WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Berobsesi Garami Politik

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Berobsesi Garami Politik
Denny Tewu | Dok.TI/san

Salah satu arsitek lahirnya Partai Damai Sejahtera (PDS) ini meninggalkan pekerjaannya sebagai PNS di Departemen Keuangan lalu memilih berkiprah di dunia politik karena ingin menggarami dunia perpolitikan di Tanah Air. Setelah menjadi Sekretaris Jenderal (2001-2006) dan Wakil Ketua Umum (2006-2010), ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDS periode 2010-2015.

Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2010-2015)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Denny Tewu

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Denny Tewu

QR Code Halaman Biografi Denny Tewu
Bio Lain
Click to view full article
Djohan Effendi
Click to view full article
Hadi Utomo
Click to view full article
Sanusi Pane
Click to view full article
Edwin Gerungan
Click to view full article
Gola Gong
Click to view full article
Jero Wacik
Click to view full article
Armand Maulana

DR. Magit Les Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2010-2015)
Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2010-2015)
Denny Tewu
, SE, MM atau yang biasa dikenal dengan nama Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2010-2015)
Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2010-2015)
Denny Tewu
ini sudah terbiasa hidup berpindah-pindah dan jauh dari orang tua. Denny mengikuti ayahnya, seorang pegawai BUMN, dipindahtugaskan ke beberapa daerah. Ia pernah bersekolah di Surabaya, Sumbawa (NTB) dan Manado, Sulawesi Utara. Pola hidup yang berpindah-pindah itu membuat pria berdarah Manado kelahiran Surabaya, 11 Juli 1963 ini paham artinya keberagaman. Saat bersekolah di Sumbawa, NTB, misalnya, Denny bergaul dengan teman-teman yang mayoritas muslim. Bahkan ia pernah menjadi tukang bedug di masjid saat bulan puasa.

Meski besar di tengah keluarga berada, Denny termasuk tipe orang yang suka bergaul dengan siapa saja. Saat sekolah SMA di Santa Maria Surabaya, ia ikut kegiatan motor cross yang dikenal sebagai dunianya anak gaul. Setamat SMA, Denny kembali ke Manado melanjutkan studi di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Semasa mahasiswa, jiwa kepemimpinannya makin terasah dengan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi di kampus. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado memimpin sekitar dua ribu mahasiswa dan Ketua Unit Pelayanan Kerohahanian (UPK) se Universitas Sam Ratulangi memimpin sekitar sepuluh ribu orang. “Saya mulai menemukan diri saya untuk bisa berbuat sesuatu bagi lingkungan dan mulai dekat dengan Tuhan saat kuliah di perguruan tinggi itu,” kata Denny yang pada 11 Juni 2011 dianugerahi sebagai Pemimpin Pancasila oleh Yayasan Indonesia Satu bersama Sri Sultan Hamengkubuono X dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Setelah mengantongi gelar sarjana ekonomi dari Unsrat Manado tahun 1991, ia hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib. Kebetulan pada saat itu orangtuanya sudah tinggal dan bekerja di Jakarta. Ia diterima bekerja di salah satu perusahaan properti sebagai Pendiri dan Presiden MarkPlus Inc
Pendiri dan Presiden MarkPlus Inc
marketing
. “Orang beli rumah pada waktu itu kayak beli kacang,” kata Denny menggambarkan kondisi properti nasional saat itu.

Genap enam bulan bekerja, Denny dipercaya menjadi manager Pendiri dan Presiden MarkPlus Inc
Pendiri dan Presiden MarkPlus Inc
marketing
dan berhak menerima fasilitas rumah dan mobil. Pimpinan perusahaan tersebut melihat Denny memiliki semangat dan kreativitas dalam bekerja. Salah satu terobosan yang dilakukannya adalah mengajak teman-temannya untuk melakukan seminar-seminar tentang CBR (Computer Bank Real estate). Sebuah sistem kerja yang mengintegrasikan computer banking dengan real estate. Untuk mewujudkan ide itu, digelar seminar dan sukses dihadiri para pejabat departemen keuangan dan para Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
.

Kegiatannya menggelar seminar yang kerap mengundang pembicara dari kantor Departemen Keuangan akhirnya menjadi pembuka cerita untuk meretas karir sebagai pegawai di lingkungan departemen keuangan. Awalnya ia tidak sengaja melihat papan pengumuman penerimaan PNS di departemen keuangan untuk lulusan S1. Dengan status masih bekerja, ia mencoba ikut ujian. Menurut Denny, waktu itu menjadi pegawai di departemen keuangan punya gengsi tersendiri dan cukup membanggakan.

Perjumpaannya dengan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2001–2009)
Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2001–2009)
Ruyandi Hutasoit
membuat ia terdorong untuk berkiprah dalam dunia politik. Denny dan Ruyandi akhirnya sepakat untuk ikut ambil bagian menggarami dunia perpolitikan di Indonesia dengan harapan bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan dasar-dasar demokrasi di Indonesia.

Setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat selama delapan bulan, Denny akhirnya diterima sebagai PNS di Badan Pelayanan Kemudahan Ekspor RI Departemen Keuangan RI. “Itu prosesnya 8 bulan, dari ribuan orang mungkin hanya 200-an yang diterima. Saya terpilih, kebetulan masuk ke instansi yang lagi top pada waktu itu di bidang ekspor,“ ujar Denny dengan bangga.

Sebagai pribadi yang kreatif, Denny tidak bisa diam. Ia turut membuat sebuah media yang pada eranya cukup dikenal, Media Kemudahan Ekspor yang menjadi jembatan informasi antara departemen keuangan dengan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
khususnya pengguna fasilitas ekspor-impor. Di situ ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Redaksi Majalah dan Wakil Sekretaris Dewan Redaksi.

Selain itu, sambil bekerja, ia juga mengadakan seminar-seminar dengan mengundang para Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
. Ia mengaku, dari kegiatan tersebut, ia bisa mendapatkan uang tambahan. Sembari bekerja pula, Denny melanjutkan studi ke tingkat S2 dan berhasil menyelesaikan program master bidang manajemen Universitas Trisakti tahun 1993.

Selain menangani media internal dan mengadakan seminar-seminar, Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2010-2015)
Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2010-2015)
Denny Tewu
juga tetap menunjukkan jati dirinya sebagai pelayan Tuhan. Ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Kerohanian Persekutuan Oikumene Departemen Keuangan RI (1995-1997). Posisinya itu semakin memperluas hubungannya dengan pejabat-pejabat lintas departemen keuangan, Dirjen Pajak, Anggaran, bidang pelayanan dan moneter.

Denny bersama beberapa temannya kemudian mendirikan Jaringan Pelayanan Alumni Universitas Sam Ratulangi (JALA UNSRAT) dengan tujuan mengajak komunitas Sulawesi Utara yang ada di Jakarta untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan Manado. Untuk memperluas jangkauan pelayanan dibentuklah Jakarta Youth Felloship (JYF) pada tahun 1999 yang menjadi cikal bakal lahirnya Partai Damai Sejahtera. Pelayanan tersebut terus berkembang dan berganti nama menjadi Jakarta Youth Fellowship Family, yang lebih konsentrasi kepada pelayanan keluarga-keluarga miskin dan tuna wisma/pra sejahtera.

Meski memiliki banyak kesibukan, peraih gelar Doktor Manajemen Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
Akuntansi UNPAD Bandung (2005-2010) ini tetap mengasah kemampuan intelektualnya. Ia sering mengikuti berbagai kursus, seminar, diskusi politik bertaraf nasional dan internasional baik sebagai pembicara atau peserta. Dari berbagai kegiatan tersebut, ia memperoleh ratusan sertifikat penghargaan.

Terjun ke Dunia Politik

Aktivitasnya dalam beberapa organisasi pelayanan Kristen menghantarkan Denny bertemu dengan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2001–2009)
Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2001–2009)
Ruyandi Hutasoit
. Ruyandi beberapa kali diundang melayani di persekutuan Oikumene di Departemen Keuangan dan Jaringan Pelayanan Alumni Unsrat Manado yang diprakarsai Denny Tewu.

Saat itu, suasana politik Tanah Air sedang hangat-hangatnya. Banyak partai baru lahir di tengah euforia reformasi di tahun 1998. Denny Tewu dan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2001–2009)
Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (2001–2009)
Ruyandi Hutasoit
aktif membicarakan situasi bangsa saat itu. Pada awalnya ia masih belum berpikir untuk bergelut dalam dunia politik karena ia masih menikmati pekerjaannya di departemen keuangan dan menjadi konsultan ekspor-impor yang dirintis bersama teman-temannya.

Namun perjumpaannya dengan Ruyandi Hutasoit membuat ia terdorong untuk berkiprah dalam dunia politik. Denny dan Ruyandi akhirnya sepakat untuk ikut ambil bagian menggarami dunia perpolitikan di Indonesia dengan harapan bisa memberikan sumbangan dalam pembangunan dasar-dasar demokrasi di Indonesia. “Itulah dasar keinginan kami. Bukan sekadar untuk mencari posisi sebenarnya tapi ingin meletakkan nilai bagi proses demokrasi yang sedang berkembang di Indonesia,” kata Denny kepada TokohIndonesia.com.

Meski tidak memiliki latar belakang politik dan hanya bermodalkan pengalaman berorganisasi dan jaringan persekutuan doa, Denny dan Ruyandi sepakat mendirikan Partai Damai Sejahtera (PDS) di tahun 2001. Denny menjadi sekjen dan Ruyandi sebagai ketua. Karena kesibukannya di dunia politik, Denny kemudian mengundurkan diri sebagai PNS dari departemen keuangan.

Pada awal berdirinya, PDS sempat dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai partai gurem yang tidak jelas. Namun dalam waktu yang tidak terlalu lama, partai berlambang Salib, Alkitab, Burung Merpati, Padi dan Kapas ini berhasil mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. “Walaupun kami dikatakan partai guremlah atau nggak jelas. Tetapi kita melangkah saja dengan iman dan kami memulai dengan yang namanya slogan-slogan untuk memotivasi diri kita,” ujar Denny.

Langkah iman yang diambil Denny dkk akhirnya membuahkan hasil. Pada Pemilu 2004, PDS mampu meraih suara sekitar 2,4 juta pemilih dengan 350 kursi parlemen di semua tingkatan. PDS juga berhasil membentuk fraksi PDS di DPR-RI dengan jumlah 13 kursi di mana di situ ada yang menjadi anggota biasa, pimpinan fraksi, pimpinan komisi hingga wakil ketua.

Setelah menjadi Sekretaris Jenderal (2001-2006) dan Wakil Ketua Umum (2006-2010), Denny diangkat secara aklamasi sebagai Ketua Umum (2010-2015) dalam Munaslub yang dipercepat di Manado 6-8 Mei 2010. Munaslub yang seyogyanya dilakukan pada tahun 2011 itu dipercepat untuk memperkuat konsolidasi partai dalam menghadapi Pemilu 2014.

Dalam Munaslub tersebut, Ruyandi Hutasoit sebagai Ketua Umum menyatakan mengundurkan diri sehingga proses pemilihan ketua partai harus segera dilakukan. Akhirnya Denny diangkat secara aklamasi sebagai ketua umum PDS yang baru karena tidak ada calon lain yang mengajukan diri. Ruyandi sendiri kemudian menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.

Sebagai Ketua Umum, Denny dihadapkan pada sejumlah persoalan diantaranya masalah internal yang tidak setuju dengan kepemimpinannya dan juga perubahan undang-undang Pemilu tentang verifikasi Parpol. Meski demikian, ia tetap berkomitmen membawa PDS terus eksis pada Pemilu 2014.

Denny bersyukur bahwa selama 11 tahun PDS berkiprah dalam panggung politik, belum ada kader PDS yang tersangkut kasus korupsi. “Ini buat saya sesuatu yang mahal harganya. Semoga ke depan PDS tetap konsisten dengan itu,” ujar Denny yang ingin membawa PDS tidak bersandar pada figur tapi pada sistem yang melahirkan kader-kader terbaik yang menjadi agen perubahan. Bio TokohIndonesia.com | atur-hotsan

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 15 Jun 2012  -  Pembaharuan terakhir 19 Oct 2012
Sepak Terjang Miss No Comment Bersatu Itb Untuk Berjaya

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam catatan sejarah perang, kita dapat menemukan beberapa pertempuran klasik, yaitu kiprah militer yang dikagumi para pemimpin militer dan sejarawan selama berabad-abad. Cannae adalah salah satu pertempuran demikian. Dipimpin oleh Hannibal Barca, seorang pemimpin perang yang mampu mempersatukan berbagai suku bangsa, dan membuktikan kehebatan strateginya dengan memukul mundur pasukan Romawi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: