WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Kaya Ide Rektor 20 Tahun

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Kaya Ide Rektor 20 Tahun
Michael Sastrapratedja | TI | Rpr

Tak banyak orang jadi rektor selama 20 tahun tanpa henti dengan perguruan tinggi yang berbeda-beda. Tetapi, Prof Dr Michael Sastrapratedja SJ melakukannya. Tahun 1980-1984 sebagai Penjabat Ketua Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta; di lembaga yang sama ia diangkat sebagai ketua pada tahun 1984-1988. Tahun 1989-1993 sebagai Rektor Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, dan tahun 1993-2001 sebagai Rektor Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta.

Rektor Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta 1993-2001
Lihat Curriculum Vitae (CV) Michael Sastrapratedja

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Michael Sastrapratedja

QR Code Halaman Biografi Michael Sastrapratedja
Bio Lain
Click to view full article
Ahmad Tohari
Click to view full article
Eva Kusuma Sundari
Click to view full article
Zaenal Maarif
Click to view full article
Saparinah Sadli
Click to view full article
Lasiyah Sutanto
Click to view full article
Samsudin Berlian
Click to view full article
BJ Habibie

Koleganya, Ketua STF Direktur Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat DriyarkaraDriyarkara Dr J Sudarminta SJ, memberi komentar, "Sampai sekarang pun masih bergaya ngrektori." Romo Sastra-panggilannya-tak membalas sindiran itu. Katanya, "Saya punya banyak pembantu, para wakil rektor yang cekatan mengembangkan ide-ide saya."

Dari 20 tahun jabatan rektor itu, paling mengesankan justru saat di Jakarta dan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Membekas di hati koleganya, Sastra terkesan supel, egaliter, serta tak membedakan kedudukan dan jabatan. "Manusia dihargai bukan karena profesi dan kedudukan, tetapi karena kemanusiaannya," sergahnya.

Banyak yang mencatat, kesukaan tlusab-tlusub, menurut istilah Sudarminta, juga tercermin dalam ide-ide yang menerobos dari Romo Sastra. Misalnya, saat menjabat Rektor STF, dia mengintrodusir program kajian budaya (cultural studies). Lembaga ini menarik, yang kemudian ikut memancing STF Direktur Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat DriyarkaraDriyarkara keluar dari "kepompong".

Sekolah filsafat dan teologi di Rawasari itu pun menarik minat banyak orang. Tidak lagi hanya jadi tempat pendidikan calon-calon pastor, tetapi juga kaderisasi tokoh-tokoh masyarakat, terutama Katolik, bahkan mahasiswa dari agama lain.

Dibantu koleganya, seperti Alex Lanur OFM, Frans Magnis-Suseno SJ, Mudji Sutrisno SJ, dan Mardiatmadja SJ, STF semakin banyak peminat, seiring dengan gejala keinginan anak-anak muda "bercas-cis-cus" kosakata filsafat.

Kembali ke Jakarta, di kalangan rekan-rekannya Sastra disindir "pulang kandang". Tentu dia berharap mengembangkan gagasannya tentang STF Direktur Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat DriyarkaraDriyarkara menjadi institut. "Dengan institut sekolah ini bisa lebih luas mengembangkan diri sesuai perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat," kata Romo Sastra, Senin (10/3), di Kampus STF Rawasari, Jakarta.

DIANGKAT sebagai rektor bulan September 1993, dia menangani USD yang baru berganti nama dari IKIP. Kendala utama adalah bagaimana mempersatukan fakultas-fakultas sehingga tidak berkembang sebagai multiversitas, dan membangun kepercayaan-termasuk sumber dana-bahwa USD mempersiapkan pula kebutuhan guru secara lebih profesional.

Apa ide-ide menerobosnya? Dia buka Fakultas Farmasi. Seorang ahli farmasi adalah pendamping dokter. Berkat teknologi, proses pembuatan obat menjadi baku yang mengharuskan ahli farmasi melihat celah lain.

Orientasi fakultas ini adalah klien. Sekarang, kata Romo Sastra, fakultas ini menjaring paling banyak calon. Pernyataan ini sekaligus mengamini pernyataan penggantinya, Rektor USD sekarang, Dr Paul Suparno SJ.

Dia juga memboyong gagasan cultural studies dari STF Driyarkara ke Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Dia kumpulkan sejumlah ahli. Tercatat Arief Budiman, Amin Abdullah, dan Th Sumartana turut menyumbang gagasan pengembangan kajian budaya di USD.

"Ternyata kajian budaya saja tidak cukup. Harus diperluas," ujarnya. Terciptalah program baru, Kajian Ilmu Religi dan Budaya (religions and cultural studies). Saat ini, lembaga yang diadopsi sebagai program gelar magister itu dipimpin Dr St Sunardi.

Sudah ada tiga angkatan, dan setiap angkatan terdiri dari 15-20 orang. Yang mengajar dan menjadi mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang, agama, dan tingkat pendidikan. Ada biksu, ulama, dan ahli media, seperti Dr Ishadi SK pun mengajar di sana.

Ide kajian agama dan budaya dilatari keinginan agar ilmu-ilmu tidak terkotak-kotak. Sepanjang sejarah, ilmu-ilmu itu tercipta lewat dialog dengan ilmu-ilmu lain. Selain lewat mata kuliah, dialog antarilmu sekaligus berarti antarbudaya itu perlu institusional yang mengintegrasikannya.

Kajian agama dan budaya diharapkan berperan. Karena persoalan agama-agama memang rumit, sewajarnya faktor integrasi itu tidak hanya budaya, tetapi juga agama. Diharapkan, dari program ini dihasilkan sejumlah ahli yang memiliki perangkat ilmiah untuk mengajarkan masalah-masalah humaniora di semua fakultas.

Di tingkat fakultas dikembangkan sarana mengajarkan humaniora di semua mata kuliah. Banyak cara bisa dilakukan. Salah satu di antaranya dengan membaca novel. "Mahasiswa teknik harus baca novel agar punya imajinasi," katanya, sambil mengingatkan perlunya mahasiswa membaca Saman karya Ayu Utami atau Supernova karangan Dewi Lestari. Mahasiswa MIPA mendapat teori sastra seperti dari B Rahmanto M Hum.

Di USD dia kembangkan program studi kajian bahasa Inggris (English studies) berisi kajian berbagai masalah dalam bahasa Inggris. Ternyata, selain Farmasi dan Psikologi, program ini termasuk yang amat diminati calon mahasiswa. Saat ini lulusan bahasa Inggris di bawah Fakultas Keguruan USD justru lebih "laku" dibanding lulusan Inggris yang kredibel sejak lembaga pendidikan ini bernama IKIP.

Ide-ide yang menerobos dari Romo Sastra dilatari obsesinya tentang kemanusiaan (humanity). Pergulatannya dalam studi humaniora seolah-olah terkristal dalam pidato pengukuhan guru besarnya pada hari Sabtu (8/3). Judul pidatonya, Setelah Limaratus Tahun, Berakhirkah Humanisme? setebal 38 halaman dengan format buku itu, menguraikan perjalanan panjang sejarah filsafat humanisme.

Salah satu yang menarik, Sastra menyampaikan terobosan gagasan soal humanisme baru di bagian akhir pidatonya. Makna humanisme menjadi lebih kentara dan berfungsi justru pada saat diperdebatkan. Humanisme selalu harus dirumuskan kembali sesuai konteks dan perkembangan zaman.

Karena itu, humanisme baru memiliki ciri, hasil dari sebuah dialog antarbudaya sehingga filsafat tidak lagi sebagai pemegang palu norma-norma melainkan penafsir zaman, punya tanggung jawab moral, emansipatorik, sehingga humanisme itu menghargai dan mengembangkan demokratisasi. Semuanya didasari nilai-nilai yang tetap dan harus terus dipegang, yakni penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia.

Humanisme sekarang dan di Indonesia semakin relevan karena ada gejala masyarakat melepaskan faktor moralitas dan hubungan antarmanusia. Tanggung jawab moral diabaikan dengan alasan sesuai prosedur. Seseorang divonis salah, namun tak mau mundur dari jabatan karena tak ada aturan harus mundur. "Tanggung jawab moral diganti prosedur."

Lahir sebagai Subiyanto di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, 22 Oktober 1943, di urutan ketiga dari 10 saudara keluarga Sastrapratedja, banyak artikel dan buku dia terbitkan; terbaru, Agama dan Tantangan Masa Kini (2002), tentu bukan karya terakhirnya.

Bukan tidak mungkin gagasan-gagasan yang diwujudkan dalam pengembangan tiga universitas, terutama USD, dituangkan dalam uraian yang komprehensif.

Ya, mengapa tidak? Ya, kata doktor ilmu filsafat (politik) lulusan Universitas Gregoriana (1979) ini. St Sularto, Repro Kompas, Sabtu 15 Maret 2003

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 15 Mar 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Jadi Garam Di Jagat Hiburan Gugur Di Atas Kri Macan Tutul

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

20 drama William Shakespeare yang dihadirkan dalam buku ini merupakan hasil adaptasi dari drama ke dalam bentuk prosa.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: