WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Era Baru Pengadaan Persenjataan TNI

Era Baru Pengadaan Persenjataan TNI
Sjafrie Sjamsoeddin | TokohIndonesia.com | RPR

Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin tidak akan pernah lupa pesan yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono ketika ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan pada tahun 2005. Ia diminta untuk mengubah citra Dephan sebagai departemen yang "boros dan bocor".

Wakil Menteri Pertahanan 2010-Sekarang
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sjafrie Sjamsoeddin

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sjafrie Sjamsoeddin

Skip TOC

Article Index

  1. Era Baru Pengadaan Persenjataan TNI current position
  2. DCM untuk Pengadaan Alutsista

Tiga departemen yang dikenal tak efisien dalam menggunakan anggarannya adalah Departemen Pertahanan, Departemen Pendidikan, dan Departemen Agama.

Sjafrie kemudian mencoba melakukan pembenahan ke dalam, terutama dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Ia membentuk tim bersama di dalam departemen di mana keputusan pengadaan alutsista dibahas oleh Dealing Center Management (DCM).

Mengubah sebuah sistem yang sudah mengakar tidaklah mudah, apalagi begitu banyak kepentingan yang bermain di dalamnya, termasuk berbagai pihak yang selama ini ikut menikmati rezeki nomplok dari pengadaan alutsista untuk kepentingan Tentara Nasional Indonesia.

Besarnya kenaikan harga yang dinikmati dari setiap pembelian alutsista antara 30 hingga 40 persen. Tidak usah heran apabila Departemen Pertahanan dikenal sebagai departemen yang "boros dan bocor".

Cara-cara seperti itu bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga membuat TNI tak pernah bisa memiliki postur yang bisa diandalkan. Padahal, uang yang disediakan untuk pengadaan alutsista sangat terbatas.

Tak bisa sendiri
Karena menyangkut sebuah sistem, pembenahan tidak mungkin dilakukan sendiri. Apalagi pemainnya bukan hanya berasal dari kalangan dalam Dephan maupun TNI, tetapi juga pihak luar, termasuk kalangan swasta, baik itu swasta murni maupun "setengah" swasta.

Pengalaman masa lalu menunjukkan besarnya peranan "pihak ketiga". Dalam pengadaan alutsista yang terakhir ketika Indonesia mendapat kredit negara dari Rusia sebesar 1 miliar dollar AS, masih kuat keinginan dari "pihak ketiga" untuk berperan serta.

Sejak awal pembicaraan telah ada pihak yang mencoba mengatasnamakan Pemerintah Indonesia untuk melakukan transaksi bisnis dengan pihak Rusia. Sampai-sampai ketika delegasi resmi Dephan yang dipimpin Sekjen Dephan tiba di Moskwa, tim ini sempat dipertanyakan keabsahannya karena sudah ada pihak pertama yang datang untuk melakukan negosiasi.

Meski sistem politik besar sudah berubah, perilaku dari bangsa ini masih seperti dulu. Kebiasaan untuk mendapatkan rente seperti pada masa lalu masih tetap kuat.

Untuk itu, langkah Dephan untuk menerapkan sistem satu pintu pada pengadaan alutsista harus didukung. Seperti diakui Menhan Juwono, tidak mudah untuk menghapuskan sama sekali yang namanya "rekanan". Tetapi, Dephan sangat serius untuk mengubah citranya sebagai departemen yang "boros dan bocor". Niatan Badan Pemeriksa Keuangan untuk ikut mengawasi setiap pengadaan alutsista juga dinilai positif. (SURYOPRATOMO, Kompas 12 September 2007) e-ti

 

Page 1 of 2 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 12 Sep 2007  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menjelaskan bagaimana cara penulisan surat lamaran yang baik serta panduan untuk menghadapi wawancara khususnya wawancara dalam bahasa Inggris.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: