WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Drummer Jazz Berbagai Genre

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Drummer Jazz Berbagai Genre
Tokohindonesia.com | benny mustapha | wartajazz.com

Di blantika musik jazz Tanah Air, ia merupakan seorang dari sedikit drummer Indonesia yang piawai menggunakan brush (sapu) dalam permainan musiknya. Drummer serba bisa ini pernah bergabung dalam beberapa grup musik jazz yang memainkan dixieland, swing, cool jazz, bebop, hardbop hingga jazz latin. Diantaranya Ireng Maulana All Stars, Indonesian All Stars dan Eka Sapta yang terkenal pada dasawarsa 60-an.

 

Musisi Jazz
Lihat Curriculum Vitae (CV) Benny Mustapha

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Benny Mustapha

QR Code Halaman Biografi Benny Mustapha
Bio Lain
Click to view full article
Muladi
Click to view full article
Aisyah Aminy
Click to view full article
Yos Sudarso
Click to view full article
Pangeran Antasari
Click to view full article
Lily Chodidjah Wahid
Click to view full article
Pepeng
Click to view full article
Fauzi Bowo

Pemilik nama lengkap Musisi Jazz
Musisi Jazz
Benny Mustapha
Van Diest ini lahir di Jakarta, 22 September 1939. Ia mulai mempelajari teknik menabuh drum di usia 18 tahun. Guru drum Benny adalah Bart Risakotta yang pernah bermain bersama Nick Mamahit Trio. Musisi Jazz
Musisi Jazz
Benny Mustapha
mulai berkiprah sebagai pemain drum profesional ketika bergabung dengan band Quinta Nada pada tahun 1957 di Jakarta. Untuk mengembangkan kemampuan bermusiknya, ia berangkat ke Amerika Serikat pada tahun 1963 atau enam tahun setelah debut profesionalnya. Di negeri Paman Sam itu, Benny mengikuti New York World Fair 1964. Pengalaman Benny kian bertambah setelah ia berkeliling benua Eropa dan Afrika di tahun 1965.

Sementara untuk kiprahnya di Tanah Air, penggebuk drum yang lihai memainkan segala genre musik Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
ini terbilang sudah kenyang pengalaman. Ia pernah bergabung dengan banyak grup musik. Salah satu grup yang pertama kali melejitkan nama Musisi Jazz
Musisi Jazz
Benny Mustapha
di pentas musik nasional adalah Eka Sapta Band. Grup band tersebut didirikannya pada tahun 1963 bersama Musisi, Pelawak, Aktor
Musisi, Pelawak, Aktor
Bing Slamet
(bongo, konga), Musisi
Musisi
Ireng Maulana
(gitar), Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Idris Sardi
(bas, biola), Itje Kumaunang (gitar), Darmono (vibraphone), dan Kamid (konga). Namun karena kesibukannya di berbagai kegiatan, posisi Benny di Eka Sapta akhirnya digantikan oleh Eddy Tulis.

Selanjutnya di tahun 1967, setelah kebersamaannya dengan Eka Sapta Band berakhir, Benny kemudian bergabung dalam grup musik Indonesian All Stars bersama Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
, Musisi Jazz
Musisi Jazz
Bubi Chen
, Maryono dan Jopie Chen. Sepanjang karirnya bersama Indonesian All Stars, Benny dkk berkenalan dengan Tony Scott, pemain klarinet asal New York, Amerika Serikat, yang kebetulan pada saat itu sering datang ke Indonesia. Selama 6 bulan mereka sering bertemu hingga akhirnya tercetus ide untuk menggabungkan musik Barat dan Timur.

Gayung pun bersambut, kebetulan Tony Scott sangat tertarik dengan musik tradisional Indonesia seperti gamelan, suling, siter, dan alat musik perkusi tradisional. Scott kemudian mengajak Indonesian All Stars untuk menggarap sebuah album kolaborasi yang bertema Timur bertemu Barat. Karena kebetulan Indonesian All Stars tampil di Berlin Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
Festival, album pun sekalian dibuat di sana. Album rekaman yang diberi judul Djanger Bali itu dibuat di Villingen-Schwenningen, Black Forrest pada 27 dan 28 Oktober 1967.

Setelah cukup sukses mengibarkan bendera Indonesian All Stars, Benny berkarya bersama grup musik Indonesia VI, yang anggotanya antara lain Mus Mualim, Maryono, Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Idris Sardi
, Sadikin Zuchra, dan Tjok Sinsoe, di tahun 1970. Mereka tampil dalam Expo 1970 di Osaka, Jepang. Di ajang tersebut, Benny dan rekan-rekannya menyuguhkan warna musik yang cukup unik yakni mengawinkan Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
dengan gamelan.

Kontribusi Benny dalam sejarah perkembangan jazz di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Bersama tokoh musik jazz legendaris Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
, ia turut berpartisipasi menyelenggarakan pertunjukkan musik jazz yang rutin digelar di Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
, Jakarta.

Satu tahun berselang, Benny bermain di Flamingo Niteclub dan Hotel Amasador, Jakarta bersama gitaris Musisi Jazz
Musisi Jazz
Kiboud Maulana
. Masih bersama Kiboud, Benny kemudian ikut memprakarsai terbentuknya band Ayodya II yang turut melibatkan musisi Maryono. Sayangnya, grup musik itu hanya mampu bertahan selama dua tahun sampai akhirnya memutuskan bubar.

Dengan segudang pengalamannya, kemampuan Benny sebagai salah satu drummer terbaik di masa itu sudah tak perlu disangsikan lagi. Ia bahkan pernah diundang sebagai musisi pengiring Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
saat tampil di Hotel Merlin, Kuala Lumpur, Malaysia. Selain tampil di negara berjuluk Negeri Jiran itu, ia juga kerap menunjukkan kebolehannya menabuh drum di kafe-kafe jazz di sekitar Singapura.

Kontribusi Benny dalam sejarah perkembangan jazz di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Bersama tokoh musik jazz legendaris Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
, ia turut berpartisipasi menyelenggarakan pertunjukkan musik jazz yang rutin digelar di Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
, Jakarta.

Di samping itu, Benny juga pernah membawakan musik berirama dixieland dalam sebuah grup musik yang dipunggawai oleh Jack Lesmana, Oele Pattiselanno, Didi Chia, Musisi Jazz
Musisi Jazz
Benny Likumahuwa
, Trisno, dan beberapa musisi lainnya. Kala itu mereka sering tampil di Hotel Indonesia, Jakarta.

Karir Benny terus melesat setelah di tahun 1978, ia bergabung dalam Musisi
Musisi
Ireng Maulana
All Stars yang beranggotakan Musisi
Musisi
Ireng Maulana
(gitar dan banjo), Musisi Jazz
Musisi Jazz
Benny Likumahuwa
(trombone), Hendra Wijaya (piano), Maryono (saksofon), Karim Tes (trompet) dan Roni Isani (bass). Bersama rekan-rekannya itu, Benny tampil dalam acara jazz akbar North Sea Jazz Festival, di Den Haag, Belanda.

Di usianya yang sudah sepuh, Benny masih mendapat tempat di hati para penggemar jazz. Seperti saat perhelatan Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) Maret 2010 lalu. Lewat ajang yang diadakan di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta itu, ia ingin menunjukkan bahwa dirinya masih ada dan masih mampu berkarya. "Terus terang, saya ada ide baru, tampil dengan yang muda-muda, soalnya yang muda-muda kan penerus," tutur Benny yang saat itu tampil bersama Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
Indra Lesmana
(piano), Nikita Dompas (gitar), dan Yance Manussama (bas) dalam Benny Mustafa Quartet seperti dikutip dari situs kompas.com.

Diapit oleh pemusik dari generasi yang berbeda, Benny berusaha menyuguhkan sesuatu yang berbeda pula. "Kami berusaha untuk menunjukkan yang lain, jangan hanya mengadaptasi dari luar saja, tapi coba lihat banyak juga kok potensi dari dalam negeri sendiri," tuturnya. Bagi Benny, bermain dengan para pemusik yang lebih muda bisa membuatnya senang meskipun rasa lelah mendera. "Jadi Om itu senang banget bisa main bareng Indra, Yance, dan Nikita, tapi capek juga ya saya, he he he...," ujar musisi jazz senior yang menyebut dirinya Om ini.

Untuk mengatasi rasa lelah yang menderanya usai tampil menabuh drum di atas pentas, Benny mengaku punya doping khusus. Doping yang dimaksud bukan obat-obatan terlarang melainkan segelas susu. Selain itu, menurut Benny, yang terpenting adalah rasa senang di hati. "Kalau kita sedih hati, mau main dengan siapa saja tetap saja enggak senang. Gitu aja sih," katanya menekankan. Ditunjang dengan doping susu dan perasaan yang senang, Benny bersama Indra, Nikita, dan Yance, berhasil menyuguhkan tujuh lagu lama dalam pertunjukan mereka dalam JJF 2010. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 30 Jun 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Sepotong Roti Tawar Mocaf Si Buta Dari Gua Hantu

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Cara santai memahami SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Buku ini memberikan panduan praktis pajak dan mudah. paling mudah. dapat dipahami awam (bahkan pelajar dan mahasiswa). dan bentuknya KOMIK.

Note: Berhubung stok lama, bagian pinggir buku menguning.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: