WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Novelis Pimpin LSF

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Novelis Pimpin LSF
e-ti | sctv

Novelis yang memimpin Lembaga Sensor Film (LSF), Titie Said mengakui banyak sinetron yang tidak melalui sensor LSF dengan alasan kejar tayang. Di sisi lain, sanksi yang ditentukan sesuai UU No 8/1992 untuk pelanggaran seperti itu dinilai terlalu ringan, yakni hukuman kurung maksimal satu tahun atau denda maksimal Rp 40 juta.

Ketua Lembaga Sensor Film
Lihat Curriculum Vitae (CV) Titi Said

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Titi Said

QR Code Halaman Biografi Titi Said
Bio Lain
Click to view full article
Agoes Noegroho
Click to view full article
Manuel Kaisiepo
Click to view full article
Lily Hambali
Click to view full article
Meriam Bellina
Click to view full article
Sylvia W Sumarlin
Click to view full article
Surono
Click to view full article
Prijono Tjiptoherijanto

"Yang namanya kejar tayang, itu bisa 20 menit sebelum ditayangkan, barangnya masih di jalan. Kapan LSF sempat mensensor?" katanya.

Selain itu, banyak juga sinetron yang menurut LSF dikategorikan sebagai tayangan untuk orang dewasa (yang harus ditayangkan setidaknya pukul 22.00 WIB), ternyata kemudian ditayangkan sebagai tontonan untuk anak atau remaja. Yang termasuk dalam kategori ini, antara lain adalah film kartun Sinchan dan sinetron Bawang Merah, Bawang Putih.

Menurut Titie, menghadapi pelanggaran-pelanggaran seperti itu, LSF tidak bisa berbuat banyak. Yang dilakukan LSF selama ini hanya mengirim surat teguran kepada pihak yang melanggar. Tindakan yang lebih tegas, lanjut Titie, seharusnya dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena komisi itulah yang memiliki wewenang.

Menurut Titie Said Sadikun, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), trailer yang ditayangkan berbagai televisi, memang oleh produsernya tidak disertakan, sebagai bagian dari materi film yang seharusnya disensor oleh LSF.

Tayangan Mistik
Belakangan pun banyak tokoh yang mulai risih dengan maraknya tayangan mistik. Hal ini membuat Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Titie Said mengundang majelis-majelis agama untuk menyikapi maraknya tayangan mistik, pornografi dan reality show di televisi.

"Kami ingin mendengar apa sih mistik itu dari berbagai elemen agama. Hal ini untuk menyatukan pendapat sehingga kita bisa mendapatkan hal yang pasti tentang pengertian mistik", kata Titie Said di sela-sela acara konsultasi LSF dengan Majelis-majelis agama dan insan perfilman dan televisi di Gedung Film, Rabu (9/6) lalu.

Titie mengakui, tidak semua tayangan televisi bisa disensor, terutama tayangan yang bersifat berita (termasuk berita-berita kriminal) dan reality show. Apalagi sekarang ini banyak acara yang disiarkan secara langsung.

"Kalau LSF terlalu jauh, nanti disangka memasung kreativitas. Karena biar bagaimana pun kita harus mendorong kreativitas anak bangsa. Selama ini kita juga tak sedikit menghapus tayangan mistik yang berlebihan", kata Titie.

Lantaran begitu derasnya kemajuan teknologi dan informasi, Titie berharap masyarakat juga harus turut aktif dalam melakukan self censorship. "Masyarakat harus punya sikap terhadap tayangan-tayangan di televisi. Misalnya ada yang merasa dirugikan, atau ada tayangan yang dianggap negatif bagi moral masyarakat, maka masyarakat harus menunjukan sikap ketidak-setujuannya. Namun jangan berbondong-bondong, melainkan harus melalui prosedur yang ada, misalnya melalui perangkat hukum yang ada. Jadi lebih santun dalam menyikapinya", tutur Titie Said. span class="etis"> e-ti<

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Jul 2005  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Perkenalkan Jazz Yang Membumi Janjikan Perlindungan Ham

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

20 drama William Shakespeare yang dihadirkan dalam buku ini merupakan hasil adaptasi dari drama ke dalam bentuk prosa.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: