Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Budayawan Peneladan Gus Dur

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Budayawan Peneladan Gus Dur
    Mohamad Sobary | TokohIndonesia.com | vhrmedia.com
    Budayawan, Pemimpin Umum KBN Antara (2002-2004)
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Mohamad Sobary, akrab dipanggil Kang Sobary, lahir di Bantul, Yogyakarta, 7 Agustus 1952. Mantan Pemimpin Umum Kantor Berita Antara ini seorang budayawan yang piawai menuangkan pikirannya dalam tulisan. Dia seorang 'pengikut' Gus Dur yang amat peduli membela yang benar, keberagaman, keindonesiaan dan kemanusiaan. Dia sangat peduli pada orang-orang kecil.

    QR Code Halaman Biografi Mohamad Sobary
    • biografi tokoh indonesia mohamad sobary
    • contoh biografi budayawan sunda
    • contoh biografi kang iwa
    • budayawan m sobari
    • kang sobari budayawan
    • tokoh biografi budayawan
    • budayawan ahmad sobari
    • twitter muhamad sobary
    • alamat email muhammad sobari
    • mohammad sobary budayawan
    • mohamad sobary budayawan
    • profil keluarga mohamad sobary
    • biografi tokoh budayawan yang terkenal di indonesia
    • contoh biografi budayawan indonesia
    • biografi mohammad sobary
    • biografi budayawan indonesia
    • m sobary keberagaman
    • gus dur surabaya budayawan
    • biografi budayawan kang sobari
    • download buku mohammad sobari
    • no telepon budayawan mohammad sobary
    • mohamad sobary tentang gus dur

    Semasa remaja, Mohamad Sobary sangat ingin menjadi ahli agama. Untuk mewujudkan mimpinya dia berhasrat sekolah di PGA dan IAIN. Tapi nasib membawanya ke Sekolah Pekerjaan Sosial Atas. Setelah itu melanjut ke Departemen Sosial Universitas Indonesia. Kemudian kuliah di Monash, Australia.

    Dia amat peduli pada kehidupan orang-orang kecil. Kepedulian itu membawanya aktif di lembagalembaga swadaya masyarakat (LSM). Dia pernah bekerja di Christian Children`s Fund tahun 1978-1979. Kemudian bekerja pada Divisi Komunikasi Yayasan Indonesia Sejahtera di Jakarta tahun 1993. Selain itu, dia pun gemar menulis di berbagai media nasional. Di antaranya, kolomnya Asal-Usul di Harian Kompas Minggu. Dia pun kerap ganti pekerjaan.

    Pada masa pemerintahan Presiden Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Abdurrahman Wahid
    (Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Gus Dur
    ), mentor yang sekaligus sahabatnya, Kang Sobary dipercaya menjabat Pemimpin Umum Kantor Berita Nasional Antara. Selepas dari Antara, dia pun menjabat Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Eksekutif Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (Partnership for Governance Reform) hingga Juli 2009. Kemudian dia memfokuskan diri pada penulisan Novel tentang keluarga Syalendra yang membangun Borobudur.

    Sobary, membayangkan dirinya berjalan di belakang Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Gus Dur
    , dan mencatat apa yang dipikirkan, dirasakan dan diucapkan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Gus Dur
    di kancah politik, agama, dan kebudayaan. Juga mencatat bagaimana Gus Dur memelihara humor untuk menandai kearifan hidup. Sobary mewartakan, apa warisan kearifan yang patut diteladani di tengah kehampaan hidup di zaman ketika jambul dan sisiran rambut, cara senyum, dan kancing baju menjadi tanda kelebihan: yang tak lain dari lebih dalam kepalsuannya.

    Setelah Gus Dur wafat, dia pun menuangkan segenap kenangan persahabatan dengan Gus Dur yang dijadikannya sebagai guru yang patut digugu dan ditiru. Dia pun meluncurkan buku 'Jejak Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
    guru bangsa
    : Meneladani Kearifan Gus Dur' minggu ketiga Februari 2010 yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Buku yang mencatat sosok Gus Dur, potret pemikiran dan wawasan, aspirasi dan idealisme, dan segenap wujud pengungkapannya di dalam hidupnya yang tak datar, hidup penuh ombak, dan gelombang.

    Sobary, membayangkan dirinya berjalan di belakang Gus Dur, dan mencatat apa yang dipikirkan, dirasakan dan diucapkan Gus Dur di kancah politik, agama, dan kebudayaan. Juga mencatat bagaimana Gus Dur memelihara humor untuk menandai kearifan hidup. Sobary mewartakan, apa warisan kearifan yang patut diteladani di tengah kehampaan hidup di zaman ketika jambul dan sisiran rambut, cara senyum, dan kancing baju menjadi tanda kelebihan: yang tak lain dari lebih dalam kepalsuannya. Juga kenangan dialog-dialognya dengan Gus Dur yang telah pernah direkam dan diperjualbelikan, diterbitkan kembali dengan judul NU dan Keindonesiaan, diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, 2010.

    Sebelumnya, dia telah menulis beberapa buku, di antaranya: Kang Sejo Melihat Tuhan (Sosial & Politik), Gramedia Pustaka Utama, Januari 1993; Kisah Karna dan Dendam Kita (Sosial & Politik), Gramedia Pustaka Utama, Januari 1999; Singgasana dan Kutu Busuk (Fiksi), Gramedia Pustaka Utama, April 2004; Sang Musafir (Fiksi-Drama), Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2007; dan Kidung (Novel), Gramedia Pustaka Utama, 2009.

    Belakangan, dia ikut prihatin melihat kondisi bangsa, sebagaimana dikeluhkan para tokoh lintas agama yang menyatakan perlawanan atas kebohongan publik yang dilakukan pemerintah. Termasuk keprihatinan atas maraknya tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok orang dengan mengatasnamakan agama. Dalam diskusi perspektif di Gedung DPD, Jumat (11/2/2011), dia menyambut baik instruksi Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Susilo Bambang Yudhoyono
    untuk membubarkan organisasi masyarakat anarkistis.

    Namun, Kang Sobary sangat menyesalkan ketegasan Presiden itu telah dinodai oleh salah seorang Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    nya, yaitu Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar. Pasalnya, Patrialis malah mengatakan bahwa pembubaran ormas sulit dilakukan setelah Presiden menyatakan komitmen tersebut secara terbuka di depan publik. "Jangan begini. Presiden menganjurkan, tetapi Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    nya melarang. Tak ada satu kata. Seharusnya dia menunjukkan bahwa Presiden ngomong demikian, maka ini hukumnya. Atau kalau keberatan, dia datang ke istana baik-baik. Jangan Presidennya didebat di depan publik seperti itu, kehilangan mukalah," katanya.

    Dia sangat prihatin melihat tingkat elite yang masih kesulitan mencapai kata sepakat dalam mencari solusi yang tepat. Sementara akar rumput membutuhkan solusi secara cepat. Menurutnya, negara seharusnya menjamin setiap warganya untuk bebas menganut agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya. Negara, katanya, melalui kaki tangannya, juga harus terus berupaya mendidik masyarakatnya dewasa dalam bertoleransi. Bio TokohIndonesia.com

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Sebelum Republik Indonesia, tahun 1777, pernah berdiri Republik bernama Lan Fang di Pontianak, Kalimantan Barat. Saat itu bangsa Eropa dan Cina (yang katanya) lebih maju sejarah peradabannya pun masih memakai sistem Kerajaan/Monarki.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us