WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Peneliti Berkelas Dunia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Peneliti Berkelas Dunia
Vennetia Danes | TokohIndonesia.com | Kompas

Vennetia Ryckerens Danes membuat dua pemegang Nobel kedokteran dari Max Plank Institute (Jerman), Prof Bert Sakmann dan Prof Erwin Neher, berdecak kagum. Kedua guru besar itu tidak menduga dokter kelahiran Manado, 27 Maret 1962, ini menyimpan potensi sebagai peneliti berkelas dunia.

Peneliti dan Dosen Unsrat Manado
Lihat Curriculum Vitae (CV) Vennetia Danes

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Vennetia Danes

QR Code Halaman Biografi Vennetia Danes
Bio Lain
Click to view full article
Gatot Mangkoepradja
Click to view full article
Samuel Mulia
Click to view full article
Andi Syamsu Alam
Click to view full article
Meriam Bellina
Click to view full article
Ratna Megawangi
Click to view full article
Mathias Muchus
Click to view full article
Kaka Slank

Ketika menyaksikan penelitian yang sangat rumit yang dilakukan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu, selain terkagum-kagum, Bert Sakmann juga dengan terus terang menyatakan rasa bangganya. Terutama ketika Prof Sakmann ikut mencarikan jalan keluar saat teknologi patch clamping yang digunakan dalam penelitian Vennetia tidak mampu mengeluarkan data yang dibutuhkan.

Alat atau teknologi patch clamping temuan Sakmann dan Erwin Neher, yang mengantarkan kedua ahli kenamaan itu berhak atas hadiah Nobel bidang kedokteran, ternyata saat digunakan Vennetia sempat tidak berfungsi. Padahal, saat digunakan Sakmann dan Neher, teknologi itu berhasil meneliti sel-sel saraf guna mendapatkan solusi atas penyakit epilepsi.

Alat itu pula yang digunakan oleh Vennetia untuk meneliti sel-sel jantung. Vennetia hampir frustrasi ketika berbulan-bulan di laboratorium ia tidak menemukan apa-apa, padahal teknologi tersebut sudah menghasilkan Nobel bagi penemunya.

Waktu itu di suatu malam di Melbourne, Australia, ujar Vennetia, tepatnya pukul 23.00, dia keluar dari laboratorium untuk menghirup udara segar. "Istirahat sejenak karena kebetulan peralatannya tidak bisa mengeluarkan data apa-apa. Di sebelah ruangan lab saya tampak Prof Sakmann, guru besar tamu kehormatan pembimbing saya masih aktif bekerja. Saya kemudian memberanikan diri memasuki ruangannya dan menjelaskan kebuntuan di lab saya. Ternyata Prof Sakmann malah mau mendatangi lab saya dan menerangkan banyak hal," kata Vennetia yang telah memublikasikan 10 jurnal ilmiah internasional.

Keduanya berdiskusi sambil mengutak-atik sejumlah sel jantung yang masih hidup. Upaya pemecahan kebuntuan itu berlanjut hingga sehari penuh esoknya. Sakmann juga mengakui, penelitian sel-sel jantung dengan menggunakan alat patch clamping jauh lebih rumit ketimbang meneliti sel-sel saraf.

"Esoknya seluruh departemen gempar karena pagi-pagi benar, sekitar pukul 08.00, si Nobel sudah duduk langsung di lab saya, menerangkan sambil menggambar desain struktur alat baru yang akan diorder," jar Vennetia.

Prof Sakmann sendiri mengantar Vennetia turun ke lantai basement di workshop untuk memesan alat yang sudah didesain sendiri oleh Sakmann. Sepanjang hari itu Sakmann menyisihkan waktu untuk memecahkan persoalan yang dihadapi Vennetia.

Menurut Venne, panggilan akrab Vennetia, lewat teknologi patch clamping, aktivitas ion yang masuk keluar pada sel saraf neuron pada penderita epilepsi bisa diukur. Penemuan teknik itu telah membawa revolusi sangat berarti di bidang kedokteran, terutama di bidang sel, molekul, dan elektrofisiologi. Teknik ini dapat mengukur voltase, aliran listrik, serta aplikasi molekuler lainnya terhadap sel mulai dari ujung rambut sampai ujung kuku, termasuk sel jantung.

Vennetia, istri tercinta dari Mochtar Siby, dosen Fakultas Teknik Unsrat, mengatakan, melalui teknologi itu pula ia melahirkan terobosan dalam penelitian bidang molecular and cellular cardiology yang kemudian mengantarkannya menemukan channel baru penyebab lain pembesaran dan kegagalan jantung. Lewat temuan itu pula, ibu dua anak, Nicky (18) dan Victoria (15), itu berhak atas gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya berjudul " Cardiomyocyte Calcium and pH Regulation in Primary Cardiac Hypertrophy" pada Fakultas Kedokteran Universitas Melbourne, Victoria, Australia.

"Channel" baru
Channel baru penyebab pembesaran dan kegagalan jantung itu disebut LVACC (low voltage activated calcium current) di membran sel jantung yang mengatur masuk keluar kalsium di sel jantung dan juga mengatur ritme jantung. Sebelumnya (pada penemuan lebih dulu oleh ilmuwan lain), untuk masuknya kalsium di sel jantung kebanyakan melalui calcium channel tipe L dan sebagian kecil melalui tipe T dan sodium calcium exchanger yang ada di membran sel.

Ternyata, kata Vennetia, pada kasus penderita jantung membesar dan kegagalan jantung ditemukan kelainan aktivitas LVACC yang memengaruhi faktor arrhythmia (atau ketidakberaturan irama jantung). Protein-protein lain di membran, seperti Na/H exchanger (yang mengatur antara lain pH sel jantung), L dan T-type calcium channels serta sodium-calcium exchanger (yang mengatur mekanisme kerja kontraktilitas jantung), juga berubah. Akibatnya, itu memengaruhi perkembangan penyakit jantung membesar yang selanjutnya menuju ke kegagalan jantung.

Didapatkan pula, lanjut Vennetia, bahwa perbedaan pengaturan terhadap asam dan ion kalsium yang memengaruhi respons kontraktilitas dan elektikal dari sel-sel otot jantung ditentukan oleh faktor genetika yang mendasari setiap model pembesaran jantung. Menurut Vennetia, dari tingkat molekuler dan seluler penemuan kelainan pengaturan ionik di jantung sel ini akan dapat memberikan kontribusi pemahaman mekanisme kerja jantung pada keadaan patologis, yakni pada saat jantung membesar dan perjalanannya ke arah kegagalan memompa.

Anak ketiga dari empat bersaudara keluarga Jan FA Danes dan Beatrice Adeleida Tirayoh ini mengungkapkan, sedikitnya 20 profesor kenamaan dunia di bidang jantung sempat bekerja sama dan jadi mitra diskusinya.

Dengan mereka, Vennetia berjanji akan bekerja sama meneruskan penelitiannya. Mungkinkah suatu saat dapat Nobel? "Saya bekerja bukan untuk mendapat Nobel, tetapi untuk kemanusiaan meskipun beberapa mitra saya sudah mengatakan, "Venne, Anda telah memulai sesuatu yang besar di bidang kedokteran," kata penerima tujuh award dari berbagai lembaga internasional itu. TI, Freddy Roeroe, Kompas, 24 Maret 2006

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 24 Mar 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Kulit Pohon Untuk Senyawa Antikanker Berkiprah Di Panggung Politik

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam catatan sejarah perang, kita dapat menemukan beberapa pertempuran klasik, yaitu kiprah militer yang dikagumi para pemimpin militer dan sejarawan selama berabad-abad. Cannae adalah salah satu pertempuran demikian. Dipimpin oleh Hannibal Barca, seorang pemimpin perang yang mampu mempersatukan berbagai suku bangsa, dan membuktikan kehebatan strateginya dengan memukul mundur pasukan Romawi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: