WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ahli Gizi yang Pandai Memasak

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ahli Gizi yang Pandai Memasak
e-ti | detikfood.com

Ia seorang ahli gizi yang pandai memasak dan piawai pula menuliskan pengetahuannya itu. Penulis buku Hidangan Indonesia Populer (2004) ini bertekad kuat membuat makanan Nusantara menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Buku yang berisi kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Nusantara itu bisa dianggap sebagai standar makanan nasional.

Pengusaha Jasa Boga
Lihat Curriculum Vitae (CV) Tuti Soenardi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Tuti Soenardi

QR Code Halaman Biografi Tuti Soenardi
Bio Lain
Click to view full article
Lesan Limanardja
Click to view full article
Sebastian Gunawan
Click to view full article
Rumhardjono
Click to view full article
Suhardiman
Click to view full article
Tan Shot Yen
Click to view full article
Adang Surahman
Click to view full article
Jenderal Budiman

Buku Hidangan Indonesia Populer ini diluncurkan saat pameran makanan dan tekstil Nusantara yang berlangsung tanggal 23-30 Mei di Jakarta Convention Centre atas prakarsa Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Buku ini diterbitkan Departemen Perindustrian dan Perdagangan dalam dua edisi yakni Edisi Bahasa Indonesia dan Edisi Bahasa Inggris.

Edisi bahasa Inggris yang tidak dijual, melainkan untuk diberikan kepada berbagai perwakilan Indonesia di luar negeri supaya makanan Indonesia juga dikenal di luar negeri. Sementara edisi bahasa Indonesia diedarkan di dalam negeri dengan harapan kumpulan resep masakan dari berbagai daerah di Nusantara itu bisa dianggap sebagai standar makanan nasional.

Menurut lulusan Akademi Gizi di Jakarta tahun 1959 ini makanan Indonesia harus menjadi tuan di negerinya sendiri. Untuk itu, Indonesia harus punya standar resep-resep masakan yang rasanya bisa diterima lidah orang berbagai suku bangsa di Indonesia. Setidaknya hal ini sudah menjadi cita-cita baginya.

Sehubungan dengan cita-cita itu, Tuti merasa terpanggil menerima tawaran Departemen Perindustrian dan Perdagangan untuk mengorganisir Festival Makanan Indonesia (FMI) dalam acara Pameran Produk Indonesia (PPI) 2003 lalu. Ketika itu, 19 provinsi mengirimkan makanan unggulan mereka masing-masing.

Dalam FMI itu, diadakan uji rasa dengan mengundang sejumlah ahli kuliner terkemuka. Dari sana, ditemukan sejumlah makanan daerah yang dianggap bisa diperkenalkan kepada masyarakat dari daerah lain. Berbekal resep dari tiap daerah tersebut, Tuti bersama Yayasan Gizi Kuliner -- yayasan yang dia dirikan bersama empat rekannya, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan -- melakukan uji rasa lagi dengan panel yang beranggotakan berbagai etnis untuk mengetahui penerimaan makanan itu secara luas.

Menurut Tuti, FMI adalah cara termudah mengumpulkan resep dari berbagai daerah. Dari situ terkumpul 100 resep makanan berbagai daerah yang dibukukan dengan judul Hidangan Indonesia Populer.

Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
kelahiran Surabaya, 18 Oktober 1934, ini sangat menyadari tidak mudah memberi pemahaman tentang gizi kepada masyarakat. Setiap kali ada penjelasan mengenai gizi, para ibu rumah tangga sering kali mengeluhkan pusing mendengar penjelasan itu. Akhirnya, timbul ide dalam benak Tuti untuk memberi pemahaman gizi secara langsung melalui makanan. Ia pun memulainya dengan membuat resep makanan bersamaan dengan itu ditanamkan pemahaman tentang gizi.

Latar belakang pendidikannya dari Akademi Gizi, tentu sangat mempengaruhinya menekuni dan mencemplungkan diri dalam urusan gizi dan makanan. Walaupun pada mulanya ia masuk Akademi Gizi karena ia mencari sekolah yang memberi beasiswa, akhirnya ia benar-benar menekuni bidang ini secara komprehensif. Ia tidak hanya ahli di bidang gizi, melainkan juga ahli bidang resep makanan, ahli memasak, sekaligus mahir mengajarkan dan menuliskan bidang yang ditekuninya itu.

Ketika suaminya, (almarhum) RD Soenardi, menjadi perwira tinggi di Angkatan Laut dengan pangkat Laksamana Muda, Tuti tetap menekuni bidang ini dan mengajar di almamaternya. Hingga pada usia 70-an, ibu empat anak dan nenek enam cucu, ini masih aktif sebagai dosen tidak tetap di almamaternya itu.

Pertama kali Tuti memasuki profesi jasa boga adalah ketika KSAL Sudomo, atasan suaminya saat itu, memintanya menyediakan makanan bagi tamu-tamu di berbagai acara di kediaman KSAL. Kegiatan tanpa keuntungan finansial itu memberinya pengalaman menyediakan makanan untuk orang banyak.

Keahliannya makin populer ketika pada tahun 1970-an itu juga, Tuti dipercaya menyediakan katering bagi seorang teman suaminya yang menderita sakit lever dan dianjurkan menjalani diet khusus. Ternyata si teman itu sembuh. Lalu sejak itu dia melayani katering untuk orang sakit, termasuk untuk mereka dengan autis.

Ia pun makin tekun memperluas pengetahuan dan wawasannya. Ia belajar masak ke sekolah masak di berbagai tempat, antara lain di Cordon Bleu di Paris, ke Bangkok, Hongkong, dan Tokyo.

Dari pengalamannya mencicipi makanan Indonesia di sejumlah restoran Indonesia di luar negeri, Tuti merasa perlu adanya standar makanan Indonesia. Karena ternyata sejumlah restoran Indonesia menyajikan makanan secara suka hati. Sebagai contoh, ia bercerita pengalaman saat makan di restoran Indonesia terkenal di Tokyo. Di situ ada masakan ikan goreng dengan sambal kecap, tetapi disebut sebagai pepes. "Itu kan tidak betul," sergah Tuti, kesal.

Penerima penghargaan dari tabloid Nova sebagai Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang membaktikan hidupnya untuk kegiatan yang berguna bagi masyarakat luas, itu pada usianya yang akan memasuki 70 tahun, masih memenuhi undangan dari berbagai daerah. Lalu, atas pengalamannya berkeliling Indonesia, Tuti menemukan banyak sekali makanan daerah yang sebetulnya bisa dipopulerkan. Karena itu, Yayasan Gizi Kuliner bersama Departemen Perindustrian dan Perdagangan ingin meningkatkan perdagangan makanan daerah secara nasional melalui FMI.

Tuti yakin makanan Indonesia bisa bertahan meskipun makanan dari negara lain banyak masuk ke sini. Menurutnya, makanan kita lebih sehat karena menggunakan bahan segar dan bumbunya pun punya khasiat kesehatan, dan lemaknya rendah, hanya 20-25 persen. Sementara makanan modern dari Barat sampai 40 persen mengandung lemak terhidrolisa dan zat tambahan makanan.

Agar makanan Indonesia bisa bertahan dan diterima di negeri sendiri, ia bertekad mengabdikan diri membenahi makanan Indonesia dengan membuat standar resep dan mutu, termasuk sanitasi, higiene, rasa, sampai ke penampilan. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 26 May 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Musisi Bertalenta Gemilang Hidup Positif Yanti Nisro

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini bukan sekadar biografi Sumarlin sebagai ekonom kelas dunia dan salah seorang putra terbaik bangsa. Di dalamnya juga ada kisah tentang seorang anak manusia yang lahir dalam keluarga petani di pedesaan jawa Timur; tentang Sumarlin yang terpaksa melewatkan masa remajanya dengan kerja keras dalam kondisi penuh derita yang nyaris membuatnya putus asa.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: