WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Preskom Pertamina

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Preskom Pertamina
e-ti | rpr-pmb

Martiono Hadianto (59), menggantikan Laksamana Sukardi menjabat Presiden Komisaris PT Pertamina. Hasil keputusan rapat umum pemegang saham juga mengganti tiga dari lima anggota dewan komisaris Pertamina, efektif 1 Februari 2005.

Direktur Utama Pertamina (1998-2000)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Martiono Hadianto

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Martiono Hadianto

QR Code Halaman Biografi Martiono Hadianto
Bio Lain
Click to view full article
Bu Kasur
Click to view full article
Sri Susuhunan Pakubuwono X
Click to view full article
Suhardiman
Click to view full article
Dedi Mulyadi
Click to view full article
Rudolf M Pardede
Click to view full article
Theresia Widia
Click to view full article
Betharia Sonatha
BERITA TERBARU

Mereka yang diganti itu adalah Menteri Negara BUMN (1999-2004)
Menteri Negara BUMN (1999-2004)
Laksamana Sukardi
(komisaris utama) yang mengundurkan diri pada November 2004, mantan Kepala BPPN Syafruddin A. Temenggung (komisaris), dan mantan Dirjen Anggaran Depkeu Anshari Ritonga (komisaris).

Dua komisaris lain tetap dipertahankan, yakni Roes Ariawijaya (deputi men BUMN Bidang Industri Strategis, Pertambangan, dan Telekomunikasi) dan Iin Arifin Takhyan (Dirjen Migas Departemen ESDM).

Berdasarkan keterangan pers Kantor KeLihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
an Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Selasa (1/2), penggantian anggota dewan komisaris tersebut adalah Muhammad Abduh menjadi komisaris menggantikan Syarifuddin A Temenggung, Umar Said menggantikan Anshari Ritonga, sedangkan Roes Aryawijaya dan Iin Takhyan tetap dipertahankan sebagai anggota.

Menurut Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara BUMN Sugiharto restrukturisasi komisaris Pertamina dilakukan karena mantan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara BUMN Menteri Negara BUMN (1999-2004)
Menteri Negara BUMN (1999-2004)
Laksamana Sukardi
mengundurkan diri. Pergantian komisaris Pertamina, direalisasikan karena setiap rapat komisaris tak efektif akibat ketidakhadiran Laksamana. "Pak Laksamana sudah mengajukan pengunduran diri sehingga perlu diganti," katanya.

Martiono Hadianto adalah lulusan sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), pernah menjabat Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Keuangan PT Garuda Indonesia (1988-1989), Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Jenderal Bea dan Cukai, serta Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
Utama Pertamina (1998-2000).

Sementara jajaran direksi Pertamina untuk sementara belum diganti karena masih menunggu hasil evaluasi kinerja 2004. "Apakah mereka menjalankan restrukturisasi perusahaan dengan benar atau tidak. Jika tidak, akan saya ganti," cetus mantan direktur keuangan PT Medco Energi Internasional Tbk itu. "Saya akan lihat apakah program restrukturisasi ke depan juga memerlukan profil direksi yang lebih baik dari sekarang atau tidak," lanjutnya.

Selama ini direksi dan komisaris PT Pertamina termasuk posisi "basah" di kalangan BUMN. Berdasar keputusan Komite Remunerasi PT Pertamina, gaji (take-home pay) komisaris utama Rp 75 juta dan komisaris Rp 60 juta per bulan. Sedangkan gaji dirut ditetapkan Rp 150 juta dan direktur Rp 140 juta per bulan.

Saat ini Dirut Pertamina adalah Widya Purnama. Wakil Dirut dijabat Mustiko Saleh. Lima direktur lainnya adalah Hari Kustoro (direktur Hulu), Arie Soemarno (direktur pemasaran dan niaga), Soeroso Atmomartoyo (direktur pengolahan), Alfred Roimone (direktur keuangan), dan Suprijanto (direktur pengembangan dan SDM).

Dalam kesempatan itu, Sugiharto juga mengungkapkan bahwa tahun ini, kegiatan usaha Pertamina akan diubah menjadi kegiatan usaha hulu (upstream), hilir (downstream), dan distribusi. "Pemisahan itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas Pertamina," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga berencana memisahkan anak perusahaan Pertamina yang tidak memiliki hubungan dengan core business Pertamina. Misalnya, PT Pertamedika (rumah sakit), PT Patra Jasa (perhotelan dan properti), PT Pelita Air Service (penerbangan), PT Pertamina Saving and Investment (financing), dan PT Tugu Pratama Indonesia (asuransi). "Soal proses divestasinya, saya serahkan ke manajemen Pertamina," terangnya.

Sugiharto menegaskan bahwa evaluasi kinerja tidak hanya berlaku bagi Pertamina, tetapi juga seluruh BUMN. Konsekuensinya, para direksi BUMN itu akan segera diganti.

"Kita akan evaluasi seluruh BUMN, apakah mereka menerapkan prinsip pengelolaan perusahaan yang berbeda dari konsep kementerian BUMN atau tidak," paparnya. "Dalam waktu dekat, saya juga akan mengganti beberapa direksi BUMN," sambungnya.

Soal rencana pergantian direksi BUMN itu, Sugiharto menyatakan termasuk direksi PT Garuda Indonesia dan PT Merpati Nusantara Airlines. Pergantian tersebut bukan tanpa alasan.

"Saya lihat, kinerja Garuda dan Merpati memburuk. Cashflow-nya negatif dan kerugian meningkat. Jadi, perlu dilakukan restrukturisasi terhadap manajemennya," urainya. Selain itu, masa jabatan direksi Garuda saat ini sebenarnya telah berakhir pada 15 Juni 2003.

Dia menilai, direksi dua BUMN penerbangan tersebut kurang cakap, tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan kantor kementerian BUMN. Para direksi dua BUMN itu juga dinilai tidak berhasil memberikan nilai tambah bagi perusahaannya. "Kita sepakat, masyarakat menginginkan pemimpin BUMN yang lebih kompeten," ungkapnya.

Sugiharto mengakui, dalam tiga bulan terakhir, pihaknya sedang mempelajari kinerja semua BUMN. Lalu, apa saja kesimpulannya? "Memang ada beberapa BUMN yang mendesak untuk dilakukan penyegaran, seperti di Pertamina," katanya.

Tapi, dia menyatakan, pergantian direksi diprioritaskan pada posisi yang lowong atau habis masa jabatannya. "Itu yang akan kita dahulukan. BUMN juga perlu gerakan cepat untuk segera melakukan restrukturisasi, seperti BUMN penerbangan," ungkapnya. Untuk direksi BUMN lain, termasuk BUMN perbankan, dia mengaku sedang meninjau kinerja mereka. tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 20 Oct 2004  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Kepala Suku Sastrawan 45 Revolusi Musik Dol Bengkulu

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Rendi Suhandinata, kepala biro di sebuah instansi pemerintah, mati terbunuh secara misterius. Satu-satunya petunjuk yang ditemukan hanyalah jejak berdarah sepatu wanita yang menjurus ke sebuah lemari.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: