WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Mainkan Jazz Berbagai Rasa

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mainkan Jazz Berbagai Rasa
e-ti | jopie item |

Gitaris ini populer di pentas jazz Tanah Air sejak era tahun 70-an lewat acara Nada dan Improvisasi di TVRI asuhan Jack Lesmana. Ia suka bereksperimen memadukan jazz dengan berbagai jenis musik seperti rock, pop, country, blues, dangdut hingga keroncong. Selain itu, musisi yang sering berganti band ini sudah mengiringi puluhan penyanyi dan melanglang buana ke beberapa negara.

 

Musisi (Gitaris) dan Arranger
Lihat Curriculum Vitae (CV) Jopie Item

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Jopie Item

QR Code Halaman Biografi Jopie Item
Bio Lain
Click to view full article
Mohamad Sobary
Click to view full article
Johanna Maria Pattinaja
Click to view full article
Ida Kusumah
Click to view full article
Mien Brodjo
Click to view full article
Karel Satsuit Tubun
Click to view full article
Marwan Effendy
Click to view full article
Siti Walidah Ahmad Dahlan

Jopie Reinhard Item, demikian nama lengkap musisi kelahiran Manado, 20 Juni 1950 ini. Jopie yang dibesarkan di Surabaya mulai akrab dengan lingkungan Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
yang ditumbuhkan ayahnya, yang juga seorang gitaris, Lodewijk Item atau yang biasa disapa Lodi. Lodi merupakan eksponen pada komunitas Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
Surabaya era 1950-an yang diramaikan Didi Pattirane, Musisi Jazz
Musisi Jazz
Bubi Chen
, Maryono, Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
, serta pecinta Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
Wim Gontha, ayah Peter F Gontha.

Berkat bimbingan ayahandanya, Jopie sudah menjadi gitaris profesional saat berusia 14 tahun. Ia bahkan sudah dilibatkan dalam proyek pembuatan album sejumlah Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
dengan latar belakang jenis musik yang beragam. Seperti pada tahun 1964, ia datang ke Jakarta untuk menggantikan ayahnya yang tak bisa mengikuti sesi rekaman di studio Irama yang terletak di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Saat itu Jopie terlibat dalam rekaman album Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
kondang Lilis Suryani yang antara lain memuat lagu kondang Tiga Malam. Selain itu Jopie ikut berperan dalam penggarapan album piringan hitam milik Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
yang memuat lagu Si Hitam. Musisi senior sekelas Mus Mualim juga pernah ditangani Jopie termasuk menjadi musisi pengiring dalam grup musik seperti Eka Sapta, Buana Suara, Baby Face dan Fabolous.

Jopie sempat bergabung dengan band 4 Nada sebelum A Riyanto bergabung. Bersama 4 Nada, Jopie pernah mengiringi Ernie Johan dalam album buatan tahun 1967 yang memuat lagu Berilah Daku Jawaban dan Kasih yang Pertama.

Sepanjang tahun 1960-1970-an, Jopie menjadi pemain gitar untuk rekaman album Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
yang ketika itu masih berstatus sebagai Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
solo. Jopie juga mendukung rekaman penyanyi Anna Mathovani, Ida Royani, Deddy Damhudi, sampai si ratu dangdut Penyanyi Dangdut
Penyanyi Dangdut
Elvy Sukaesih
. Akhir 1970-an, ia menjadi gitaris untuk rekaman penyanyi rock Duo Kribo, Mickey Marckellbach.

Sepanjang tahun 1974, Jopie pernah nyaris tanpa job di Jakarta. Sebelumnya ia sempat berpindah-pindah dari satu band ke band lain. Hingga suatu ketika, ia bertemu Karim Suweileh, kawan lamanya sejak di Surabaya. Karim yang saat itu bergabung dengan Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
Combo akhirnya mengajak Jopie bergabung dengan Jack menggarap acara Nada dan Improvisasi untuk TVRI. Acara tersebut merupakan acara apresiasi jazz asuhan Musisi jazz
Musisi jazz
Jack Lesmana
yang berhasil menebar benih selera dan referensi dengaran publik tentang jazz. Dalam acara itu, Jopie seperti dikembalikan pada habitat lamanya, jazz. Jopie berkisah, meski sejak kecil telinganya sudah akrab dengan alunan musik jazz, namun ia mengaku lebih menyukai genre rock n roll yang diusung band era tahun 60-an seperti The Shadows dan The Ventures.

Pada tahun 1975, ia pindah ke Studio Celebrities di kawasan Blok M, Kebayoran Baru. Di sini ia banyak mengaransemen ulang musik jazz rocknya yang pernah ia ditampilkan di TVRI. Pada tahun 1976, ia kembali bereksperimen dengan mengajak Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Idris Sardi
untuk membuat pagelaran jazz dengan nuansa simfoni-pop, yang salah satunya berhasil memainkan lagu Es Lilin dengan citarasa jazz yang hingga kini cukup melegenda. Tak heran di masa itu, ia menjadi pemusik yang paling kontroversial karena memasukkan unsur rock dalam jazz. Karena itu, kehadirannya sebagai seorang musisi jazz dianggap tidak murni bahkan cenderung merusak gaya bermain jazz secara murni.

Di penghujung tahun 1979, Jopie tampil sebagai pemain tetap di Captain's Bar di Hotel Mandarin, Jakarta. Ketika itu, ia bermain bersama Chris Kayhatu, Yance Manusama, Rully Bachri, dan penyanyi Utha Likumahua. Bersama grupnya ini, ia juga men-jazzrock-kan lagu Pencipta dan Penyanyi Lagu Keroncong
Pencipta dan Penyanyi Lagu Keroncong
Bengawan Solo
ciptaan Gesang. Kelima musisi tadi kemudian menelurkan sebuah album rekaman di tahun 1980 yang berjudul Tersiksa Lagi. Untuk aransemen musiknya, Jopie dkk didukung Karim Suweleih pada drum dan Musisi Jazz
Musisi Jazz
Embong Rahardjo
pada saksofon.

Lagu Tersiksa Lagi saat itu cukup mendapat sambutan positif dan sering diputar di radio meski sempat mengundang kontroversi karena dianggap jiplakan. Meski demikian, lagu itu telah turut meramaikan khazanah musik negeri ini pada era 1980-an yang saat itu dikenal dengan sebutan "pop jazzy". Selain kelompok Jopie, aliran musik yang sama juga diusung band-band lain seperti Karimata, Jakarta Power Band dan Funk Section.

Rekam jejak Jopie yang banyak bergaul dengan musisi jazz dan berkecimpung dalam pembuatan lagu-lagu bernuansa jazz, membuatnya sering disebut sebagai gitaris jazz. Padahal Jopie sendiri mengaku tidak pernah menyebut diri sebagai pemusik jazz. Menurut Jopie, orang menyebutnya sebagai gitaris jazz karena selama ini ia terkelompok dengan Jack Lesmana.

Setelah itu, Jopie dan rekan-rekan sesama musisi termasuk Utha Likumahua mempopulerkan lagu Esok Masih Ada yang termuat dalam album "Bersatu dalam Damai" di tahun 1983. Sejak saat itu, Jopie kerap menjadi sosok di belakang layar suksesnya sebuah lagu berirama pop jazzy, salah satunya lagu Keraguan milik 2D lewat vokal Dian Pramana Poetra di tahun 1986.

Rekam jejak Jopie yang banyak bergaul dengan musisi jazz dan berkecimpung dalam pembuatan lagu-lagu bernuansa jazz, membuatnya sering disebut sebagai gitaris jazz. Padahal Jopie sendiri mengaku tidak pernah menyebut diri sebagai pemusik jazz. Menurut Jopie, orang menyebutnya sebagai gitaris jazz karena selama ini ia terkelompok dengan Jack Lesmana. Padahal ia tidak pernah mengkhususkan dirinya hanya pada musik jazz. Jopie bahkan mengistilahkan dirinya sebagai musisi gado-gado, yang biasa memainkan beragam jenis aliran musik mulai dari rock, pop, country, blues, dangdut hingga keroncong.

Jika ia pernah bereksperimen dengan jazz, kemudian meramunya dengan rock dan lainnya, itu karena Jopie mempersepsikan jazz sebagai musik yang terbuka untuk eksplorasi artistik. "Aku tidak melihat jazz dengan kacamata kuda. Semakin digali, semakin banyak dilakukan dengan jazz dan bisa digabung dengan musik apa saja," ujarnya. Ia juga menempatkan jazz sebagai realitas musik yang boleh dan bisa dijamah setiap orang. Ia yakin, jazz akan mendefinisikan diri ketika dimainkan dan berinteraksi dengan pendengar.

Pada Maret 2007, Jopie tampil dalam perhelatan akbar Java Jazz. Ini merupakan pemunculan pertamanya dalam ajang tersebut. Sebenarnya sebagai musisi senior, penggemar The Beatles dan Phil Collins ini sudah beberapa kali diminta tampil di Java Jazz, hanya saja ia mengaku belum siap. Baru di tahun 2007, ayah empat anak ini bersedia tampil menjumpai para penggemarnya. Kala itu Jopie bermain dalam kelompok Musisi (Gitaris) dan Arranger
Musisi (Gitaris) dan Arranger
Jopie Item
and Friends bersama Jimmy Manopo pada drum, Trie Utami (vokal), Nyong Anggoman (kibor), Darius Radjab (saksofon), Ating (bas), dan Yoram (perkusi). "Kami ingin kasih tahu orang bahwa kami masih ada," kata mertua Emil Naif ini seperti dikutip dari harian Kompas.

Meski jam terbangnya tak sepadat dulu lagi, Jopie setidaknya bisa tersenyum karena tiga dari empat anaknya mengikuti jejaknya di dunia musik. Selain Audy Item yang kini dikenal sebagai salah satu penyanyi muda Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
berbakat, dua anak laki-lakinya yakni Stevie dan Rainaldy juga menjadi gitaris. Jika Stevie bergabung dalam grup rock Andra and the Backbone, si bungsu Rainaldy menjadi gitaris pengiring sang kakak, Audy Item. eti | muli, mlp

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 08 Jun 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Presiden Pks Yang Tak Membeo Suhu Pengobatan Tradisional

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Tahukah kamu jika dulu komputer sebesar kulkas? Temukan sejarah penciptaan personal computer dalam buku ini. Juga fakta-fakta lain yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Buku seri penemuan yang dikemas dalam format novel grafis ini pasti membuatmu tertarik untuk membacanya.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: