WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Dipersiapkan Jadi Pemimpin

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Dipersiapkan Jadi Pemimpin
e-ti | rpr

Ketika Pak Harto masih berkuasa pernah terbetik analisa politik Mbak Tutut telah dipersiapkan Pak Harto untuk memimpin Indonesia kelak. Tutut kerapkali dilibatkan dalam rombongan kepresidenan di dalam dan luar negeri. Tutut juga dicantelkan di organisasi Golkar sebagai salah seorang ketua. Golkar adalah mesin politik Orde Baru.

Politisi, Pengusaha, Pekerja Sosial
Lihat Curriculum Vitae (CV) Siti Hardiyanti Rukmana

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Siti Hardiyanti Rukmana

QR Code Halaman Biografi Siti Hardiyanti Rukmana
Bio Lain
Click to view full article
Sam Ratulangi
Click to view full article
Aisyah Aminy
Click to view full article
Wiranto
Click to view full article
Ansyaad Mbai
Click to view full article
Soeparno
Click to view full article
Benny Mustapha
Click to view full article
Sultan Agung
BERITA TERBARU

Kalkulasi itu semakin riil tatkala Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
memasukkan nama Tutut sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Sosial dalam Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Kabinet Pembangunan
VII periode tahun 1998-2003. Muncul ketakutan besar bakal mandegnya rekrutmen politik secara terbuka untuk hanya beredar di lingkaran dalam Keluarga Cendana.

Sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Sosial di sebuah masa yang sedang susah Tutut aktif terjun ke bawah menyaksikan langsung bagaimana dampak krisis moneter menimpa seluruh rakyat bawah. Dia lalu membagi-bagikan sembako, kupon makan murah di warung tegal, mempopulerkan gerakan cinta rupiah, dan berbagai kegiatan lain yang diharapkan bisa menahan kelaparan besar yang sedang menimpa.

Tujuannya agar kekuasaan ayahnya ikut tertopang sambil menunggu keberhasilan penanganan krisis. Tapi apa daya akumulasi kemarahan dan kegeraman lawan politik ayahnya sudah lebih besar. Hal itu masih diperparah oleh banyaknya pembantu dekat ayahnya mulai berpaling muka dari pemimpin "tua" itu.

Lewat PKPB rencana besar Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
mendudukkan Tutut di kursi presiden dimulai sekaligus ditata ulang kembali. Tutut jika ingin menjadi presiden harus melewati proses alamiah disertai perjuangan dan pengorbanan yang besar. Usia 55 tahun dirasakan Tutut sudah mampu berjuang sendiri tanpa katrolan klik politik ayahnya. Tutut, kelahiran 23 Januari 1949 menamatkan pendidikan di SMA Negeri I Pendiri dan Ketua Budi Utomo
Pendiri dan Ketua Budi Utomo
Budi Utomo
, Jakarta, serta kuliah di Universitas Trisakti, Jakarta.

Tutut biasa menyebut diri sebagai pekerja sosial dan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
. Pekerjaan sosial Mbak Tutut terpatri lewat berbagai kegiatan berikut organisasi sosial yang dia pimpin. Tutut adalah pendiri, pemilik, serta pemimpin PT Citra Lamtorogung Persada yang membawahi berbagai anak perusahaan. Diizinkannya anak-anak Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Pak Harto
berLihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
dinilai kalangan pengamat menjadi pertanda awal mulai pudarnya semangat kejuangan Pak Harto membangun bangsa. Sekaligus pula awal malapetaka kejatuhan pamor Pak Harto.

Menjelang dekade 1990-an adalah awal Tutut mulai dipersiapkan oleh ayahnya tampil menghadapi publik. Momentum itu Tutut sendiri yang pilih menunggu anak-anak tumbuh dewasa. Si bungsu, misalnya, sudah mulai menginjak bangku SMP. Tutut mengaku sebelum itu jarang tampil di muka umum sebab harus mengasuh secara intens ketiga anaknya. Tutut adalah murni "orang rumahan" yang terjun langsung mengawasi ketiga anaknya. Yakni Dandy Nugroho Hendro Maryanto kelahiran 10 Maret 1973, Danty 20 Juni 1975, dan Danny Bimo Hendro Utomo Rukmana kelahiran tahun 1978. Tutut dan suami Indra Rukmana sepakat untuk urusan luar rumah dan luar sekolah akan ditangani Indra. Sementara urusan dan kegiatan dalam rumah Tutut yang berperan.

Tutut mengajari anak-anaknya sama persis dengan bagaimana dahulu bapaknya Pak Harto dan ibunya Ibu Tien Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
mengajari Tutut dan adik-adiknya. Terutama jika menyangkut pola hubungan dalam keluarga menuju suasana rukun dan harmonis berikut nuansa dan romansanya. Demikian pula ajaran ayahnya tentang kepemimpinan. Tutut merasa beruntung berkesempatan belajar langsung dari yang terbaik yakni bapaknya sendiri.

"Menurut saya, Bapak adalah pemimpin yang baik. Secara terprogram sekali pun semula hal itu tak saya sadari –Bapak memimpin saya menjadi pemimpin. Dimulai dengan tugas memimpin adik-adik saya ketika kami masih serumah. Dari hal-hal yang tampaknya sepele, Bapak menanamkan sifat, sikap dan kultur memimpin ke dalam kehidupan sehari-hari saya," kata Tutut.

Tutut juga masih ingat betul sebuah pesan kepemimpinan dari ayahnya yang besar kemungkinan akan menjiwai langkah Tutut berebut kursi kepresidenen 2004. "Seorang pemimpin yang sukses tidak harus cemerlang kecerdasannya. Yang penting, sebagai pemimpin ia harus punya kehausan untuk berhasil, harus punya keyakinan mutlak atas tugas yang diembannya, dan ia harus punya keberanian untuk meniadakan hal-hal yang bisa menggagalkan tugasnya untuk mencapai sasaran." Itulah Tutut, yang sangat yakin betul masih banyak rakyat yang mengagumi ayahnya, berikut kagum pada kerudung dan senyum manis khas dia, tentunya.

Bagi Siti Hardiyanti Rukmana nama mantan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
ayahnya masih sangat laik jual di bidang politik. Untuk menjadi pemimpin tertinggi di republik ini dia, yang dipanggil Mbak Tutut, menyebut kendaraan politik pengusungnya yakni Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) adalah satu-satunya partai yang pendiriannya direstui oleh Pak Harto.

Pak Harto adalah pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) PKPB nomor satu. Sama seperti sebelum menjadi Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
PKPB, setiap tampil di muka umum Tutut selalu menggunakan kerudung indah yang dibalut senyum manis khasnya.

Menjelang Pemilu 2004 Tutut hadir menjadi Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
baru mewakili trah Pak Harto. Isu yang digongkan oleh Tutut dan segenap jajaran teras PKPB adalah besarnya kerinduan masyarakat untuk kembali mengalami kehidupan yang tenang, damai, sejahtera, berkecukupan, dan berketuhanan. Kehidupan seperti itu pernah disajikan oleh rezim Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
yang dipimpin Pak Harto selama 32 tahun. Tutut tidak membawa sedikitpun paham ideologi Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
isme. ht

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 Apr 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Pemikir Islam Inklusif Jaminan Produk

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini akan dibahas beberapa bahan pangan penting yang memiliki khasiat ampuh untuk keawetmudaan dan panjang umur.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: