WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Penggagas Sanimas

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Penggagas Sanimas
Yuyun Yunia Ismawati | e-ti | lead.or.id

Aktivis lingkungan yang prorakyat, prolingkungan hidup, dan pro-orang miskin ini merupakan penggagas Sanimas (sanitasi oleh masyarakat). Sebuah program pengelolaan limbah yang menggunakaan tangki septic bersusun untuk mengolah semua limbah cair dan tinja dari toilet warga di suatu daerah untuk kemudian diolah menjadi air yang jernih tanpa bau.

Direktur Yayasan Bali Fokus (2000-sekarang)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Yuyun Yunia Ismawati

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Yuyun Yunia Ismawati

QR Code Halaman Biografi Yuyun Yunia Ismawati
Bio Lain
Click to view full article
Bungaran Saragih
Click to view full article
Abdul Kadir Temenggung
Click to view full article
Soegeng Sarjadi
Click to view full article
Tjilik Riwut
Click to view full article
Jusuf Sutanto
Click to view full article
Tedjo
Click to view full article
Betharia Sonatha

Sarjana lulusan Institut Teknologi Bandung Jurusan Teknik Lingkungan ini mulai rajin menyuarakan tentang kepedulian lingkungan sejak tahun 1996. Sebelumnya, selepas menyelesaikan studinya ia pernah bekerja sebagai konsultan, ia merancang sistem suplai air di wilayah pedesaan dan perkotaan. Namun pada akhirnya ia mengikuti panggilan hatinya yang ingin menggunakan ilmunya untuk membantu kaum miskin yang dianggap paling layak dibantu.

Untuk tujuan itu, ia pun memilih pindah ke pulau Dewata, Bali. Dalam bayangannya, Bali sebagai pulau yang telah tersohor ke seantero dunia memiliki sistem penanggulangan sampah sesuai standar dunia. Namun, ia ternyata harus menelan kekecewaan. Bali yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing nyatanya memiliki sistem pengolahan sampah yang masih terbilang tradisional. Sampah-sampah yang dihasilkan paling banyak justru dari hotel, restoran, dan penginapan. Buruknya pengelolaan sampah membuat Bali sebagai pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan keunikan budayanya, memiliki masalah serius berkenaan dengan kualitas lingkungan serta sanitasinya.

Itulah salah satu yang kemudian membawa Yuyun berkecimpung dalam pelestarian lingkungan. Sejak tahun 1996, ia bertindak sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Eksekutif Yayasan Wisnu Bali yang bergerak dalam masalah pengelolaan sampah. Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
kelahiran Bandung, 17 Juni 1964 ini memulai usahanya dengan mendatangi pihak hotel. Kebanyakan hotel berkelas internasional yang mematok harga kamar US$150 semalam hanya menganggarkan sekitar Rp 3.000 sehari untuk mengelola sampah. Padahal di negara asalnya, biaya pengelolaan sampah bisa mencapai US$15 ribu per bulan.

Yuyun kemudian meminta komitmen pihak Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
hotel untuk menjadi hotel yang hijau dan bersih. Sampah hotel-hotel yang awalnya dibeli oleh para peternak babi sebagai pakan ternak mereka, belakangan setelah Yuyun melakukan pendekatan, akhirnya sebaliknya, para peternak itulah yang kemudian mengangkut sampah-sampah dari hotel dengan bayaran hingga Rp 6 juta sebulan. Tentu saja, sebelum dibuang, sampah-sampah tersebut dipilah-pilah terlebih dahulu mana yang masih bisa didaur ulang dan mana yang dijadikan pakan ternak.

Usaha Yuyun bukan saja meningkatkan kesejahteraan para peternak babi, namun juga menekan efek buruk sampah bagi kerusakan lingkungan. Karena sampah juga dapat mencemari lingkungan di samping menimbulkan polusi udara, maka Yuyun juga tak lupa mengajari para peternak babi untuk lebih menjaga kesehatan sanitasi.

Gerakan yang dipeloporinya itu hingga kini masih terus berjalan. Meskipun belum sepenuhnya berkomitmen, setidaknya ada sekitar 30 hingga 60 hotel yang mau bekerjasama dalam mewujudkan lingkungan sehat di Bali.

Dalam perjalanan berikutnya, mantan dosen Universitas Trisakti Jakarta ini kemudian mendirikan LSM-nya sendiri yang diberi nama Bali Fokus. LSM yang berdiri pada tahun 2000 ini mempunyai misi untuk menyebarluaskan program pengelolaan lingkungan perkotaan berbasis masyarakat hingga mencapai taraf yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Bersama LSM yang dibidaninya, pada tahun 2003 ia kemudian bekerja sama dengan Rotary Club setempat untuk memprakarsai program pengelolaan limbah padat bersama di Gianyar, Bali, tepatnya di Desa Temesi. Dalam program tersebut, penduduk setempat dilibatkan untuk mengoperasikan fasilitas dan lokasi pembuangan akhir. Tak hanya itu, ia juga mengembangkan desentralisasi inisiatif solusi, dengan fokus keluarga pedesaan di wilayah urban Bali maupun kota-kota lain di Indonesia.

Dalam aksinya, ibu dua anak ini membidik para ibu rumah tangga sebagai mitra yang harus diberikan pelatihan untuk meminimalisir volume sampah rumah tangga sebelum diangkut ke pembuangan kota. Program tersebut menurut data terbaru yang diperoleh, melibatkan sedikitnya 500 rumah dan diperkirakan telah mengurangi hingga 50% limbah rumah tangga di desa yang mengikuti program tersebut.

Selain program pengelolaan limbah padat bersama, ia juga menggagas Sanimas (sanitasi oleh masyarakat) pada tahun 2005.

Program pengelolaan limbah menggunakaan tangki septic bersusun itu mengolah semua limbah cair dan tinja dari toilet warga untuk dialirkan ke sana lalu diolah menjadi air yang jernih tanpa bau. Air hasil pengolahan limbah dan tinja tersebut kemudian dapat dipergunakan kembali untuk menyiram tanaman dan memelihara ikan.

Adapun limbah padat ditampung di tempat khusus. Dengan program itu, beban hidup warga sedikit bisa diringankan karena tidak perlu membangun tangki septic sendiri, cukup dengan membayar iuran bulanan sebesar Rp5.000.

Pada tahun 2008, Sanimas menjadi program berskala nasional yang mencakup ratusan daerah di seluruh Indonesia. Minimal 75 kota kecil dan menengah mengikuti program itu pada tahun-tahun pertama. Tak hanya di dalam negeri, sistem itu juga kemudian diterapkan di negara-negara lain seperti Zambia, Afrika Selatan, dan Filipina.

Di tahun yang sama, agar dapat menjalin hubungan dengan lebih banyak LSM dan masyarakat, penerima penghargaan Goldman Environmental Prize 2009 itu melebarkan sayap dengan Jaringan Bebas Racun Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran bahan-bahan beracun dari pembakaran sampah, pestisida, dan logam berat seperti merkuri.

Dengan berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi negeri ini tiap harinya, ia tahu perjalanannya masih panjang. Bahkan mungkin setiap detik ada saja masalah yang berkenaan dengan kelestarian lingkungan. Mulai dari usia bumi yang kian hari kian menua, sampai pada perilaku buruk manusia sebagai penghuninya. Namun, ia tak mengenal kata lelah dalam melakukan tindakan nyata dan mengaspirasikan pentingnya kelestarian lingkungan bagi kehidupan anak cucu manusia di masa mendatang. e-ti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Jan 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Sang Pendekar Garuda Indonesia Presenter Cerdas Dan Berani

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Pedoman tentang wine dalam bahasa Indonesia yang komprehensif. Buku yang mudah dibaca disertai ilustrasi-ilustrasi yang dapat memperkaya pengetahuan mengenai wine.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: