Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Mengusung Industrialisasi Perikanan

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Mengusung Industrialisasi Perikanan
    Sharif Cicip Sutardjo | TICOM | kkp
    Menteri Kelautan dan Perikanan KIB II (2011-2014)
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar (2009-2014) ini ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan koleganya Fadel Muhammad. Ketua Umum HIPMI 1986-1989 ini mengusung program industrialisasi sektor perikanan dengan upaya memodernisasi nelayan dan memperkuat sistem manajemen pelayanan pelabuhan.

    QR Code Halaman Biografi Sharif Cicip Sutardjo
    • biografi tokoh indonesia sharif cicip sutardjo
    • keluarga sharif cicip
    • biography sharif cicip sutardjo
    • biodata sharif cicip sutardjo
    • direktori perikanan kalsel
    • gambar pemain softball beserta riwayat hidupnya
    • biodata indra sakti kkp
    • istri cicip sutardjo
    • istri sharif cicip sutardjo
    • sharif cicip sutarjo adalah
    • sharif sutardjo
    • Sharif C.Sutardjo
    • minapolitan kabupaten blitar gurame dan koi syarif cicip
    • minapolitan budidaya kabupaten blitar gurame dan koi
    • gelar sharif cicip sutardjo profile
    • sharif cicip sutardjo
    • industrialisasi perikanan
    • sharif cicip
    • cicip sutardjo
    • sharif cicip sutarjo
    • istri menteri kelautan cicip
    • menteri kelautan dan perikanan Sharif C Sutardjo
    • desain program industrialisasi perikanan
    • nama istri sharif cicip sutardjo
    • riwayat pendidikan mentri kelautan dan perikanan
    • profil sharif c. sutardjo

    Penunjukan Sharif Cicip Sutardjo sebagai Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Kelautan dan Perikanan sempat menjadi berita hangat. Lantaran Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2009-2011)
    Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2009-2011)
    Fadel Muhammad
    yang menjabat sebagai Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Kelautan dan Perikanan tidak menduga dirinya akan diganti. Meski demikian, Cicip Sutardjo yang menjadi kader Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
    Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
    Golkar
    ini tetap dilantik oleh Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Susilo Bambang Yudhoyono
    di Istana Jakarta, 19 Oktober 2011.

    Sebelum terjun ke dunia politik, Sharif Cicip Sutardjo, kelahiran Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    , 10 Oktober 1948 ini lebih dikenal sebagai Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    pengusaha
    sekaligus pemilik kelompok usaha Ariobimo Perkasa. Di dunia politik, ia menjadi salah satu Lihat Daftar Tokoh Politisi
    Lihat Daftar Tokoh Politisi
    politisi
    senior Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
    Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
    Golkar
    dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
    Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
    Golkar
    (2009-2014). Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Kelautan dan Perikanan, pada tahun 2004 dan 2009, ia sempat digadang-gadang sebagai kandidat untuk menduduki salah satu pos menteri di Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Kabinet Indonesia Bersatu
    .

    Setelah resmi dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Cicip Sutardjo ingin memodernisasi nelayan tradisional serta mendorong industrialisasi bidang kelautan dan perikanan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Anggota MPR 1987-1999 ini juga tidak ragu untuk melanjutkan program yang telah dirintis pendahulunya yang dianggap baik seperti program Minapolitan untuk mengembangkan sektor perikanan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari pembudidayaan atau penangkapan, proses olahan, hingga pemasaran.

    Sebagai pilot project untuk tahun 2011, Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun 41 lokasi program percontohan Minapolitan. Adapun lokasi minapolitan tersebut mencakup 24 lokasi percontohan Minapolitan berbasis ikan budidaya yaitu Muoro Jambi (patin), Kampar (patin), Bogor (lele), Banyumas (gurame), Blitar (ikan koi), Gunung Kidul (lele), Morowali (rumput laut), Sumbawa (rumput laut), Sumba Timur (rumput laut), Banjar Pemimpin Perang Banjar
    Pemimpin Perang Banjar
    Kalsel
    (patin dan nila), Pohuwatu (udang), Boyolai (lele), Klaten (nila), Gresik (udang Vanamae), Serang (rumput laut dan kekerangan), Maros (udang), Pangkep (udang), Pesawaran (kerapu), Bintan (kerapu), Bangli (rumput laut), Muri Rawas (nila dan mas), Pandeglang (nila dan mas), dan Kapuas (patin). Sementara lokasi minapolitan ikan tangkap berada di 9 lokasi yaitu Sukabumi (pelabuhan ratu), Cilacap, Pacitan, Banyuwangi, Ternate, Bangka, Bitung, Medan, dan Ambon. Lokasi minapolitan garam ada di 8 lokasi yaitu Cirebon, Indramayu, Rembang, Pati, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan Nagakeo.

    Selain itu, Sharif Cicip Sutardjo juga akan melakukan penataan terhadap manajemen pelayanan kapal-kapal nelayan yang selama ini masih semrawut. Seperti dikutip antaranews.com, menurut Sharif Cicip Sutardjo, perbaikan sistem manajemen pelayanan pelabuhan sangat penting dilakukan untuk meningkatkan jumlah ikan tangkapan yang dibawa ke semua Tempat Pendaratan Ikan (TPA) dan ke tempat pelelangan ikan lainnya yang sudah ditentukan. Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pelayanan pelabuhan seperti membuat "cold storage" dan pemutakhiran sistem Pakar teknologi informasi
    Pakar teknologi informasi
    teknologi informasi
    sehingga pelayanan pelabuhan kepada nelayan dapat ditingkatkan.

    Menurut Cicip Sutardjo, Indonesia membutuhkan para pelaut perikanan yang handal dan profesional. Caranya dengan menyelenggarakan pendidikan kelautan dan perikanan. Keahlian-keahlian yang diajarkan antara lain keahlian budidaya, pengolahan, pengelolaan sumber daya, permesinan, alat penangkap ikan, pelaut, teknik perkapalan.

    Sejalan dengan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan komitmennya dalam upaya melindungi hak dan kepentingan para pelaut perikanan. Perlindungan kepada pelaut khususnya pekerja di kapal penangkap ikan sangat penting karena telah memberikan kontribusi dalam industri kelautan dan perikanan sehingga mendorong pertumbuhan perdagangan dan ekonomi di Indonesia.

    Untuk mewujudkan industri kelautan dan perikanan, menurut Cicip Sutardjo, Indonesia membutuhkan para pelaut perikanan yang handal dan profesional. Caranya dengan menyelenggarakan pendidikan kelautan dan perikanan yang berhasil mencetak sekitar 2 ribu peserta didik kelautan dan perikanan setiap tahunnya. Keahlian-keahlian yang diajarkan antara lain keahlian budidaya, pengolahan, pengelolaan sumber daya, permesinan, alat penangkap ikan, pelaut, teknik perkapalan.

    Dengan memberikan pendidikan, para lulusan diharapkan dapat bekerja sesuai dengan bidang keilmuan yang dikuasai untuk memberikan kontribusi dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia. Selain itu, para putra-putri nelayan bisa memutus rantai kemiskinan dan keterbelakangan yang lama mendera para nelayan.

    Cicip Sutardjo menyadari bahwa Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan tetapi belum digarap dengan maksimal. Seperti dilaporkan kompas.com (11/05/2012) untuk mewujudkan industrialisasi sektor perikanan pada tahun 2011, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp 400 miliar untuk mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin untuk dapat berpartisipasi dalam industri perikanan. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana sekitar Rp 790 miliar untuk sekitar 8.000 nelayan dan petani garam.

    Sementara itu, mengenai tantangan akibat perubahan iklim yang kian nyata mengancam kehidupan, Cicip Sutardjo menyampaikan usulan tentang prinsip 'Ekonomi Biru' guna mendorong kesadaran global terhadap pengelolaan laut dan sumber daya pesisir dalam Forum Rio+20 di Rio de Janeiro, Brazil. Dengan prinsip ekonomi biru diharapkan dapat membantu dunia menghadapi tantangan perubahan iklim, ekosistem laut yang kian rentan terhadap dampak perubahan iklim dan pengasaman laut.

    Salah satu bentuk nyata komitmen Indonesia terhadap pengelolaan sumber daya laut dan pesisir, pemerintah telah menetapkan kawasan konvervasi laut Sawu seluas 3,5 juta hektar sebagai kawasan konservasi laut. Kawasan konservasi laut ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan salah satu yang terbesar dari jenisnya di dunia. Diperkirakan sampai pertengahan 2012, Indonesia telah berhasil menetapkan kawasan konservasi laut seluas 15,35 juta ha atau 76,75 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar 20 juta ha pada 2020.

    Menurut Cicip Sutardjo, Ketua Dewan Penasehat Kadin 2009-2010 ini, prinsip Ekonomi Biru juga dapat mendukung pembangunan kelautan dan sumber daya perikanan berkelanjutan. Dimana laut dan sumber daya perikanan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bio TokohIndonesia.com | san, red

     

    Tugas Menteri Kelautan dan Perikanan:

    • Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya ikan
    • Menjamin ketersediaan bahan baku industri pengolahan ikan
    • Meningkatkan ketersediaan dan konsumsi sumber protein ikan
    • Mendorong perluasan kesempatan kerja di bidang perikanan
    • Mengutamakan upaya preventif dalam melakukan pengawasan sumber daya perikanan
    • Menindak tegas setiap pelaku penangkapan ikan yang melawan hukum, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (Illegal, Unreported, Unregulated Fishing) dan penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia
    • Memberikan perlindungan bagi nelayan dalam melakukan penangkapan ikan khususnya di wilayah perbatasan
    • Menyiapkan kapal perikanan sampai dengan 60 GT dalam rangka restrukturisasi armada
    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 04 Jul 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Okt 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama "Kursi" karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama "Surat" karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama "Timbul" karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us