Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    RSS Feed Djaduk Ferianto www.tokohindonesia.com/rss/djaduk_ferianto.rss RSS Feed Berita Terbaru Djaduk Ferianto Berita Video Data & Sponsorship Intermezzo Komentar
    Tokoh dalam Sorotan
    Berita

    Komposer Musik Beragam Bentuk

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Komposer Musik Beragam Bentuk
    Djaduk Ferianto | e-ti | 8bars-online.com
    Seniman musik dan aktor
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Sejak tahun 80-an, seniman yang pernah menimba ilmu ke Jepang dan New York ini sudah aktif mencipta komposisi musik untuk ilustrasi musik film dan sinetron, jingle iklan, teater, perayaan-perayaan dan event olahraga. Kiprah adik kandung Butet Kartaredjasa ini bahkan bergaung hingga mancanegara seperti Jerman, Denmark, Swedia, Belanda, dan Turki.

    QR Code Halaman Biografi Djaduk Ferianto
    • biografi tokoh indonesia djaduk ferianto
    • acara musik rcti djaduk
    • biografi tokoh seni musik nasional
    • gambar djaduk ferianto
    • tokoh-tokoh seni musik di indonesia beserta karya
    • komponis musik indonesia beserta karyanya
    • biografi tokoh musik nasional indonesia
    • para komponis musik keroncong beserta karya karyanya
    • para komponis musik keroncong dan karyanya
    • tulisan tentang komponis musik keroncong beserta karya-karyanya
    • komponis musik keroncong dan karya karya nya
    • 5 tokoh komposer musik indonesia
    • nama nama tokoh seni musik indonesia
    • para komponis musik keroncong dengan gambar dan karyanya
    • para komponis musik keroncong beserta gambar dan karya nya
    • riwayat komponis musik tradisional
    • PARA KOMPONIS KOMPONIS MUSIK KERONCONG DENGAN GAMBAR DAN KARYA KARYA NYA
    • para komponis lagu keroncong dengan gambar dan karya karya nya
    • djaduk ferianto agama
    • image dan biografi pARA KOMPONIS MUSIK KERONCONG
    • komposer musik indonesia
    • komponis musik keroncong dengan gambar dan karyanya
    • ultah rcti musik jadug feriyanto
    • profil tokoh musik mancanegara beserta karyanya
    • tokoh seni musik di indonesia
    • biografi komposer indonesia

    Gregorius Djaduk Ferianto lahir di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    19 Juli 1964. Putra bungsu pasangan Bagong Kusudiarjo dan Soetinah ini awalnya diberi nama Guritno yang merupakan nama pemberian sang paman. Namun nama itu hanya bertahan sampai ia berusia 10 tahun. Karena ia kerap jatuh sakit, nama Guritno akhirnya diganti menjadi Djaduk yang artinya unggul. Menurut kepercayaan orang tua zaman dulu, Djaduk sakit-sakitan akibat keberatan nama. Pergantian nama tersebut rupanya tak salah karena setelah menyandang nama tersebut, ia tak lagi didera penyakit yang dulu sering menyerangnya.

    Kecintaan adik kandung seniman berjuluk Raja Monolog, Butet Kartaredjasa ini pada dunia seni sudah terlihat sejak masa kanak-kanak. Selain memang mewarisi darah seni dari sang ayah yang dikenal sebagai penata tari kawakan, boleh jadi bakat seni Djaduk juga dipengaruhi faktor lingkungan tempat tinggalnya di Tedjakusuman, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    yang memang kental dengan kegiatan berkesenian. Sejak umur delapan tahun, Djaduk Ferianto sudah aktif menari di Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiarjo, yang kemudian berlanjut hingga Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo. Di sana ia berperan sebagai cantrik dan kemudian pernah menjadi pembina.

    Di masa kecilnya Djaduk amat tergila-gila pada kesenian wayang. Bahkan ia tak pernah lepas dari radio kesayangannya sebab lewat benda itulah ia sering mendengarkan pertunjukan wayang. Ia juga sangat gemar membaca cerita-cerita pewayangan. Saking gandrungnya, Djaduk kecil bahkan pernah bercita-cita untuk menjadi seorang dalang. Demi mewujudkan impiannya, ia bahkan sempat belajar mendalang, namun niatnya untuk menjadi dalang tak terlaksana karena ternyata ketertarikan Djaduk terhadap musik jauh lebih besar.

    Sebagai musisi Djaduk juga tak hanya bergaung di dalam negeri melainkan hingga mancanegara seperti Jerman, Denmark, Swedia, Belanda, dan Turki. Di sela-sela kunjungannya ke berbagai ke negara itu, Djaduk tak pernah melewatkan hobinya yang terbilang unik, yakni wisata belanja di pasar yang menjual barang bekas atau yang dikenal dengan istilah pasar loak.

    Djaduk terbilang beruntung lahir dan tumbuh di lingkungan yang sangat mendukung karirnya terlebih di bidang seni musik dan Lihat Daftar Tokoh Teater
    Lihat Daftar Tokoh Teater
    teater
    . Djaduk kecil sudah terbiasa membantu ayahnya mengadakan repertoar-repertoar baik sebagai penari maupun sebagai penabuh gendang mengiringi tarian. Dari situ, keingintahuan dan ketertarikannya terutama pada seni musik tradisional semakin kuat. Di rumah pun, ia sering memainkan gendang serta bereksperimen dengan alat-alat lain. Karena terlalu bersemangat, tak jarang Djaduk dimarahi sang ayah yang terganggu tidurnya.

    Namun justru dari eksperimen yang kerap dianggap mengganggu itulah yang kemudian menjadi awal berdirinya kelompok musik Rheze di tahun 1976. Kelompok tersebut kemudian mendapat juara I Lomba Musik Humor tingkat nasional.

    Pada tahun 1984, jebolan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    ini mulai melebarkan sayapnya dengan ikut menangani proyek pembuatan musik untuk Festival Sutradara
    Sutradara
    film Indonesia
    1984 dan Pekan Tari Muda VI Dewan Kesenian Jakarta. Agar dapat menghasilkan karya yang berkualitas, ia banyak belajar soal musik dan film dari dua tokoh perfilman legendaris, Sineas Perfilman
    Sineas Perfilman
    Teguh Karya
    dan Arifin C. Noer.

    Selain itu, ia secara khusus pergi ke Jepang untuk mempelajari teknik olah pernapasan dalam memainkan alat musik tiup. Ilmunya di bidang musik pun semakin bertambah saat ia belajar musik di New York.

    Dengan bekal ilmu dan pengetahuan tentang musik yang dimilikinya, Djaduk mulai banyak mencipta musik, mulai dari ilustrasi musik film dan sinetron, jingle iklan, Lihat Daftar Tokoh Teater
    Lihat Daftar Tokoh Teater
    teater
    , hingga event olahraga. Djaduk bahkan pernah menyabet Piala Vidia dalam Festival Sinetron Indonesia sebagai Penata Musik Terbaik di tahun 1995. Masih di tahun yang sama, suami Petra ini juga pernah dinobatkan sebagai pemusik kreatif oleh PWI cabang Yogyakarta.

    Selain dengan ayahanda tercinta, Djaduk juga berkolaborasi dengan kakaknya, Butet Kertaredjasa. Seperti yang terjadi di tahun 1995, di mana dua bersaudara itu mendirikan Kelompok Kesenian Kua Etnika, yang merupakan penggalian atas musik etnik dengan pendekatan modern. Dua tahun berselang, Djaduk mendirikan Orkes Sinten Remen yang banyak mengusung musik keroncong.

    Sepanjang perjalanan karirnya, ayah lima anak ini sempat mengalami diskriminasi, salah satunya adalah pembedaan antara lokal dan nasional. Ia baru bisa masuk industri musik nasional pada tahun 1996 setelah tampil sebagai penata musik berkolaborasi dengan Aminoto Kosim di program Dua Warna yang tayang di RCTI. Meski akhirnya berhasil mendapat banyak job tingkat nasional, Djaduk tetap bertahan sebagai orang lokal. Ia tak lantas hijrah ke Jakarta dan memilih untuk tetap tinggal di Yogyakarta meski frekuensi tampil di ibukota sangat tinggi.

    Kiprahnya sebagai musisi juga tak hanya bergaung di dalam negeri melainkan hingga mancanegara seperti Jerman, Denmark, Swedia, Belanda, dan Turki. Di sela-sela kunjungannya ke berbagai ke negara itu, Djaduk tak pernah melewatkan hobinya yang terbilang unik, yakni wisata belanja di pasar yang menjual barang bekas atau yang dikenal dengan istilah pasar loak. Kemanapun ia pergi, Djaduk selalu menanyakan di mana letak pasar loak. Mengenai kegemarannya itu, pria berkumis lebat ini tak pernah merasa gengsi, karena di pasar loak ia bisa menemukan barang-barang unik dengan harga miring.

    Dengan sederet karya dan prestasinya, Djaduk rupanya masih menyimpan bakat lain yakni berakting. Debutnya sebagai aktor ditandai dengan keterlibatannya sebagai salah satu pemeran pendukung dalam film keluarga Petualangan Sherina. Dalam film besutan sutradara Riri Riza itu, Djaduk berperan sebagai seorang penculik bernama Kertarajasa. Film-film lain yang pernah dibintanginya adalah Koper, Jagad X, dan Cewek Saweran. eti | muli, red

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 12 Mar 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Bekerja memisahkan kita dari tiga iblis: kebosanan, perbuatan jahat, dan kebutuhan." ~ Voltaire

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us

    Domain for sale: