WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pendiri Jawa Pos

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pendiri Jawa Pos
e-ti | ksk

Mencoba menelusuri sejarah harian ini memang mengasyikkan. Kali pertama diterbitkan pada 1 Juli 1949.

Pendiri Jawa Pos
Lihat Curriculum Vitae (CV) The Chung Sen

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) The Chung Sen

QR Code Halaman Biografi The Chung Sen
Bio Lain
Click to view full article
George Djuhari
Click to view full article
Nila Djuwita F Moeloek
Click to view full article
Wahidin Sudirohusodo
Click to view full article
Turino Djunaedi
Click to view full article
Irwandi Yusuf
Click to view full article
Mohammad Maruf
Click to view full article
Martinus D Situmorang

Memang, dilihat dari hari lahirnya, Jawa Pos termasuk salah satu surat kabar tertua di Indonesia. Waktu itu namanya Java Post. Lalu pernah juga menjadi DJAWA POST, DJAWA POS, JAWA POS dan kemudian Jawa Pos seperti sekarang.

Riwayat pendiriannya pun sederhana saja. Waktu itu, The Chung Sen, seorang WNI kelahiran Bangka, bekerja di kantor film di Surabaya. Dialah yang bertugas untuk selalu menghubungi surat kabar agar pemuatan iklan filmnya lancar. Dari sini pula The Chung Sen mengetahui bahwa memiliki surat kabar ternyata mengguntungkan. Maka didirikanlah Java Post.

Saat itu, harian ini tentunya juga dikenal sebagai harian Melayu-Tionghoa. Sebab pengelolanya, modalnya dari kalangan itu. Harian ini tentunya bukan satu-satunya harian Melayu-Tionghoa di Surabaya. Yang terbesar saat itu adalah Pewarta Soerabaia Trompet Masyarakat dan Perdamaian.

The Chung Sen tentunya melirik keuntungan yang berhasil diraih oleh harian Pewarta Soerabaia yang sudah berhasil memantapkan diri sebagai koran dagang di Surabaya. Tapi cita-cita dan impiannya itu rasanya tak pernah tercapai. Dalam perjalanan sebagai koran Melayu-Tionghoa yang berhaluan republikein, harian ini tak pernah kondang di kalangan pembacanya, keturunan Tionghoa. Mereka misalnya lebih suka memilih Pewarta Soerabaia yang kiblatnya masih ke arah tanah leluhur mereka. Juga harian Melayu-Tionghoa yang terbit di Jakarta kebanyakan berhaluan yang sama dengan Pewarta Soerabaia. Jadi harian ini kemudian mempunyai ciri yang khas sebagai harian Melayu Tionghoa.

Masalah ini tentunya bukan satu masalah yang kecil. Karena waktu itu, masalah orang Tionghoa atau keturunan Tionghoa belum diatur oleh undang-undang. Masalah mereka baru diatur sekitar tahun enampuluhan. Sehingga memihak kepada Republik dalam situasi masih jauh dari konferensi Meja Bundar tentunya satu gagasan yang menarik buat dikaji. Ini tentunya tak lepas dari wawasan The Chung Sen yang jauh ke depan. Jika hanya untuk memperoleh uang, ia tentunya bisa memerintahkan pemimpin redaksinya untuk juga berorientasi ke tanah leluhur. Tapi itu tak pernah dilakukan. Pemimpin redaksi pertamanya adalah Goh Tjing Hok. Yang kedua yang memangku jabatan itu sejak tahun 1953 adalah Thio Oen Sik. Keduanya memang dikenal sebagai orang-orang republikein yang tak pernah goyah pendiriannya.

Dalam perkembangan selanjutnya The Chung Sen bisa disebut "raja" surat kabar dari Surabaya. Dialah yang di tahun 1950-an memiliki tiga surat kabar sekaligus. Satu berbahasa Indonesia, satu berbahasa Tionghoa dan satu berbahasa Belanda. Yang berbahasa Belanda itu kemudian diubahnya menjadi Indonesian Daily News yang berbahasa Inggris. Sebab ketika Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
gencar-gencarnya anti Belanda, hal-hal yang berbau Belanda diminta diubah. Termasuk koran milik The Chung Sen, Vrije Pers. Sedangkan korannya yang berbahasa Tionghoa mengalami nasib yang sama. Bahkan tidak bisa terbit sama sekali. Maka tinggallah JAWA POS.. Bahkan yang satu inipun kian hari kian redup. Apalagi The Chung Sen harus berpacu dengan usia, dan tiga orang putranya tidak satupun yang tinggal di Indonesia.

Perkembangan teknologi cetak juga kian sulit diikuti. Maka oplag JAWA POS pun terus menurun. Sehingga di tahun 1982 lalu tinggal 6.700 eksemplar setiap hari. Pelanggannya di dalam kota Surabaya tinggal 2000 orang. Peredarannya di Malang tinggal 350 lembar. Saking sedikitnya sampai-sampai kantor pusatnya mengurusi loper sendiri yang jumlahnya cuma 40 orang.

Maka dalam keadaan fisiknya yang kian uzur dan didorong keinginannya untuk bisa dekat dengan anak-anaknya, The Chung Sen memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan JAWA POS kepada pengelola majalah mingguan berita TEMPO. Ini terjadi pada 1 April 1982. Saat itu Menteri BUMN (2011-2014)
Menteri BUMN (2011-2014)
Dahlan Iskan
yang kini menjadi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
, masih bekerja sebagai Kepala Biro TEMPO di Surabaya.

"Pak The (begitu panggilan untuk The Chung Sen) menyatakan tidak mungkin lagi bisa mengembangkan JAWA POS. Tapi Pak The tidak ingin surat kabar yang didirikannya mati begitu saja. Itulah sebabnya JAWA POS diserahkan kepada penggelola yang baru," ujar Dirut PT Grafiti Pers, penerbit TEMPO, Eric Samola, SH yang kini juga jadi Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama PT Jawa Pos.

Pak The sendiri memilih TEMPO dengan pertimbangan khusus. " TEMPO kan belum punya surat kabar. Kalau saya serahkan kepada rekan yang sudah punya surat kabar, tentu surat kabar saya ini akan dinomorduakan", begitu kata Pak The saat itu. Dengan pertimbangan seperti itu Pak The ingin perkembangan JAWA POS tidak terhambat.

Pak The sendiri dalam usianya yang sudah 89 tahun akhirnya memang berangkat ke Inggris bersama istrinya, Megah Endah, yang berusia 71 tahun. Dia berpesan agar JAWA POS bisa dikembangkan sebagaimana di masa mudanya. Maka pada suatu malam sebelum keberangkatannya ke Inggris sebuah pesta kecil diadakan di halaman rumahnya di Jalan Pregolan. Di situlah diadakan kebulatan tekad. "Kami bertekad merebut kembali sejarah yang pernah dibuat Pak The," begitu kata-kata akhir sambutan Menteri BUMN (2011-2014)
Menteri BUMN (2011-2014)
Dahlan Iskan
yang saat itu ditunjuk untuk memimpin Jawa Pos. tsl-indonesiamedia Basuki Sudjatmiko

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 20 Sep 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Kearifan Timur Jusuf Tai Chi Sutanto Bangsa Indonesia Yang Sebenarnya

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Saya Indonesia Saya Pancasila

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb
Pemikiran Islam di Kanvas Peradaban.
KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: