WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Menggeluti Seni Tari

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Menggeluti Seni Tari
Nungki Kusumastuti | TokohIndonesia.com | kapanlagi.com

Pada awalnya ia dikenal luas sebagai penari di Istana Negara yang sudah sering tampil di berbagai festival tari kesenian di dalam negeri maupun mancanegara termasuk tampil di depan sejumlah tokoh dunia seperti mendiang Lady Di, Bill Clinton, dan Corry Aquino. Selain sebagai penari, dosen Fakultas Seni Pertunjukan IKJ ini juga dikenal sebagai bintang film dan pemain sinetron.

 

Penari, pemain film dan sinetron, dosen
Lihat Curriculum Vitae (CV) Nungki Kusumastuti

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Nungki Kusumastuti

QR Code Halaman Biografi Nungki Kusumastuti
Bio Lain
Click to view full article
Mundardjito
Click to view full article
Nicholas Saputra
Click to view full article
Hoegeng
Click to view full article
Feisal Tanjung
Click to view full article
Kusbini
Click to view full article
NH Dini
Click to view full article
Wresniwiro

Siti Nurchaerani Kusumastuti atau yang lebih dikenal dengan nama Nungki Kusumastuti lahir di Banda Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
, 29 Desember 1958. Anak keempat dari lima bersaudara pasangan Sayid Warsito dan Siti Retnorini ini sudah belajar menari sejak usia lima tahun saat ia dan keluarganya menetap di Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
. Awalnya ia menari karena menuruti keinginan orangtuanya. Sang ayah berprofesi sebagai dokter yang kemudian menjadi tentara yang memang dikenal menyukai kesenian, sementara ibu Nungki di masa mudanya amat gemar menari Serampang. Kebiasaan itu jamak ditemui di keluarga Jawa yang masih memegang teguh tradisi. Maka dipanggillah guru tari ke rumah. Lama-lama Nungki menyenanginya dan jadi terbiasa.

Pada tahun 1967, Nungki dan keluarganya meninggalkan Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
untuk selanjutnya hijrah ke Jakarta. Di ibukota, saat masih duduk di bangku kelas 4 SD, ia kembali meneruskan kegiatan menarinya. Bersama salah seorang kakaknya ia tekun berlatih. Meski berdarah Jawa, Nungki pada saat itu enggan mempelajari tari Jawa, ia lebih memilih tari Bali. Sejak itu, ia aktif di sanggar dan kursus tari.

Setiap hari Minggu, orang tuanya mengantar Nungki berlatih menari di Sanggar Diahtantri, letaknya di belakang Sarinah. Nungki berlatih tari Bali sampai SMP. Kadang ia diajak manggung di Pulau Dewata, tempat asal tarian yang dipelajarinya itu. Tetapi kegiatan itu, tak lagi ia lakukan ketika mulai bersekolah di SMA Santa Ursula Jakarta.

Di sekolah yang terletak di samping gereja Katedral itu, Nungki aktif dalam beberapa kegiatan ekstrakurikuler terutama yang berhubungan dengan kesenian. Meski begitu, ia tak dapat menyembunyikan sisi lainnya layaknya remaja yang tengah mencari jati diri. Semasa sekolah, ia kerap membolos terutama pada saat jam pelajaran Bahasa Inggris.

Padahal Santa Ursula dikenal sebagai sekolah Katolik yang paling ketat menerapkan kedisiplinan. Namun Nungki tak kehabisan akal, tiap kali membolos, ia selalu mencari alasan untuk mengelabui suster penjaga pintu gerbang yang terkenal galak. Setelah lolos dari penjagaan, ia dan teman-temannya langsung bergegas ke Pasar Baru yang tidak jauh dari sekolahnya untuk sekadar jalan-jalan atau makan bakmi. Suatu ketika, seorang suster mencium aksi Nungki dan kawan-kawannya, mereka pun kemudian dikurung di sebuah ruangan. Penjara kecil-kecilan, begitu Nungki mengistilahkan hukuman tersebut. Tapi bukannya menyesal, mereka malah tertidur pulas di ruangan itu.

Sewaktu SMA, Nungki juga amat menggemari pelajaran hukum dan tata negara. Sehingga ia sempat bercita-cita menjadi seorang ahli hukum. Tetapi pada saat yang sama, Nungki juga berpikir untuk semakin mendalami tari.

Karena bingung, setamat SMA, sempat terlintas di benaknya untuk menekuni kedua bidang tersebut. Waktu itu sekitar tahun 70-an, sekolah hukum yang ngetop pada waktu itu adalah Unpad. Namun sayang, saat itu, universitas itu hanya diprioritaskan untuk orang-orang Bandung dan sekitarnya.

Nungki pun kecewa. Sedangkan masuk ke perguruan tinggi lain seperti Universitas Indonesia (UI), ia tidak berminat. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk sekolah tari setelah mengutarakan keinginan itu pada orangtuanya. Meski mencintai seni, orangtuanya tetap meragukan pilihan Nungki tersebut. Mereka khawatir masa depan putrinya tidak terjamin dengan hanya mengandalkan profesi sebagai penari.

Berbekal ilmu yang didapatnya semasa kuliah, ibu dari Nurizka Aliya Hapsari ini mulai mengaplikasikannya ke dunia pendidikan dengan menjadi pengajar mata kuliah apresiasi seni pertunjukan dan literatur tari, di samping masih disibukkan dengan kegiatan syuting film dan sinetron.

Walaupun sempat ditentang, tekadnya tak lantas mengendur, ia kembali meyakinkan orangtuanya bahwa pilihannya untuk masuk sekolah tari tak hanya sekadar ingin menjadi penari saja, karena kalau hanya menjadi penari tidak perlu kuliah, cukup berlatih di sanggar. Waktu itu Nungki mengutarakan keinginannya untuk menjadi peneliti tari, alasannya sederhana saja, peneliti tari di Indonesia masih sangat langka.

Kebetulan jurusan penelitian tari baru saja dibuka di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang digagas oleh ibu Edy Sedyawati. Nungki pun mendaftar dan dinyatakan lolos menjadi mahasiswa Diploma Tiga Penataan Tari IKJ angkatan tahun 1977. Baru setahun menjalani hari-harinya di kampus, tawaran bermain film menghampirinya. Nungki memulai debutnya sebagai aktris figuran lewat film November 1828 yang disutradarai Sineas Perfilman
Sineas Perfilman
Teguh Karya
.

Pada tahun 1981, ia berhasil merampungkan pendidikannya. Dua tahun kemudian, tak puas hanya menempuh pendidikan hingga jenjang diploma, istri Febrimanzah Lubis ini melanjutkan studi sarjananya di Jurusan Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
IKJ kemudian diteruskan hingga jenjang S-2 di Universitas Indonesia (UI).

Berbekal ilmu yang didapatnya semasa kuliah, ibu dari Nurizka Aliya Hapsari ini mulai mengaplikasikannya ke dunia pendidikan dengan menjadi pengajar mata kuliah apresiasi seni pertunjukan dan literatur tari, di samping masih disibukkan dengan kegiatan syuting film dan sinetron.

Selain itu, ia juga sempat menjabat berbagai posisi penting di dunia tari dan akademik seperti Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Indonesian Dance Festival, Ketua Bidang Program Forum Apresiasi Seni Pertunjukan ke Sekolah, Pimpinan Produksi, Humas, Ketua Bidang dana pertunjukan grup Padnecwara, Wakil Ketua Dekan I Bidang Akademik Fakultas Seni Pertunjukan IKJ, Sekretaris Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan dan Pengurus Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Nungki yang juga menurunkan ilmu tarinya ke putri semata wayangnya ini beberapa kali dianugerahi penghargaan atas dedikasinya di dunia tari salah satunya Citra Adhikarsa Budaya untuk pelestarian budaya Nusantara sebagai Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
Berprestasi di Bidang Seni. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 Apr 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Orang Bima Yang Sangat Njawani Bejana Yang Sedang Ditempa

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Berbagai persoalan bangsa dan khususnya TNI diulas - masalah integritas bangsa, proses reformasi, demokratisasi yang bergulir hampir tanpa kawalan nilai-nilai keindonesiaan, serta jatidiiri dan profesionalisme TNI.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: