WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Politisi Berhati Kebangsaan

Politisi Berhati Kebangsaan
Tjahjo Kumolo | TICOM IMAGES | Hotsan

Tjahjo Kumolo, kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1 Desember 1957. Dia politisi berhati kebangsaan. Sekjen PDI Perjuangan (2010-2015) yang merangkap tugas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2004 – 2010 -2010-2014), ini seorang penganut politik kerakyatan dan kebangsaan yang dilandaskan pada nilai-nilai dasar Pancasila.

Sekjen DPP PDI Perjuangan (2010-2015)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Tjahjo Kumolo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Tjahjo Kumolo

Pantan Ketua Umum DPP KNPI (1990-1993), ini adalah putera dari Bambang Soebandiono (Alm. 1986), seorang Veteran Perjuangan Kemerdekaan TNI NPV: A.57390, Pangkat terakhir Letnan Satu) dan Ibu Toeti Slemoon (Alm. 2004).

Dia dibesarkan bersama saudara perempuannya Rini Mumpuni dalam kebersahajaan. Tjahjo mengecap pendidikan dari SD sampai sarjana di kota Semarang. Tamat SD tahun 1970, melanjut ke SMP Negeri 4 Semarang dan lulus 1973. Kemudian di kota yang sama melanjut ke SMA Negeri 1 Semarang dan lulus 1976. Setelah itu, kuliah di Fakultas Hukum Universitas Dipenogoro, hingga meraih gelar sarjana hukum tahun 1985.

Semasa mahasiswa, Tjahjo sudah aktif berorganisasi. Tahun 1983-1985, dia sudah menjabat Ketua Biro Organisasi KNPI Dati I Jawa Tengah dan kemudian terpilih menjadi Ketua DPD KNPI Dati I Jawa Tengah (1985-1988) dan Sekretaris Jenderal KNPI Dati I Jawa Tengah (1987-1990).


Kiprahnya secara nasional dimulai ketika kemudian Tjahjo terpilih menjadi Anggota Komisi II, III dan Anggota BKSAP DPR RI (1987, 1992) dan Ketua Umum DPP KNPI (1990-1993). Dia juga aktif sebagai Ketua PP PPM (1989-1993), Dewan Pertimbangan PP PPM (1993-1997) dan Wantim PP FKPPI (1990-1997). Lalu, selepas menjabat Ketua Umum DPP KNPI, dia menjadi Anggota Penasehat MPI/KNPI (1993-1996). Dalam kesempatan ini, dia mengikuti pendidikan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) di Jakarta, 1994.

Namanya sempat tidak begitu bergaung, hingga bergemanya gerakan reformasi 1998. Dia pun tampil dalam gerbong pembawa suara reformasi dengan aktif sebagai Direktur SDM Litbang DPP PDI Perjuangan (1999-2002). Tahun 2000, dia menjadi Ketua OC HUT PDI Perjuangan. Tahun 2001, Tjahjo sibuk dalam aktivitasnya sebagai Steering Comitte (SC) Rakernas PDI Perjuangan.

Tahun 1999, Tjahjo terpilih menjadi Anggota DPR dari PDI-P (1999-2004), dia bertugas sebagai Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (1999 – 2002) dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2002 – 2003).

Kemudian, Pemilu tahun 2004, dia terpilih lagi menjadi Anggota DPR dari PDI-P, dia bertugas di Komisi XI dan Anggota BKSAP DPR RI (2004 – 2008) serta Wakil Ketua Tim Lumpur Sidoarjo DPR-RI (2006 – 2007). Bahkan menjabat Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2004 – 2009).

Tahun 2005 dia pun kembali mengemban tugas Steering Comitte (SC) Rakernas PDI Perjuangan. Bahkan dipercaya menjadi SC Kongres II PDI Perjuangan (2005). Tahun 2006, dia kembali menjadi Ketua OC HUT PDI Perjuangan. Tahun 2007, Tjahjo mengemban tugas sebagai Ketua OC Rakernas PDI Perjuangan. Tugas ini juga berhasil dilaksanakannya pada tahun 2008 dan 2009. Juga menjadi Ketua OC Rakornas PDI Perjuangan (2008).

Pada Pemilu 2009, terpilih kembali menjadi Anggota DPR (2009-2014) dan bertugas sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2009 – 2014) sekaligus sebagai Anggota Komisi I dan Koordinator GKSB Indonesia-Jepang (2009 – 2010).

Dalam struktur organisasi, Tjahjo menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan (2005 – 2009) dan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik-Pemenangan Pemilu (2005 – 2010). Menjelang Kongres III PDI Perjuangan (2010), Tjahjo pun kembali dipercaya menjadi Ketua OC. Pada Kongres III ini, dia pun dipilih Ketua Umum terpilih Megawati Soekarnoputri menjabat Sekjen PDI Perjuangan (2010-2015).

"Setelah memang saya terus mencoba berpikir, maka kali ini, Sekjen diberikan kepada Tjahjo Kumolo," kata Megawati pada penghujung sidang paripurna Kongres III PDI-P di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur, Kamis (8/4/2010) malam.

Tjahjo menggantikan Pramono Anung yang sudah menjabat Wakil Ketua DPR (2014-2019). Pada saat mengumumkan memilik Tjahjo sebagai Sekjen, Mega juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Pramono Anung, yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Tjahjo pun diambil sumpahnya bersama 25 pengurus lainnya.

Tjahjo Tjahjo usai pelantikan pengurus DPP PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis 8 April 2010, mengaku terkejut (surprise) dengan penunjukan Megawati Soekarnoputri selaku formatur atas dirinya untuk menjabat Sekretaris Jenderal DPP DPIP 2010-2015. Sebab, menurut pengakuannya, sebelumnya Ibu Mega tak pernah menawarkan apa-apa.

Tjahjo sama sekali tidak menduga dirinyalah yang dipercaya memegang
jabatan strategis tersebut. Maka, Tjahjo berjanji untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan dan amanah itu. Dia bertekad, bersama pengurus lainnya, harus bekerja keras membantu Megawati mengelola partai.

Apalagi dia diberi kepercayaan tugas rangkap jabatan sebagai Sekjen PDIP sekaligus Ketua Fraksi PDIP DPR RI. Kedua jabatan ini menuntut Tjahjo harus menyediakan waktu 24 jam untuk komunikasi dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputeri. Dia pun mengaku selalu siap setiap saat selama 24 jam berkomunikasi dengan Megawati. Untuk keperluan itu, dia pun menyediakan handphone khusus yang selalu dikantonginya. Bio TokohIndonesia.com | Ch. Robin Simanullang

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 10 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini memuat delapan cerita rakyat yang berasal dari negara-negara Arab. Cara penyajiannya menarik dan sederhana sehingga dinikmati tak hanya anak-anak tetapi guru dan orang tua.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: