WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ratu Penanggulangan Kanker

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ratu Penanggulangan Kanker
e-ti | kompas

Tanggal 10 Oktober 2005 lalu, seharusnya ia berada di Geneva untuk menerima penghargaan International Star For Quality Award, kategori penghargaan emas di bidang kemanusiaan. Namun karena tidak ada biaya, Profesor dr Roemwerdiniadi Soedoko SpPA terpaksa mengurungkan niatnya berangkat.

Dokter Spesialis Patologi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Roemwerdiniadi Soedoko

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Roemwerdiniadi Soedoko

QR Code Halaman Biografi Roemwerdiniadi Soedoko
Bio Lain
Click to view full article
Ani Yudhoyono
Click to view full article
Mangapul Sagala
Click to view full article
Pierre Tendean
Click to view full article
Lim
Click to view full article
Moeldoko
Click to view full article
Abu Bakar Baasyir
Click to view full article
Aning Katamsi

Menurut panitia pemberi penghargaan yang dimotori 166 negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang, Roem dinobatkan sebagai satu-satunya penerima penghargaan pada tahun 2005. Dia dinilai berhasil meningkatkan kehormatan, wibawa, dan kesadaran masyarakat Indonesia melalui kegiatan kemanusiaan berupa sosialisasi tentang kesehatan reproduksi dalam rangka pencegahan serta penanggulangan penyakit kanker selama lebih dari 34 tahun.

Bagi Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
kelahiran Blitar 4 Februari 1937 ini, mendapat penghargaan internasional bukan hal baru. Sederet penghargaan pernah diterima tokoh yang dengan gigih berkampanye kesehatan, terutama bagi Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
ini.

Mengapa Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
? Karena mendidik perempuan sama dengan mendidik bangsa. Dan perempuan yang maju adalah perempuan yang mampu memperkuat ketahanan keluarganya, kata nenek delapan cucu ini.

Untuk program kampanyenya, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini tak pernah meminta ongkos transpor apalagi memungut bayaran. Ibu yang berhasil mengantarkan keempat anaknya menjadi dokter itu tak pernah menghiraukan lokasi, waktu, serta dengan siapa ia berbicara. Perjalanan dari pulau ke pulau, termasuk keluar masuk pulau-pulau terpencil, pernah dilaluinya.

Bahkan pulau yang hanya bisa ditempuh dengan motor boat milik TNI AL yang hanya muat dua orang pun pernah disinggahinya. Ia pun tak peduli jika harus berceramah di bawah pohon, beralaskan tanah, dan beratap langit.
Menurut lulusan New South Wales University dan Royal Hospital For Women Sidney dan Prince Henry Hospital Melbourne tahun 1975 ini, tiada kegembiraan yang lebih besar selain berhasil menggugah kesadaran masyarakat kecil akan pentingnya menjaga kesehatan.

Kegigihan usahanya memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang kesehatan inilah yang mengantarkan Wakil Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia ini mendapat penghargaan dari Organisasi Kesehatan Dunia berupa WHO Awards di bidang Social Medicine tahun 1995.

Lima tahun kemudian, penulis dongeng dalam seri Surat untuk Anakku ini kembali mendapat penghargaan WHO Awards yang diterimakan 18 Mei 2000 di Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa, Geneva. Prestasi gemilang yang telah diukirnya membuat banyak kalangan memberikan apresiasi.

Salah satunya julukan The Queen of Cancer Control untuk Roem. Sebuah julukan yang diberikan Director of Cancer Division WHO Yan Tsyenwart.

Bukan itu saja, dia pun sering disebut-sebut sebagai perempuan kedua yang menaruh perhatian terhadap penyakit kanker setelah Hillary Clinton. Bedanya, Hillary mengkhususkan diri pada kegiatan pencegahan dan pengobatan kanker payudara yang banyak diderita perempuan di Amerika Serikat karena mereka enggan menyusui, sedangkan Roem menaruh perhatian pada semua penyakit kanker, terutama 10 penyakit kanker terbanyak di Indonesia, di antaranya kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker ovarium, dan leukimia.

Spesialis patologi
Ketertarikannya pada penyakit kanker bermula dari keprihatinannya terhadap pasien kanker. Ketika itu Roem baru menamatkan pendidikan spesialis patologi anatomi dan mulai bertugas di RSU Dr Soetomo Surabaya pada tahun 1969.

Sebagai dokter patologi, ia sering mendapat tugas meneliti specimen penyakit yang diambil dari tubuh penderita kanker. Dari specimen itu ia tahu bahwa sebagian besar, bahkan hampir 100 persen, penderita kanker datang ke rumah sakit dalam keadaan parah atau stadium lanjut. Ironisnya lagi, kebanyakan penderita kanker yang berasal dari kalangan menengah ke bawah itu akhirnya meninggal karena terlambat berobat akibat tidak punya biaya.

Melihat realitas itu, hati perempuan yang berprinsip kesehatan bukan segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya menjadi tidak berarti ini pun terketuk. Ia tidak rela melihat bangsanya yang menderita akibat rendahnya kesadaran mereka tentang kesehatan.

Bersama tiga sejawatnya, Roem mendirikan Yayasan Kanker Wisnuwardhana pada tahun 1969. Selain melakukan sosialisasi dengan cara berceramah di hadapan masyarakat, khususnya ibu-ibu, yayasan ini juga mengadakan pemeriksaan kesehatan dan tes pap smear dengan biaya yang terjangkau.

Lembaga ini memperkenalkan alternatif pengobatan kanker terbaik, bisa diterima secara medis namun terjangkau biayanya. Melalui yayasan sosial kemanusiaan ini, Roem benar-benar mendedikasikan seluruh hidupnya untuk masyarakat. (Runik Sri Astuti, Kompas, 20 Oktober 2005) e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 20 Oct 2005  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Pejabat Bi Pengajar Ngaji Empu Pianis Indonesia

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

20 drama William Shakespeare yang dihadirkan dalam buku ini merupakan hasil adaptasi dari drama ke dalam bentuk prosa.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: