WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kesepian 10 Tahun

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kesepian 10 Tahun
Rahayu Surtiati Hidayat | TokohIndonesia.com | Kompas

Dua perempuan berturutan menyampaikan pidato pengukuhan guru besar tetap mereka hari Sabtu (28/1) di kampus Universitas Indonesia di Depok. Yang pertama Rahayu Surtiati Hidayat dan yang berikutnya Melani Budianta.

Guru Besar (Profesor) Tetap Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (2006)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Rahayu Surtiati Hidayat

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Rahayu Surtiati Hidayat

QR Code Halaman Biografi Rahayu Surtiati Hidayat
Bio Lain
Click to view full article
Nila Sari
Click to view full article
Masri Singarimbun
Click to view full article
Subrata
Click to view full article
Robert Edison
Click to view full article
Sanusi Pane
Click to view full article
Ramadhan, KH
Click to view full article
Syamsu Rahim

Keduanya, menurut catatan Rektor Universitas Indonesia (UI), adalah guru besar ketiga dan keempat dan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
guru besar pertama dan kedua yang dikukuhkan tahun ini. Keduanya akan menambah jumlah 11 guru besar tetap, dua guru besar luar biasa, dan enam guru besar emeritus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tempat keduanya mengabdi selama ini.

Pengukuhan ini jelas dibutuhkan FIB. Apalagi bidang linguistik terapan yang menjadi keahlian Rahayu Surtiati Hidayat. Dia mengaku sempat kesepian selama 10 tahun sebagai ilmuwan pengajar karena hanya sendirian mendalami bidang itu.

Meskipun demikian, menurut Rahayu, yang akrab dipanggil Yayuk di antara teman dan muridnya, guru besar bukan sesuatu yang dia kejar. "Saya tidak mengejar apa pun. Saya melakukan semua ini karena saya suka. Saya suka menulis, suka menerjemahkan, suka mengajar," kata Rahayu yang menyajikan pidato pengukuhan Humaniora dalam Pengembangan Pendidikan Tinggi. Linguistik Terapan Sebagai Bidang Pendidikan dan Penelitian.

Sendirian
Dalam bahasa yang disederhanakan, Rahayu mengatakan linguistik terapan adalah pengajaran bahasa yang disistematisir. Bidang ini masuk di dalam ilmu humaniora dan lintas batas ilmu karena mendapat banyak sumbangan dari ilmu lain seperti Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983)
Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983)
sosiologi
, psikologi, Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999)
antropologi
, dan teori informasi.

"Antara tahun 1989, setelah menjadi doktor, sampai tahun 2000 saya sendirian menekuni linguistik terapan. Teman-teman tidak ada yang tertarik," papar Rahayu.

Saat itu masih kuat anggapan di kalangan pengajar bahasa, bila seseorang dapat berbahasa, dia dapat mengajar bahasa. Baru sesudah tahun 2000 Yayuk mendapat mitra setelah sejumlah pengajar FIB kembali dari luar negeri dengan ijazah doktor atau magister dalam linguistik terapan.

"Belakangan FIB lebih profesional. Mengajar bahasa ada landasan teori dan jelas metodenya," papar Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UI sejak tahun 2004 yang selama berkarier di UI terus diminta mengembangkan bidang linguistik terapan.

Di luar universitas, linguistik terapan perlu dikembangkan di tataran nasional sebab pengajaran bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris, serta bahasa asing lain di sekolah dasar dan menengah ditentukan oleh politik bahasa yang diterapkan secara nasional dalam pendidikan.

Tidak suka matematika
Awal ketertarikan Rahayu pada bahasa sudah muncul sejak duduk di kelas III sekolah menengah pertama. "Karena saya tidak tertarik pada matematika," papar ibu dari Aria Perbacana (28) dan Rara Tanjung (24) serta istri dari Hidayat Sutarnadi itu.

Yayuk menyukai arkeologi, tetapi ibunya tidak setuju dia memilih bidang itu. "Ibu beranggapan bidang itu akan membawa saya ke mana-mana dan dapat membahayakan saya," tutur Rahayu yang menyelesaikan S1-nya dari Fakultas Sastra UI (1971), S2-nya di Universite de Besancon, Perancis (1972), dan S3-nya dari Program Pascasarjana UI (1989).

Meski begitu, Rahayu merasa ayahnya yang Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
dan ibunya yang aktif di Bhayangkari tidak pernah membedakan pendidikan anak Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
dari anak lelakinya. Tidak heran jika dia menguasai permainan kelereng dan katapel. Bahkan ibunya menyebut dia setengah laki-laki. "Saya sendiri tidak sadar, sampai ketika mengemukakan masalah dan ide-ide, ibu bilang cara berpikir saya seperti anak laki-laki," kata Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
kelahiran Gading Rejo, Lampung, 26 September 1946.

Di Fakultas Sastra ternyata Rahayu tetap mencintai kegiatan luar ruang dan ikut mendirikan organisasi pencinta alam UI, Mapala. "Waktu Hok Gie meninggal, saya adalah Ketua Mapala UI," kenang Yayuk yang menjadi Ketua Mapala UI pada tahun 1964 dan 1968.

Mungkin itu juga yang membuat penampilannya easy going: membawa tas ransel, kerap bercelana panjang, kadang pakai sepatu bot, tidak dandan. Meskipun begitu, sebagai pengajar dan penerjemah dia terkenal amat ketat dalam logika berbahasa yang adalah bidangnya.

Naskah akademisnya bertebaran di berbagai seminar dan buku, selain juga menerjemahkan 40-an buku asing, antara lain Seks dan Kekuasaan karya Michel Foucault (1997), Kalau Perempuan Angkat Bicara (Annie Leclerc, 1999), dan Aku, Kamu, Kita: Belajar Berbeda (Luce Irigaray, 2004).

Karena suka pada hal yang konkret, Yayuk akan terus ditantang mengarahkan agar departemen linguistik di FIB meneliti untuk mendapat perancangan dan terobosan baru dalam pengajaran bahasa.

Dengan demikian, seorang sarjana tidak hanya pandai membuat tulisan akademik, tetapi juga dapat menyajikan pemikirannya dengan menarik dan benar dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing, dalam hal ini bahasa Inggris. ti/tsl, Ninuk Mardiana P dan Maria Hartiningsih (Kompas, 5 Februari 2006)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 05 Feb 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Pelantun Badai Pasti Berlalu Politisi Perempuan Muda Potensial

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Tubuh manusia merupakan keseluruhan struktur fisik organism manusia. Tubuh manusia terdiri atas kepala, leher, batang badan, 2 lengan dan 2 kaki.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: