merias pengantin saya belikan pakaian pengantin yang saya jahit sendiri," ujar Yustine mengenang. Kiat itu terus dijalankan sehingga akhirnya koleksi Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    busana
    nya terhitung lengkap. Mulai dari busana pengantin, penerima tamu, pagar ayu dan pagar bagus, among tamu, juga untuk seragam keluarga si pengantin.

    Dari situ, Yustine terus mendiversifikasi usahanya dengan menangani dekorasi pelaminan, tempat resepsi, dan kamar pengantin. Juga mengerjakan undangan, suvenir, dan foto. Dalam mengerjakan dekorasi pelaminan contohnya, Yustine tak tanggung-tanggung dengan memajang gebyok antik untuk pelaminan Jawa.

    "Cuma katering dan kebersihan yang tidak saya tangani," tutur perempuan tinggi langsing berambut pendek itu seraya tersenyum. Lucunya, di tempat Yustine harga busana pengantin baik dibeli maupun disewa sama saja. Jadi, para pengantin akhirnya lebih suka membeli busana tersebut.

    Kini, ambisi perempuan kelahiran 26 September 1959 itu adalah menampilkan pelaminan Manado dan memiliki gedung sendiri. "Saya ingin membuat pelaminan Manado berupa rumah panggung dari kayu, lengkap dengan lorong-lorong dari bambu dan hiasan nyiur seperti suasana pedesaan dan daerah pantai di sana," cetus Yustine lagi. e-ti | Sumber Kompas

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 Jun 2002  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Pulau Sumatera disebut juga Suwarnadwipa ("pulau emas"). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us