WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Merasa Lebih Marhaenis

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Merasa Lebih Marhaenis
e-ti | pi

Dia putri kedua Bung Karno dari Fatmawati. Dari semua saudaranya, tampaknya dia merasa paling artikulatif membicarakan ajaran Marhaenisme. Bahkan di depan publik seringkali Rachma, panggilan akrabnya, meremehkan kakaknya sendiri, mantan Presiden Megawati, yang juga Ketua Umum PDIP.

Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno
Lihat Curriculum Vitae (CV) Rachmawati Soekarnoputri

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Rachmawati Soekarnoputri

QR Code Halaman Biografi Rachmawati Soekarnoputri
Bio Lain
Click to view full article
Rafendi Djamin
Click to view full article
Tarmizi Taher
Click to view full article
Hermawan Sulistyo
Click to view full article
Dada Rosada
Click to view full article
Utha Likumahuwa
Click to view full article
Probosutedjo
Click to view full article
Baharuddin Lopa
BERITA TERBARU

Sikapnya yang dianggap publik terlalu menyepelekan dan cenderung membenci kakaknya sendiri itu, terlihat dari berbagai pernyataannya terutama saat Megawati menjabat Presiden Republik Indonesia. Rachma seperti ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih pantas memimpin Indonesia dari kakanya Megawati.

Namun Pemilu 2004 telah menunjukkan pernyataan publik. Partai Pelopor yang dipimpin Rachma sangat tidak sebanding dengan dukungan rakyat pemilih kepada Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
pimpinan Megawati.

Pada Pemilu 2004 itu tiga putri proklamator Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
tampil dengan membawa biduk partai sendiri. Megawati Sukarnoputri dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
), Rachmawati Sukarnoputri mengusung Partai Pelopor (PP) dan Sukmawati Sukarnoputri memimpin Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenis.

Ketiga partai itu (Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
PDIP
, Partai Pelopor dan PNI Marhaenis) itu memiliki hubungan sejarah dengan PNI (Partai Nasional Indonesia) yang didirikan Sukarno. Kendati PDIP dan Partai Pelopor berasas Pancasila dan hanya PNI Marhaenis, yang secara tegas menyatakan asas Marhaenisme ajaran Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
.

Namun Rachma tampaknya merasa paling marhaenis dari kakak dan adiknya. Dia lebih artikulatif membicarakan ajaran Marhaenisme.

Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
mengajarkan marhaenisme sebagai teori perjuangan, sekaligus sebagai teori politik dengan tiang penyangga sosionasionalisme dan sosio demokrasi. Ajaran ini lahir sebagai jawaban terhadap praktis kolonialisme dan imperialisme penjajah Belanda di tanah air.

Sukarno menggali ajaran ini dari rahim budaya Indonesia. Pada masa-masa pergerakan nasional, Sukarno kuliah di Bandung dan menemukan jodoh Inggit Garnasih. Sehingga dia sangat intim dengan budaya Sunda.

Suatu ketika, Sukarno berjalan di persawahan di daerah Bandung Selatan, ia berkenalan dengan seorang petani bernama Abdi Marhaen. Petani itu punya sawah sendiri, memiliki cangkul dan rumah sebagai tempat tinggal. Akan tetapi, sekalipun memiliki alat produksi sendiri, kehidupannya sangat tidak layak.

Gambaran kehidupan petani Marhaen ini, kemudian dijadikannya salah satu pilar ajaran Marhaenisme. Bung Karno melihat, kala itu mayoritas penduduk Indonesia, hidup seperti Abdi Marhaen. Maka dia pun memberi nama ajaran (paham) ini "Marhaenisme". Misinya adalah memperjuangkan kesejahteraan sosial (sosio demokrasi) pada seluruh kaum marhaen yang mengalami penindasan dan pengisapan di negeri ini.

Dalam catatan Tokoh Indonesia, Bung Karno memiliki sembilan isteri, yakni: (1) Oetari; (2) Inggit Garnasih, mempunyai dua anak angkat yakni Ratna Juami dan Kartika; (3) Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno)
Istri Presiden I RI (Ir. Soekarno)
Fatmawati
, memberinya lima anak yakni Guntur Sukarnoputra 1944, Megawati Sukarnoputri 1947, Rachmawati Sukarnoputri 1950, Sukmawati Sukarnoputri 1952 dan Guruh Sukarnoputra 1953; (4) Hartini melahirkan Taufan Sukarnoputra 1951-1981, Bayu Sukarnoputra 1958; (5) Dewi Sukarno melahirkan Kartika Sari Sukarno 1967; (6) Haryati; (7) Yurike Sanger; (8) Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Kartini
Manoppo melahirkan Totok Suryawan 1967; dan (9) Heldy Djafa. e-ti/crs

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 27 Sep 2005  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Bankir Bermental Ikan Karper Cerdas Menggambar Fenomena Sosial

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Bersikaplah gembira, murah hati, bersuka-cita dan mampu memaafkan. Ya, Anda bisa memiliki semua sikap itu sekalipun Anda miskin harta sama sekali! Tersenyumlah senantiasa sekalipun orang memusuhi Anda. Sang Buddha Tertawa akan menunjukkannya kepada kita.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: