WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pengusaha Bermusik

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pengusaha Bermusik
Setiawan Djodi | e-ti | rpr

Selain dikenal sebagai pengusaha minyak dan kapal, ia juga dikenal sebagai musisi yang kerap menyuarakan kritik sosial dan politik. Sejak 2007, cucu pahlawan nasional dr Wahidin Sudirohusodo ini sedang berjuang melawan penyakit sirosis liver yang dideritanya.

Pengusaha, Musisi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Setiawan Djodi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Setiawan Djodi

QR Code Halaman Biografi Setiawan Djodi
Bio Lain
Click to view full article
Tjahjo Kumolo
Click to view full article
Goenawan Mohammad
Click to view full article
Kusbini
Click to view full article
Arman Idris
Click to view full article
Abraham Samad
Click to view full article
Hendardi
Click to view full article
Sri Sultan HB IX
BERITA TERBARU

Pria Jawa kelahiran Solo, 13 Maret 1949 ini bernama lengkap Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Salahuddin Setiawan Djodi Nur Hadiningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Setiawan Djody. Djody, demikian pria berkacamata itu biasa disapa, lahir di lingkungan keluarga terpandang. Kakeknya, Dr. Wahidin Sudiro Husodo merupakan Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
nasional negeri ini.

Djody mulai merintis karirnya sebagai seorang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
saat ia menimba ilmu di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, ia berkenalan dengan salah seorang anggota keluarga raja minyak Rockefeller. Dari perkenalan itu, ia banyak mempelajari strategi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
. Awal tahun 70-an, saat menginjakkan kaki kembali di tanah air, Djody menerapkan ilmu yang telah didapatnya dengan mengembangkan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
perminyakan dan properti.

Untuk mengembangkan usahanya, putra pasangan Soeprapti Soedadi dan Soedadi Tedjaningrat ini kemudian membuka akses dengan penguasa. Salah satunya keluarga Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
. Dengan menggandeng Sigit Hardjojudanto, putra Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
, Djody mendirikan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
kapal tanker. Kemudian berlanjut ke proyek LNG, menjalin kerja sama dengan Tommy Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
. Dalam perjalanan proyek tersebut, terjadi perseteruan antara Djody dengan putra bungsu Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
itu. Perseteruan itu berbuntut didepaknya Djody dari proyek tersebut.

Karena merasa kecewa, Djody pun berteriak lantang mengecam kebijakan ekonomi Soeharto, yang dinilai menyalahi demokrasi ekonomi Pancasila. Protes kerasnya itu kemudian membuahkan tudingan bahwa dirinya sebagai penyandang dana Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
pada Muktamar Pendiri Nahdlatul Ulama 1926
Pendiri Nahdlatul Ulama 1926
Nahdlatul Ulama
di Cipasung, Tasikmalaya, tahun 1994.

Meski sempat dijegal, lulusan Universitas Wharton dan Universitas California itu pantang menyerah, perlahan tapi pasti ia membangun kerajaan bisnisnya. Walau tak lagi menggandeng keluarga Cendana, bisnis Djody terus melaju. Bahkan setelah Soeharto tumbang, bos Sedco Group ini masih dapat bertahan. Sedikitnya sepuluh perusahaan yang mencakup bidang perminyakan dan telekomunikasi berada di bawah kendalinya.

Djody mulai merintis karirnya sebagai seorang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
saat ia menimba ilmu di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, ia berkenalan dengan salah seorang anggota keluarga raja minyak Rockefeller. Dari perkenalan itu, ia banyak mempelajari strategi bisnis. Awal tahun 70-an, saat menginjakkan kaki kembali di tanah air, Djody menerapkan ilmu yang telah didapatnya dengan mengembangkan bisnis perminyakan dan properti.

Selain menjadi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
, Djody juga dikenal sebagai pemusik. Musik ia anggap sebagai suara yang universal untuk menyuarakan kebenaran. "Daripada saya berteriak melalui partai politik, mendingan saya menyalurkannya lewat musik," kata suami dari Etty Djody ini seperti dikutip dari situs pdat.co.id. Djody menguasai beberapa alat musik salah satunya gitar. Alat musik petik itu memang instrumen yang paling dikuasainya ditandai dengan penghargaan Gitaris Terbaik di Asia versi majalah The Rolling Stone yang diterimanya pada tahun 1990.

Dalam bermusik, pria yang pernah maju sebagai calon presiden dalam Konvensi Partai Golongan Karya 2003 ini tampil secara solo maupun grup. Dua album solonya Dialog dan Revolusi Biru merupakan wujud kreativitas bermusik seorang Setiawan Djody. Sementara dalam grup, ia berkolaborasi dengan sejumlah musisi lainnya dan tergabung dalam sejumlah grup musik seperti Swami, Kantata Takwa, dan Kantata Revolvere.

Awalnya Djodi membentuk grup Swami di tahun1989, dan beranggotakan musisi ternama seperti Penyanyi dan Pencipta Lagu
Penyanyi dan Pencipta Lagu
Iwan Fals
, Sawung Jabo, Inisisri, Jockie Suryoprayogo, dan Totok Tewel. Setahun kemudian dengan dukungan para personil Swami, ditambah Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
kawakan WS Rendra dan Kelompok Bengkel Lihat Daftar Tokoh Teater
Lihat Daftar Tokoh Teater
teater
, Djody membentuk band baru bernama Kantata Takwa. Penyanyi dan Pencipta Lagu
Penyanyi dan Pencipta Lagu
Iwan Fals
masih mendapat kepercayaan sebagai vokalis utama.

Tema lagu yang diusungnya tak jauh-jauh dari kritik sosial dan politik. Hal itu sesuai dengan niat awalnya dalam bermusik yakni menyuarakan kebenaran. Terakhir, album yang dirilisnya bersama Kantata Taqwa berjudul Opera Raksasa Biru. Album yang diluncurkan tahun 2007 dan digarap selama hampir tiga tahun itu mengangkat isu pemanasan global. Selain lewat musik, ia juga berniat melanjutkan kampanyenya lewat sebuah buku yang akan menjelaskan dampak pemanasan global.

Dalam berkarya, ia tak melulu menomorsatukan keuntungan materi. Sukses tidaknya sebuah karya tidak dilihat dari banyaknya keping album yang laku terjual. Yang jauh lebih penting bagi Djody adalah bagaimana menyampaikan pesan ke masyarakat seluas-luasnya bahkan hingga ke telinga pemerintah.

Sementara menyangkut kehidupan pribadi, seperti manusia pada umumnya, ia pun sempat mengalami pasang surut. Pernikahan pertamanya dengan mantan model Sandy Harun berakhir dengan perceraian. Dari pernikahannya dengan Sandy, ia dianugerahi seorang putri bernama Marimbi. Setelah itu, Djody menikah untuk kali kedua dengan seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
bernama Etty. Pernikahannya dengan Etty dikaruniai lima orang anak.

Dalam mendidik istri dan buah hatinya, pengagum Churcil dan Adam Smith ini menerapkan budaya Jawa dan Barat. Salah satu anaknya disekolahkan di sekolah militer di AS. Selain karena sekolah legendaris, Djody ingin putranya menjadi anak muda yang disiplin dan bersemangat. "Saya ingin mereka meneruskan apa yang saya perjuangkan sekarang, membangun ekonomi dan (mengembangkan) pemikiran-pemikiran saya," ujarnya.

Tahun 2007, ayah enam anak ini mendapat cobaan dalam hidupnya, ia divonis menderita penyakit liver. Namun setelah keluar-masuk rumah sakit, baik di dalam maupun luar negeri dan menjalani serangkaian operasi transplantasi hati, kondisi Djody berangsur membaik. Meski pasca operasi, ia sempat mengalami masa kritis selama tiga hari. Djody mendapatkan donor hati dari putri keempatnya yang bernama Jenan. "Sekarang saya sehat, namun saya siap jika sewaktu-waktu saya dipanggil Tuhan," ujar kolektor gitar ini dikutip dari situs liputan6.com.

Setelah lolos dari maut, Djody mulai menerapkan gaya hidup sehat. Ia pun tak lupa berolahraga secara rutin setiap hari. Jika di masa mudanya dulu ia kerap menekuni olahraga ekstrim seperti bela diri dan panjat tebing, kini dengan pertimbangan faktor usia yang sudah kian senja, Djody memilih renang sebagai olahraga alternatif. Di sela-sela kesibukannya, ia memanfaatkan waktu luangnya membaca buku terutama otobiografi, filsafat, dan politik yang menjadi kegemarannya. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 16 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Populer Berkat Hati Yang Luka Guru Besar Aktivis Antikorupsi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Pastor and New York Times bestselling author Joel Osteen offers 90 days of inspirational devotions to help you become the best that you can be in every area of your life.

Note: 98% terawat, Hardcover, a must have.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: