WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Iptek untuk Pembangunan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Iptek untuk Pembangunan
Umar Anggara Jenie | TokohIndonesia.com | ITSF

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 27 Oktober 2005 lalu telah mencanangkan tahun 2005-2006 sebagai Tahun Indonesia untuk Ilmu Pengetahuan (TIIP 05-06). Pencanangan tersebut merupakan amanat dari Deklarasi Ilmuwan pada Kongres Ilmu Pengetahuan Indonesia VIII (KIPNAS-VIII), yang diselenggarakan pada tanggal 9-11 September 2003. Mengapa perlu dicanangkan adanya TIIP 05-06 ini?

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Umar Anggara Jenie

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Umar Anggara Jenie

QR Code Halaman Biografi Umar Anggara Jenie
Bio Lain
Click to view full article
Tumpal Harianja
Click to view full article
Benny Likumahuwa
Click to view full article
Tjipta Lesmana
Click to view full article
Chitra Dewi
Click to view full article
DR. Saharjo, SH
Click to view full article
Ananto Sidohutomo
Click to view full article
Laksamana Sukardi

Ada dua pertimbangan utama. Pertama, perkembangan teknologi di suatu negara akan berkembang secara kokoh dan pesat, bila didukung oleh penguasaan dan penghayatan khazanah ilmu pengetahuan mendasar yang kuat. Kedua, negara harus lebih menekankan pada upaya pengembangan khazanah ilmu pengetahuan secara memadai dan konsisten, agar pertumbuhan teknologi yang berbasiskan prinsip pembangunan yang berkelanjutan selalu bisa digalakkan.

Oleh karena itu, para ilmuwan Indonesia mendorong pemerintah untuk memunculkan pengarus-utamaan (mainstreaming) ilmu pengetahuan sebagai gerakan nasional untuk memperkokoh landasan pembangunan bangsa. Pencanangan TIIP 05-06 yang telah dilakukan presiden merupakan jawaban positif atas amanat KIPNAS-VIII itu. Di samping itu, pencanangan TIIP 05-06 juga dalam rangka menyambut Tahun 2005 sebagai The International Year of Physics yang telah diputuskan UNESCO dalam General Conference ke-32 tahun 2003.

Pencanangan Tahun Fisika Internasional 2005 oleh UNESCO adalah untuk menyambut adanya three anniversaries yang sangat berhubungan dengan perkembangan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, utamanya fisika. Three anniversaries tersebut meliputi, pertama, 100 Tahun Penemuan Teori Relativitas Umum oleh Dr. Albert Einstein. Kedua, 80 Tahun Padua Meeting tentang Ilmu Fisika. Ketiga, 10 tahun terbentuknya COMEST (the World Commission on Ethics of Scientific Knowledge and technology) oleh UNESCO.

Berdasarkan pertimbangan di atas, LIPI menyelenggarakan pertemuan ilmiah yang kita sebut sebagai The Two Day Meeting of Indonesian Scientists in the 21st Century: Towards Bright and Brilliant Indonesia, 18-19 November 2005. Pertemuan dua hari tersebut merupakan langkah pertama dalam aktivitas-aktivitas LIPI tahun 2005-2006 untuk menyambut TIIP 05-06.

Dalam pertemuan ilmiah tersebut, LIPI mendapatkan kehormatan, yaitu kesediaan hadirnya Prof. Douglas Dean Osheroff, Nobel Laureate 1996 di bidang fisika dari Stanford University, AS. Ia menjadi pembicara kunci (keynote speaker).

Pertemuan ilmiah juga diramaikan oleh 16-17 kertas kerja ilmiah yang berupa laporan penelitian beberapa ilmuwan unggul Indonesia, yang relatif masih muda. Mereka adalah para pemenang scientific awards dari lembaga-lembaga terkemuka, baik nasional maupun internasional, seperti Toray Science Foundation, The Habibie Award, UNESCO International Basic Sciences Program, Sarwono Prawirohardjo Award, bahkan juga para pemenang Lindau meeting with Nobel laureates.

Mereka --para ilmuwan muda tersebut--umumnya berasal dari berbagai lembaga ilmiah, baik universitas maupun lembaga penelitian lainnya. Beberapa peneliti/ilmuwan unggul Indonesia ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi para generasi muda peneliti lainnya untuk mengikuti jejak langkah mereka, serta mampu membangkitkan pengarus-utamaan ilmu pengetahuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang dilakukan bangsa Indonesia bagi terwujudnya suatu knowledge based society (masyarakat yang berbasis pengetahuan), yang kita cita-citakan bersama.

"Basic science"
The 2nd World Science Forum (WSF-2) yang diselenggarakan dari tanggal 10-12 November di Budapest, Hungaria, baru-baru ini, telah menekankan kembali akan pentingnya penelitian di bidang basic science, baik natural and life sciences maupun social and humanity sciences. Dalam deklarasi yang dikeluarkan setelah selesainya WSF yang kedua tersebut dijelaskan bahwa There will be no applied science without science to be applied (tidak ada ilmu terapan jika kita sendiri tidak menerapkan ilmu).

Dalam WSF-2 tampak sekali keinginan negara-negara berkembang (developing countries) untuk mengembangkan basic science. Prof. Mohammad Hassan, Sekretaris Jenderal TWAS (Academic Sciences for Developing Countries) melaporkan, beberapa negara berkembang yang telah mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dasar serta aplikasi industrialnya adalah Cina, India, dan Brazil, di samping Korea Selatan yang sudah berada lebih dahulu di depan. Negara-negara yang diprediksikan akan menyusul ketiga negara berkembang di atas adalah Pakistan, Nigeria, dan Afrika Selatan.

India merupakan contoh negara yang pantas untuk kita cermati dan contoh dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi industrialnya. Tidak saja karena jumlah penduduk serta heterogenitas etnik/budayanya yang hampir mirip dengan Indonesia, namun juga dari segi perkembangan ekonominya pada dekade terakhir abad ke-20 lalu, tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

Gerakan Swadhesi yang diajarkan Mahatma Gandhi, menjadi motor utama masyarakat India dalam mengejar ketertinggalan mereka di segala bidang, utamanya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Presiden India saat ini, Dr. Abdul Kalam selalu menekankan, "Kalau kita bisa buat, mengapa harus beli."

India juga menghadapi masalah brain drain (hengkangnya ilmuwan dari negaranya-red.), terutama pada dekade-dekade terakhir abad ke-20. Namun, dengan terobosan yang brilian yang dilakukan Prof. Dr. R. Anand Mashelkar, Wakil Presiden the Indian Academy of Sciences, mereka mampu mengubah brain drain menjadi brain gain. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan ilmuwan India yang berada di luar negeri untuk membantu pengembangan ilmu di India, dengan membuat jaringan ilmu pengetahuan yang kokoh.

Prof. Anand Mashelkar juga mengakui adanya brain circulation dalam realitas masyarakat global sekarang ini. Dengan prinsip pengakuan atas realitas adanya brain circulation inilah, India mampu mengubah brain drain menjadi brain gain, yang ternyata mampu membangkitkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di India.

Hal ini pula yang sudah lebih dahulu dilakukan oleh Cina, yang menganggap para ilmuwan mereka yang berada di luar negaranya, sebagai pool scientists, yang tentu akan kembali jika ekonomi Cina telah membaik dan mampu memberi intensif yang pantas bagi mereka.

Prof. Attaur Rahman, Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Pakistan yang juga seorang UNESCO Science Laureate membuat policy pemerintahnya untuk meningkatkan intensif para "peneliti unggul" mereka dengan empat kali gaji Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
.

Prof. Attaur Rahman mengatakan kepada Presiden Musharraf, If you are really serious with science, then you have to follow my policy (Kalau Anda serius terhadap ilmu, maka Anda harus ikuti kebijakan saya-red.). Kenaikan insentif peneliti unggul itulah yang diusulkan dan diterima oleh Presiden Musharraf. Sejak itulah, banyak peneliti unggul Pakistan yang berada di luar negaranya, kembali ke Pakistan. Bagaimana dengan para peneliti Indonesia? Pikiran Rakyat, Jumat, 16 Desember 2005 e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 25 Mar 2006  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Komposer Dan Pencipta Lagu Identik Dengan Jak Jazz

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Serial komik sains tentang coelacanth ikan purba.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: