WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Maestro Seni Bersemangat Nasionalisme

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Maestro Seni Bersemangat Nasionalisme
Guruh Soekarnoputra | TokohIndonesia.com | default.tabloidnova.com

Kiprahnya sebagai seniman banyak dikenal lewat aksi koreografernya dengan GSP Production. Lewat karya seninya, putra proklamator kemerdekaan RI ini ingin mengobarkan semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air kepada generasi muda. Di balik sosoknya yang lembut, anggota DPR RI (1992-2009) ini juga dikenal idealis dan tak segan mengkritik PDI-Perjuangan, pimpinan Megawati Soekarnoputri.

Seniman, Pendiri PT. Kinarya GSP
Lihat Curriculum Vitae (CV) Guruh Soekarnoputra

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Guruh Soekarnoputra

QR Code Halaman Biografi Guruh Soekarnoputra
Bio Lain
Click to view full article
Soeharto
Click to view full article
Sutoyo Siswomiharjo
Click to view full article
Abdillah Toha
Click to view full article
Rosihan Anwar
Click to view full article
Muhammad Nazar
Click to view full article
Jenderal Budiman
Click to view full article
Anggun C Sasmi
BERITA TERBARU

Sejak kecil, Guruh Soekarno Putra sudah tertarik dengan dunia seni. Saat berusia lima tahun, anak bungsu pasangan Ir Soekarno dan Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno)
Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno)
Fatmawati
ini sudah belajar menari Jawa, Sunda, Bali dan mementaskan tariannya di atas panggung. Ia juga membentuk band bocah dan bermain piano. Saat beranjak remaja, Guruh membentuk band The Beat - G pada tahun 1965. Guruh kemudian merilis album perdananya pada tahun 1975 dengan musik yang berirama paduan gamelan Bali bersama para musisi terkenal lainnya seperti Keenan Nasution, Abadi Soesman dan Musisi, Pencipta Lagu
Musisi, Pencipta Lagu
Chrisye
. Semangatnya dalam menciptakan sebuah karya terus meningkat dan Guruh mulai melebarkan sayapnya ke seni tari dengan mendirikan Swara Mahardhika pada tahun 1977. Namun Guruh memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan sanggar tarinya tersebut menjadi sebuah yayasan kesenian pada tahun 1987.

Pada tahun 1989 saat krisis ekonomi menghantam Indonesia, laki-laki yang jago melukis ini membentuk sebuah badan usaha yang bergerak di bidang penyelenggara acara (event organizer). Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
keseniannya itu diberi nama PT. Kinarya GSP. Namun banyak orang salah mengartikan GSP yang dianggap sebagai singkatan dari nama Guruh. GSP merupakan kepanjangan dari Gencar Semarak Perkasa yang kemudian dibubuhkan kata Kinarya di depannya sebagai ganti dari istilah production house. Bukan tanpa alasan jika Guruh menggunakan istilah tersebut. Ia ingin menunjukkan rasa nasionalismenya terhadap bangsa lewat istilah dalam Bahasa Indonesia dan bukan istilah asing. Pekerjaan mengorganisir penari dalam jumlah massal dan ditampilkan dengan paduan musik menjadi keahlian Guruh yang patut dibanggakan.

Kepiawaian Guruh dalam mengekspresikan seni ditunjukkan dalam Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I pada 1979. Pagelaran tersebut berlangsung sukses dan menjadi modal utamanya untuk kembali mengadakan Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II dengan tajuk Untukmu Indonesiaku yang kemudian difilmkan dalam bentuk semi-dokumenter (1980) dan disusul kemudian dengan Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra III hingga ke Singapura dengan mengusung tema Cinta Indonesia Pagelaran Jakarta Week (1984) serta Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno IV : Gilang Indonesia Gemilang (1986).

Kreativitas seni Guruh terus tertuang dalam berbagai bentuk. Misalnya pagelaran pertunjukan kolosal "JakJakJakJak Jakarta" dalam rangka ulang tahun Jakarta ke-462 tahun atau pagelaran kolosal: Gempita Swara Mahardhika dalam rangka 10 tahun Swara Mahardika (1987). Ia pun menjajal dunia layar lebar dengan menjadi ilustrator musik dalam film. Film pertama yang digarap adalah Ali Topan Anak Jalanan. Tidak puas hanya duduk di belakang layar, Guruh mempertontonkan kebolehannya sebagai pemain lewat perannya sebagai Sunan Muria dalam film Sembilan Wali tahun 1985.

Berkat kerja keras dan kreativitasnya, Guruh mengukir banyak prestasi dan mendapat berbagai penghargaan. Ia pernah memenangkan hadiah pertama untuk komposisi lagu berjudul Renjana dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional (1976), pernah mewakili Indonesia di World Popular Song Festival di Tokyo Jepang (1987) dan meraih Kawakami Award dan Audience Selection Award dengan kembalikan Baliku dan pernah mendapat penghargaan ilustrasi musik dalam Festival Sutradara
Sutradara
film Indonesia
di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Ujung Pandang
(1978).

Kepiawaian Guruh dalam mengekspresikan seni ditunjukkan dalam Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I pada 1979. Pagelaran tersebut berlangsung sukses dan menjadi modal utamanya untuk kembali mengadakan Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II dengan tajuk Untukmu Indonesiaku yang kemudian difilmkan dalam bentuk semi-dokumenter (1980) dan disusul kemudian dengan Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra III hingga ke Singapura dengan mengusung tema Cinta Indonesia Pagelaran Jakarta Week (1984) serta Pagelaran Karya Cipta Guruh Soekarno IV : Gilang Indonesia Gemilang (1986).

Di penghujung 2011, Guruh kembali mengadakan pagelaran akbar bertema 'Beta Cinta Indonesia'. Acara yang berisi belasan lagu ciptaannya mulai dari tahun 1976-1989 itu merupakan bukti dedikasinya di bidang seni selama empat dekade. "Saya merasa senang bisa melihat apresiasi dan ekspresi dari penonton dan ini yang membuat saya malam ini gembira. Panutan bagi saya, seluruh warga Indonesia harus dibentuk menjadi nasionalis," ujar Guruh seperti dikutip dari vivanews.com.

Bicara mengenai semangat nasionalisme, pria kelahiran Jakarta 13 Januari 1953 ini sangat gencar dalam mengobarkan semangat cinta bangsa dan negara kepada para generasi muda. Ia pun mengkritik keras soal pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah yang masih banyak dibelokkan sehingga siswa tidak memperoleh sejarah yang baik, benar dan utuh. "Masih ada sejarah yang dibelokkan sehingga siswa menerimanya tidak lurus lagi," jelasnya.

Menurutnya, Pencipta Lagu Anak-anak
Pencipta Lagu Anak-anak
anak Indonesia
terutama yang dilahirkan sejak era Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
hingga sekarang juga tidak mengenal Indonesia dan keindonesiaan secara utuh. Kondisi tersebut, lanjut Guruh, seharusnya menjadi keprihatinan semua pihak dan harus dipikirkan jalan keluarnya oleh penyelenggara negara, misalnya melalui kurikulum pendidikan. Ia menyontohkan, lagu-lagu yang dibawakan oleh sebuah kelompok musik saat menyambut kedatangan Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
sebelum membuka secara resmi Taman Pintar yang sebagian besar adalah lagu-lagu Barat. "Kenapa tidak dimainkan lagu-lagu dari Indonesia yang sangat banyak," tegasnya.

Mungkin dengan alasan itu pula, mengapa akhirnya mantan suami Gusyenova Sabina Padmavati ini ikutan terjun ke dalam dunia politik mengikuti jejak dua kakak Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
nya, Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
dan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno
Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno
Rachmawati Soekarnoputri
, yang telah terlebih dulu maju sebagai ketua sebuah partai politik. Menurutnya, semua profesi harus tahu dunia politik, termasuk seniman, agar tidak ditipu politikus. "Budayawan dan seniman harus melek politik. Kalau budayawan dan seniman atau profesi lainnya tidak melek politik, serasa ada yang kurang dan akan dibodohi politikus," tuturnya sebagaimana dikutip dari gatra.com.

Kiprah di dunia politik ia jalani saat menjadi anggota DPR tahun 1992-2009. Nyalinya dalam berpolitik juga dianggap cukup berani mengingat dirinya pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
tahun 2010. Alasannya saat itu adalah ingin melanjutkan tongkat estafet perjuangan ayahandanya Ir Soekarno. "Ini kan mirip zaman Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
saat akan diajukan sebagai presiden tahun 1997 yang akhirnya lengser di tengah jalan. Lebih baik Mba Mega istirahat, saya sebagai adik biologis dan ideologis siap menggantikan posisi beliau," terang Guruh saat itu. Namun niatnya itu kandas di tengah jalan karena kurang mendapat dukungan.

Belum hilang kegusarannya terhadap sang kakak yang kembali berhasil memimpin PDI-P, Guruh juga menilai soal dukungan untuk memasukkan Anggota DPR-RI (2009-2014) dari PDI Perjuangan
Anggota DPR-RI (2009-2014) dari PDI Perjuangan
Puan Maharani
sebagai kandidat penerus Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
. Hal ini akan menjadikan PDI Perjuangan menjelma bukan lagi sebagai partai melainkan untuk trah Soekarno. Menurut Guruh, "Puan selayaknya tidak dipaksakan untuk menduduki wakil ketua umum (waketum). Harus ada regenerasi alamiah tapi bukan nepotisme," katanya menunjuk sejumlah reklame yang menghiasi arena kongres di Hotel Inna Grand Bali Beach dengan gambar Ketua Umum Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
disandingkan dengan Puan, sebagaimana dikutip dari kompas.com. Penyandingan tersebut dianggap tidak sehat mengingat seharusnya Puan tidak ditunjuk oleh Mega atau siapa saja sebagai pihak yang akan menjadi Ketua Umum pada masa yang akan datang. bety, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 15 Dec 2011  -  Pembaharuan terakhir 29 Sep 2012
Gubernur Sulawesi Barat Guru Pengusaha Pribumi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Kamus ini memuat lebih dari 2000 entri yang berhubungan erat dengan dunia televisi dan film.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: