WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pembangkang yang Sastrawan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pembangkang yang Sastrawan
Seno Gumira Ajidarma | e-ti | fb

Meski terlahir dari keluarga yang mapan, ia memilih hidup membangkang dalam dunia tulis menulis. Sejumlah penghargaan sudah diterimanya di antaranya Khatulistiwa Literary Award untuk karyanya yang berjudul "Negeri Senja" dan "Kitab Omong Kosong".

Wartawan, Fotografer, Penulis
Lihat Curriculum Vitae (CV) Seno Gumira Ajidarma

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Seno Gumira Ajidarma

QR Code Halaman Biografi Seno Gumira Ajidarma
Bio Lain
Click to view full article
Poorwo Soedarmo
Click to view full article
Darwis Triadi
Click to view full article
Eniya Listiani Dewi
Click to view full article
Cut Nyak Dien
Click to view full article
Djoko Kirmanto
Click to view full article
Goenawan Mohammad
Click to view full article
Kiras Bangun
BERITA TERBARU

Peribahasa yang berbunyi "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya" mungkin tak berlaku buat pria kelahiran 19 Juni 1958 ini. Seno, demikian panggilan akrabnya, sebenarnya terlahir dalam keluarga berpendidikan tinggi. Ayahnya Prof. Dr. MSA Sastroamidjojo adalah guru besar Fakultas MIPA di Universitas Gadjah Mada, sedangkan ibunya Poestika Kusuma Sujana berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Namun, Seno memiliki pemikiran yang bertolak belakang dengan sang ayah. Ia tidak menyukai pelajaran aljabat, ilmu ukur, dan berhitung, walaupun nilai untuk pelajaran-pelajaran itu juga terbilang tidak terlampau buruk. "Entah kenapa. Ilmu pasti itu kan harus pasti semua dan itu tidak menyenangkan," ujar Seno.

Ketika masih duduk di bangku SD, ia mengajak teman-temannya untuk membolos dari kelas wajib koor. Karena ulahnya itu, ia mendapat teguran dari gurunya. Pemberontakannya semakin menjadi kala ia mengenyam pendidikan di SMP. Ketika itu, ia misalnya tidak mau pakai ikat pinggang, baju dikeluarkan. Jika yang lain pakai baju putih, ia pakai Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik. Yang lain berambut pendek, ia gondrong. "Aku pernah diskors karena membolos," tutur pria yang hobi memanjangkan rambut ini tanpa rasa penyesalan.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP, Seno bahkan tidak mau melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia lebih tertarik mengembara dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan pengalaman. Seno terpengaruh cerita petualangan Old Shatterhand di rimba suku Apache, karya pengarang asal Jerman Karl May. Selama tiga bulan, ia memulai pengembaraannya dari pulau Jawa hingga Sumatera berbekal surat jalan dari RT Bulaksumur yang gelarnya profesor doktor.

Untuk menyambung hidup, ketika itu Seno bekerja sebagai buruh pabrik kerupuk di Medan. Suatu hari Seno karena kehabisan uang, ia pun meminta uang kepada ibunya. Namun, bukan uang yang diterimanya, tapi ibunya meminta Seno untuk pulang dengan mengirimkan tiket. Tak ada pilihan lain, Seno pun mengakhiri petualangannya dan kembali pulang ke pangkuan orangtua untuk kemudian meneruskan sekolahnya yang sempat terbengkalai.

Rupanya jiwa pembangkang Seno tak kunjung hilang. Ketika SMA, ia sengaja memilih sekolah yang tidak mengharuskannya untuk memakai seragam. "Jadi aku bisa pakai celana jins, rambut gondrong," katanya bernada bangga.

Penampilannya yang terkesan liar seakan memberi gambaran kepribadian Seno yang sejak dulu dikenal pembangkang karena sering melawan peraturan.

Layaknya anak muda pada umumnya yang ingin menunjukkan eksistensi diri, Seno bergabung dalam sebuah komunitas. Sesuai kepribadiannya yang tidak suka diatur, Seno lebih memilih bergaul dengan komunitas anak-anak jalanan daripada teman-teman di lingkungan elite perumahan dosen Bulaksumur (UGM), rumah orangtuanya. Di komunitas itu, tergabung mereka-mereka yang suka tawuran dan ngebut di Malioboro. "Aku suka itu karena liar, bebas, tidak ada aturan," jelas Seno.

Perkenalan Seno dengan dunia sastra diawali ketika ia tergabung dalam Lihat Daftar Tokoh Teater
Lihat Daftar Tokoh Teater
teater
Alam pimpinan Azwar A.N. Walau pada awalnya tak mengerti tentang drama, selama dua tahun Seno tergabung dalam komunitas itu. "Lalu aku lihat Rendra yang gondrong, kerap tidak pakai baju, tapi istrinya cantik (Sitoresmi). Itu kayaknya dunia yang menyenangkan," kenang Seno.

Puisi-puisi mbeling Remy Sylado yang pada waktu itu dimuat di majalah Aktuil Bandung membuatnya tertarik. Seno pun mengikuti jejak Remy dengan mengirimkan puisi-puisinya. Usahanya tidak sia-sia, puisi-puisi kirimannya ikut dimuat. Puisinya yang pertama dimuat dalam rubrik "Puisi Lugu". Pada waktu itu Seno mendapatkan honor yang terbilang besar.

Di awal karirnya sebagai Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
, tak sedikit orang yang memandang Seno dengan sebelah mata. Mereka meremehkannya sebagai Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
kontemporer. Namun, hal itu tidak sedikitpun mengecilkan hatinya untuk terus menulis. Semakin banyak cibiran yang datang, semakin memotivasinya untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Ia pun tertantang untuk mengirim puisinya ke majalah sastra Horison.

Karena bakat dan kemampuannya sudah makin terasah, puisinya pun berhasil dimuat di majalah tersebut. Seno pun semakin percaya diri. "Umurku baru 17 tahun, puisiku sudah masuk Horison. Sejak itu aku merasa sudah jadi Penyair Legendaris Indonesia
Penyair Legendaris Indonesia
penyair
," ucapnya bangga. "Aku mewajibkan diriku menulis karena aku suka membaca," lanjutnya. Ia hidup dari menulis, meski sebelumnya tidak bercita-cita menjadi penulis. "Aku hanya terobsesi menguasai tulisan," katanya.

Setelah sukses memulai debutnya sebagai penyair, Seno kemudian menulis cerpen dan esai. Cerpennya yang pertama dimuat di surat kabar Berita Nasional dan esainya yang pertama, tentang Lihat Daftar Tokoh Teater
Lihat Daftar Tokoh Teater
teater
, dimuat di surat kabar Kedaulatan Rakyat.

Seno melepas masa lajangnya di usianya yang baru menginjak 19 tahun dengan mempersunting Ikke Susilowati. Untuk menghidupi keluarga barunya, ia pun memutar otak. Seno kemudian memilih untuk menjadi Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
. Tahun itu juga Seno masuk Institut Kesenian Jakarta, jurusan sinematografi. "Nah, dari situ aku mulai belajar motret," ujar pengagum pengarang R.A. Kosasih ini.

Ayah dari Timur Angin ini kemudian mendirikan "pabrik tulisan" yang menerbitkan buku-buku puisi dan menjadi penyelenggara acara-acara kebudayaan. Di tahun yang sama Seno mulai bekerja sebagai Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
lepas pada surat kabar Merdeka. Tidak lama kemudian, ia menerbitkan majalah kampus yang bernama Cikini dan majalah film yang bernama Sinema Indonesia. Setelah itu, ia juga menerbitkan mingguan Zaman, dan terakhir pada tahun 1985, ia ikut menerbitkan (kembali) majalah berita Jakarta-Jakarta.

Jika belakangan namanya dikenal sebagai sastrawan, menurut Seno sebenarnya bukan itu mulanya. Dulu ia hanya ingin jadi seniman "biasa" yang bisa merasa bahagia dengan apa adanya. Awalnya yang ia lihat dari seorang seniman bukan dari karyanya tapi lebih kepada gaya hidup yang serba santai dan tidak terikat aturan, sesuai dengan jiwa Seno yang pembangkang. Gaya penyair kenamaan WS Rendra yang santai, bisa bicara, hura-hura, nyentrik, rambut boleh gondrong rupanya mencuri perhatian Seno. "Tapi, kemudian karena seniman itu harus punya karya maka aku buat karya," ujar Seno.

Hingga saat ini belasan buku yang terdiri kumpulan sajak, kumpulan cerpen, kumpulan esai, novel, dan karya nonfiksi telah dihasilkannya. Selain bekerja di Pusat Dokumentasi Jakarta-Jakarta, Doktor lulusan Universitas Indonesia ini mengisi kesehariannya dengan membaca, menulis, memotret, dan jalan-jalan. Tak hanya menulis puisi dan cerpen, ia pun menuangkan kreativitasnya dalam bentuk Komikus
Komikus
komik
.

Di zaman Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
, ketika pemerintah membungkam kebebasan berpendapat, dengan gayanya Seno berani menerbitkan buku "Trilogi Insiden" yang mengangkat fakta seputar Insiden Dili, yang ditabukan media massa semasa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
. Karyanya itu yakni; "Saksi Mata" (kumpulan cerpen), "Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
, Parfum dan Insiden" (Novel) dan "Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara" (kumpulan esai). Ketiganya telah menjadi dokumen tentang bagaimana sastra tak bisa menghindar untuk terlibat secara praktis dan konkret dalam persoalan politik apabila politik kekuasaan itu menjadi semakin tidak manusiawi. "Seberapa jauh pembantaian orang-orang tidak bersenjata boleh didiamkan, demi kepentingan apa pun dari sebuah lembaga mana pun," protes Seno.

Pria yang meneliti Komikus
Komikus
komik
Panji Tengkorak untuk disertasi S3-nya di Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan. Penghargaan di ajang sastra bergengsi, Khatulistiwa Literary Award, dua tahun berturut-turut berhasil diraihnya, yakni pada tahun 2004 dan 2005. Masing-masing penghargaan itu diberikan untuk karyanya yang berjudul "Negeri Senja" dan "Kitab Omong Kosong". e-ti | muli

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Dec 2010  -  Pembaharuan terakhir 05 Nov 2012
Si Cantik Yang Cinta Batik Jurnalisme Garam Dan Obor

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Langkah-langkah praktis dalam buku ini dapat Anda terapkan dengan mudah, dan dapat menjadi pelengkap untuk kegiatan belajar formal anak di sekolah.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: