WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pengusaha Peduli Mata

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pengusaha Peduli Mata
Pandji Wisaksana | TokohIndonesia.com | Thejakartapost

Sejarah profesinya sangat panjang. Dari petugas Palang Merah, wartawan, hingga pengusaha pun pernah disandangnya. Namun, di tengah kesibukannya, perhatiannya tidak lepas dari orang-orang buta. Di dunia usaha dia dikenal sebagai orang yang memelopori pembuatan peralatan rumah tangga dari plastik bermerek Pioneer.

Wakil Ketua Yayasan Universitas Trisakti
Lihat Curriculum Vitae (CV) Pandji Wisaksana

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Pandji Wisaksana

QR Code Halaman Biografi Pandji Wisaksana
Bio Lain
Click to view full article
Widyawati
Click to view full article
Lalu Serinata
Click to view full article
Arifin Panigoro
Click to view full article
Supeno
Click to view full article
Suryo Sumanto
Click to view full article
Christian Hadinata
Click to view full article
Rudy Hadisuwarno

Dialah Pandji Wisaksana, pria kelahiran Bandung, 25 Juni 1925, Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
yang telah meniti karier sejak zaman pendudukan Jepang. Perhatiannya kepada orang buta juga telah dimulai sejak muda. Pada tahun 1968, bersama Ny Nani Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Gubernur DKI Jakarta (1966-1977)
Ali Sadikin
, Pandji mendirikan Bank Mata.

Hingga kini, di masa pensiun, Pandji masih aktif menggalang dana bagi tunanetra dan mereka yang mempunyai masalah mata. Dia masih menjabat sebagai Penasihat Bank Mata Indonesia Pusat dan masih bolak-balik ke Rumah Sakit Mendirikan Indische Partij (1912)
Mendirikan Indische Partij (1912)
Cipto Mangunkusumo
untuk menjenguk orang-orang yang menjalani operasi katarak. Awal Januari lalu dia juga menerbitkan sebuah buku biografi dirinya berjudul Mata Hati Sang Pioneer Indonesia. Di bagian belakang buku itu tertulis pemberitahuan, semua hasil penjualan buku akan disumbangkan untuk menanggulangi kebutaan yang disebabkan katarak pada masyarakat kurang mampu.

Keterlibatan Pandji pada perkumpulan filantropi dunia, Lions Club, sejak tahun 1971 agaknya juga membuka jalan lebar buat Pandji untuk menolong orang buta. Dengan memakai bendera Lions Club, tidak terhitung lagi kegiatan yang diprakarsai Pandji untuk menolong orang buta. Dari membagikan 10.000 tongkat putih, kampanye kepedulian pada orang buta, hingga ikut serta dalam proyek Flying Eye Hospital dari Amerika Serikat pada tahun 1982. Flying Eye Hospital adalah sebuah pesawat DC-8 yang diubah menjadi rumah sakit mini khusus untuk bedah mata yang dilengkapi dengan sembilan kamera audiovisual.

Ayah yang buta
"Seperti memberikan dunia baru bagi mereka," ujar Pandji memulai pembicaraan tentang kiprahnya pada orang buta.
Bukan tanpa latar belakang Pandji tertarik menolong orang buta. Ayahnya, almarhum Phan Jam Soe, adalah penyandang tunanetra akibat bekerja di tambang timah di Pulau Belitung. "Ayah sudah melakukan berbagai cara pengobatan hingga ke Bandung, tetapi tidak sembuh juga. Malah akhirnya buta," kenang Pandji yang lahir di Bandung, 25 Juni 1925.

Walau buta, Phan Jam Soe tidak ketinggalan informasi. Setiap sore dia meminta salah seorang pegawainya untuk membacakan buku atau koran. "Ayah tidak seperti orang buta. Penciuman dan pendengarannya yang tajam membuat dia bisa bekerja dan tahu banyak hal. Dia sukses sebagai pedagang," tutur Pandji yang pernah bercita-cita menjadi dokter mata.

Kiprah Pandji sendiri di bidang sosial sebenarnya sudah dia rintis sejak muda. Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1945, Pandji yang bekerja sebagai Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
di Bandung Herald, harian berbahasa Mandarin pertama di Bandung, selalu membawa tas P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan) ke mana pun dia meliput. Kebiasaan ini tumbuh karena sejak berusia 12 tahun Pandji ikut dalam kegiatan pandu. Di situlah Pandji belajar untuk peduli kepada sesama.
"Ketika Jepang menjajah, sering terjadi letupan perlawanan.

Jadi, setiap kali bekerja, saya melakukan dua tugas. Pertama, sebagai peliput berita. Kedua, sebagai pembantu petugas Palang Merah. Puncaknya adalah peristiwa Bandung Lautan Api," cerita Pandji yang mengisi tas P3K-nya dengan perban, kapas, alkohol, obat antibiotik, obat merah, dan boorsalep, yang semuanya disiapkan dengan dana pribadi.

Penghargaan
Suami dari Trijuani dan ayah lima anak ini telah menerima berbagai macam penghargaan, antara lain Satyalancana Pembangunan dari Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
(1983), Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
Teladan DKI dari Gubernur DKI (1977), International President's Award dari Lions Club International (1989), dan penghargaan dari Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Sosial (1999).

Penghargaan itu juga diberikan karena kepeloporannya di industri plastik. Pandji yang pertama kali membuat sikat gigi dari nilon di Indonesia pada tahun 1954. Semula sikat gigi yang ada di pasaran memakai bulu babi sebagai sikatnya. Pandji juga yang pertama kali membuat pipa air plastik, menggantikan pipa besi pada tahun 1963. Namanya pralon. Nama ini akhirnya populer untuk menyebut pipa plastik. Pandji pun mendapat julukan "Bapak Pralon Indonesia". Dia menyumbang pipa pralon secara gratis untuk pembangunan Masjid Istiqlal. Pada tahun 1968, perusahaan pralon ini dia lepas dan diberikan kepada salah seorang sahabatnya.

Di usia yang boleh dibilang lanjut ini Pandji tetap sehat. Flu dan batuk pun jarang hinggap di tubuhnya. Ini karena dia rajin melakukan fitnes. Setiap kali cek kesehatan, hasilnya selalu menggembirakan dan dia tidak pantang makanan apa pun. Kunci dari semua keberhasilannya karena dia selalu memegang pepatah China, tian shang you tian, di atas langit masih ada langit. Pepatah ini bisa diartikan untuk tidak sombong dengan selalu mensyukuri apa yang dimiliki. (M Clara Wresti, Kompas, 5 Maret 2007)

***

PANDJI Wisaksana

Lebih dari 30 tahun ia menekuni Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
karet dan plastik. Biasa dipanggil Panji, ia dijuluki ''Raja Plastik'' dan ''Bapak Pralon'', orang pertama yang memperkenalkan pipa plastik di pasaran Indonesia.

Setelah lulus SM Bandung English School, anak keempat dari sepuluh bersaudara ini belajar bahasa Jepang. Ia mulai membantu usaha orangtuanya, Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
angkutan di Bandung, yang pada zaman Jepang berdagang tembakau dan hasil bumi. Sebagai sambilan, Panji mengajarkan bahasa Jepang kepada seorang Cekoslovakia -- bekas pegawai pabrik sepatu Bata -- yang berjualan ban bekas buat sepeda. ''Saya pun menjadi salesman- nya,'' ia mengenang awal kariernya.

Pecah revolusi kemerdekaan, ia bergabung dengan Palang Merah Indonesia, dan pernah menjadi Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Bandung Herald. Kembali ke Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
, ia bermodalkan tiga truk, meneruskan usaha orangtuanya. Tetapi, ''Bidang industri ternyata lebih cocok buat saya,'' tuturnya.Berkenalan dengan Wong Haking, pengusaha sikat gigi dari Hong Kong, Panji mendirikan dan menjadi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Pabrik Sikat Gigi Haking di Jakarta, 1954. Diversifikasi usaha dilakukannya dengan mendirikan PT Siliwangi Knitting Factory, 1955.

Panji mendirikan PT Vitafoam Indonesia, patungan PT Pioneer Plastics Ltd., yang dipimpinnya sejak 1964, dengan Inoue MTP Ltd., dan Vita International, 1975. Sejak itu semua barang produksinya tidak lagi memakai merk Haking, tetapi Pioneer.

Menyerap lebih dari 800 tenaga kerja, enam perusahaan Panji kini dipimpin dua anaknya yang lulusan sekolah di luar negeri. Ia sendiri masih mengawasi kegiatan usahanya lewat seperangkat komputer di ruang kerjanya. Omset dan pajak? ''Ah, perusahaan kami kecil,'' katanya merendah.

Panji menikah dengan Tri Juanni, dan dikaruniai empat anak. District Governor 307 Lions Club International ini juga salah seorang pendiri Bank Mata DKI Jaya, Ketua Umum Yayasan Panji Sejahtera, dan Wakil Ketua Yayasan Universitas Trisakti. Sebagai Pengusaha Teladan 1977, ia menerima Piagam dari gubernur DKI Jaya. Pada 1981 ia menerima Asia Award untuk bidang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
plastik. Dari pemerintah RI ia menerima Satya Lencana Pembangunan, 1983.

Di kala senggang, ia menggemari golf, renang, dan piknik. (PDAT) e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 05 Mar 2007  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Dedikasi Dan Integritas Untuk Bangsa Ulama Ahli Fiqh

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Rahasia menghasilkan uang lebih banyak dan lebih cepat. Penjualan Anda pasti meledak!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: