WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ibu Dangdut Indonesia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ibu Dangdut Indonesia
Ellya Khadam | TokohIndonesia.com | repro

Lagu ciptaannya, Boneka dari India, menjadi penanda awal masuknya elemen India ke dalam musik yang kini dikenal sebagai dangdut. Sejak tahun 1950-an, peraih penghargaan Anugerah Dangdut TPI 2000 ini sudah merekam sedikitnya 400 lagu dangdut. Selain menyanyi, ia juga dikenal sebagai aktris yang telah membintangi puluhan judul film layar lebar.

Penyanyi dangdut, aktris
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ellya Khadam

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ellya Khadam

QR Code Halaman Biografi Ellya Khadam
Bio Lain
Click to view full article
Marganti Manullang
Click to view full article
Sutomo
Click to view full article
Djaduk Ferianto
Click to view full article
Ilyas Yacoub
Click to view full article
Abdullah Harahap
Click to view full article
Arief Budi Witarto
Click to view full article
Amien Rais

Ellya Khadam lahir dengan nama Siti Alya Husnah di Jakarta pada 23 Oktober 1938. Agar terdengar lebih komersil, nama itu kemudian diganti oleh produsernya menjadi Ellya. Nama Khadam yang melekat sampai akhir hayatnya adalah nama mantan suaminya, Khadam Ali. Selain Khadam, Ellya juga pernah dikenal sebagai Ellya Agus dan Ellya M Haris.

Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
berdarah Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
ini menghabiskan masa kecilnya di Jl. Kawi, sebuah daerah dekat Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Seperti kebanyakan anak gadis di jaman itu, Ellya juga mengakhiri masa lajangnya di usia yang amat belia. Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, Ellya dinikahkan dengan seorang pria yang belum ia kenal sebelumnya. Pernikahan itu tak bertahan lama, Ellya memutuskan berpisah dari suaminya setelah mempunyai dua anak yang kini telah memberinya 14 cucu.

Menjanda di usia yang relatif muda memang bukan perkara mudah. Namun di tengah peliknya masalah hidup yang membelitnya, Ellya justru mulai menemukan peruntungannya di dunia tarik suara. Kebetulan saat itu ia bertetangga dengan Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Melayu Deli bernama Dian Seruni. Secara diam-diam, Ellya serius mendengarkan suara merdu Dian kala berlatih bernyanyi. Setelah "berguru" dari jarak jauh, lama kelamaan Ellya mulai piawai bersenandung. "Hebatnya, Dian Seruni belum bisa menyanyikannya, saya malah sudah bisa," tuturnya bangga seperti dikutip dari situs kompas.com.

Memasuki usia senja, Ellya perlahan mundur dari dunia musik yang pernah membesarkan namanya. Biduan perintis musik dangdut ini masih mempertahankan ciri khasnya, berLihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
ala India. Meski menyandang nama besar, jangan bayangkan Ellya tinggal di rumah megah nan mewah. Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
dengan logat Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
kental ini masih tinggal di gang sempit di kawasan Depok, Jawa Barat. Menurut Ellya, dalam sebulan setidaknya ada 2-3 tawaran manggung di TV maupun radio. Jika sedang sepi job, ia mengisi waktunya dengan menjadi perias pengantin Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
. Berkat pola hidup sederhana yang diterapkannya, Ellya mengaku tidak pernah merasakan kesulitan keuangan

Sejak itu, Ellya berniat menjadi seorang Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
, meski pada awalnya ia harus menghadapi tentangan orang tuanya lantaran statusnya sebagai janda. Kendati tak mendapat persetujuan, ia nekat menyanyi hingga pada akhirnya diajak tampil pada sebuah acara perkawinan. Dari situ Ellya mulai kebanjiran job menyanyi dari kampung ke kampung. Bakat dan kemampuannya dalam bernyanyi pada akhirnya membawanya singgah ke dalam beberapa grup musik di masanya, diantaranya "Cahaya Muda" pimpinan Sarbini.

Ellya pernah berkolaborasi dengan Munif Bahasoan, Muchsin Alatas, serta Mansyur S yang ketika itu menjadi pimpinan OM Rhadesa. Ellya juga pernah tampil bernyanyi bersama Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
dan Aminah Banowati dalam sebuah pertunjukan di lapangan Monas yang dulu dikenal dengan sebutan stadion Ikada. Seiring berjalannya waktu, kesibukannya sebagai biduan secara perlahan membuat Ellya mulai melupakan kegagalan perkawinannya.

Karirnya semakin menunjukkan kemajuan setelah ia didaulat Orkes Sinar Muda sebagai bintang tamu. Pada tahun 1956, bersama orkes ini, Ellya tampil dalam sebuah acara temu kelompok orkes di kawasan yang sekarang ini dikenal sebagai kompleks Hotel Indonesia. Dalam acara tersebut, Ellya bertemu dengan tokoh-tokoh musik Melayu ternama seperti Husein Bawafie, Munif Bahasoan, dan Ali Atamimi.

Bahkan Husein Bawafie langsung kepincut begitu mendengar cengkok unik milik Ellya. Husein kemudian memperkenalkan Ellya kepada Adi Karso yang lantas mengajaknya untuk masuk dapur rekaman. Pada 1957, suara Ellya untuk pertama kalinya direkam di piringan hitam. Lagu berjudul Sinar Mesra ciptaan Husein Bawafie menandai debutnya sebagai Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
profesional. Dengan iringan Orkes Melayu Siar Kemala pimpinan A. Kadir, Ellya menjalani proses rekaman yang kala itu dilakukan di Surabaya oleh Bustari, suami aktris film era tahun 50-an, Titin Sumarni.

Nama Ellya baru benar-benar meroket di tahun 1962 setelah membawakan lagu ciptaannya sendiri, Boneka dari India. Lagu tersebut direkam di studio Irama milik Mas Yos, dengan iringan Orkes Melayu Kelana Ria pimpinan Adi Karso dan Munif Bahasoan. Musisi pendukung lainnya antara lain Husein Bawafie (akordeon), Mat Syabi (mandolin), dan Adi Karso (marakas). Dengan dibantu para musisi pendukung tadi, Ellya mulai mengutarakan idenya untuk memasukkan elemen India ke dalam lagu ciptaannya. Benar saja, lagu itu mendapat sambutan meriah dari publik. Setiap mendapat undangan manggung, Boneka dari India seperti menjadi lagu wajib yang harus dinyanyikan.

Lagu berirama riang dengan liriknya yang sederhana itu muncul sebagai reaksi atas kejenuhan Ellya menyanyikan lagu-lagu sebelumnya. Secara spontan, ia kemudian melantun-lantunkan lagu mirip lagu India yang kemudian bernama "Boneka dari India" itu. Pilihan pada India bukan tanpa alasan. Ellya memang termasuk penggemar berat film India dan kebetulan rumahnya tak jauh dari bioskop Ratna yang pada eranya banyak memutar film India. Kecintaannya pada segala sesuatu berbau India itulah yang kemudian dituangkannya dalam lagu Boneka dari India.

Selain mampu bernyanyi dan berjoget, Ellya Khadam juga pandai membuat lirik. Remy Sylado, pengamat musik yang menjadi saksi telinga popularitas lagu tersebut menuturkan bahwa di tahun 60-an hampir setiap hari radio-radio di Bandung memutar lagu Boneka dari India. Bahkan menurut penulis ensiklopedi musik itu, ketenaran lagu itu hampir menyaingi lagu Patah Hati milik Rahmat Kartolo. Embrio dangdut, demikian Remy memberi julukan pada lagu tersebut. Pasalnya, bukan hanya populer karena lirik dan iramanya yang unik, lagu Boneka dari India ciptaan Ellya juga merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah lahirnya musik dangdut.

Menurut Remy, elemen bunyi dangdut yang ada dalam lagu tersebut belum pernah dipakai tokoh musik Melayu seperti Said Effendi sekalipun. "Ellya Khadamlah yang menyebarkan wabah itu, jadi bukan Elvy (Sukaesih) atau yang lain," demikian kata Remy. Majalah Tempo edisi Juni 1976 pernah menulis, Ellya Khadam merupakan salah satu peletak dasar menyanyi dangdut Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
, yang mengkombinasikan unsur-unsur India. Sementara, tokoh musik Melayu, Munif Bahasoan mencatat, lagu yang diciptakan Ellya pada tahun 1957 itu menandai peralihan dari zaman musik Melayu Deli ke era Melayu bernuansa India.

Kesuksesan lagu yang juga dinikmati komunitas di luar musik Melayu itu kian memacu kreativitas Ellya Khadam. Hingga terciptalah sederet judul lain yang juga meledak di pasaran, antara lain Kau Pergi Tanpa Pesan, Termenung, dan Pengertian yang kemudian dinyanyikan kembali oleh Penyanyi, aktris
Penyanyi, aktris
Emilia Contessa
. Sama seperti Boneka dari India, semua lagu itu masih bernuansa India. Warna vokalnya pun makin mengindia, meski menurut pengakuan si empunya suara, cengkok vokalnya memang demikian adanya.

Seiring waktu, Boneka dari India bukan lagi sebatas lagu yang pernah dipopulerkannya, tapi juga mulai menjelma dalam tampilan fisik Ellya Khadam. Ia mulai tampil dengan gaya berLihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
khas Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
India, kain sari lengkap dengan sindoor di tengah dahi. Tampilan unik itu bertambah lengkap dengan kepiawaiannya menari India. Maka tak heran, setelah sekian lama tampil dengan gaya uniknya itu, Ellya Khadam malah jadi gamang sendiri jika tampil tanpa gaya Indianya. "Rasanya, saya jadi tak mengenal diri saya," akunya.

Sekitar tahun 1970-an, Ellya mendirikan grup musik sendiri bernama El Sitara. Kemudian bersama salah seorang anggotanya, Rudy Anand, ia juga membuat grup musik Orkes Melayu Anamika yang anggotanya antara lain Titin Satiri, Eva Yusuf, Munief Bahasoan dan Ahmad Alatas. REMACO Record, perusahaan rekaman ternama Indonesia saat itu, pernah merekam suara khas Ellya Khadam bersama grupnya, El Sitara dalam satu album bersama dengan grup musik SONETA pimpinan Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
. Di album tersebut, ia menyumbangkan delapan lagu andalan hasil ciptaan dirinya sendiri. Sedangkan untuk lagu-lagu yang dibawakannya di album tersebut antara lain berjudul Le Olang, Sakit Hati, Kucing Kurus, Senyum dan Rayu, Tiap Senja, Periangan, Jiwa Bersemi, dan Pujian. Sementara sisanya dinyanyikan personil El Sitara lainnya yang juga diplot sebagai vokalis, yakni Munief dan M Kelana.

Masih di tahun 70-an, industri musik dangdut Indonesia mulai dibanjiri nama-nama baru antara lain Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
dan Penyanyi Dangdut
Penyanyi Dangdut
Elvy Sukaesih
. Dua dedengkot dangdut yang di kemudian hari mendapat julukan sebagai Raja dan Ratu Dangdut itu membawa pembaruan di musik dangdut. Padahal waktu itu, dangdut masih dianggap musik kelas dua yang ditandai dengan adanya perseteruan dengan beberapa musisi rock. Meski mulai dikuasai pendatang baru, posisi Ellya Khadam tetap tak tergoyahkan. Ia seperti telah memiliki singgasananya sendiri, lagu-lagunya yang berirama Negeri Hindustan seakan terlanjur menyihir para penggila karya-karyanya. Bersama Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
dan Lilies Suryani, nama Ellya Khadam termasuk dalam jajaran penyanyi tenar 1970-an yang penampilannya di panggung selalu energik, humoris dan selalu ceria.

Nama besar Ellya di dunia tarik suara juga berkibar di negara tetangga, Malaysia. Saking terkenalnya, diva pop sekaliber Siti Nurhaliza pernah mencomot salah satu lagu ciptaan Ellya yang bertajuk Janji untuk dinyanyikan dalam albumnya. Penyanyi berbeda generasi dan negara itu bahkan pernah tampil berkolaborasi di salah satu televisi swasta.

Selain menyanyi, Ellya Khadam juga piawai berakting di depan kamera. Puluhan judul film yang kebanyakan bergenre komedi telah dibintanginya. Aktingnya yang paling memikat adalah saat menjadi lawan main Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Benyamin S
dalam film Biang Kerok (1972) dan Buaye Gile (1974). Perannya sebagai perawan tua atau janda pemarah kerap mengundang tawa penonton. Apalagi saat beradu akting dengan Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Benyamin S
yang memang dikenal dengan kekonyolannya.

Memasuki usia senja, Ellya perlahan mundur dari dunia musik yang pernah membesarkan namanya. Biduan perintis musik dangdut ini masih mempertahankan ciri khasnya, berLihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
ala India. Meski menyandang nama besar, jangan bayangkan Ellya tinggal di rumah megah nan mewah. Perempuan dengan logat Betawi kental ini masih tinggal di gang sempit di kawasan Depok, Jawa Barat. Menurut Ellya, dalam sebulan setidaknya ada 2-3 tawaran manggung di TV maupun radio. Jika sedang sepi job, ia mengisi waktunya dengan menjadi perias pengantin Betawi. Berkat pola hidup sederhana yang diterapkannya, Ellya mengaku tidak pernah merasakan kesulitan keuangan.

Meski tawaran tak sebanyak saat masa jayanya, Ellya tetap berkarya termasuk menciptakan lagu. Saking cintanya pada profesi, peraih penghargaan Anugerah Dangdut TPI 2000 ini bahkan tak peduli jika nantinya tak ada yang berminat memproduseri albumnya. Ia juga masih sangat bersemangat kalau diajak berbincang soal musik dangdut. Kalaupun popularitasnya sudah memudar, minimal Ellya bangga melihat dangdut, genre musik yang dulu selalu dicap kampungan kini mulai menunjukkan kelasnya. Belum lagi alirannya yang kian beragam, artisnya pun cantik-cantik dan didukung kualitas vokal yang baik.

Sesepuh musik dangdut ini berpulang ke rahmatullah di usia 81 tahun, tepatnya pada 2 November 2009 pukul 20.15 WIB akibat penyakit diabetes yang hampir setahun dideritanya. Puluhan penyanyi dan musisi dangdut datang melayat ke rumah duka dan ikut mengantar jenasah Ellya Khadam menuju peristirahatannya yang terakhir di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan.

Para pelayat yang datang antara lain Ketua PAMMI Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
, Mansyur S, H. Jaja Mihardja, Rita Sugiarto, dan Penyanyi Dangdut, Presenter
Penyanyi Dangdut, Presenter
Ikke Nurjanah
. Setelah memimpin pembacaan doa, Rhoma Irama yang sudah menganggap sosok Ellya layaknya saudara sendiri juga memberikan tausyiah singkat.

Para seniman dangdut memandang kepergian Ellya sebagai suatu kehilangan besar jagad musik dangdut. "Dia itu Ibu Dangdut Indonesia. Kalau nggak ada Ellya maka nggak ada dangdut," ucap Jaja Mihardja seperti dikutip dari situs poskota. Dedikasi dan kerja kerasnya mempopulerkan dangdut juga diakui Mansyur S yang pernah menimba ilmu menyanyi pada Ellya sekitar tahun 60-an. Mansyur mengenang sosok nenek belasan cucu itu sebagai figur yang hangat dan tak sungkan memberikan wejangan pada para juniornya.

Menurut Mansyur, sifat-sifat baik itulah yang membuat Ellya terlihat awet muda hingga tutup usia. "Sosok Ellya akan terus dikenang dengan segala kemampuan dan totalitasnya di dunia musik Melayu dan dangdut Indonesia," tegas Mansyur. Ratu Dangdut, Elvy Sukesih juga pernah menyebut Ellya sebagai salah satu penyanyi yang sangat dikaguminya. Untuk urusan royalti, pihak PAMMI selaku lembaga yang menaungi para artis melayu akan mengurus dan memberikan hak Ellya, juga memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Nov 2011  -  Pembaharuan terakhir 28 Sep 2012
Tokoh Banyak Rupa Sederhana Dan Merakyat

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Wastafel, selain fungsinya untuk mencuci tangan, wajah, atau benda kecil lainnya, ternyata juga dapat mempercantik tampilan interior rumah jika diatur dan dipikirkan dengan baik.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: