WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bukan Kacang Lupa Kulit

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bukan Kacang Lupa Kulit
e-ti | matanews

Tidak banyak orang mengenal Sofyan Djalil sebelum dia diangkat menjadi Menkominfo (2004-2007) dan Menneg BUMN (2007-2009). Dia mulai dikenal setelah aktif sebagai relawan Lembang 9 (tim sukses JK) yang kemudian bergabung dalam tim sukses SBY-JK dalam Pilpres 2004. Ketika itu, TokohIndonesia.com menyebutnya sebagai mutiara yang masih terpendam.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, 2015-2019
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sofyan Djalil

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sofyan Djalil

QR Code Halaman Biografi Sofyan Djalil
Bio Lain
Click to view full article
Pramono Anung
Click to view full article
Agnes Monica
Click to view full article
Gombloh
Click to view full article
Abdoel Semute
Click to view full article
Wahidin Sudirohusodo
Click to view full article
Binny Buchori
Click to view full article
Yudhi Komarudin
BERITA TERBARU
Skip TOC

Article Index

  1. Bukan Kacang Lupa Kulit current position
  2. 02 | Mutiara Bangsa dari Aceh
  3. 03 | Menkofinfo Jadi Meneg BUMN

Sebagai Menkominfo dia dinilai sukses sehingga diangkat menjadi Menneg BUMN pada reshuffle Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Kabinet Indonesia Bersatu
2007.Tidak tanggung-tanggung, dia pun segera merencanakan merger dan privatisasi 100 BUMN. Namun rencana ini tak pernah terwujud. Selama menjabat BUMN, dia lebih banyak meneruskan kebijakan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
pendahulunya. Publik tidak banyak mengetahui apa yang dilakukannya, selain melihat kultur dan kinerja BUMN tetap seperti sediakala.

Kemudian dalam Pilpres 2009, Sofyan Djalil tidak terlibat langsung lagi sebagai tim sukses Capres. Hal ini bisa dimaklumi karena Wakil Presiden Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
(JK) bersaing dengan Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY). Ketika Pilpres 2009 usai, di mana Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
kalah dan SBY menang, beredar berita bahwa beberapa Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
menjauhi Wapres JK, termasuk Sofyan Djalil. Berbagai kalangan yang mengetahui kedekatannya dengan JK menudingnya sebagai orang yang lupa kacang akan kulitnya.

Namun, tudingan ini dibantah, bahkan isterinya Ratna Megawangi turun tangan, memberi penjelasan bahwa tidak benar Sofyan Djalil menjauhi JK. Dalam beberapa kunjungan Wapres JK, Sofyan Djalil memang tidak hadir karena memang sedang mengurus sekolah anak ke Amerika. Intinya, Sofyan Djalil bukanlah orang bertipe kacang yang lupa kulitnya. Bukan pula orang yang gila jabatan. Dijelaskan, keluarganya adalah berkarakter baik dan menjunjung tinggi etika moral.

Entah ada kaitannya, Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
BUMN Sofyan A Djalil pun beberapa waktu kemudian mengutarakan tengah mempersiapkan diri untuk tidak menjadi menteri pada masa Kabinet SBY-Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-2014)
Boediono
2009-2014. "Saya menyiapkan diri untuk tidak menjadi menteri. Untuk itu, semua program untuk menteri selanjutnya akan saya persiapkan. Jadi menteri yang akan datang tinggal menjalankannya," kata Sofyan kepada para Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
ketika ingin memasuki lift di Gedung Kementerian BUMN, Rabu (2/9/2009). Namun, "Jika terpilih lagi Alhamdullilah. Semuanya itu terantung hak preogratif presiden," ujarnya berharap sembari menutup pintu lift.

Lalu, kebetulan, tak lama berselang, gempa dengan kekuatan 7,3 SR berpusat di laut sekitar 140 km dari Tasikmalaya, mengguncang pulau Jawa, termasuk Gedung BUMN. Semua, pegawai BUMN berhamburan ke luar gedung. Tetapi Sofyan Djalil dan pengawalnya tidak terlihat ikut berhamburan, dia bertahan di ruang kerjanya. Lalu, berselang beberapa menit, dia dan pengawalnya melambaikan tangan dari jendela kantornya.

Dekat dengan Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla

Sofyan Djalil belum banyak dikenal orang sebelum diangkat menjadi Menkominfo (2004-2007) dan Menneg BUMN (2007-2009). Isterinya, Ratna Megawangi, justru lebih dikenal publik karena sering menulis di koran. Sofyan Djalil mulai dikenal publik setelah dekat dengan Jusuf Kalla di Lembang 9. Lembang 9 adalah tim sukses Jusuf Kalla ketika mengikuti konvensi Capres Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
2004 yang berkantor di Jalam Lembang No.9, Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian, setelah JK dilamar SBY menjadi Cawapres, Tim Lembang 9 bergabung dalam tim sukses SBY-JK pada Pilpres 2004. Sofyan Djalil ikut di dalamnya sebagai relawan. Dalam kesempatan itu, TokohIndonesia.com mulai mengenalnya selepas wawancara dengan JK, karena JK menugaskannya berhubungan dengan TokohIndonesia.com.

Ternyata, dia sudah pernah menjabat Staf Ahli Menteri Negara Pendayagunaan BUMN bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM/Asisten Kepala Badan Pembina BUMN Bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM (Juni 1998-Februari 2000).

Pria kelahiran Perlak, Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
23 September 1953, ini juga lulusan Doctor of Philosophy (Ph.D), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachussets, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy, tahun 1993. Dia juga seorang peneliti dan konsultan.

Setelah mengetahui berbagai latar belakangnya, Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
TokohIndonesia.com mewawancarai dan menulis biografinya dengan judul: Mutiara Terpendam dari Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
. Kemudian, setelah dia diangkat menjadi menteri diperbaharui menjadi: Mutiara Bangsa dari Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
.

Lead artikel itu berbunyi demikian: "Kisah hidup anak petani ini pantas dijadikan inspirasi bagi penimba pengalaman. Mantan Asisten Kepala Badan Pembina BUMN/ Staf Ahli Meneg BUMN, ini bak mutiara yang masih terpendam sebelum diangkat menjadi Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika) kemudian menjadi Menteri Negara BUMN Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Kabinet Indonesia Bersatu
. Dia mutiara bangsa (berjiwa kebangsaan dan negarawan) dari Aceh.

Suami Ratna Megawangi ini seorang profesional, dosen dan konsultan spesialisasi implementasi good corporate governance dan corporate communication. Dia berobsesi, di mana pun berada, dapat memberikan nilai tambah (added value) sebagai amal soleh.

Sangat diyakini, kedekatan Sofyan dengan JK telah memungkinkan dia dipercaya menjadi Menkominfo, setelah SBY – JK memenangi Pilpres 2004. Selain memang karena kapasitasnya, sebagaimana digambarkan dalam biografinya di TokohIndonesia,com, dia memang terbilang menonjol dalam kegiatan Tim Sukses SBY-JK. Walaupun pasti disadari bahwa banyak orang punya kapasitas lebih dari dia, tetapi tidak punya kesempatan jadi menteri.

Kepada TokohIndonesia.com, Sofyan sendiri mengaku sebelum dipanggil ke Cikeas, awal Oktober 2004, dalam rangka penyusunan kabinet SBY-JK, dia belum pernah ketemu (empat mata, serius) dengan SBY. Namun, pada saat itu, JK sudah mempercayakannya mengurusi beberapa hal. Kedekatan JK dengan Sofyan Djalil makin tertangkap publik ketika proses penyelesaian masalah Aceh Merdeka.

Ketika TokohIndonesia.com wawancara kembali dengan Jusuf Kalla setelah tiga setengah tahun menjabat Wakil Presiden, termasuk mempercakapkan bagaimana kinerja Sofyan Djalil sebagai Menkominfo dan Menneg BUMN. Wapres menyatakan cukup bagus.

Sofyan Djalil memang tampak selalu mendampingi Wapres Jusuf Kalla dalam berbagai kunjungan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Nama Sofyan Djalil pun semakin melambung dikenal publik dalam jabatannya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (2004-2007). Dia dinilai berhasil memimpin Depkominfo. Walaupun ada kebijakannya yang mengundang kegelian ketika melarang tayangan televisi lewat tengah malam demi penghematan, serta penolakannya atas penggunaan open source software. Namun, secara umum, dia dianggap cukup berhasil meneruskan sebagian apa yang sudah digariskan dan diprogramkan Menkominfo pendahulunya Syamsul Muarif tentang Grand Strategy Telematika Indonesia.

Bahkan, menurut pengakuan Sofyan sendiri, Presiden juga menyatakan cukup puas atas kinerjanya sebagai Menkominfo selama dua setengah tahun, dilihat dari indikator kepastian regulasi frekuensi dan penerimaan negara. Presiden merasa puas dengan terobosan yang dibuat Sofyan berupa transparannya manajemen ferekuensi sehingga komunikasi dan informatika kembali kepada rule based.

Sofyan mengungkapkan hal itu ketika dipanggil SBY ke Cikeas, dalam rangka pergantian dan rotasi anggota KIB. Dalam pergantian menteri itu Sofyan dipindahposisikan menjadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN), 7 Mei 2007.

Beberapa pengamat meyakini pula, pengangkatan Sofyan menjadi Menneg BUMN, selain karena keberhasilnnya sebagai Menkominfo, juga lebih karena kedekatannya dengan Jusuf Kalla. Sehingga ketika tersebar kabar berita, Sofyan Djalil ikut menjauhi Jusuf Kalla setelah kalah dalam Pilpres 2009, cukup mengejutkan. Untunglah isterinya Ratna Megawangi segera menjelaskan bahwa Sofyan tidak benar menjauhi Jusuf Kalla. Rupanya, dia bukan orang bertipe kacang lupa kulitnya.

Dijelaskan, Sofyan dan keluarganya sangat menjunjung tinggi etika moral. Perjalanan hidup Sofyan sendiri sesungguhnya cukup menggambarkan betapa dia telah melampaui perjuangan sejak kanak-kanak, menjadi pejaga mesjid hingga digelari "James" sampai menjadi menteri.

Kendati dalam bahasa Aceh sangat sulit mencari kata asli (Aceh) untuk menyatakan terimakasih, Sofyan bukanlah tipe orang yang tidak tahu berterimakasih. Jika tidak salah, sebagai putera bangsa, dia adalah orang yang sering berterimakasih. Bahkan selalu bersyukur atas apa yang diperolehnya.

Namun, sebagaimana digambarkan Yudiantoro, seorang yang pernah bekerja untuk Sofyan Djalil dari tahun 2001-2005, Sofyan Djalil bukan tanpa kelemahan, salah satunya adalah (penilaian pribadi) ketidakmampuan beliau untuk merubah secara drastis kebijakan-kebijakan Kementrian Negara BUMN. "Beliau juga termasuk orang yang sangat susah untuk mempercayai orang (bahkan dalam satu kesempatan, beliau pernah berkata bahwa beliau tidak punya sahabat karib), sehingga perputaran kebijakan berada dalam lingkaran yang sangat kecil dan sulit diukur akuntabilitasnya." tulis Yudiantoro.

Janjikan 100 BUMN Merger dan Privatisasi
Situs resmi pemerintah (indonesia.go.id) pada 21-08-2007, merilis pernyataan Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, bahwa pemerintah secara bertahap akan melakukan revitalisasi dan merger terhadap sekitar 100 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk efisiensi.

"Kita sudah siapkan sejumlah BUMN yang akan dimerger dengan tujuan agar lebih efektif dan efisien pengelolaannya," katanya kepada Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto di Dusun Punagaya, Kabupaten Jeneponto, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
, Minggu (21/8/2007).

Pernyataan ini dikemukakannya berulang kali. Walaupun kemudian rencananya makin diciutkan dari sebelum 100 BUMN menjadi 37 BUMN yang akan dimerger dan diprivatisasi.

BUMN yang akan diprivatisasi itu antara lain: Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Makassar, Kawasan Industri Wijaya Kusuma, BNI Persero, Adhi Karya, PT Asuransi Jasa Indonesia, BTN, Jakarta Lloyd, Krakatau Steel, Industri Sandang, PT Inti, Rukindo, dan Bahtera Adi Guna, Kemudian, PT Perkebunan Nusantara III, PT Perkebunan Nusantara IV, PT Perkebunan Nusantara VII, dan Sarana Karya, Semen Batu Raya, Waskita Karya, Sucofindo, Surveyor Indonesia, Kawasan Berikat Nusantara, Pembangunan Perumahan (melalui IPO), Kawasan Industri Surabaya, dan Rekayasa Industri. Yodya Karya, Kimia Farma dan Indo Farma (keduanya mau merger), PT Kraft Aceh, PT Dirgantara Industri, Boma Vista, PT Barata, PT Inka, Dok Perkapalan Surabaya, Dok Perkapalan Koja Bahari, Biramaya Karya, dan Industri Kapal Indonesia (Kominfo Newsroom, 21/1/2008).

Namun, rencana ini mengundang kontroversi. Bahkan ada yang mengulasnya sebagai fakta dan kebohongan privatisasi di Indonesia. Sehingga sampai dia mengakhiri tugas sebagai Menneg BUMN rencana itu belum terwujud.

Maka, sehubungan dengan pernyataannya telah mempersiapkan diri untuk tidak menjadi menteri lagi, dia diharapkan untuk membenahi dulu semua permasalahan yang terjadi di sejumlah BUMN, khususnya di BUMN strategis, agar menteri yang menjabat nanti tidak mendapat warisan masalah. TI/CRS

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Page 1 of 3 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 12 Sep 2009  -  Pembaharuan terakhir 27 Oct 2014
Penggubah Lagu Indonesia Raya Bersinar Cantik

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Rahasia menghasilkan uang lebih banyak dan lebih cepat. Penjualan Anda pasti meledak!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: