WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pengabdian Pastor Desa

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pengabdian Pastor Desa
Vincentius Kirdjito | TI | borobudurlinks.com

Vincentius Kirdjito, yang dipanggil akrab Lik Kir, seorang pastor desa yang mengabdikan diri di tengah komunitas masyarakat lereng Gunung Merapi. Sehari-hari dia memimpin Paroki Kecamatan Dukun yang mempunyai umat Katolik di sejumlah desa: Sumber, Grogol, Tutup Ngisor, Tutup Duwur, Juwono, Bandung, Pathen, dan lain-lain di sisi barat Gunung Merapi.

Pastor
Lihat Curriculum Vitae (CV) Vincentius Kirdjito

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Vincentius Kirdjito

QR Code Halaman Biografi Vincentius Kirdjito
Bio Lain
Click to view full article
Slamet Effendy Yusuf
Click to view full article
Bu Kasur
Click to view full article
Ryamizard Ryacudu
Click to view full article
Agnes Monica
Click to view full article
Ikrar Nusa Bhakti
Click to view full article
Imam Nahrawi
Click to view full article
Ussy Sulistiawati

Lik Kir secara tetap bermukim di Pastoran Gereja Santa Maria, Dusun Sumber, dan secara periodik memimpin ibadat di Gereja Gubug Selo Merapi, Dusun Grogol, Mangunsoko, Kecamatan Dukun, yang baru saja direhabilitasi menjadi gereja desa dengan bangunan terbuka.

Dilahirkan sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara (lima Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
, tiga laki-laki), Lik Kir mengaku benar-benar sebagai anak desa. Orangtuanya, almarhum Hilarion Kromo Prawiro dan (ibunya) Maria Padinem adalah petani kecil di Dusun Boro Gunung, Kulon Progo, Daerah Istimewa (DI) Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
.

Ia adalah satu-satunya rohaniwan di lingkungan keluarganya. Karena itu, posisinya sebagai pastor desa di tengah komunitas masyarakat lereng Gunung Merapi bukanlah sebuah lingkungan yang asing baginya.

Lulus dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Indra di Bandung (Jawa Barat) tahun 1972, Lik Kir sempat menjadi guru selama tiga tahun di SD Kristus Rex, Nggedangan, Semarang, Jateng. Dari sana ia memilih meneruskan pendidikan imamat di Seminari Mertoyudan Magelang dan selanjutnya menyelesaikan pendidikan tinggi di Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, tahun 1984.

"Tugas saya sebagai imam itu kan menumbuhkan inklusivitas, keterbukaan, dan berjuang dengan semua orang yang berkehendak baik untuk menciptakan tata masyarakat yang adil dan manusiawi," kata Lik Kir yang beberapa tahun ikut membina petani organik di Kecamatan Tegalrejo, Magelang. Di sana ia kemudian akrab dengan Gus Yusuf, pemimpin Pondok Pesantren Tegalrejo.

Dengan bekal keterampilan pertanian, khususnya pertanian organik dari Romo G Oetomo dari Ganjuran, Bantul, serta visi dan praksis bermasyarakat yang mengutamakan pendekatan humanisme yang dipelajarinya dari guru dan idolanya, budayawan YB Mangunwijaya (almarhum), Lik Kir mengaku, ia harus belajar dari tahap ke tahap, dari satu situasi ke situasi lain, yang selalu saja berbeda kondisinya.

Tahun 2002, dalam perayaan misa Natal, umatnya membuat semacam happening art berupa "pocongan" menjelang misa suci. Ia sempat melonjak kaget, tapi kemudian bisa menerima ekspresi iman yang unik dan khas orang desa seperti itu. "Mereka mengatakan, tema Natal "Kami Menunggu Kedatangan-MU", bagi petani sebagai sesuatu yang nyata. Petani menunggu kesejahteraan itu sampai mau mati, sampai mau jadi pocong (mayat)," kata Lik Kir.

Di tengah komunitas masyarakat Merapi-terutama karena keberadaan Komunitas Seni Cipto Budoyo, Dusun Tutup Ngisor pimpinan Sitras Anjilin dan keluarganya yang begitu melembaga secara turun-temurun di sana- seni budaya, apa boleh buat, ternyata jumbuh, sinkron, dengan bahasa petani.

"Saya merasakan 'bayang-bayang' atau 'bayangan' kita sebagai masyarakat dari agama ini atau agama itu, sering justru merusak hubungan antarmanusia untuk bermasyarakat, dan saling belajar dari masyarakat lain. Terus terang, di sini kabudayan, seni, itu benar-benar hidup dan menjadi tempat pertemuan semua orang dari berbagai agama. Seni bukan nomor satu, tapi seni menjadi sarana paguyuban, sarana membina kerukunan antarwarga," katanya.

Lik Kir, lama-kelamaan kemudian meyakini, penghayatan iman yang paling bener ialah penghayatan dengan srawung, dengan terlibat pada persoalan dan dinamika masyarakat luas, dan berusaha menemukan jawaban bersama-sama. Bukannya menurut sudut pandang kita, atau melulu menurut sudut pandang keyakinan atau agama kita sendiri. Karena itu, hingga kini ia sungguh-sungguh nglangut, bertanya- tanya secara mendalam terhadap salah satu bagian dari doa "Bapa Kami": jadilah kehendak-Mu di atas Bumi seperti di dalam surga.
"Itu lho, jawaban anak SMP di pinggir kali saat saya ke Belanda itu sungguh dahsyat. Menurut saya itulah iman yang konkret. Bagaimana agar agama, juga hukum, benar-benar dimengerti secara konkret esensinya," katanya.

Meski sebagian besar masyarakat kini terancam hidupnya, dieksploitasi dan menderita karena hidup di tengah masyarakat yang rusak karena korupsi, dan haus kekuasaan, Lik Kir yakin kehadiran Tuhan lewat para nabi adalah teladan bahwa kehidupan memang bukan hanya bersisi kegembiraan, tetapi juga penderitaan. Dan masyarakat secara bersama berusaha memperbaiki tata kehidupan yang tidak manusiawi dan tidak berkeadilan itu. TI

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 12 Feb 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Bangsa Indonesia Yang Sebenarnya Politisi Guru Besar Dan Hakim Agung

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso berhasil membujuk dan menjinakkan Nurdin Ismail alias Din Minimi dan kelompok bersenjatanya turun gunung. Sutiyoso berani mengambil risiko terjun langsung masuk hutan untuk menjemput Din Minimi di belantara markas basis persembunyiannya tanpa pengawalan memadai.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: