WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bersinar Sepeninggal Suami

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bersinar Sepeninggal Suami
Jajang C Noer | TICOM IMAGES | Hotsan

Sepeninggal suaminya Arifin C Noer, kiprahnya sebagai aktris film layar lebar makin bersinar. Peraih Piala Citra pada Festival Film Indonesia 1992 ini bahkan menyutradarai sinetron, film televisi dan pementasan teater.

Aktris, sutradara
Lihat Curriculum Vitae (CV) Jajang C Noer

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Jajang C Noer

QR Code Halaman Biografi Jajang C Noer
Bio Lain
Click to view full article
Uswatun Hasanah
Click to view full article
Hilman Sulaiman
Click to view full article
Yogie SM
Click to view full article
Teguh Karya
Click to view full article
Tuanku Tambusai
Click to view full article
Abdurrahman Wahid
Click to view full article
Amirul Isnaini, Mayjen
BERITA TERBARU

Jajang C Noer lahir dengan nama asli Lidia Djunita Pamontjak di Paris, Prancis, 28 Juni 1952. Jajang adalah putri tunggal pasangan Nazir Dt. Pamontjak dan Nini Karim. Ayahnya, merupakan diplomat Indonesia untuk Prancis yang pertama. Pekerjaan ayahnya itu membuat Jajang sering melanglangbuana ke berbagai negara. Selain Prancis, tempat kelahirannya, Jajang juga sempat bermukim dan bersekolah di Filipina.

Asal nama Jajang yang melekat padanya hingga saat ini, menurutnya bermula dari sapaan "sayang" dari orangtuanya. Akhirnya seiring waktu berjalan Jajang pun mulai menyebut dirinya dengan nama Yayang (ditulis Jajang dalam ejaan lama). Panggilan tersebut terus bertahan, bahkan teman-teman dan guru di sekolahnya pun menyapa Jajang dengan nama tersebut. Namun untuk nama di dokumen penting seperti rapor, paspor, SIM, dan rekening bank, Jajang masih menggunakan nama lahirnya.

Jajang terpaksa menjalani peran barunya sebagai sutradara setelah sang suami tercinta meninggal dunia di tahun 1995. Arifin C Noer, sutradara film fenomenal G30S/PKI itu berpulang meninggalkan warisan berupa naskah sinetron Bukan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Biasa yang baru diproduksi sebanyak tujuh episode.

Pada tahun 1978, setelah menikah dengan sutradara kondang Arifin C Noer, nama yang tertulis di KTP-nya berubah menjadi Aktris, sutradara
Aktris, sutradara
Jajang C Noer
. Huruf "C" di tengah namanya merupakan singkatan dari Chairin. Dengan bermacam-macam nama yang disandangnya tadi, Jajang pernah membuat bingung seorang pegawai bank saat dirinya bermaksud mencairkan cek yang tertulis nama Aktris, sutradara
Aktris, sutradara
Jajang C Noer
, sementara di KTP-nya tertulis Lidia C Noer. Pegawai bank yang kebingungan itu hampir menolak meski pada akhirnya cek tersebut cair juga.

Perkenalan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
berdarah Padang ini dengan dunia kesenian sudah dimulai pada usia lima tahun. Saat menetap di Manila, mengikuti ayahnya yang sedang menjabat sebagai dubes RI untuk Filipina, Jajang kecil gemar menari tari payung, tari piring, dan sesekali tampil mewakili Indonesia. Saat duduk di bangku SMA, ia mulai menggemari seni Lihat Daftar Tokoh Teater
Lihat Daftar Tokoh Teater
teater
dan belajar gamelan. Jajang juga sempat bergabung dengan klub drum band di sekolah dan turut menyambut kedatangan Paus Paulus Yohanes VI di Senayan, Jakarta.

Setamat SMA, ia sempat tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Indonesia meski tak sampai selesai. Semasa kuliah, Jajang pernah terlibat dalam gerakan demonstrasi Malari 1974.

Setelah gagal menyabet gelar akademis, Jajang mulai melirik panggung Lihat Daftar Tokoh Teater
Lihat Daftar Tokoh Teater
teater
sebagai wadahnya berekspresi. Tahun 1972, ia bergabung dalam sanggar Lihat Daftar Tokoh Teater
Lihat Daftar Tokoh Teater
teater
Ketjil pimpinan Arifin C Noer, seorang sutradara ternama yang kelak menjadi suaminya. Dari situ, akting Jajang mulai menghias panggung teater yang berdiri sejak tahun 1968 itu, meski di awal kiprahnya, Jajang hanya mendapat peran-peran kecil.

Pada tahun 1977, sang pemimpin teater, Arifin C Noer sedang menggarap film Suci Sang Primadona. Jajang kemudian dilibatkan sebagai pencatat skrip dalam film yang melejitkan nama Joice Erna itu. Setelah berkali-kali mendapat peran-peran kecil, akhirnya pada tahun 1992, Jajang mulai mendapat kesempatan untuk menampilkan aktingnya di depan kamera dengan porsi yang lebih banyak. Bibir Mer, sebuah film yang dibintangi Bella Esperance Lee dan Tio Pakusadewo menjadi langkah awal Jajang sebagai aktris film. Hebatnya, meski itu film pertamanya, Jajang tampil memukau sehingga berhasil menyabet Piala Citra sebagai Pemeran Pembantu Terbaik pada Festival Sutradara
Sutradara
film Indonesia
1992.

Meski bersuamikan seorang sutradara handal, Jajang sama sekali tidak pernah berpikir untuk mengikuti jejak pria yang telah memberinya dua anak itu. Saking tak tertariknya, jangankan belajar ilmu penyutradaran secara formal, saat Mas Arifin, demikian Jajang biasa menyebut pria yang menikahinya di tahun 1978 itu, memberi masukan kepada para pemain pun, ia enggan mendengarkan.

Jajang terpaksa menjalani peran barunya sebagai sutradara setelah sang suami tercinta meninggal dunia di tahun 1995. Arifin C Noer, sutradara film fenomenal G30S/PKI itu berpulang meninggalkan warisan berupa naskah sinetron Bukan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Biasa yang baru diproduksi sebanyak tujuh episode. Setelah mendapat rekomendasi dari penulis naskah Ahmad Yusuf, Jajang mulai melanjutkan proyek tersebut. Namun siapa sangka, sinetron yang digarap Jajang dengan perasaan terpaksa itu justru berhasil menorehkan prestasi. Sinetron Bukan Perempuan Biasa yang dibintangi Aktris, Produser Film
Aktris, Produser Film
Christine Hakim
itu meraih Piala Vidia sebagai drama seri terbaik dalam Festival Sinetron Indonesia.

Sejak kesuksesan yang tak disangka-sangka itu, Jajang pun mulai kebanjiran order menyutradarai sinetron, film televisi, serta pementasan teater. Pada Maret 2002, Jajang menyutradarai pementasan lakon Vagina Monolog di Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
, Jakarta Pusat. Pementasan lakon yang naskah aslinya diambil dari terjemahan buku karya Eve Ensler itu melibatkan sejumlah Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
perempuan ternama, seperti Ratna Riantiarno, Rima Melati, dan Nursjahbani Katjasungkana serta turut dimeriahkan dengan penampilan apik para aktris Tanah Air. Pementasan Vagina Monolog kali itu dimaksudkan sebagai pentas penggalangan dana bagi program penanggulangan perdagangan perempuan dan anak, sekaligus memperingati Hari Perempuan.

Pada Oktober 2011, Jajang menggelar Opera Batak di Theater Jakarta, Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
. Diakuinya, opera bertema nasionalis itu merupakan opera terbesar yang pernah ia garap. Dalam pementasan opera tersebut, Jajang tak ingin memberikan suguhan yang biasa-biasa saja. Demi menambah kentalnya aroma Batak dalam opera besutannya itu, Jajang menggaet sejumlah selebritis berdarah Batak seperti Joy Tobing, Choky Sitohang, Judika, dan Ren Tobing.

Industri perfilman yang kian menunjukkan gairahnya juga membuat Jajang tak pernah sepi mendapat tawaran berakting. Meski hanya kebagian peran pendukung, kebanyakan film-film yang dibintanginya terbilang sukses di pasaran, misalnya Berbagi Suami, Arisan!, dan Laskar Pelangi.

Dalam menjalani karir, Jajang memiliki prinsip yang sederhana, yakni jujur dan percaya pada diri sendiri, apa pun risiko kesulitan dan konsekuensinya. Di usianya yang tak lagi muda, Jajang masih tampil dengan ciri khasnya yang riang dan ceplas-ceplos. Ibu dari Nitta dan Marah ini juga gemar membaca, hobi yang diakui Jajang membuatnya senantiasa cerah. Untuk memanjakan hobi tersebut, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
yang fasih berbahasa Belanda dan Inggris ini menjadi anggota perpustakaan British Council. Ia juga memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya yang juga merangkap sanggar seluas 400 meter persegi. Kalau ada waktu luang, Jajang memilih tidur daripada ke mana-mana karena kalau sedang kerja ia sering "lupa" tidur.

Seiring bertambahnya usia, Jajang mulai menyadari betapa pentingnya arti kesehatan. Ketergantungannya pada rokok dan minuman keras kini telah ia tinggalkan. Sedangkan untuk urusan mendidik kedua buah hatinya, Jajang yang sampai saat ini masih betah menjanda itu berusaha menanamkan persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan, serta sikap hormat kepada yang lebih tua. muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Nov 2011  -  Pembaharuan terakhir 26 Apr 2012
Polisi Pertama Bergelar Profesor Doktor Politisi Guru Besar Dan Hakim Agung

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Jusuf Kalla

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Rahasia menghasilkan uang lebih banyak dan lebih cepat. Penjualan Anda pasti meledak!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: