WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Musisi Lulusan ITB

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Musisi Lulusan ITB
Purwacaraka | TokohIndonesia.com | kapanlagi.com

Musisi dan komponis berkumis ini terkenal sebagai 'pemusik pengiring' dalam berbagai acara musik maupun ajang pencarian bakat yang belakangan ramai digelar di stasiun televisi swasta. Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap dunia musik Tanah Air, ia mendirikan sekolah musik berlabel Purwacaraka Music Studio yang tersebar di seluruh Indonesia.

Komposer, musisi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Purwacaraka

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Purwacaraka

QR Code Halaman Biografi Purwacaraka
Bio Lain
Click to view full article
Suryadharma Ali
Click to view full article
Agus Salim
Click to view full article
Andrie Wongso
Click to view full article
Sularso Sopater
Click to view full article
Charles Bonar Sirait
Click to view full article
Weinata Sairin
Click to view full article
Affandi
BERITA TERBARU

Pria berdarah Jawa yang lahir di Beograd, Yugoslavia pada 31 Maret 1960 ini sudah jatuh cinta pada seni musik sejak usia belia. Di usia tujuh tahun, putra pasangan Soedjono Atmotenojo & Soerjani Oesoep ini sudah diperkenalkan pada alat musik piano. Sejak itu, Purwa kecil mulai belajar piano klasik pada A Becalef, seorang guru piano berkebangsaan Hongaria di Bandung.

Saat ia duduk di bangku SMP, salah seorang teman ayahnya dari Amerika Serikat yang terpukau melihat permainan piano Purwa sempat menawarinya untuk belajar musik ke Amerika. Namun, karena saat itu ia masih belum cukup dewasa, ibunya pun tidak mengizinkan. Purwa tak lantas kecewa karena ia cukup puas menimba ilmu musik di negeri sendiri.

Meski terlahir dalam keluarga yang sederhana, ia termasuk anak yang beruntung karena memiliki orangtua yang amat mendukung bakatnya. Terlebih lagi sang ayah yang berprofesi sebagai tentara juga mencintai musik. Hampir setiap hari dari rumah mereka terdengar lantunan merdu lagu klasik yang diputar lewat piringan hitam milik musisi ternama di masa itu seperti Pat Bone, Glen Muller, dan Perry Como. Koleksi piringan hitam tersebut kebanyakan didapat sang ayah ketika bertugas di Negeri Paman Sam. Walau mendukung karir bermusik anak-anaknya, Soedjono tetap menekankan pentingnya pendidikan formal.

Terlebih lagi, sejak tahun 1979, Purwa sudah bekerja di sebuah perusahaan musik dan kerap tampil bermain musik di Malaysia dan Singapura saat masih berseragam SMA. Akhirnya Purwa memilih Jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) demi meluluskan keinginan orang tuanya yang ingin anak-anaknya mengenyam pendidikan layak. Ketika berstatus sebagai mahasiswa, di sela-sela kesibukan kuliah, ia tetap menekuni bidang musik bahkan keahlian musiknya makin berkembang. Ia kerap mendapat tawaran untuk menjadi musisi pengiring pesta perkawinan hingga reuni anak-anak sekolahan. Meski memiliki kesibukan di luar bidang akademis, sulung dari tiga bersaudara ini tak pernah menomorduakan kuliahnya. Setidaknya hal itu dibuktikan dengan keberhasilan kakak dari Trie dan Thea ini meraih gelar sarjana dengan Indeks Prestasi (IP) di atas tiga dalam skala 4.

Setelah lulus kuliah, namanya semakin dikenal. Tawaran untuk tampil dalam berbagai acara musik di televisi mulai menghampiri suami Sri Susanti ini. Berkat pengalaman puluhan tahun di dunia musik, ia kerap didaulat sebagai dewan juri di beberapa ajang pencarian bakat Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
baru dari genre musik pop hingga dangdut.

Komposer, musisi
Komposer, musisi
Purwacaraka
punya pandangan tersendiri soal trend sejumlah stasiun televisi yang menyelenggarakan acara pencarian bakat. Menurut Komposer, musisi
Komposer, musisi
Purwacaraka
, beberapa ajang pencarian bakat di Indonesia konsepnya memang mengadopsi dari tayangan serupa di luar negeri, seperti Amerika Serikat dengan American Idol-nya.

Bahkan sempat muncul anggapan bahwa acara-acara tersebut hanya berorientasi pada strategi untuk menjaring pasar yang lambat laun bisa menimbulkan kejenuhan dalam masyarakat. Namun untuk acara pencarian bakat di bidang musik, Purwa tetap optimis masih bisa bertahan karena masyarakat selalu mencari format dan lagu yang baru dan hal tersebut manusiawi dan alami.

Baginya, musik tak bisa dilepaskan dari kehidupan orang banyak. Musik akan tetap eksis dan mengikuti siklus sesuai dengan selera pasar yang selalu berubah dalam satu kurun waktu tertentu. Purwa mencontohkan musik dangdut yang secara perlahan pamornya mulai meredup dikarenakan dominasi 'kingdom of dangdut' yang tak bisa dipatahkan oleh ajang-ajang musik bernuansa dangdut.

Ketika berstatus sebagai mahasiswa, di sela-sela kesibukan kuliah, ia tetap menekuni bidang musik bahkan keahlian musiknya makin berkembang. Ia kerap mendapat tawaran untuk menjadi musisi pengiring pesta perkawinan hingga reuni anak-anak sekolahan. Meski memiliki kesibukan di luar bidang akademis, sulung dari tiga bersaudara ini tak pernah menomorduakan kuliahnya.

"Ya, mungkin ada dominasi 'kingdom of dangdut' yang disusul dengan pemusik-pemusik dangdut yang namanya bintang lima seperti Penyanyi Dangdut, Presenter
Penyanyi Dangdut, Presenter
Ikke Nurjanah
, Diva Dangdut
Diva Dangdut
Camelia Malik
dan lain-lain, namun tak bertahan lama dan kembali ke habitatnya. Walau dibantu dengan ajang-ajang yang bernuansa dangdut. Tapi karena enggak bisa menempatkan diri dangdut dengan lingkungan, maka kembali ke habitatnya," jelasnya seperti dikutip dari situs kapanlagi.com.

Lebih jauh, mandeg-nya beberapa genre musik tertentu juga disebabkan oleh kemajuan teknologi dan minimnya dukungan terhadap musik tersebut yang berimbas pada selera pasar. Sehingga, lanjut Purwa, terjadi pergeseran nilai dan pihak label pun enggan untuk memproduksinya.

"Kalau kita enggak imbangi dengan hal lain, kalau berimbas positif enggak masalah. Namun kalau negatif, misalnya keluhan-keluhan anak-anak kecil menyanyikan lagu dewasa. Itu yang harus diantisipasi dengan perubahan. Zaman berubah tapi musik enggak berubah sebagai kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap dunia musik Tanah Air, Purwa mendirikan sekolah musik berlabel Komposer, musisi
Komposer, musisi
Purwacaraka
Music Studio. Lembaga pendidikan yang didirikannya sejak tahun 80-an itu kini telah memiliki puluhan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kebahagiaan Purwa kian lengkap karena jejaknya sebagai seniman musik belakangan juga diikuti oleh ketiga buah hatinya, Aditya, Andrea, dan Amanda. Si sulung Aditya menentukan pilihan menimba ilmu di sekolah film, sementara dua adiknya, Andrea dan Amanda, mengikuti jejak ayahnya di bidang musik. Bahkan Andrea, yang bercita-cita menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
broadway telah mengawalinya dengan menggelar pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta pada 20 November 2007. Andrea dan tiga rekannya: Meliana Effendi, Jenna Iriana, dan Adyuta Abandhika memainkan musik hidup bertajuk All The Way Resital dengan iringan musik Orkestra Kecil Purwacaraka. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 06 Apr 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pengusaha Peduli Wartawan Dedikasi Dan Integritas Untuk Bangsa

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini dirancang khusus sebagai panduan perjalanan praktis bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Singapura.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: