WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Melukis Kehidupan Masyarakat Urban

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Melukis Kehidupan Masyarakat Urban
Dede Eri Supria | TICOM | rpr

Pelukis beraliran hiper realisme ini banyak mengangkat tema-tema sosial khususnya kehidupan masyarakat urban yang terpinggirkan. Karya-karya pelukis sampul buku ‘Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya’ ini menampilkan objek secara mendetail dan akurat sehingga tampak seperti foto dan terasa khas karena dibungkus dengan surrealisme.

Pelukis
Lihat Curriculum Vitae (CV) Dede Eri Supria

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Dede Eri Supria

QR Code Halaman Biografi Dede Eri Supria
Bio Lain
Click to view full article
Rayahu Dewi Mende
Click to view full article
Kwik Kian Gie
Click to view full article
Melli Nuraini Darsa
Click to view full article
Rumhardjono
Click to view full article
Gatot Mangkoepradja
Click to view full article
Djan Faridz
Click to view full article
Andreas A Yewangoe

Putra pasangan Supardi Tanumihardja dan Saribanon ini sejak kecil sudah memperlihatkan minatnya yang besar dalam hal menggambar sehingga kurang memperhatikan pelajaran-pelajaran lain di sekolah. Bakat tersebut boleh jadi diwarisinya dari sang ayah yang berprofesi sebagai guru STM yang memang dikenal pandai melukis. Ketika duduk di bangku SD, pria kelahiran Jakarta, 29 Januari 1956 ini pernah mengisi liburan Ramadhan dengan menjual kartu pos bergambar hasil karyanya di depan Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta.

Semasa SMP, ia tinggal bersama paman dan bibinya, Nina Sulaiman Feltkamp. Melihat bakat anak ke 7 dari 11 bersaudara itu di bidang melukis, sang bibi
kemudian memperkenalkannya pada Pak Ooq (Dukut Hendratnoto) untuk belajar melukis. Pada 1974, setelah tamat SMP, atas saran bibinya pula, Dede hijrah dari Jakarta ke Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
untuk belajar di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) namun hanya sampai kelas tiga.

Tahun 1977, ia memilih keluar dari sekolah tersebut setelah mengetahui dirinya tidak naik kelas. Sejak itu Dede lebih memilih untuk menghabiskan waktunya berkumpul bersama para mahasiswa Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
.

Dari situ, kemampuannya sebagai pelukis kian matang. Kemunculan Dede Eri Supria di penghujung 1970-an sangat memberikan harapan. Pasalnya, ia merupakan salah seorang eksponen Seni Rupa Baru yang dinilai paling serius menjalankan perannya sebagai pelukis profesional. Sama seperti kebanyakan pelukis lainnya, lukisan Dede juga memiliki ciri khas. Dalam hal ini Dede lebih memilih gaya melukis realisme dengan tema sosial dan kritis. Sementara dalam perwujudannya seringkali bernada surealistik dan jika dilihat dari segi teknik, Dede mengambil gubahan potretis.

Meski sebagian kalangan menganggap aliran tersebut sudah ketinggalan jaman, Dede punya pendapat sendiri. Menurutnya, lukisan abstrak tidak relevan di Indonesia, oleh karena itu, hanya sedikit masyarakat yang dapat menikmatinya. Semangat melukis Dede pun terus membara. Pada tahun 1976, Dede bergabung dengan lima mahasiswa ASRI mengadakan pameran keliling bertajuk Seni Kepribadian Apa di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, Surabaya dan Jakarta. Pameran itu seolah menggugat para pelukis mapan yang ketika itu sibuk berpolemik tentang kepribadian Indonesia dalam seni lukis. Setahun berselang, Dede memutuskan untuk bergabung dengan Kelompok Seni Rupa Baru yang juga bertujuan mengguncang kemapanan.

Pada 1989, Dede Eri Supria mendapat order dari G. Dwipayana untuk membuat sampul buku Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya. Dede mengaku sempat bingung saat diminta melukis wajah Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
ke-2 itu. Setelah membongkar setumpuk dokumen, Dede akhirnya menemukan foto Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
sedang tersenyum sambil bertepuk tangan saat menyaksikan sebuah pertandingan dalam suatu event olahraga.

Suami Dewi Kun Saraswati ini banyak mengangkat masalah sosial yang menggetarkan seperti kehidupan orang miskin yang tak berdaya di kota besar, urbanisasi, kesederhanaan orang-orang desa bahkan permasalahan dalam dunia sepakbola. Manusia seperti kehilangan peran, didesak oleh benda-benda dan bangunan-bangunan. Dengan ukuran yang umumnya terhitung besar, lukisan Dede menjadi saksi bagi kehidupan kota pada jaman pembangunan fisik.

Dalam salah satu karyanya yang berjudul “Yang Berusaha Tumbuh”, Dede bercerita tentang kesadaran akan dibutuhkan atau tidaknya keseimbangan ekosistem. Orang menjadi objek, pasif, konsumen dari industrialisasi yang selalu menghasilkan produk yang sama dan massal. Dalam proses melukis terjadi reduksi, dari realitas menuju ke suatu yang menjadi imajiner. Dede juga menyatakan bahwa “pelukis adalah antena sosial”, maksudnya, seorang pelukis mampu memperbaiki kesejahteraan ekonomi.

Sejak 1978, pelukis yang menjadikan rumahnya sebagai studio lukis ini selalu berpartisipasi dalam Biennale Pelukis Muda Indonesia di Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
(TIM), Jakarta. Pameran tunggalnya yang pertama diadakan di TIM pada 1979, yang terus diselenggarakan secara berkala. Selain menggelar pameran solo, Dede juga ikut ambil bagian dalam sejumlah pameran bersama, pameran keliling negara ASEAN, dan Eropa, antara lain The Third Asian Art Show di Fukuoka, Festival Art dalam rangka KIAS di Amerika, serta Asia Pasific Trienalle di Brisbane, Australia.

Pada 1989, Dede Eri Supria mendapat order dari G. Dwipayana untuk membuat sampul buku Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya. Dede mengaku sempat bingung saat diminta melukis wajah Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
ke-2 itu. Setelah membongkar setumpuk dokumen, Dede akhirnya menemukan foto Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
sedang tersenyum sambil bertepuk tangan saat menyaksikan sebuah pertandingan dalam suatu event olahraga.

Bagian wajah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
itu lalu diekspos dan dikemasnya menjadi lukisan untuk menghiasi sampul buku tersebut. Tak dinyana, meski awalnya sempat didera kebingungan, karya tersebut nyatanya laris manis di pasaran. Bahkan, pada 1995, tanpa seizin Dede sang pelukis, Perum Peruri mengambilnya sebagai ilustrasi untuk uang kertas nominal Rp 50.000.

Lukisan The Smiling General itu merupakan satu dari sekian banyak karya ayah empat anak ini yang sudah tersebar di berbagai museum dan kolektor baik di dalam maupun luar negeri. Pada 1981, Dede bahkan pernah mendapat undangan berkunjung dari pemerintah Amerika Serikat. Pada tahun 1996, pemerintah Republik Rakyat Cina juga pernah secara khusus mengundang Dede untuk mengunjungi beberapa kota Negeri Tiongkok tersebut.

Berkat kontribusinya pada dunia seni lukis, Dede berhasil menyabet sederet penghargaan, diantaranya The General Award for the Arts dari The Society for American-Indonesian Friendship (1978), Hadiah Lukisan Terbaik dalam Biennale yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ, 1981), Anugerah Wakil Presiden Republik Indonesia (1978-1983)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1978-1983)
Adam Malik
(1986), Pelukis
Pelukis
Affandi
Award (1993), serta Hadiah Pertama The Philip Morris Indonesian Arts Award (1997). Bio TokohIndonesia.com | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Agt 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Okt 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: