gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Rekayasawati Teknologi Fuel Cell

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Rekayasawati Teknologi Fuel Cell
Eniya Listiani Dewi | e-ti | hileud.com
Pekerjaan Utama:
Peneliti sel bahan bakar
Lihat CV
Nama:
Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng
Lahir:
Magelang, Jawa Tengah, 14 Juni 1974
Pekerjaan:
Peneliti sel bahan bakar
Orangtua:
Hariyono dan Sri Ningsih
Suami:
Dr Wahyu Widada
Anak:
  • Ibrahim Muhammad
  • Nashita Saaliha
  • Nashira Saaliha
Pendidikan:
  • S-3 Fakultas Aplikasi Kimia, Polimer, Katalis, dan Sel Bahan Bakar, Universitas Waseda, 2000-2003
  • S-2 Fakultas Aplikasi Kimia dan Rekayasa Polimer, Universitas Waseda, 1998-2000
  • S-1 Fakultas Aplikasi Kimia, Universitas Waseda, 1993-1998
  • SMA Negeri I Magelang, 1989-1992
  • SMP Negeri I Magelang, 1986-1989
  • SD Ahmad Yani, Magelang, 1980-1986
Inovasi/karya ilmiah:
  • Penemuan katalis vanadium model "dinuclear complex" sebagai katalisator proses "engineering plastic/Polyphenylene Sulfide" shuh tinggi (di atas 300 derajat celcius"
  • Pengembangan katalis vanadium sebagai pendonor elektron pereduksi oksigen menjadi air berkekuatan 5 kali lipat platina
  • Penggunaan katalis vanadium pereduksi oksigen dan polimer elekrolit anion dalam zinz-air "fuel cell" untuk meningkatkan daya tahan sel bahan bakar
Penghargaan:
  • Mizuno Award dan Koukenkai Award sebagai mahasiswa doktoral berprestasi Universitas Waseda, 2003
  • ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award, 2006
  • Penghargaan dari Masyarakat Ilmu Polimer Jepang atas Kontribusi Pengembangan sel bahan bakar, 2009
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Dr Eng Eniya Listiani Dewi, B.Eng merupakan sosok rekayasawati muda Indonesia. Peneliti perempuan berkerudung dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 14 Juni 1974, sukses melakukan rekayasa teknologi sel bahan bakar (fuel cell) sebagai sumber energi alternatif masa depan yang bisa menghasilkan listrik. Karyanya yang telah mendapat pengakuan dunia, juga diganjar penghargaan " Habibie Award 2010" sebagai wanita termuda dalam sepanjang sejarah penerimaan Habibie Award sejak dilakukan tahun 1999.

 

Ketertarikan Eniya putri pertama dari pasangan Hariyono dan Sri Ningsih terhadap dunia teknologi dan lingkungan telah muncul saat ia masih mengenyam pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan keinginan wanita yang hobi menulis tentang hal-hal yang berbau dunia sains dan lingkungan, ini untuk melanjutkan studi di luar negeri kian tertanam di dalam benaknya.

Hingga akhirnya, keberuntungan menghampiri dirinya, impiannya untuk sekolah di luar negeri akhirnya terwujud. Setelah lulus SMA I Negeri Magelang, ia memperoleh beasiswa yang kala itu sangat bergengsi, lewat program Science and Technology Advance Industrial Development (STAID) Kementerian Negara Riset dan Teknologi, era 1990-an saat BJ Habibie Presiden RI Ketiga (1998-1999) BJ Habibie menjabat sebagai Menristek.

Sebagai lulusan yang berprestasi di sekolahnya, istri dari Dr Wahyu Widada ini, akhirnya terpilih dan melanjutkan pendidikan S-1-nya di Universitas Waseda, Tokyo, Jepang. Pada awalnya ia mendaftar di jurusan teknik informatika. Melihat prestasi akademiknya, dosennya kemudian menyarankannya untuk mengambil bidang kimia terapan. Sejak saat itu, ia semakin bergelut dengan dunia sains.

Mulai dari S-1 hingga meraih gelar doktor, semuanya ditempuh di Fakultas Kimia Aplikasi Universitas Waseda dalam kurun waktu 10 tahun (1993-2003). Dan untuk mendukung biaya pendidikannya selama di negeri Sakura tersebut, ia juga memperoleh beasiswa dari Iwaki Glass Industry untuk meraih gelar masternya (S-2). Sedangkan untuk program doktor, Eniya mendapatkan fellowship sebagai special researcher of young scientist for the promotion of science dari Japan Science Technology.

Teknologi sel bahan bakar

Di tengah ke khawatiran dan ketergantungan dunia terhadap sumber energi fosil yang diperkirakan semakin menepis. Negara-negara di dunia berlomba melakukan inovasi untuk mengembangakan sumber energi sebagai alternatif pengganti energi di masa depan. Tak terkecuali Indonesia, cadangan energi fosil juga diperkirakan semakin menipis.

Bila dibandingkan dengan cadangan energi perkapita dunia, cadangan energi Indonesia sangat kecil. Cadangan batubara per kapita hanya 43,3 ton per kapita, cadangan gas 11 ton per capital, dan untuk cadangan minyak hanya 2,7 ton dari cadangan energi dunia. Jika diserap sekaligus akan semakin lebih cepat habis. (Inilah.com, 21 Januari 2010)

Bahkan Bappenas dan Dana Moneter Internasional telah mengeluarkan peringatan bahwa minyak bumi Indonesia dalam waktu yang tidak lama lagi akan habis. Bappenas memperkirakan 14 tahun (2025), sementara IMF memperkirakan lebih cepat lagi menunjuk tahun 2020, sembilan tahun lagi. Sehingga pemanfaatan energi alternatif sudah menjadi prioritas.

Begitu juga dengan teknologi sel bahan bakar (fuel cell) berbasis hidrogen temuan ibu dari Ibrahim Muhammad, Nashita Saaliha, dan Nashira Saaliha yang mengaku menemukannya secara kebetulan. "Saat eksperimen, saya sering meninggalkannya waktu makan siang. Saya pikir tidak masalah. Ketika saya melihat hasil eksperimen setelah saya tinggal, kok jadinya berbeda. Ternyata, perbedaan itu malah menjadi inovasi," katanya.

Sebagai energi yang terbarukan, Eniya memiliki impian setiap rumah tangga bisa memiliki energi mandiri dari fuel cell karena lebih stabil sehingga tidak ada lagi pemadaman listrik.

Teknologi sel bahan bakar temuannya bisa dimanfaatkan menjadi salah satu alternatif dari sekian solusi yang sedang dikembangkan, untuk memecah kebuntuan energi di masa depan termasuk dalam pemenuhan kebutuhan listrik, bahan bakar kendaraan. Temuan Kartini Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang Kartini Indonesia yang sudah mendapatkan pengakuan dunia ini patut diperhitungkan sebagai sumber energi baru, di samping karena ramah lingkungan, tidak menghasilkan polusi suara, hanya menghasilkan listrik, air, dan panas. Terobosan ini akan semakin menambah khasanah alternatif untuk menopang ketahanan energi nasional yang kadang berubah-berubah. Sehingga bisa digunakan sebagai back up energi konvensional kala mengkhawatirkan.

Bentuknya terlihat sederhana, seperti baterai. Dimana sel di dalamnya mengubah gas hidrogen dan oksigen secara elektrokimia dengan menggunakan katalis (zat yg dapat mempercepat atau memperlambat reaksi) menjadi elektron yang bisa menghasilkan arus listrik. Sisanya proton yang teroksidasi dengan oksigen, menghasilkan air.

Dengan aplikasi sel bahan bakar temuannya ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari penerangan, memasak, menyalakan perangkat elektronik, seperti televisi, laptop, lampu, dan radio hingga kenderaan.

Di BPPT tempat Eniya meneliti, alat yang diklaim menggunakan 80% komponen lokal ini, terus dikembangkannya tepatnya di Pusat Teknologi Material. Salah satu yang berhasil ia kembangkan adalah protipe 1 kw dengan sistim kontrol terpadu yang ukurannya hanya kurang lebih 60x30x30 cm sehingga mudah di bawa kemana-mana, bahkan bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, aplikasi fuel cell pada otomotif juga dikembangkan yaitu sepeda motor hidrogen dengan kapasitas 500 W. Energi yang dihasilkan ini mampu digunakan pada 60 km/jam dengan konsumsi rata-rata 1 km/L hidrogen. Yang jika dilihat dari hitungan ekonomisnya yang jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar jenis lain jauh lebih kompetitif.

Usahanya untuk mengembangkan berbagai prototipe dengan berbagai ukuran daya, mulai 5 hingga 1kw, akhirnya berbuah manis. Ia diganjar dengan berbagai penghargaan seperti dari PII-Engineering Award Adikara Rekayasa 2006, ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award 2006, Ristek Medco Energy Award 2008 dan skala internasional yakni dari Asia Excelence Award 2009, Jepang. Dan pada 29 November 2010 ia juga menerima Habibie Awards 2010 oleh The Habibie Center. Dalam ajang penghargaan ini, sekaligus mencatatkan namanya sebagai wanita termuda dalam sepanjang sejarah penerimaan Habibie Award sejak diadakan pada tahun 1999.

Eniya pun berharap bisa mewujudkan kota hidrogen Indonesia seperti yang sudah dilakukan Jepang. Selama sepuluh tahun ia menimba ilmu di Tokyo. Ia terinspirasi dengan Jepang yang telah membuat simulasi kota hidrogen. Jepang membagikan generator sel bahan bakar berkapasitas 1.000 watt-2.000 watt kepada 2.000 keluarga yang digunakan dengan cuma-cuma selama lima tahun. Begitu juga dengan angkutan umum juga menggunakan bahan bakar hidrogen. Dan berhasil menurunkan separoh emisi dari yang dihasilkan.

Namun ia menyadari untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan dukungan besar, karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu masih ada kesenjangan antara temuan teknologi dan produksi masal perusahaan. Ditambah lagi ketergantungan penggunaan energi seperti minyak bumi dan batu bara masih mendominasi.

Eniya yang juga penemu ThamriO, sebuah membran sel bahan bakar berbahan plastik yang bisa menghantarkan listrik ini, berharap ada investor yang mampu mengaplikasikan temuannya untuk pengembangan sel bahan bakar secara kompetitif. Sebagai energi yang terbarukan, Eniya juga memiliki impian, setiap rumah tangga bisa memiliki energi mandiri dari fuel cell karena lebih stabil sehingga tidak ada lagi pemadaman listrik. e-ti | Hot Tsan, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Intermezzo
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, baru disimpan Pemerintah RI setelah sebelumnya diserahkan oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, ia menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh