WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Tersandung Pimpin BPPN

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Tersandung Pimpin BPPN
Syafruddin Arsyad | Tokohindonesia.com | repro

Dia beruntung mendapat mandat memimpin Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menggantikan Putu Ary Suta. Kendati alumni ITB, ini tidak berlatarbelakang pendidikan keuangan dan belum pernah memimpin perusahaan. Rupanya Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi percaya kepadanya untuk menangani tugas-tugas besar di BPPN itu. Dia terbilang sukses.

Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Syafruddin Arsyad

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Syafruddin Arsyad

QR Code Halaman Biografi Syafruddin Arsyad
Bio Lain
Click to view full article
Dedi Soedharma
Click to view full article
Sjahrir
Click to view full article
Bachtiar Effendi
Click to view full article
Michael Bambang Hartono
Click to view full article
Sofyan Djalil
Click to view full article
Yunus Husein
Click to view full article
Didik J Rachbini
BERITA TERBARU

Namun setelah dia diganti, tak lama kemudian dia tersandung, ditahan karena disangka terlibat tindak pidana korupsi dalam pelepasan aset Pabrik Gula (PG) PT Rajawali Nusantara Indonesia Tiga di Gorontalo seharga Rp 95 miliar. Padahal aset tersebut ditaksir bernilai lebih Rp 600 miliar, sehingga merugikan negara Rp 516 miliar. Dia pun ditahan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Rabu (22/2/2006) malam. Dia pun membantah terlibat korupsi dan mengajukan keberatan atas penahannannya.

Pengangkatan Syaf – panggilan akrab Syafruddin Arsyad Temenggung – sempat membuat orang agak terkesima. Banyak orang meragukan kemampuan 'pendatang baru' ini untuk memimpin agen penyehatan perbankan yang mengemban tugas pemulihan ekonomi dan menopang anggaran itu. Sebab, nama Syaf memang belum begitu dikenal khalayak selama ini, dibanding dengan nama dua kandidat Ketua BPPN lain yang sempat beredar yakni Arif Arryman dan Arwin Rasyid.

Nama Syaf baru dikenal luas ketika ia menjabat Sekretaris KKSK (Komite Kebijakan Sektor Keuangan). Lagi pula Syaf memang tak punya latar belakang memimpin perusahaan atau pendidikan keuangan. Ia lebih tepat disebut sebagai seorang birokrat yang efisien. Namun soerang petinggi pemerintahan menepis keraguan ini: "Syaf terampil sebagai manajer dan ia tak pernah menghambat urusan orang lain."

Syaf meraih S1 Jurusan Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1983. Setamat dari ITB itu, dia terus-menerus berkarir di pemerintahan. Mula-mula ia bekerja di Departemen Pekerjaan Umum -- sekarang Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Dikenal sebagai orang yang senang belajar, ia melanjutkan pendidikan di bidang pembangunan perkotaan di University College, London, kemudian memperoleh master di bidang Perencanaan Kota dari Universitas Cornell, New York. Di universitas yang sama pula ia menggondol gelar doktor bidang Ekonomi Wilayah dan Ekonomi Pembangunan.

Sementara itu karir pekerjaan yang hingga kini masih dijalaninya antara lain sejak bulan April 2000 hingga sekarang, ia menjabat Sekretaris Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK). Kemudian pada bulan Juni 2000 - 2002 ia mendapat kepercayaan sebagai Deputi Menko Ekuin di bidang Investasi dan Pengembangan Dunia Usaha. Selain itu ia juga mendapat kepercayaan sejak bulan Juni 2000, sebagai Sekretaris Komite Eksekutif dan Pemantau Pelaksanaan Tugas BPPN. Ia juga tercatat sebagai salah seorang Komisaris Lippo Bank. Beberapa jabatan itu dilepas setelah dia menjabat Kepala BPPN.

Sesaat setelah dilantik pada hari Senin 22/4/2002, dia mengatakan akan meneruskan beberapa kebijaksaan yang telah dilakukan para pendahulunya. Dan sebelum melakukan tindakan ke luar, dia lebih dulu melakukan pembenahan internal. Ia memangkas beberapa kewenangan Ketua BPPN sesuai dengan rekomendasi Oversight Committee (OC) BPPN. Nantinya beberapa persoalan tak lagi di tangan Ketua BPPN. Kemudian dia melakukan restrukturisasi dalam tubuh BPPN. Struktur baru yang tidak terlalu sentralistik seperti sebelumnya sehingga diyakini tak akan menghambat prinsip good corporate government di BPPN.

"Tak akan ada lagi unit yang langsung di bawah pengawasan BPPN. Unit itu nantinya akan ditangani oleh Deputi yang ada di BPPN," tegas Syafruddin. Ia lantas memberi contoh soal penunjukan konsultan yang dulu menjadi di tangan Ketua BPPN akan didelagasikan kepada bawahannya.

"Saya juga tak punya banyak waktu untuk menentukan konsultan," ujar Syafruddin. Sebelumnya, kewenangan Ketua BPPN dalam menunjuk konsultan sempat disoal karena dicurigai berpotensi dipakai untuk menggolkan beberapa penjualan aset di BPPN.

Bagaimana dengan tim di BPPN yang ada sekarang ini? "Saya kenal semua dengan mereka, kita akan lihat team work dan saya kira yang penting itu tadi saya ingin bekerja dengan satu tim yang kuat, yang profesional, yang punya integritas dan punya komitmen untuk menjadikan BPPN sebagai agent of recovery. Sehingga yang positif kita teruskan yang belum menunjukkan kinerjanya itu harus kita perbaiki," ujarnya kepada pers di kantornya, Gedung Aetna Danamon, lantai 9, Jl. Panglima Besar TKR/TNI
Panglima Besar TKR/TNI
Sudirman
, Jakarta, Selasa (23/4/2002).

Dengan struktur baru itu, lelaki kelahiran Palembang tanggal 9 Agustus 1959 ini berharap kinerja BPPN akan jauh lebih baik. Dia selaku Ketua BPPN hanya menangani hal-hal strategis. Sementara urusan teknis diserahkan kepada deputy dan bawahannya. Maka tak heran, di tengah kesibukannya, dia masih sempat sesekali meluangkan waktu menyaksikan laga Piala Dunia. "Paling hanya satu dua pertandingan yang sempat saya tonton. Itu pun kalau pertandingannya digelar malam hari atau hari libur. Kalau hari kerja, ya wassalam," katanya, ketika ditanya Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
. Namun, jika kesebelasan favoritnya Jerman sedang bertanding, ia mengaku harus menyempatkan diri berada di depan layar televisi.

Lantas, ada apa dengan kesebelasan Jerman? "Oh, kalau Jerman yang main, saya harus nonton, Itu kan favorit saya. Apalagi, kalau yang main Michael Ballack. Sejak saya suka nonton bola, saya sudah tertarik dengan kesebelasan Jerman. Dulu waktu namanya Jerman Barat, saya suka dengan Franz Beckenbauer, lantas ada Karl-Heinz Rummenigge, lalu ada Lothar Matthaeus, dan sekarang Michael Ballack," lanjutnya.

Syafruddin meramal kesebelasan kebanggaannya akan berhasil menembus babak final. "Siapa yang menang? Saya sih berharap Jermang dong," kata Syafruddin yang berjanji akan mengajak nonton bareng bersama Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
, di kantornya. e-ti | dari Tempo, Kompas dan berbagai sumber

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Aug 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Generasi Ketiga Nyonya Meneer Pejuang Ham Dan Pluralisme

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini akan dibahas beberapa bahan pangan penting yang memiliki khasiat ampuh untuk keawetmudaan dan panjang umur.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: