Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Psikolog Spesialis Parenting

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Psikolog Spesialis Parenting
Elly Risman Musa | e-ti | majalah.hidayahtullah.com

Direktur pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati ini dikenal gigih dalam menyuarakan perlunya orang tua mengasuh dan mendidik anaknya dengan sungguh-sungguh. Sebagai psikolog yang fokus pada parenting dan pendidikan anak selama lebih dari 25 tahun, ia kerap menggelar seminar serta diundang menjadi pembicara dalam berbagai talkshow.

Psikolog
Lihat Curriculum Vitae (CV) Elly Risman Musa

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Elly Risman Musa

QR Code Halaman Biografi Elly Risman Musa
Bio Lain
Click to view full article
Prijanto
Click to view full article
Reza
Click to view full article
Yupiter Gulo
Click to view full article
Nia Dinata
Click to view full article
Putera Sampoerna
Click to view full article
Harun Bin Said
Click to view full article
Dede Eri Supria
BERITA TERBARU

Anak adalah titipan Tuhan. Tapi sayangnya, tak semua orang tua siap menjaga amanah Tuhan dengan mencukupi semua kebutuhan anak. Setidaknya itulah yang dikatakan psikolog Elly Risman. Ia prihatin karena kebanyakan orang tua lalai memenuhi kebutuhan anak dalam hal moral dan spiritual, dan merasa sudah cukup hanya dengan memberi limpahan materi.

Jika itu yang terjadi maka harapan untuk menjadi orang tua yang baik jauh panggang dari api. Terlebih jika anak hidup di era digital seperti sekarang ini, dimana teknologi tengah berkembang dengan pesatnya yang kemudian semakin memperlebar akses kepada hal-hal berbau pornografi. Mulai dari film, sinetron, games (permainan), situs internet, SMS bahkan Komikus
Komikus
komik
semuanya kini banyak dibumbui dengan pornografi yang menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai. Itulah kemudian yang menjadi fokus utama Elly Risman dalam menyadarkan para orangtua betapa pentingnya memagari anak dari hal-hal negatif. Pornografi memang menjadi momok bagi para orang tua, karena selain merusak akhlak ternyata juga dapat merusak perkembangan otak anak.

Mengutip hasil riset dr Donald Hilton, seorang ahli bedah otak dan dokter terkemuka dari Amerika Serikat yang diundang Yayasan Kita dan Buah Hati pada Februari 2010, dikatakan, bila kokain merusak otak di tiga bagian, maka pornografi atau kecanduan seks akan merusak otak di lima bagian. Bayangkan, saking dahsyatnya racun pornografi sampai mengalahkan racun narkoba. Dan bagaimana jika hal itu terjadi pada anak-anak kita, mau dikemanakan masa depan bangsa ini?

Sayangnya, masih banyak orang tua yang tidak peka terhadap hal ini. Mereka justru terjebak dalam pola mendidik anak yang salah. Yang paling jelas terlihat saat ini adalah pembagian tugas antara ibu dan ayah, ayah bekerja mencari nafkah sedangkan tugas mendidik anak menjadi tanggung jawab ibu sepenuhnya. Terang saja hal itu amat menyesatkan dan menyalahi kodrat orangtua yang seharusnya saling bahu membahu dalam mendidik anak. Apalagi sekarang kaum ibu banyak yang diserap dunia kerja. Jangankan mendidik, menanyakan kegiatan anak saja mungkin jarang dilakukannya karena terlampau disibukkan dengan urusan pekerjaan. Anak hanya mendapat sisa-sisa waktu, bukan waktu berkualitas seperti yang seharusnya diberikan.

"Ubah pola hanya ibu yang mengasuh anak dan ayah yang bekerja menjadi dual parenting, kerja sama ibu dan ayah dapat mempermudah bentengi anak dari pornografi," tutur Elly saat menjadi pembicara dalam seminar 'Membentengi Anak Terhadap Dampak Media Digital' di Gedung Menza, Salemba, Jakarta Pusat, 20 Juli 2010.

Contoh lain, masih ada segelintir orangtua yang merasa malu jika tidak mampu memfasilitasi sang anak dengan gadget-gadget keluaran terbaru. Mereka cukup merasa tenang jika anaknya menghabiskan waktu berjam-jam di depan monitor komputer memainkan berbagai jenis games. Padahal tidak semua games itu pantas dimainkan anak-anak, karena bukan hanya menyuguhkan adegan kekerasan tapi juga mengandung unsur pornografi.

Orang tua juga langsung kebingungan saat dihadapkan pada pertanyaan tentang seksualitas yang terlontar dari bibir mungil anak-anaknya, dan kebanyakan orangtua cenderung memilih untuk menghindar karena masih menganggap seks sebagai hal yang tabu untuk diketahui si anak. Karena tidak mendapat informasi yang dibutuhkan maka anak akan berusaha mencarinya di luar misalnya melalui teman sekolah, atau dari situs-situs dewasa yang kemudian berakibat fatal karena terjerumus pada hal-hal negatif yang sebetulnya belum pantas untuk mereka lakukan.

Pentingnya memagari anak dari hal-hal negatif. Pornografi memang menjadi momok bagi para orang tua, karena selain merusak akhlak ternyata juga dapat merusak perkembangan otak anak.

Menurut Elly, anak belum bisa membedakan mana yang bahaya dan mana yang tidak. Jadi mereka belum bisa mengambil keputusan serta mengontrol emosinya. Pendidikan dan pelatihan yang baik baru berkembang di atas usia 15 tahun.

Pada anak yang sudah terjangkit pornografi, perasaannya akan kacau balau. Orangtua pun tidak mengerti jika anaknya tiba-tiba suka marah-marah dan uring-uringan. Ditambahkannya lagi, ada hormon-hormon kenikmatan yang keluar dan berbagai hormon lainnya berlebihan mengeluarkannya karena si anak harus berkonsentrasi merasakan kenikmatan yang dirasakannya. Maka, dengan sendirinya otak anak akan menciut. Kalau sudah begitu, sifat kemanusiaannya rusak dan bisa-bisa perilakunya berubah jadi seperti binatang.

Orangtua pun bersikap biasa-biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa pada anak mereka. Budaya 'cuek' itulah yang amat disayangkan oleh Elly. Maka dari itu, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
berkerudung ini menyarankan orang tua untuk meminimalisir kemungkinan anak menjadi pecandu pornografi. Salah satu caranya adalah dengan tidak memberikan perangkat elektronik misalnya handphone yang mendukung layanan internet pada anak usia SD hingga SMP.

Namun jika anak sudah terlanjur terpapar virus bernama pornografi maka untuk mengatasinya menurut Elly ada empat langkah yang bisa dilakukan untuk menormalkan otak anak. Pertama, anak itu sadar jika dia kena kecanduan. Kedua, dia mau keluar dari kecanduan itu dan harus ada dukungan keluarga. Ketiga, harus ada terapi. Keempat, harus hadirkan Tuhan di dalam dirinya. Sebab, baik anak maupun orang dewasa yang kecanduan pornografi, otomatis telah melanggar perintah Tuhan. Tuhan mengatakan tahan pandanganmu dan jaga kemaluanmu. Tetapi, justru dilanggar dan tidak mau menahan pandangan.

Anak adalah peniru yang ulung, oleh karena itu, orangtua sudah seyogyanya mengambil peran agar anak-anaknya tidak mencontoh perbuatan-perbuatan yang melanggar norma terutama norma agama. Pendidikan agama merupakan fondasi awal dalam membangun karakter seorang anak. Jika fondasi itu sudah kokoh, orang tua akan dengan tenang melepas anaknya menghadapi perubahan zaman.

Yang tak kalah penting adalah kemampuan berkomunikasi para orang tua agar bisa membangun suasana yang hangat dengan anak-anaknya. "Orangtua zaman sekarang bisanya main perintah, marah, dan mengancam," kata Elly Risman seperti dikutip dari situs wartakota. Alangkah bijaksananya jika orangtua dapat menggantikan kemarahan dengan sikap simpatik, menukar egoisme dengan penerimaan, penghargaan, dan pujian untuk anak. Menjadi orang tua yang baik tidak mudah namun bukan berarti tidak mungkin. Oleh sebab itu, untuk para orangtua Elly Risman berpesan agar jangan malas mencari dan terus menggali ilmu bagaimana cara mendidik anak agar menjadi anak yang tangguh.

Fokus pada Dunia Anak
Elly Risman, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
kelahiran Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
21 April 1951 ini menamatkan pendidikannya dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia di tahun 1979. Dua tahun setelah berhasil meraih gelar sarjana ia mendirikan PT Surindo, perusahaan Pendiri dan Presiden MarkPlus Inc
Pendiri dan Presiden MarkPlus Inc
marketing
research. Di perusahaan tersebut ia menjabat sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Operasi selama 15 tahun. Sementara ilmunya di bidang psikologi diterapkan di dunia pendidikan anak sejak tahun 80-an dengan mendirikan taman kanak-kanak dan pondok pesantren.

Pada tahun 1992, Elly bertolak ke Amerika Serikat. Kepergiannya ke negara adikuasa itu untuk mendampingi sang suami yang mengambil program PhD. Ketika berada di negeri Paman Sam itu, ia tertarik untuk mendalami pendidikan parenting hingga kemudian mengambil kelas-kelas parenting di Florida State University-Talahase. Baru setahun bermukim di Amerika, Elly sudah melahirkan karya nyata yakni mendirikan TK/TP Al Qur'an di Talahase. Selain sebagai pendiri, Elly juga menjabat sebagai kepala sekolah hingga tahun 1997.

Empat tahun berselang, Elly kembali ke tanah air. Kemudian pada tahun 1998, ibu tiga putri ini mendirikan sebuah yayasan nirlaba bernama Yayasan Kita & Buah Hati. Yayasan yang didirikan bersama Neno Warisman itu bergerak dalam bidang pendidikan parenting (pola asuh dalam keluarga). Aktivitasnya mencakup seminar kepada orang-tua, guru dan sekolah, serta organisasi lain yang menginginkan perbaikan dari masalah parenting, pendidikan komunikasi dengan anak atau murid.

Yayasan tersebut juga memberikan masukan kebijakan mengenai parenting dan pendidikan anak kepada beberapa lembaga seperti BKKBN, Departemen Pendidikan, Departemen Agama, Departemen Kesehatan, Pendiri Nahdlatul Ulama 1926
Pendiri Nahdlatul Ulama 1926
Nahdlatul Ulama
, dan Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
. Selain itu banyak juga sekolah yang menggunakan jasa Yayasan Kita & Buah Hati, sebut saja sekolah Al-Fikri- Depok, Nurul Fikri- Cimanggis, dan Al-Azhar Jakarta.

Puluhan psikolog telah bergabung dalam yayasan itu di bawah komando Elly sebagai Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
pelaksana. Selain disibukkan dengan rutinitas seminar dan mengurus yayasannya, Elly juga aktif dalam beberapa kegiatan yang tentunya masih berkaitan dengan dunia anak. Seperti menjadi anggota Kelompok Kerja Kesejahteraan Anak KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Pemberdayaan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
, mengasuh kolom konsultasi keluarga & seksualitas remaja Harian Umum Republika, serta mendirikan perpustakaan bagi anak-anak tidak mampu di wilayah Pondok Gede. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 17 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada.com
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: