WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Wartawan, Ahli Asia Tenggara

Wartawan, Ahli Asia Tenggara
Rumhardjono | TokohIndonesia.com | Kompas

Rumhardjono yang akrab dipanggil Mas Rum, Wartawan Kompas (1974-1999) bertugas di Desk Luar Negeri. Perhatian pria kelahiran 13 April 1939 dan meninggal di Jakarta 19 September 2007 yang intens pada masalah Asia Tenggara menjadikannya dikenal sebagai wartawan yang ahli Asia Tenggara pada akhir tahun 1970-an dan 1980-an.

Wartawan Kompas 1974-1999
Lihat Curriculum Vitae (CV) Rumhardjono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Rumhardjono

Kabar bahwa eks wartawan Kompas Rumhardjono (68) terserang stroke diterima Redaksi Harian Kompas hari Rabu (19/9/07) malam, tepatnya pukul 22.00. Keponakannya, Endang Basanto Ratri, menelepon dan mengabarkan bahwa Mas Rum, begitu ia akrab disapa, dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo di Lantai 2.

Layanan pesan singkat atau SMS pun berseliweran, dan wartawan-wartawan Kompas segera menyempatkan diri untuk menjenguknya. Di harian Kompas, Mas Rum memiliki banyak peran, baik sebagai wartawan yang ahli Asia Tenggara, sebagai tutor bagi wartawan yang lebih muda, maupun sebagai guru, khususnya bagi wartawan-wartawan Kompas yang masuk pada tahun 1987-1998.

Di antara wartawan Kompas yang datang ke IGD RSCM tampak Pemimpin Redaksi Suryopratomo dan beberapa rekan yang merupakan murid-murid pertama Mas Rum.

Saya dan rekan saya, Taufik H Mihardja dan Andi Surudji, adalah tiga wartawan Kompas yang terakhir menjenguknya di IGD RSCM. Kamis dini hari, menjelang pukul 02.00, kami bertiga meninggalkan pelataran parkir RSCM.

Pada pukul 03.30, tiba-tiba masuk SMS yang menyatakan bahwa Mas Rum telah tiada. Ia meninggal dunia pada pukul 02.50. Perasaan kehilangan pun segera muncul ke permukaan.

Mas Rum yang lahir pada 13 April 1939 memang telah pensiun dari harian Kompas pada tahun 1999. Namun, sesungguhnya hubungan Mas Rum, yang sampai akhir hayatnya melajang itu, dengan harian Kompas tidak pernah berakhir. Sesekali ia menelepon saya dan rekan lain apabila ia merasa ada hal yang perlu mendapatkan perhatian.

Kadang ia juga mengirimkan tulisan tentang masalah-masalah tertentu, terutama yang berkaitan dengan Asia Tenggara, dengan catatan, tidak untuk dimuat, hanya untuk background saja.

Ahli Asia Tenggara
Mas Rum bergabung dengan harian Kompas pada tahun 1974 dan bertugas di Desk Luar Negeri. Itu sebabnya, ia tercatat sebagai wartawan peliput di Departemen Luar Negeri (Deplu). Perhatiannya yang intens pada masalah-masalah yang berkaitan dengan Asia Tenggara menjadikan Rumhardjono dikenal sebagai wartawan yang ahli Asia Tenggara pada akhir tahun 1970-an dan tahun 1980-an. Beberapa kepala pemerintahan dan Menteri Luar Negeri ASEAN mengenalnya dengan baik.

Saya mengenalnya pada tahun 1983 ketika sebagai wartawan baru saja ditugaskan untuk meliput kegiatan di Deplu, yang menjadi tempat tugas Rumhardjono sejak akhir tahun 1970-an. Saat saya bertugas di sana, segala sesuatunya menjadi mudah, karena ia langsung berperan sebagai tutor saya.

Bahkan, ketika saya pertama kali ditugaskan untuk meliput Pertemuan Tahunan Menteri Luar Negeri ASEAN Ke-17 di Kuala Lumpur, Malaysia, tahun 1984, ia memberi saya semacam kertas kerja panduan mengenai bagaimana meliput suatu konferensi internasional dengan efisien dan efektif. Termasuk mengenai bagaimana cara memperoleh draf joint communique (komunike bersama), yang merupakan salah satu keahliannya. Dan, juga tentang bagaimana menggunakannya sebagai bahan berita.

Pengalamannya yang luas dalam meliput konferensi internasional menjadikan ia selalu bersikap santai. Sikap seperti itu diperlihatkannya saat meliput Jakarta Informal Meeting (JIM) di Istana Bogor tahun 1988. Pada saat wartawan lain sudah hadir sejak pagi, Mas Rum masih enak-enak tidur. Ia baru bangun pukul 10.00 dan datang ke Istana Bogor menjelang pukul 11.30. Namun, sore harinya, ia sudah memegang draf komunike bersama JIM. Lobinya yang sangat luas di kalangan pejabat Deplu dan kementerian luar negeri negara-negara ASEAN lain menjadikan ia selalu bisa mendapatkan draf komunike bersama yang akan keluar.

Sebagai wartawan senior, Mas Rum asyik diajak berdiskusi. Daya analisanya tajam, mendalam, dan jernih. Kemampuan berabstraksinya pun cukup menonjol. Ia selalu menemukan angle (sudut pandang) yang tepat untuk menulis.

Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama yang turut mengantarnya ke pemakaman di TPU Karet Bivak, Kamis, dalam sambutannya mengatakan, analisa mendalam dan jernih, dan selalu dikemukakan dengan dingin, tanpa emosi. Mungkin itu karena latar belakangnya sebagai periset.

Menurut mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja, yang merupakan adik ipar Mas Rum, sebelum menjadi wartawan, Mas Rum adalah seorang periset. (James B Luhulima, Kompas 21 September 2007) TI

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Sep 2007  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ilustrasi dan foto tentang berbagai spesies kupu-kupu di indonesia dan tanaman/pohon buah habitatnya.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: