WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Meneropong Lewat Survey

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Meneropong Lewat Survey
Muhammad Qodari | e-ti | gresnews.com

Sebagai pengamat dan peneliti politik nasional, ulasan dan analisa Direktur Eksekutif Indo Barometer ini sering dijadikan rujukan media massa nasional, baik cetak maupun elektronik. Riset bidang politik yang dilakukan lembaganya berhasil mengantarkan puluhan kepala daerah sukses dalam pilkada.

Direktur Eksekutif Indo Barometer (IB)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Muhammad Qodari

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Muhammad Qodari

QR Code Halaman Biografi Muhammad Qodari
Bio Lain
Click to view full article
Syahrial Oesman
Click to view full article
Susilo Bambang Yudhoyono
Click to view full article
Munir
Click to view full article
Gun Gun Heryanto
Click to view full article
Desy Ratnasari
Click to view full article
Rosihan Anwar
Click to view full article
Iwan Fals
BERITA TERBARU

Sebelum mendirikan Indo Barometer, lembaga riset independen di Indonesia yang memotret perkembangan sosial politik termutakhir di Indonesia pada tahun 2007, Muhammad Qodari, S.Psi, MA, pernah menjadi Wakil Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), peneliti di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Institut Studi Arus Informasi (ISAI).

Kiprahnya sebagai pengamat dan peneliti politik nasional ditopang oleh latar belakang pendidikannya di bidang Political Behaviour (perilaku politik) dari University of Essex, Inggris (2003), sarjana Psikologi Sosial dari Universitas Indonesia (1997) dan mahasiswa program doktor (S-3) bidang Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Itulah sebabnya, ulasan dan analisanya diakui banyak pihak cukup jitu dan rasional sehingga kerap menjadi rujukan media massa nasional, baik cetak maupun elektronik. Di samping itu, ia juga cukup jeli menangkap isu yang berpotensi berkembang.

Misalnya, ulasannya di harian Kompas menjelang pemilihan presiden tahun 2004 lalu tentang kekhawatiran berbagai pihak akan munculnya otoritarianisme baru dan desain institusi setelah melihat Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
dan Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
yang berlatar belakang militer ikut serta pada Pilpres 2004, dianggap berbagai pihak cukup rasional. Qodari dalam tulisannya ketika itu mengatakan, tampaknya di kepala para intelektual dan Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
Indonesia berkembang sebuah asosiasi bahwa latar belakang militer identik dengan otoritarianisme. Hal itu menurutnya bisa dimengerti meski tidak sepenuhnya benar, mengingat selama 32 tahun (1967-1998) Indonesia di bawah otoritarianisme Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
yang berlatar belakang militer. Namun, kenyataannya, lima tahun sebelumnya (1959-1965) Indonesia juga di bawah otoritarianisme Soekarno, pemimpin berlatar belakang sipil.

Jadi menurutnya, latar belakang karier calon presiden (capres) bukan satu-satunya faktor penentu apakah Indonesia akan terjerumus ke sistem otoriter atau tidak. Menurutnya, selain pribadi capres, yang juga menentukan apakah sebuah negara mudah terperosok dalam sistem otoritarian atau tidak adalah desain institusi di negara itu. Sehubungan dengan itu, Qodari juga khawatir jangan-jangan Indonesia potensial kembali ke sistem otoriter karena faktor agen politik (baca: presiden) yang berkuasa, dan struktur politik kondusif untuk itu.

Faktor struktur politik yang dia maksud adalah desain institusi, yakni jenis sistem pemerintahan yang diterapkan dan pengaturan sistem pemerintahan dalam konstitusi. Dikatakan Qodari, keyakinan sebagian ilmuwan politik bahwa sistem pemerintahan presidensialisme cenderung melahirkan otoritarianisme. Karena beberapa ciri khas presidensialisme, seperti konsentrasi kekuasaan yang ada pada presiden, pemilihan langsung presiden, dan masa jabatan presiden yang pasti.

Ulasan dan analisanya diakui banyak pihak cukup jitu dan rasional sehingga kerap menjadi rujukan media massa nasional, baik cetak maupun elektronik.

Faktor konsentrasi kekuasaan menurut Qodari, membuat posisi presiden amat kuat. Jika dalam sistem pemerintahan parlementer, fungsi kepala negara dipegang presiden dan fungsi kepala pemerintahan ada di tangan perdana Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
. Tapi dalam sistem presidensial, kedua fungsi itu dipegang presiden. Presiden dalam presidensialisme memancarkan aura kekuasaan amat terang karena dialah yang memimpin ritual kenegaraan dan mengendalikan pemerintahan. Seorang presiden bagaikan "raja" dalam bungkus sistem politik modern.

Dalam sistem presidensialisme murni, presiden dipilih melalui pemilihan langsung oleh seluruh rakyat. Meski hanya menang dengan selisih suara tipis, presiden terpilih akan mengantongi mandat dari rakyat untuk memerintah. Apalagi jika ia menang dengan angka telak. Jadi intinya, kekhawatiran bahwa personalitas individu capres merupakan faktor terpenting untuk menilai seberapa besar peluang kembalinya Indonesia ke sistem politik otoriter tidak sepenuhnya akurat. Faktor desain institusional yang diterapkan juga memberikan kontribusi yang sama besarnya dengan faktor personalitas capres.

Qodari lewat lembaganya juga menyoroti Peta Capres Pilpres 2014. Pada awal 2011, Indo Barometer mengajukan hasil survey di 33 provinsi yang menyimpulkan bahwa Ibu Negara, Kristiani Herrawaty Yudhoyono berpeluang menjadi kandidat presiden pada Pilpres tahun 2014. Di antara 10 nama calon yang juga Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
kawakan, Ibu Negara 2004-2014
Ibu Negara 2004-2014
Ani Yudhoyono
yang menggantikan nama suaminya Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
, mampu menempati posisi dukungan keenam.

Hasil survei itu juga menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
, Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra
Prabowo Subianto
, Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
, Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Ketua Umum Partai Golkar, Politisi, Pengusaha
Aburizal Bakrie
dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Muhaimin Iskandar
memang masih lebih populer sebagai kandidat Calon Presiden 2014 dibanding Ibu Ani. Namun Ibu Ani mengungguli Chairman Media Grup dan Pendiri Nasional Demokrat
Chairman Media Grup dan Pendiri Nasional Demokrat
Surya Paloh
, Menko Perekonomian (2009-2014)
Menko Perekonomian (2009-2014)
Hatta Rajasa
, Menteri Agama RI (2009-sekarang)
Menteri Agama RI (2009-sekarang)
Suryadharma Ali
serta Presiden Partai Keadilan Sejahtera, 2010 - 2015
Presiden Partai Keadilan Sejahtera, 2010 - 2015
Luthfi Hasan Ishaaq
.

Di sisi lain, Qodari mengatakan, posisi Ibu Ani juga lemah, antara lain disebabkan oleh opini publik yang cenderung negatif yang menganggap bahwa Ibu Ani dan SBY membangun sebuah dinasti kekuasaan. Lebih lanjut, Qodari juga menyebut bahwa popularitas Ibu Negara 2004-2014
Ibu Negara 2004-2014
Ani Yudhoyono
sangat bergantung pada apakah pemerintahan SBY masih dianggap berhasil pada tahun 2014 oleh calon pemilih. "Kalau dianggap berhasil itu menguntungkan dirinya (Ibu Ani), tapi kalau gagal maka dia (Ibu Negara 2004-2014
Ibu Negara 2004-2014
Ani Yudhoyono
) juga akan terkena imbas negatifnya," katanya.

Sama seperti lembaga survey lainnya, Indo Barometer juga kerap dituding tidak netral dan menerima pesanan yang tujuannya untuk menguntungkan pihak pemesan. Qodari sendiri membantahnya dan menegaskan, adalah tindakan bodoh bila ada yang memesan agar (bisa menjadi) nomor satu, sementara hasil survei tidak seperti itu.

Menurut Qodari, kemungkinan lembaga survei politik selalu dibiayai pihak yang berkepentingan terhadap hasil atau kesimpulan survei, itu ada saja. Namun, lembaga survei yang kredibel dan profesional akan menolak "pesanan" seperti itu yang bertujuan agar hasil survei menguntungkan pihak sponsor. "Kalau ternyata calon yang diunggulkan berdasarkan hasil survei pesanan ternyata kalah maka bukan saja kami tidak dipercaya oleh pemberi dana, tetapi juga tidak dipercaya masyarakat," ujar Qodari.

Menurut mantan ketua kelompok studi mahasiswa Eka Prasetya ini, survei merupakan salah satu riset kuantitatif. Survei bisa dikatakan berkualitas kalau memenuhi empat hal, yakni metodologi yang tepat, protokol pemilihan responden yang disiplin dan wawancara secara baik, entry data yang baik, dan integritas peneliti dalam membuat laporan akhir. Semua itu menjadi pertaruhan sebuah hasil survei. eti | ms-mlp

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 16 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: