gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Senator Arsitek Perumahan Rakyat

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Senator Arsitek Perumahan Rakyat
Djan Faridz | Tokohindonesia.com | okezone.com
Pekerjaan Utama:
Menteri Perumahan Rakyat RI (2011-2014)
Lihat CV
Nama:
Ir.H. Djan Faridz
Lahir:
Jakarta, 5 Agustus 1950
Pekerjaan:
Menteri Perumahan Rakyat (2011-2014)
Agama:
Islam
Istri:
Nini Widjaja
Anak:
  • Raditya Priamanaya Djan
  • Radiza Maharanita Djan
  • Radinka Ariapanditya Djan
  • Ramaditya Marendra Djan
  • Rasyid Prasasta Shoka Djan
  • Rasyad Pandhega Shora Djan
  • Razana Priyanka Shona Djan
Menantu:
  • Pricilla Yvonne Supit
  • Tubagus Robby Budiansyah
Cucu:
  • Tubagus Rasya Argitya Danendra
  • Ratu Rashael Alisha Deandra
  • Ratu Raisha Aurelia Diandra
Orangtua:
Drs. Mohammad Djan (alm) dan Aisah Djan
Pendidikan:
  • Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Tarumanegara
  • SMA Negeri II tahun 1969
  • SMP Kanisius tahun 1966
  • SD St. Fransiskus tahun 1963
Karir:
  • Menteri Perumahan Rakyat (19 Oktober 2011-sekarang)
  • Anggota DPD DKI Jakarta (2009-2014)
  • Direktur Utama PT. Priamanaya Djan International 1996 s/d sekarang
Organisasi:
  • Ketua Umum PWNU DKI Jakarta
  • Bendahara Forum Ulama Habaib Betawi (FUHAB)
  • Ketua Kompartemen Hipmi Jaya
Alamat:
Jl. Talang No. 3 RT. 001/RW. 002
Kel. Pegangsaan, Kec. Menteng, Jakarta
Email:
dfaridz@gmail.com
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Ir. Djan Faridz dikenal sebagai pengusaha di bidang properti dan energi yang kemudian menjadi politisi. Ia juga merupakan senator sekaligus menjadi Ketua PWNU DKI Jakarta. Ia sempat ancang-ancang mencalonkan diri sebagai gubernur. Namun hal itu urung dilakukan karena dirinya dipercaya menjadi Menteri Perumahan Rakyat.

Saat Djan Faridz Menteri Perumahan Rakyat RI (2011-2014) Djan Faridz diangkat menjadi Menteri Perumahan Rakyat (2011-2014), ia masih aktif sebagai anggota DPD DKI Jakarta periode 2009-2014. Ketika menjadi anggota DPD inilah ia bersinggungan dengan dunia politik. Politisi PPP (Partai Persatuan Pembangunan) kelahiran Jakarta 5 Agustus 1950 ini, sangat menaruh perhatian terhadap permasalahan di Ibu Kota menyoal penataan Kota Jakarta.

Sehingga kala ia terpilih menjadi senator salah satu misi pentingnya untuk Kota Jakarta adalah mengembangkan rancangan kebijakan – perundangan – yang relevan untuk mengatur, rancang bangun tata ruang perkotaan Jakarta dalam kedudukannya sebagai Kota Internasional.

Sebagai menteri kebijakan-kebijakannya diharapkan dapat meletakkan landasan kebijakan untuk pembangunan pemukiman di Indonesia sehingga penataan sebuah kawasan tidak selalu dilakukan, setelah pemukiman terlanjur padat sekaligus menjadi antisipasi bagi kota-kota sedang berkembang.

Hal ini jugalah yang mendorong dirinya, ancang-ancang mencalonkan diri sebagai gubernur pada Pemilukada DKI Jakarta 2012. Namun hal itu urung dilakukan k endati sekalipun mendapatkan dukungan baik dari partai dan sejumlah organisasi masyarakat. Sebelum pemilu dilaksanakan, putra dari pasangan Mohammad Djan dan Aisah Djan ini, keburu diangkat untuk mengarsiteki Kementrian Perumahan Rakyat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Keenam (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono di Kabinet Indonesia Bersatu II pada pada 19 Oktober 2011.

Sebagaimana cita-cita yang ingin diperjuangkannya, baik saat mencalonkan diri sebagai senator maupun saat berkeinginan mencalonkan diri sebagai gubernur, selalu tentang pentingnya penataan Kota Jakarta. Dengan tugas sebagai menteri yang mengurusi perumahan rakyat, ia dihadapkan pada tugas yang lebih besar. Tidak hanya menata pemukiman Kota Jakarta untuk menjadi lebih baik, namun seluruh wilayah Indonesia. Hal inilah yang membuatnya tertantang untuk mengurusi perumahan rakyat di seluruh Indonesia.

Salah tantangan yang dihadapinya untuk tiga tahun sebagai menteri perumahan yakni mengatasi masalah kekurangan (backlog) rumah. Dimana berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 2010 kekurangan rumah mencapai 13,6 juta unit dengan laju kekurangan rumah 700.000 unit per tahun.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pemerintah menuangkannya dalam Program Pembangunan Pro Rakyat Klaster IV nya yakni membangun rumah sangat murah sebanyak 350 ribu unit dan rumah murah sebanyak 650 ribu unit hingga 2014 dan menyediakan rumah bagi warga Indonesia eks Timur-Timor yang berada di daerah perbatasan Nusa Tenggara Timur - Timor Leste sebanyak 29.992 unit.

Pengalamannya sebagai pengusaha properti kelas menengah ke bawah, sangat mendukung untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai menteri perumahan rakyat. Dunia properti bagi suami Nini Widjaja ini bukan lagi barang baru baginya apa lagi latar belakang pendidikannya sebagai seorang sarjana arsitektur.

Selain itu, ia juga seorang organisator yang mumpuni yang sukses memimpin perusahaannya, PT Priamanaya Djan International sejak tahun 1996. Ia berhasil merintis dan memimpin perusahaannya mulai dari bawah hingga melebarkan sayap ke berbagai sektor. Tidak hanya piawai memimpin perusahaan, ia juga Ketua PWNU DKI Jakarta dan pernah menjadi Bendahara Forum Ulama Habaib Betawi (FUHAB), dan Ketua Kompartemen Hipmi Jaya.

Sehingga sebagai menteri kebijakan-kebijakannya diharapkan dapat meletakkan landasan kebijakan untuk pembangunan pemukiman di Indonesia sehingga penataan sebuah kawasan tidak selalu dilakukan, setelah pemukiman terlanjur padat sekaligus menjadi antisipasi bagi kota-kota sedang berkembang.

Sebelum menjadi orang yang sukses, ia mengawali usahanya dengan membuka usaha bengkel las, lama-kelamaan usahanya bekembang menjual alat-alat bangunan hingga menjadi pemborong perumahan. Pelan tapi pasti namanya semakin berkibar, terlebih setelah sentuhan anak perusahaannya berhasil membuat Pasar Tanah Abang menjadi pusat grosir terbesar di tanah air yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2002 dan diresmikan pada tahun 2005.

Konon dulunya pasar ini kumuh dan tidak memiliki fasilitas seperti lift, pendingin ruangan, dan fasilitas penunjang lainnya. Setelah fasilitasnya dilengkapi, pusat bisnis itu berkembang pesat hingga menjadikannya sebagai pusat grosir terbesar di Asia Tenggara. Perputaran uang di pusat grosir ini bisa mencapai ratusan miliar perhari atau triliunan rupiah perbulan.

Setelah sukses di bidang properti, ia terus menancapkan bendera perusahaannya di sektor pertambangan dan energi yang tersebar di beberapa daerah seperti Riau, Semidang Aji, Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Di bidang listrik perusahaannya juga turut membangun pembangkit listrik di Rembang, Jawa Tengah, pembangkit listrik independen (independent power producer/IPP) dan pembangkit listrik di Lahat Sumatera Selatan.

Terkait dengan permasalahan yang dihadapi Jakarta dalam situs pribadinya www.djanfaridz.com misalnya, ia berpandangan tentang Greater Jakarta yang diusulkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah waktunya untuk dipikirkan secara serius. Hal itu dinilainya penting, karena pertumbuhan fisik spasial Jakarta telah melewati batas-batas administratif Jakarta itu sendiri, ke kawasan Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Bodetabekpunjur).

Sehingga dikhawatirkan pertumbuhan fisik Jakarta telah meyebar ke wilayah penyangga untuk kebutuhan rumah. Pertumbuhan penduduk di kawasan penyangga menyebabkan kebutuhan pelayanan juga meningkat dan pemanfaatan lahan resapan untuk kebutuhan lainnya bertambah. Pertumbuhan ini jika tidak ditangani bisa menyebabkan Jakarta menanggung akibat kerusakan lingkungan dari kawasan penyangga. Air hujan tidak terserap lagi dan langsung ke sungai yang bermuara di Jakarta. Potensi banjir kiriman akan membesar.

Menurutnya Greater Jakarta akan menjadi payung makro untuk mempertahankan kondisi kawasan, agar kawasan di Jabodetabekpunjur tetap layak huni, sementara, secara mikro, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap harus meyelesaikan pekerjaan rumahnya, meningkatkan kapasitas kemampuan manajemennya dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. basan, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 19 Okt 2011  -  Pembaharuan terakhir 22 Feb 2012
Intermezzo
"Dalam dunia bisnis, setiap orang dibayar dengan 2 koin: uang dan pengalaman. Ambil pengalaman untuk yang pertama, maka uang akan datang kemudian." ~ Harold S. Geneen

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh