WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bupati Penggerak Tanam Pohon

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bupati Penggerak Tanam Pohon
Ansgerius Takalapeta | TokohIndonesia.com | Kompas

Ansgerius Takalapeta, Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1999-2009, ini berhasil menggerakkan kebiasaan menanam pohon. Pria yang suka mengenakan songkok dengan aksesori khas Alor dan kurang menikmati acara seremonial, ini dalam setiap kegiatan selalu menyertakan penanaman pohon. Dia pun dianugerahi penghargaan Kalpataru dalam bidang lingkungan hidup 2008.

Bupati Alor, NTT, 1999-2009
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ansgerius Takalapeta

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ansgerius Takalapeta

QR Code Halaman Biografi Ansgerius Takalapeta
Bio Lain
Click to view full article
Sjafrie Sjamsoeddin
Click to view full article
Anissa Pohan
Click to view full article
Ahmad Subagio
Click to view full article
Toto Asmuni
Click to view full article
Michael Sastrapratedja
Click to view full article
Pattimura
Click to view full article
Dedi Mulyadi

Ketika memulai tugas sebagai Bupati Alor pada 1999, sebagian besar daratan Alor masih gersang. Sejumlah sumber air di daerah ini terancam kering karena budaya tebas bakar dan tanam masih kuat di kalangan masyarakat setempat.

Takalapeta lalu mengeluarkan peraturan daerah (perda) yang isinya melarang masyarakat melakukan kegiatan tebas bakar dan tanam. Dalam perda itu juga disebutkan kewajiban masyarakat ikut menanam pohon di setiap lahan kritis.

Pada tahun 2002, Takalapeta mencanangkan Hutan Wisata Nostalgia di wilayah Kecamatan Kalabahi yang luasnya 10 hektar. Lahan ini disediakan pemerintah daerah, termasuk bibit tanamannya, seperti mangga, jambu mete, cengkih, cendana, gaharu, kelapa, jati, mangga, pisang, dan mahoni. Hutan ini sebagai contoh agar masyarakat pun rajin menanam.

"Semua tamu yang datang ke Alor kami beri kesempatan menanam pohon, memberi nama pohon, nama penanamnya, serta tanggal dan tahun tanamnya. Di antara para tamu itu adalah Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Pemberdayaan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Meutia Farida Hatta Swasono, Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kehutanan, staf Unicef, sampai para turis asing," ceritanya.

Lokasi hutan itu sengaja dipilih yang berdekatan dengan sejumlah sumber mata air. Dengan demikian, selama musim kemarau beberapa mata air di sekitarnya tidak lagi mengalami kekeringan.

Dia pun giat mengontrol pohon-pohon yang ditanam itu. "Jika ada program menanam 1.000.000 anakan pohon, setelah sampai 999.999 anakan yang ditanam, kami sisakan satu pohon untuk peresmian. Tetapi, sebelumnya kami kontrol, apakah semuanya telah ditanam secara benar atau tidak," katanya di Kupang, pertengahan Juli 2008.

Cendana dan Jati
Setiap kunjungannya ke kecamatan atau desa, selalu diwarnai kegiatan menanam meskipun itu ia lakukan pada musim kemarau. Setelah itu, petugas di kecamatan atau desa yang bersangkutanlah yang bertanggung jawab menyirami tanaman tersebut. Ia memberi contoh, dari 50 pohon yang ditanam pada musim kemarau, sebanyak 10-20 pohon bisa tumbuh sampai musim hujan tiba.

Di samping itu, ia juga membuat program penyediaan areal seluas 100 hektar untuk menanam cendana dan 200 hektar lahan jati di Alor. Kawasan ini menjadi proyek percontohan tanaman cendana dan jati di NTT.

Takalapeta yang putra Alor ini mengaku tak bisa menyembunyikan rasa senang bila pada kunjungan berikutnya ia melihat hasil tanaman itu. Ia sering datang ke suatu desa karena diundang warga untuk ikut memanen hasil perdana tanaman kopi, jambu mete, vanili, dan cengkih mereka.

Gerakan menanam ini merata di 17 kecamatan sehingga tidak ada kesenjangan kemiskinan yang tajam antara kecamatan satu dan lainnya. Kecamatan Pantai Barat di Pulau Pantar, misalnya, sampai tahun 1999 tak punya andalan sumber daya alam dan termasuk kecamatan termiskin. Tetapi, sejak 2005 daerah ini dijuluki "kecamatan jambu mete".

Setelah lima tahun Takalapeta memimpin Alor (1999-2004), kesejahteraan hidup masyarakat meningkat. Ini antara lain dilihat dari sebagian rumah warga yang semula berdinding bambu, berganti permanen. Siswa putus sekolah yang semula sekitar 4.000 orang per tahun, turun menjadi sekitar 1.400 orang.

Tak heran kalau ia terpilih lagi sebagai Bupati Alor periode 2004-2009. Selain itu, berbagai penghargaan dari pemerintah dan institusi lain pun jatuh ke tangannya.

Penangkaran Rusa
Areal hutan itu tidak hanya dimanfaatkan untuk menanam aneka jenis pohon, tetapi juga digunakan sebagai tempat untuk penangkaran rusa (Cervus timorensis). Jenis hewan ini terancam punah karena maraknya perburuan dan pembukaan lahan pertanian.

Agar masyarakat tak lagi memburu hewan, ia berusaha meyakinkan mereka bahwa binatang peliharaan pun pada mulanya liar. Tetapi, setelah dipelihara, hewan menjadi jinak.

Masyarakat juga diajak menangkar rusa di lahan mereka sendiri, selain di areal Hutan Wisata Nostalgia. Sebagai imbalan, mereka yang berhasil menangkar lebih dari tiga ekor hewan diberi penghargaan Rp 250.000.

"Jika jumlah rusa sudah banyak, kami jual. Tanduknya bisa dipakai untuk bahan membuat aksesori," kata Takalapeta.

Hutan Wisata Nostalgia juga disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat Alor, yakni sebagai hutan pamali yang tidak boleh diganggu. Jika masyarakat menebang pohon di hutan itu, akan terjadi bencana alam atau arwah nenek moyang yang mendiami hutan tersebut marah dan mengganggu penghuni rumah.

Masyarakat Alor menyebut hutan itu mamar, artinya areal sekitar sumber mata air yang tak boleh diganggu. Bahkan, masyarakat berusaha menanam dan merawat hutan tersebut karena terbukti menghasilkan sumber air untuk kehidupan.

"Kami usulkan agar yang ditanam itu bernilai ekonomis, seperti kemiri, pinang, kopi, mangga, pisang, nangka, dan kenari. Tanaman seperti itu bernilai ganda, memelihara sumber air sekaligus memberi kesejahteraan ekonomi masyarakat," katanya.

Peningkatan kesejahteraan rakyat di Alor, antara lain terlihat dari penerbangan Kupang-Alor yang semula hanya satu kali dalam sepekan sudah menjadi enam kali. "Banyak warga Alor yang tidak lagi menggunakan perjalanan laut, tetapi mampu menumpang pesawat ke Kupang," kata pria yang sering memakai baju dari tenun tradisional. Kostumnya itu dimaksudkan sebagai ajakan bagi orang lain untuk mencintai produk lokal.

Penghargaan
Ia senang mendapat penghargaan, tetapi yang lebih membuatnya bahagia adalah melihat ribuan putra Alor bisa menjadi sarjana dari hasil perkebunan vanili, kopi, kelapa, kemiri, dan pinang, selain hasil laut.

Atas semua jasanya itu, Takalapeta pada 5 Juni meraih penghargaan Kalpataru dalam bidang lingkungan hidup untuk kategori pembina. Panitia Kapaltaru 2008 mendata 136 nomine. Dari jumlah ini mengerucut menjadi 12 orang dengan empat kategori, yakni perintis lingkungan 5 orang, pengabdi dan penyelamat lingkungan masing-masing 3 orang, serta hanya seorang pembina lingkungan. (Disarikan dari artikel "Takalapeta dan Gerakan Menanam di Alor" Oleh Kornelis Kewa Ama, Kompas, Rabu, 6 Agustus 2008) e-ti

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 06 Aug 2008  -  Pembaharuan terakhir 21 Apr 2012
Bekerja Kreatif Inovatif Dan Religius Merambah Ke Belakang Layar

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku-buku Pilihan

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: