WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pastor Peduli Petani

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pastor Peduli Petani
Tan Soe Ie SJ | TokohIndonesia.com | Wordpress

Dia seorang rohaniawan, pastor yang sangat peduli pada petani. Fransiskus Xaverius Tan Soe Ie SJ yang akrab dipanggil Romo Tan, punya obsesi ikut berperan meningkatkan kesejahteraan petani kecil. Pintu masuk untuk mewujudkan obsesinya itu adalah cacing. Cacing dijadikannya 'mesin' pupuk organik yang disebut Kascing (bekas cacing).

Pastor
Lihat Curriculum Vitae (CV) Tan Soe Ie SJ

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Tan Soe Ie SJ

QR Code Halaman Biografi Tan Soe Ie SJ
Bio Lain
Click to view full article
Nakoela Soenarta
Click to view full article
Burhanuddin Muhtadi
Click to view full article
Soeparno
Click to view full article
Darwis Triadi
Click to view full article
Muchsin
Click to view full article
Adi Bing Slamet
Click to view full article
Kristoforus Sindhunata

Cacing di matanya adalah lambang kesuburan. Binatang melata berlendir, liat, tanpa telinga dan mata, dan tak bertulang itu dia ubah jadi "mesin" pembuat pupuk organik. Kascing" atau bekas cacing tidak lebih dari kotoran cacing.

"Kotoran cacing tidak bau," katanya, sambil menyorongkan segenggam pupuk kotoran cacing.

Di tempat tinggalnya, Desa Ponggol, Hargobinangun, Pakem 21 kilometer utara Kota Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
biarawan Jesuit itu sehari-hari bergelut dengan cacing. Dibantu tujuh pegawai, dalam satu minggu dia produksi 15-20 ton pupuk kascing.

Dikemas dalam karung besar berisi 20 kilogram dengan harga Rp 13.000 per karung atau kemasan kecil berisi tiga kilogram, pupuk kascing Romo Tan mulai dikenal luas. "Saya belum umumkan ke luar," katanya. "Cuma sering geram ketika di arena pameran pertanian bertani jadi gaya baru hidup orang kota Yogya pupuk saya dibeli Rp 12.000 per 20 kilo dan dijual Rp 20.000."

Menurut Romo Tan kepada Kompas demikian ia biasa disapa usaha kascing dimulai secara kebetulan. Awalnya kascing jadi pintu masuk mewujudkan obsesi meningkatkan kesejahteraan petani kecil. "Perhatian pemerintah ke petani kecil hampir tidak ada. Produk yang mereka hasilkan dibabat oleh produk luar yang didatangkan pemerintah."

Dirunut lewat perjalanan hidupnya, obsesi pada orang kecil menyatu sebagai jati diri Romo Tan. Jati diri itu pelan-pelan terbentuk sejak memimpin lembaga pendidikan calon-calon pastor di Magelang, berkarya di Paroki Baciro, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, kemudian di Tangerang, hingga saat berkarya di Dare, Timor Timur tahun 1985-2002.

Di Dare, 60 km tenggara Kota Dili, lebih dari 20 tahun Romo Tan merintis kaderisasi petani lewat Pusat Latihan Wiraswasta Pertanian. Romo Tan pernah ingin meninggal dan dikuburkan di sana.

Ketika diingatkan nazar itu, matanya berkaca-kaca, menerawang jauh. Katanya, "Tidak mungkin saya tinggal di sebuah negara yang kemudian memusuhi negara saya. Setelah Timtim lepas, saya ingin pulang saja ke Indonesia, ke Jawa, tahun 2002."

Sejak tinggal di kawasan sejuk Kaliurang, tahun 2003, Romo Tan terus mencari cara merealisasikan obsesinya. Secara kebetulan pada tahun 2004 seorang bekas muridnya menawarkan usaha pupuk kascing. Bekas murid yang tinggal di Semarang itu mau menghentikan usahanya setelah kehilangan kontak dengan mitra kerja di Jepang. "Dia tidak bisa lagi ekspor pupuk kascing ke sana," kata Romo Tan.

"Saya diminta ambil oper, dan saya mau, barangkali bisa jadi cara mewujudkan obsesi saya," kata Romo Tan. Sebagai tanda terima kasih, merek perusahaan Pangkal Sejahtera diambil dari nama aslinya, Pangkalrejo.

Masyarakat Indonesia Baru
Sebagai pastor (gembala) umat, pupuk kascing hanyalah langkah konkret dan sarana merealisasi gagasan besarnya. Gagasan besar itu, selain pencerahan untuk petani kecil, terutama bagaimana mengajak kelompok masyarakat Tionghoa mau turun ke desa.

Romo Tan bercita-cita, nyaris jadi obsesi seperti kecintaannya pada petani kecil, bangsa Indonesia maju kalau kelompok Tionghoa menyatu dengan masyarakat pedesaan Indonesia.

"Setelah negara dan masyarakat warga, mereka harus diberi panggung," kata Romo Tan menerawang, bertemu dengan arus besar pemikiran membangun bangsa Indonesia.

Katanya lagi, "Kalau umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang sebagian di antaranya orang-orang Tionghoa kaya live in di desa, mereka akan terbuka mata."

"Jangan tuntut rakyat desa dan petani itu kreatif. Mereka harus diberi contoh. Contoh lebih mudah diterima, sementara umumnya orang desa sulit menerima contoh, sebaliknya juga sulit melepaskan apa yang sudah jadi kebiasaan turun-temurun."

Menurut Romo Tan, kalau orang-orang Tionghoa bersatu dan merasa satu napas dengan persoalan pedesaan, pandangan dan penilaian mereka tentu lain. Di satu pihak bagi masyarakat desa tidak ada perasaan curiga, di lain pihak orang-orang Tionghoa merasa diterima sebagai bagian utuh rakyat dan bangsa Indonesia.

Romo Tan yang lahir di Gowongan, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, 16 Desember 1928, ditahbiskan pastor tahun 1963, hampir menghabiskan separuh hidupnya tinggal di desa dan pertanian.

Diselingi tugas sebagai pendidik dan pastor paroki, sebagian besar karya kegembalaannya ada di lingkungan pertanian. Habitat pertanian dengan bau sawah, lumpur, dan comberan adalah bagian dari kesehariannya. Di ruang kerjanya, suara kicau burung dan tumpukan pupuk kascing nyaris menghilangkan sosok Romo Tan sebagai seorang pastor, kecuali di atas mejanya tergeletak lusuh buku doa brevir—doa wajib biarawan yang dia daraskan setiap pagi.

Tan Soe Ie SJ yang punya obsesi petani mandiri dan menyatunya kelompok Tionghoa dengan bangsa Indonesia adalah juga pendidik yang di mata bekas murid-muridnya berhasil menanamkan cita-cita manusia berkarakter.

Pupuk kascing dalam konteks tersebut sebenarnya hanya pintu masuk sebuah gagasan besar tentang Masyarakat Indonesia Baru. (ST SULARTO, Kompas 22 Februari 2006). ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Feb 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Gubernur Bank Indonesia Kepala Bp Brr Aceh Nias

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: