WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Penolong Tuna Rungu

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Penolong Tuna Rungu
Ratnawati Sutedjo | TICOM IMAGES | SAN

Ratnawati Sutedjo selalu meyakini bahwa hidup semua orang ada dalam rencana Tuhan. Sebelumnya ia tidak pernah berpikir akan membantu orang-orang berkebutuhan khusus, khususnya tuna rungu.

Pendiri Precious One
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ratnawati Sutedjo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ratnawati Sutedjo

QR Code Halaman Biografi Ratnawati Sutedjo
Bio Lain
Click to view full article
Ateng
Click to view full article
Hardi
Click to view full article
Sutiyoso
Click to view full article
Muhammad Yamin Lubis
Click to view full article
Prabowo Subianto
Click to view full article
Oesman Sapta
Click to view full article
Rauf Purnama

Pengalaman hidup telah menuntunnya untuk memperhatikan orang-orang yang berkebutuhan khusus. Sekitar tahun 2002, ia pernah jatuh sakit hingga berada dalam posisi titik terendah dalam hidupnya. Saat itu, kondisi tubuhnya sangat lemah bahkan susah untuk menggerakkan badan. "Saya benar-benar sakit. Duduk saja lemas," katanya. Selama dua bulan ia tidak bisa bekerja dan melakukan aktivitas keseharian. Sakit yang diderita membuatnya merasa tidak berguna dan kesepian.

Namun, justru dalam ketidakberdayaan karena sakit tersebut, ia mendapat dorongan ataupun ilham yang ia sendiri tidak memahami darimana datangnya dorongan tersebut. "Entah darimana," katanya. Saat itu, sakit yang dirasakannya malah membersitkan sebuah tanda tanya dalam pikirannya. "Bagaimana dengan orang-orang cacat itu, mereka juga mengalami kesendirian, ketidakmampuan, dan ketidakberdayaan," kata suara dalam hatinya.

Suara itu memunculkan kerinduan dalam hatinya untuk menolong mereka yang cacat. "Seandainya dimungkinkan ada sebuah kesempatan bisa bertemu dengan mereka, orang yang mengalami kekhususan dan bisa membantu diri mereka, saya akan melakukannya," katanya. Bermula dari kerinduan itulah, ia bertekad untuk membuat hidupnya lebih berarti bagi orang lain dengan menolong orang berkebutuhan khusus.

Sebagai langkah awal, ia menjadi teman dari beberapa gadis tuna rungu. Selama berteman dengan mereka, ia merasakan ada hal yang lebih besar yang mesti ia lakukan selain menolong gadis-gadis itu menemukan rasa berharga dalam hidup mereka. Banyak dari temannya itu tidak bekerja.

Dalam ketidak berdayaan karena sakit, ia mendapat semacam dorongan ataupun ilham yang ia sendiri tidak memahami darimana datangnya dorongan tersebut. "Entah darimana," katanya. Saat itu, sakit yang dirasakannya malah membersitkan sebuah tanda tanya dalam pikirannya.

Ia kemudian mendirikan "Precious One" di Jakarta, sebuah yayasan sosial untuk menolong orang, khususnya tuna rungu yang mengalami gangguan pendengaran dan sulit berkomunikasi. Di sana mereka dibimbing untuk menjahit, memproduksi alat peraga atau gift dan segala macam produksi.

Ia ingin membina mereka sehingga memiliki rasa percaya diri sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa orang-orang cacat bisa bekerja. Karena banyak sekali kesempatan kerja yang sulit mereka dapat di lingkungan perusahaan karena keterbatasan fisik tersebut. Padahal menurutnya, kesempatan kerja bagi tenaga kerja penyandang cacat diakui dalam Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, pasal 28 yang menyatakan bahwa perusahaan harus mempekerjakan paling tidak satu persen untuk setiap 100 pekerja. Langkanya perusahaan yang mau menerima orang-orang "berkebutuhan khusus" ini membuat mereka tidak dapat berkarya. Banyak perusahaan yang menggunakan berbagai alasan untuk menolak karyawan yang memiliki cacat. Hal ini sangat ia sayangkan.

Ia pun berpikir, seandainya bisa, ia mau membalik peraturan itu. Ia justru mau menerima orang berkebutuhan khusus dibanding orang normal."Saya, semuanya orang berkebutuhan khusus, hanya satu orang normal yang saya terima," katanya. Memang, dalam kondisi-kondisi tertentu dengan orang berkebutuhan khusus memang tidak bisa 100% diterima di perusahaan. Namun, sekali lagi kesempatan dan kemampuan mereka perlu juga dipertimbangkan.

Ia sendiri memang mengakui, sudah cukup banyak perusahaan menerima orang-orang berkebutuhan khusus. Seperti di PT Kalbe Farma ada 1 orang yang menderita down syndrome, di rumah sakit pun sudah menerima orang tuna rungu di bagian administrasi.

Ketika ditanya mengenai produktivitas ia mengatakan, kita juga harus memiliki kreativitas. Justru sekarang itu kita harus ditantang untuk kreatif. Kreatif menciptakan lapangan pekerjaan, menciptakan sesuatu yang baru. Serta memiliki semangat, tanpa itu kita tidak akan punya tujuan hidup. Masih ada harapan, jangan pernah berkata, bahwa saya tidak bisa. Dengan belajar dari banyak orang, tidak punya tangan, tapi bisa melukis dengan kaki. Tidak punya tangan tapi bisa menyetir. "Kita bisa belajar dari mereka. Kendala apapun bisa dilewati, asal ada kemauan," katanya. Bio TokohIndonesia.com | basan-mlp

Juga diterbitkan di Majalah Berita Indonesia, Jumat, 12 Juni 2010

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Panglima Paling Dicintai Prajurit Berangkat Dari Penyanyi Latar

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kamus ini memuat lebih dari 2000 entri yang berhubungan erat dengan dunia televisi dan film.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: