WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pejuang Kesetaraan Jender

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pejuang Kesetaraan Jender
e-ti | islamlib.com

Ketua Umum PP Fatayat NU, organisasi perempuan di bawah Nahdlatul Ulama (NU), periode 2000-2005, dengan jumlah anggota empat juta, ini berjuang dalam perspektif keadilan dan kesetaraan jender. Perjuangannya penuh tantangan, yang membuatnya terkadang merasa frustrasi. Namun dia tetap kuat dan terus berjuang.

Ketua Umum PP Fatayat NU (2000-2005)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Maria Ulfah Anshor

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Maria Ulfah Anshor

QR Code Halaman Biografi Maria Ulfah Anshor
Bio Lain
Click to view full article
Amos Palu
Click to view full article
Ismeth Abdullah
Click to view full article
Paku Alam IX
Click to view full article
Hendropriyono
Click to view full article
Johannes Oentoro
Click to view full article
Kristiono
Click to view full article
Matori Abdul Djalil

Dia merasakan tantangan paling berat pada akhir tahun 1997 ketika berupaya mencari sponsor untuk kegiatan memperkenalkan perspektif kesetaraan jender tetapi memakai frame NU. Pada suatu lokakarya, dia ditanyai oleh seorang kiai, apa maunya? Karena menurut kiai tersebut, teks keagamaan sudah menghargai Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
.

Lalu dia menjelaskan soal implementasinya. Di lokakarya itu dia sampai disebut mengada-ada. Tetapi, ketika itu dia mendapat dukungan dari Masdar F Mas'udi dan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
sehingga diskusi bisa terus berjalan.

Upayanya membuahkan hasil. Musyawarah nasional (munas) ulama NU, November 1997 di Lombok, akhirnya memutuskan membolehkan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
berperan di ruang publik, yang diterjemahkan termasuk menjadi pemimpin negara. Kemudian, peluang untuk menggunakan perspektif jender itu diwujudkan menjadi visi dan misi Fatayat dalam kongresnya tahun 2000.

Namun, dia menjelaskan, hal itu bukan hasil kerjanya sendiri melainkan hasil kerja bersama teman-temannya di Fatayat, di antaranya Aisyah Hamid Baidlowi.

Setelah gagasan kesetaraan jender secara formal diterima, ternyata implementasi di lapangan tidak mudah. Dalam Muktamar NU di Kediri (1999), Fatayat ingin hasil penelitian mereka mengenai pemahaman nusyuz (penolakan istri untuk melayani suami) yang bias jender di masyarakat berperan dalam kekerasan dalam rumah tangga, masuk menjadi agenda bahsul masail (forum yang membicarakan masalah aktual), hanya boleh dipresentasikan saja di forum.

Pada munas di Pondok Gede, Jakarta Timur, 2002, Fatayat mencoba agar aborsi masuk ke dalam bahsul masail, ternyata ada penolakan kuat dari peserta. Begitu juga dalam Muktamar NU bulan Desember 2004, Fatayat ingin mendesak agar pemimpin NU lebih punya perspektif jender dan lebih berpihak pada permasalahan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
, juga menghadapi tantangan.

Akibat terlalu banyak menghadapi tantangan, Maria mengaku tidak jarang merasa frustrasi. "Sudah berbicara berbusa-busa, kok belum terasa banyak hasilnya," keluhnya.

Lahir di Indramayu pada tanggal 15 Oktober 1960, Maria dibesarkan di dalam keluarga yang membedakan dengan tegas peran ibu dan ayah.

Isteri dari Abdullah Ghalib dan ibu dari dua anak, Nida dan Syahid, ini setelah menikah, di rumah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri karena tidak punya pekerja rumah tangga. Ketika anak pertama lahir dan ibunya berkunjung, ibunya protes kepadanya karena suaminya mencuci pakaian sendiri.

Tapi dia sangat berterima kasih kepada ayah-ibunya yang mendidik dengan keras dalam hal pendidikan, namun membolehkannya memilih jalan hidup sendiri. Hal mana, Maria bisa aktif dalam kegiatan organisasi NU. Tahun 1989-1996 dia bergabung dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU di bagian dokumentasi dan informasi, lalu di kelompok asistensi teknis. ketika itu, dia lebih banyak melayani perempuan, dalam pemberdayaan ekonomi.

Pada tahun 1990 dia juga bergabung di litbang Fatayat. Kemudian dalam Kongres Fatayat tahun 1995, ia terpilih menjadi Ketua IV yang membidangi ekonomi dan litbang. Lima tahun berikutnya, dalam Kongres Fatayat tahun 2000, dia terpilih menjadi Ketua Umum Fatayat.

Seharusnya bulan Agustus lalu sudah kongres, tetapi karena ada pemilu kemudian diundur. Rencananya, kongres diadakan Februari 2005," tutur Maria.

Keinginan memperdalam masalah perempuan dengan perspektif jender, telah pula mendorongnya menyelesaikan S2 di Program Kajian Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Atas dedikasi tinggi dan aktivitasnya di Fatayat dan dalam penelitian, dia pun mendapat Anugerah Saparinah Sadli, yang diserahkan langsung oleh tokoh perempuan Prof Dr Saparinah Sadli bulan Agustus 2004. Maria orang pertama kali menerima anugerah tersebut atas penelitiannya berjudul Fiqih Aborsi Alternatif untuk Penguatan Hak-hak Reproduksi Perempuan.

Maria melihat, ke depan persoalan yang dihadapi terasa semakin menantang, antara lain karena munculnya usaha memformalkan syariat Islam di daerah-daerah yang cenderung kembali ke pandangan tekstual dan lebih menekankan kepatuhan fisik daripada melihat substansi di dalam teks keagamaan.

Menghadapi kecenderungan itu, Maria, yang kini juga dipercaya menjadi staf khusus (setingkat staf ahli) di Kantor Menko Kesra, melakukan sosialisasi di antara anggotanya mengenai nilai-nilai Islam yang menghargai keberagaman. Meskipun demikian, dia mengakui upaya itu baru bisa menjangkau separuh anggotanya.

Perihal perkawinan beda agama, Maria Ulfah mengakui, di kalangan Islam selama ini ada perbedaan tafsir soal boleh tidaknya pernikahan beda agama. Menurutnya, hal ini bagian yang sifatnya khilafiyah, bagian yang pemaknaan, sehingga orang menafsirkannya bermacam-macam. Karena ini bersifat khilafiyah, ini dikembalikan kepada yang bersangkutan, dia mau memilih yang mana. "Kalau risiko-risikonya ada menjadi konsekuensi dari pilihan," katanya sabaimana dikutip Rado Nederland hasil Laporan Tim Liputan 68H, Jakarta, 14 Oktober 2004. e-ti | mlp

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh cross  -  Dibuat 12 Nov 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Raja Minyak Sawit Dari Siantar Asrena Kepala Staf Tni Al

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Novel klasik terbesar sepanjang masa karya Leo Tolstoy ini membingkai berbagai segi dan kedalaman emosi cinta: kebencian, kesedihan, kecemburuan, kemarahan, kebahagiaan dan penderitaan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: