WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Wartawan Pejuang HAM

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Wartawan Pejuang HAM
e-ti | rpr-kompas

*Peraih Yap Thiam Hien Human Rights Award 2003
Untuk pertama kalinya seorang wartawan mendapat penghargaan Yap Thiam Hien Human Rights Award 2003. Wartawan senior harian Kompas, Maria Hartiningsih dinilai sebagai jurnalis yang sangat konsisten dalam penulisannya memperjuangkan hak asasi manusia, yang penuh dengan kepekaan dan komitmen membela mereka yang lemah dan terpinggirkan.

Wartawan
Lihat Curriculum Vitae (CV) Maria Margaretha Hartiningsih

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Maria Margaretha Hartiningsih

QR Code Halaman Biografi Maria Margaretha Hartiningsih
Bio Lain
Click to view full article
Ekky Syachruddin
Click to view full article
Jose Rizal Manua
Click to view full article
Mooryati Soedibyo
Click to view full article
Richard Susilo
Click to view full article
Aulia Sani
Click to view full article
Raam Punjabi
Click to view full article
Ronny Pattinasarani

Perempuan yang akrab dipanggil Maria oleh teman-temannya atau Mbak Ning oleh orang-orang terdekatnya, selalu serius dalam menggeluti bidang yang ia harus tangani. Namun pada setiap bidang yang ditanganinya itu, ia tidak pernah melepaskan unsur manusianya, terutama mereka yang harus menjadi korban.

Maria misalnya, pernah bertugas lama meliput bidang pembangunan perumahan. Ia bukan hanya dekat dengan para Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
seperti Siswono Yudho Husodo ataupun Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Akbar Tandjung
, tetapi juga dengan kalangan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
nya mulai dari Ciputra, Enggartiasto Lukita, hingga Edwin Kawilarang. Namun kedekatan itu tidak pernah mengurangi kekritisannya. Ia sangat keras mengkritik pemerintah yang tidak menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat kecil yang membutuhkan naungan yang pantas ataupun para pegawai negeri sipil yang praktis dilupakan untuk bisa memperoleh rumah yang harga yang terjangkau.

Bukan hanya sekadar mengkritik, Maria selalu memberikan masukan-masukan berdasarkan pengetahuan yang ia miliki.

"Bagi saya, Maria merupakan sosok Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
yang selalu memberi inspirasi. Sebab, ia memang bukan tipe Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
yang hanya tahu kulit dari persoalan yang ia sedang geluti, tetapi juga dengan kedalaman. Ia tipe orang yang bekerja sekadar dengan tenaga, waktu, dan pikiran, tetapi juga dengan perasaan," ujar Siswono menilai sosok Maria, yang sejak menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perumahan Rakyat pada tahun 1988 selalu menjadi lawan dalam berpikir.

Ketika ditugaskan untuk meliput sektor pariwisata, Maria dengan sengaja memilih untuk tidak hanya melihat sisi glamour dari dunia pariwisata itu. Ia juga mengingatkan sisi negatif dari pariwisata, yang juga menimbulkan maraknya perdagangan anak dan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
untuk dijadikan pekerja seks.

Maria sangat tidak suka hanya melihat pariwisata dari sisi perolehan devisa semata. Dengan data yang kuat dan penggumpulan fakta di lapangan, ia mampu menunjukkan bahwa miliran dollar devisa yang ada di atas kertas, seringkali tidak dinikmati oleh negara berkembang dan bahkan negara berkembang justru dirugikan.

Cara penyampaian yang apa adanya, seringkali membuat merah telinga dan marah para pelaku dunia pariwisata. Namun Maria tidak pernah mundur pada sikapnya dan terus menyuarakan keberpihakannya kepada mereka yang hanya menjadi korban.

Begitu banyak bidang yang pernah diliputkan selama kiprahnya sejak tahun 1985 menjadi Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
. Mulai dari urusan perumahan rakyat, pariwisata, lingkungan, hingga isu gender. Namun inti dari semua bidang liputannya itu adalah kemiskinan dan hak dari semua orang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Ketika sudah sampai kepada persoalan itu, maka bagi Maria tidak ada kata menyerah. Tahun 1997, bersama rekan wartawan Sjamin Pardede, ia melihat dari dekat kehidupan anak-anak di Deli Serdang, yang bekerja di jermal-jermal di tengah laut untuk menangkap ikan teri. Maria ingin mengingatkan betapa ikan teri Medan, yang begitu enak dinikmati itu ternyata berasal dari usaha keras anak di bawah umur, yang bukan hanya harus meninggalkan keluarganya, tetapi juga mempertaruhkan nyawa di tengah hantaman ombak dan kehidupan yang sangat keras.

Sekaligus Maria ingin mengingatkan akan hak anak untuk bermain dan mendapatkan pendidikan yang memadai. Atau kalau pun tidak ada pilihan bagi anak-anak itu, janganlah tenaga yang mereka keluarkan tidak dihargai sebagaimana mestinya.

DI tengah ketegaran dan sikapnya yang selalu kukuh, putri pasangan almarhum Hartono dan almarhumah Roepiyatie itu tetap seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
. Ia bisa menitikkan air matanya, ketika dihadapkan pada keadaan yang mengharukan, apalagi ketika melihat kemiskinan dan ketidakadilan.

"Maria merupakan tipe orang yang bisa bergembira ketika ada momen yang menyenangkan, tetapi terharu ketika ada sesuatu yang menyentuhkan. Saya pernah melihat dia menitikkan air matanya saat ia melihat sekumpulan anak-anak yang hanya bisa berlarian di kawasan yang kumuh, dengan perut yang buncit dan kaki yang telanjang," ujar Siswono mengenang Maria.

Siswono tidak merasa heran apabila Maria kemudian mendapatkan Penghargaan Yap Thiam Hien, sebuah penghargaan atas pengabdian di bidang hak asasi manusia. "Maria pantas mendapat perhargaan itu karena ia menjalankan tugasnya sebagai wartawan dengan penuh dedikasi," ujar Siswono.

Dewan Juri Yap Thiam Hien Award 2003 yang diketuai oleh Prof Soetandyo Wigjosoebroto dengan anggota Prof Dr Guru Besar dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah (1998-2006)
Guru Besar dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah (1998-2006)
Azyumardi Azra
, Dr Harkristuti Harkrisnowo, dan Asmara Nababan SH , menjelaskan, penghargaan itu diberikan karena Maria secara konsisten melalui tulisan-tulisannya memperjuangkan ide-ide kemanusiaan dan hak asasi manusia. Maria dinilai juga secara sungguh-sungguh mendorong jurnalisme damai.

Menurut dewan juri, Maria adalah wartawan yang mampu mendayagunakan peran dan pribadinya dalam tugas mendiseminasi ide kemanusiaan dan hak manusia yang asasi.

Maria adalah seorang jurnalis yang ikut pula mendorong peace journalism yang belum banyak diikuti oleh jurnalis lainnya. Ia terbilang konsisten dalam penulisannya, bukan hanya yang berkenaan dengan hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan soal dunia dan jendernya sendiri, tetapi juga hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan dunia manusia yang selalu menjadi korban kekerasan dan kerasnya hidup di dunia ini.

Maria terbilang sosok seorang profesional yang cukup konsisten dalam perjuangannya sebagai wartawan dan lewat tulisannya bahwa hak Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
adalah hak asasi manusia. Tak hanya menulis soal kekerasan terhadap perempuan, Maria juga memiliki kepedulian terhadap perilaku remaja, HIV/ AIDS, perdagangan anak dan perempuan, kekerasan pemilu, hingga ihwal demokrasi dan civil society.

"Maria adalah seorang jurnalis yang tidak pernah lelah mengingatkan kita akan masih banyaknya kekerasan dalam kehidupan kita ini. Ia pun dapat mengajak kita untuk melihat isu yang berkaitan dengan kehidupan manusia korban. Di tengah kehidupan jurnalisme yang lebih banyak dan lebih suka menyebarluaskan tulisan mengenai kekerasan dengan bahasa yang sering jauh dari kalimat santun, jurnalisme yang dianut Maria secara konsisten ini sesungguhnya belum banyak," kata Soetandyo.

Penghargaan Yap Thiam Hien diberikan pertama kali tahun 1992 dan diterima Haji Muhidin, Johny Simanjuntak, dan HJC Princen. Penerima lainnya adalah Marsinah (1993), Trimoelja D Soerjadi (1994), petani Jenggawah dan Ade Rostina Sitompoel (1995), Romo Sandyawan Sumardi (1996), Kontras dan Farida Hariyani (1998), Sarah Lerry Mboeik dan Mama Yosefa Alomang (1999), Urban Poor Consortium (2000), Suraiya Kamaruzzaman dan Ester Jusuf Purba (2001), dan terakhir Wiji Thukul (2002). Tahun 1997 tidak ada pemberian penghargaan.

Penetapan Maria sebagai penerima Penghargaan Yap Thiam Hien disambut positif kalangan wartawan. Maria merupakan wartawan pertama yang menerima penghargaan sejak penghargaan itu diberikan tahun 1992.

Pemimpin Redaksi Sinar Harapan Aristides Katoppo secara khusus menelepon khusus Kompas untuk menyampaikan selamat. "Dia pantas untuk mendapatkan itu. Kalau pun saya menjadi salah satu jurinya, I would vote for her," ujar Katoppo. TI

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Dec 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Siap Pimpin Aceh Jurnalisme Garam Dan Obor

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Tubuh manusia merupakan keseluruhan struktur fisik organism manusia. Tubuh manusia terdiri atas kepala, leher, batang badan, 2 lengan dan 2 kaki.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: