gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Penolong Tuna Rungu

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Penolong Tuna Rungu
Ratnawati Sutedjo | TICOM IMAGES | SAN
Pekerjaan Utama:
Pendiri Precious One
Lihat CV
Nama:
Ratnawati Sutedjo
Lahir:
Semarang, Jawa Tengah, 9 Februari 1974
Pekerjaan:
Pendiri Precious One
Pendidikan:
Jurusan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Jakarta
Aktivitas:
  • Pengelola Precious One
  • The Silent Art
  • Danceng with Heart
Alamat:
Jl. Gunung Sahari XI
Komp. Speed Plaza Blok A/12 Jakarta Pusat
e-mail:
p_oneO2@yahoo.co.id
Pusat Data Tokoh Indonesia
Tutup CV

Ratnawati Sutedjo selalu meyakini bahwa hidup semua orang ada dalam rencana Tuhan. Sebelumnya ia tidak pernah berpikir akan membantu orang-orang berkebutuhan khusus, khususnya tuna rungu.

Pengalaman hidup telah menuntunnya untuk memperhatikan orang-orang yang berkebutuhan khusus. Sekitar tahun 2002, ia pernah jatuh sakit hingga berada dalam posisi titik terendah dalam hidupnya. Saat itu, kondisi tubuhnya sangat lemah bahkan susah untuk menggerakkan badan. "Saya benar-benar sakit. Duduk saja lemas," katanya. Selama dua bulan ia tidak bisa bekerja dan melakukan aktivitas keseharian. Sakit yang diderita membuatnya merasa tidak berguna dan kesepian.

Namun, justru dalam ketidakberdayaan karena sakit tersebut, ia mendapat dorongan ataupun ilham yang ia sendiri tidak memahami darimana datangnya dorongan tersebut. "Entah darimana," katanya. Saat itu, sakit yang dirasakannya malah membersitkan sebuah tanda tanya dalam pikirannya. "Bagaimana dengan orang-orang cacat itu, mereka juga mengalami kesendirian, ketidakmampuan, dan ketidakberdayaan," kata suara dalam hatinya.

Suara itu memunculkan kerinduan dalam hatinya untuk menolong mereka yang cacat. "Seandainya dimungkinkan ada sebuah kesempatan bisa bertemu dengan mereka, orang yang mengalami kekhususan dan bisa membantu diri mereka, saya akan melakukannya," katanya. Bermula dari kerinduan itulah, ia bertekad untuk membuat hidupnya lebih berarti bagi orang lain dengan menolong orang berkebutuhan khusus.

Sebagai langkah awal, ia menjadi teman dari beberapa gadis tuna rungu. Selama berteman dengan mereka, ia merasakan ada hal yang lebih besar yang mesti ia lakukan selain menolong gadis-gadis itu menemukan rasa berharga dalam hidup mereka. Banyak dari temannya itu tidak bekerja.

Dalam ketidak berdayaan karena sakit, ia mendapat semacam dorongan ataupun ilham yang ia sendiri tidak memahami darimana datangnya dorongan tersebut. "Entah darimana," katanya. Saat itu, sakit yang dirasakannya malah membersitkan sebuah tanda tanya dalam pikirannya.

Ia kemudian mendirikan "Precious One" di Jakarta, sebuah yayasan sosial untuk menolong orang, khususnya tuna rungu yang mengalami gangguan pendengaran dan sulit berkomunikasi. Di sana mereka dibimbing untuk menjahit, memproduksi alat peraga atau gift dan segala macam produksi.

Ia ingin membina mereka sehingga memiliki rasa percaya diri sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa orang-orang cacat bisa bekerja. Karena banyak sekali kesempatan kerja yang sulit mereka dapat di lingkungan perusahaan karena keterbatasan fisik tersebut. Padahal menurutnya, kesempatan kerja bagi tenaga kerja penyandang cacat diakui dalam Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003, pasal 28 yang menyatakan bahwa perusahaan harus mempekerjakan paling tidak satu persen untuk setiap 100 pekerja. Langkanya perusahaan yang mau menerima orang-orang "berkebutuhan khusus" ini membuat mereka tidak dapat berkarya. Banyak perusahaan yang menggunakan berbagai alasan untuk menolak karyawan yang memiliki cacat. Hal ini sangat ia sayangkan.

Ia pun berpikir, seandainya bisa, ia mau membalik peraturan itu. Ia justru mau menerima orang berkebutuhan khusus dibanding orang normal."Saya, semuanya orang berkebutuhan khusus, hanya satu orang normal yang saya terima," katanya. Memang, dalam kondisi-kondisi tertentu dengan orang berkebutuhan khusus memang tidak bisa 100% diterima di perusahaan. Namun, sekali lagi kesempatan dan kemampuan mereka perlu juga dipertimbangkan.

Ia sendiri memang mengakui, sudah cukup banyak perusahaan menerima orang-orang berkebutuhan khusus. Seperti di PT Kalbe Farma ada 1 orang yang menderita down syndrome, di rumah sakit pun sudah menerima orang tuna rungu di bagian administrasi.

Ketika ditanya mengenai produktivitas ia mengatakan, kita juga harus memiliki kreativitas. Justru sekarang itu kita harus ditantang untuk kreatif. Kreatif menciptakan lapangan pekerjaan, menciptakan sesuatu yang baru. Serta memiliki semangat, tanpa itu kita tidak akan punya tujuan hidup. Masih ada harapan, jangan pernah berkata, bahwa saya tidak bisa. Dengan belajar dari banyak orang, tidak punya tangan, tapi bisa melukis dengan kaki. Tidak punya tangan tapi bisa menyetir. "Kita bisa belajar dari mereka. Kendala apapun bisa dilewati, asal ada kemauan," katanya. Bio TokohIndonesia.com | basan-mlp

Juga diterbitkan di Majalah Berita Indonesia, Jumat, 12 Juni 2010

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA


GALERI

Sumber: Ratnawati Sutedjo | TokohIndonesia.com
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Intermezzo
Pembantaian Westerling adalah sebutan untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh pasukan Belanda Depot Speciale Troepen pimpinan Westerling. Peristiwa ini terjadi pada Desember 1946-Februari 1947 selama operasi militer Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan).

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang

Click to view full article

Sebagai pendeta yang juga manusia biasa, Mangapul Sagala Staf Perkantas Jakarta, Dosen Perjanjian Baru STT IMAN dan STTRII Mangapul Sagala mau tidak mau harus berhadapan dengan tantangan hidup yang sering menguji keteguhan imannya. Lewat ujian-ujian itu


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...
     
  • Galaila Karen Agustiawan

    soedono adi triwanto
    Saya mengagumi anda sebagai salah satu dari sedikit tokoh yg berkarakter dan sebagai bangsa Indonesia ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh