Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Produser Film Bertangan Dingin

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Produser Film Bertangan Dingin
    Mira Lesmana | e-ti | kapanlagi.com
    Produser dan sutradara film
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Karirnya sebagai produser dan sutradara mulai mencuat pada era kebangkitan film nasional sekitar awal tahun 2000-an. Berbenderakan Miles Productions, sejumlah film lahir lewat tangan dinginnya seperti Anak Seribu Pulau, Kuldesak, Petualangan Sherina, Ada Apa Dengan Cinta, Gie, Garasi, Laskar Pelangi, dan Sang Pemimpi.

    QR Code Halaman Biografi Mira Lesmana
    • biografi tokoh indonesia mira lesmana
    • contoh riwayat hidup produser film indonesia
    • riwayat hidup mira lesmana
    • alamat email para produser film indonesia
    • alamat email produser film indonesia
    • daftar nama produser film
    • alamat twitter produser film indonesia
    • sejarah hidup mira lesmana
    • yuyun ikj
    • nama produse film indonesia

    Mira lahir di Jakarta 8 Agustus 1964 dari pasangan musisi Lihat Daftar Tokoh Jazz
    Lihat Daftar Tokoh Jazz
    jazz
    almarhum Jack dan Nien Lesmana. Pemilik nama lengkap Produser dan sutradara film
    Produser dan sutradara film
    Mira Lesmana
    wati ini di masa kecilnya sempat berniat untuk mengikuti jejak sang ayah di dunia musik. Oleh karena itu, sejak kecil ia getol mengikuti les privat piano namun Mira tak kunjung menunjukkan perkembangan yang berarti. "Setelah bertahun-tahun belajar tidak pintar-pintar juga, aku pun jadi mulai berpikir bahwa aku tak berbakat," keluh Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    wanita
    yang juga akrab disapa Mia ini. Hingga akhirnya ia benar-benar berhenti total belajar piano setelah mendapati sang adik yang kini dikenal sebagai musisi, Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
    Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
    Indra Lesmana
    , tengah asyik bermain piano tanpa belajar.

    Setelah gagal menjadi pemusik, Mira kemudian mengeksplorasi bakatnya di bidang lain. Memasuki usia remaja, Mira yang gemar menulis puisi sering dimintai bantuannya oleh Indra untuk menulis lirik lagu. Sejak saat itu kakak beradik ini saling bekerja sama dalam dunia musik, Indra menciptakan melodinya dan Mira membuatkan liriknya.

    Menurut Mira, bakat menulisnya didapat lantaran sejak kecil ia senang mendengarkan dongeng dari guru SD-nya. Mira kecil yang tergolong tak bisa diam seketika duduk manis tatkala sang guru mulai mendongeng. Sejak itulah daya imajinasi Mira mulai terasah, yang di kemudian hari amat mempengaruhi kemampuan menulisnya di masa remaja.

    Setamat SMP, Mira dan keluarganya hijrah ke Australia guna menemani Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
    Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
    Indra Lesmana
    yang mendapat beasiswa di salah satu sekolah musik di negeri Kangguru itu, Brooksfield Music Academy. Mira kemudian melanjutkan pendidikannya di sekolah negeri setempat. Untuk bisa masuk ke sekolah yang semuanya Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    itu, tidak mudah. Mira harus lulus tes bahasa Inggris. Kalau tidak lulus, ia harus masuk ke sekolah bahasa Inggris dulu. Beruntung, ia berhasil lulus menjalani tes itu karena sejak masih duduk di bangku SD, ia sudah mulai bisa berbicara bahasa Inggris.

    Yang menarik, kemampuannya dalam berbahasa Inggris tidak didapat dari sekolah atau di tempat kursus. "Aku bisa berbahasa Inggris karena melihat tamu-tamu Ayah. Saat itu terpikir olehku, betapa asyiknya kalau aku bisa berbahasa Inggris sehingga aku bisa berdialog dengan mereka!" ujarnya. Dari situ, ia mulai menggemari buku-buku cerita berbahasa Inggris dan kamus. Tentu saja hal itu sangat membahagiakan kedua orang tuanya, yang langsung membelikan buku-buku cerita bahasa Inggris, dari yang paling sederhana bahasanya sampai yang agak sulit.

    Bakat menulis Mira didapat lantaran sejak kecil ia senang mendengarkan dongeng dari guru SD-nya. Mira kecil yang tergolong tak bisa diam seketika duduk manis tatkala sang guru mulai mendongeng. Sejak itulah daya imajinasi Mira mulai terasah, yang di kemudian hari amat mempengaruhi kemampuan menulisnya.

    Selain dari buku, bahasa Inggris juga dipelajarinya lewat film. Kedua orang tua Mira memang sangat hobi nonton film. Selain nonton di bioskop, mereka juga sering nonton video di rumah. Sebagian besar film-film dalam pita video itu mereka dapat dari teman-teman yang bermukim di luar negeri sehingga tidak ada terjemahannya. Film-film ini pula yang kian menggugah minat Mira untuk segera mendalami bahasa Inggris. Tanpa disadari, sejak saat itu pula Mira mulai jatuh cinta pada film.

    Menurut cerita sang ibu, hampir setiap hari, sepulang sekolah Mira menghabiskan waktunya menonton di bioskop. Kalau kemalaman, ia menelepon ayahnya minta dijemput di stasiun kereta api. "Saya sering tonton apa aja, ya drama, ya komedi, yang penting ceritanya bagus," kata Mira. Tapi ia tak sekadar menonton. Ia juga tertarik mengetahui siapa orang-orang di belakang pembuatan filmnya. Sejak itu ia pun lantas punya semacam cita-cita menjadi pembuat film. "Saya bilang ke orang tua bahwa kalau saya selesai sekolah, saya mau jadi pembuat film. Mereka mengizinkan lalu menyuruh saya sekolah film," ujar pengagum Martin Scorsese, Steven Spielberg, Jiang Jin Woo, dan Winn Landers ini.

    Setelah lulus SMA, Mira berencana mengambil kuliah film di Australia. Tapi, belum sempat mendaftar, keluarganya sudah memutuskan untuk segera kembali ke tanah air. Setelah menunggu legalisasi ijazah yang sangat lama dan berbelit di Departemen Pendidikan Nasional saat itu, Mira akhirnya masuk ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Jurusan Penyutradaraan. Setamatnya dari IKJ, Mira bekerja pada sebuah perusahaan periklanan, Citra Lintas.

    Mira mengakhiri masa lajangnya dengan menerima pinangan aktor Aktor, Sutradara
    Aktor, Sutradara
    Mathias Muchus
    . Pernikahan keduanya dilangsungkan pada 14 Februari 1990, sehari sebelum ulang tahun Aktor, Sutradara
    Aktor, Sutradara
    Mathias Muchus
    yang ke-33. Sayangnya sang ayah tidak sempat menjadi wali nikahnya karena sudah lebih dulu dipanggil Tuhan di tahun 1988. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua orang putra, Galih dan Kafka.

    Sementara itu, karir Mira di Citra Lintas terus berkembang. Setelah 4 tahun menjadi asisten produser, empat tahun kemudian ia diangkat sebagai produser. Beberapa iklan besar berhasil ia buat, antara lain Close Up dan Bir Bintang. Pada 1992, Mira mengundurkan diri dari perusahaan periklanan papan atas itu dan langsung direkrut perusahaan periklanan Katena. Di sini, ia banyak bekerja sama dengan ahli periklanan dari luar negeri seperti Amerika, Inggris, dan Australia. Dua tahun sebagai produser, ratusan karya berhasil dirampungkannya. Di antara karya-karya itu terselip videoklip Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
    Musisi Jazz, pengarang lagu, produser musik
    Indra Lesmana
    -Sophia Latjuba, sebagai kado perkawinan adiknya itu.

    Di Katena, Mira hanya bekerja selama dua tahun, meski begitu ia mengaku banyak menyerap ilmu tentang seluk beluk Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    periklanan. Hingga pada akhirnya, panggilan untuk terjun ke dunia film dan televisi sesuai latar belakang pendidikannya muncul. Mira kemudian membangun sebuah rumah produksi bernama Miles Film Productions. Karya perdananya adalah film TV dokumenter bertajuk Anak Seribu Pulau.

    Dalam penggarapan film tersebut, Mira menggandeng Riri Riza, Nan Triveni Achnas, Noto Bagaskoro, Srikaton, Arturo G.P, Edison Sinaro, Robert Chappell, dan Gary L. Hayes. Yang lebih membanggakan, film produksi pertamanya itu ternyata bisa ditayangkan di lima stasiun TV swasta sekaligus, yaitu RCTI, TPI, SCTV, Indosiar, dan ANTV.

    Dari film televisi, Mira kemudian mulai berpikir untuk membuat film layar lebar. Padahal di masa itu, industri film Tanah Air tengah mengalami mati suri. Kenyataan ini makin memacu Mira untuk menghasilkan film berkualitas karya anak negeri. Dengan menggaet Riri Riza, Rizal Manthovani, dan Nan T. Achnas, Mira berusaha membangkitkan film nasional. Dari kerjasama antara empat sineas muda itu lahirlah film Kuldesak yang rilis Oktober 1998.

    Dalam menghasilkan film tersebut, mereka memulai semuanya dari nol, modalnya hanya satu, nekat. Namun siapa sangka dari kenekatan itu justru membuahkan prestasi berupa penghargaan dari Forum Film Bandung (1999) dan Festival Film Kine Club (2000).

    Seiring berjalannya waktu, nama Mira kian berkibar. Miles Film Productions yang dikomandaninya terus melahirkan film-film menarik yang mampu menggaet ribuan bahkan jutaan penonton. Untuk layar TV, selain Anak Seribu Pulau, Mira memproduksi Enam Langkah, sebuah sinetron yang disutradarai Noto Bagaskoro sebanyak 13 episode untuk RCTI. Disusul kemudian Buku Catatanku, Kembang Untuk Nur, Pilot Mata Ketiga, Bumiku, dan beberapa film dokumenter yang didanai pihak asing.

    Untuk layar lebar, Mira kemudian memproduksi film kedua berjudul Petualangan Sherina di tahun 2000. Film musikal yang juga dibintangi sang suami, Aktor, Sutradara
    Aktor, Sutradara
    Mathias Muchus
    itu berhasil menyedot jutaan penonton. Film tersebut sekaligus menandai kebangkitan Sutradara
    Sutradara
    film Indonesia
    . Nama Mira pun semakin mengorbit sebagai produser film berkualitas. Sukses terus berlanjut saat ia membuat film remaja berjudul Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) yang disutradarai Rudy Soedjarwo. Film yang dibintangi oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra itu meledak di pasaran dengan raihan 1,6 juta penonton. Selain itu AADC juga berhasil terpilih sebagai film terpuji oleh Forum Film Bandung.

    Setelah itu, Mira terus membuat karya-karya berkualitas, diantaranya, Eliana, Eliana yang berhasil penghargaan untuk kategori skenario terbaik Festival Sutradara
    Sutradara
    film Indonesia
    tahun 2004. Kemudian Rumah Ketujuh, Gie, Laskar Pelangi, dan Sang Pemimpi. eti | muli, red

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 17 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Jika Anda tidak memiliki harapan, Anda tidak akan menemukan sesuatu yang melebihi harapan Anda." ~ St. Clement of Alexandra

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Tokoh Monitor

    Bagi Sutiyoso, hidup adalah pertempuran.

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us