WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Mengadili Mantan Presiden

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Mengadili Mantan Presiden
Lalu Mariyun | TI | Rpr

Di Indonesia, tidak mudah mengadili mantan presiden, apalagi sekaliber HM Soeharto. Berbagai tantangan bisa saja terjadi. Termasuk dugaan suap: hakim bisa dibeli!

Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (2000)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Lalu Mariyun

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Lalu Mariyun

QR Code Halaman Biografi Lalu Mariyun
Bio Lain
Click to view full article
Budi Harsono
Click to view full article
Titiek Puspa
Click to view full article
Tatang Setiadi
Click to view full article
Didik Nini Thowok
Click to view full article
Anna Maria W Goris
Click to view full article
Kiboud Maulana
Click to view full article
Dedi Mulyadi

Dugaan suap ini pula yang paling keras menerpa Lalu Mariyun, Ketua Majelis Hakim yang mengadili perkara mantan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
, sebelum dan sesudah dia mengetuk palu membebaskan mantan presiden itu. Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
, yang ketika itu menjabat presiden, berteriak kencang menyatakan sangat kecewa mendengar keputusan itu. Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
meminta Ketua Mahkamah Agung mencari hakim yang bersih, tegas, dan tidak bisa dibeli.

Mendengar teriakan Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
ini, Mariyun merasa disambar "geledek". Dia pun bereaksi, membantah dugaan suap itu. "Enak saja menuduh. Saya bekerja sebaik-baiknya. Bukan untuk bisa dibeli," ujarnya tegas.

Mariyun punya argumentasi kuat soal putusannya itu. Alasannya, sampai sidang terakhir, jaksa tidak juga berhasil menghadapkan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
ke pengadilan. Bahkan, Mariyun punya rujukan yuridis, yakni Surat Edaran Mahkamah Agung RI tanggal 22 Januari 1981. Dalam butir ketiga surat edaran yang ditandatangani Ketua MA (waktu itu) Prof. DR Oemar Seno Adji itu disebutkan: bila sejak semula terdakwa tidak hadir dan tidak ada jaminan dapat dihadapkan ke persidangan, perkara tidak dapat diterima.

Pertimbangan yang tak kalah penting adalah kondisi kesehatan mantan orang kuat Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
itu. Tim dokter yang berjumlah 24 orang itu merekomendasikan bahwa terdakwa secara fisik maupun mental tidak layak secara permanen untuk disidangkan. "Kalau hasil pemeriksaan tim dokter penilai tersebut tidak dipercaya, siapa lagi yang harus kita percaya, karena mereka bekerja secara independen dan sesuai dengan sumpahnya sebagai dokter," katanya.

Jadi, sambung Mariyun, penetapan itu murni yuridis dan hukum acara. Perkaranya sendiri belum masuk daftar, dakwaan belum dibacakan, dan terdakwa tidak bisa dihadirkan. Ia juga tidak sependapat dilakukan peradilan in absentia. Alasannya, sidang semacam itu dilakukan apabila terdakwa tidak diketahui domisilinya. Padahal domisili HM Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
jelas. "Jadi, tidak bisa dilakukan in absentia. Ini hukum acara,'' paparnya.

Bercita-cita Jadi Hakim
Ketika pertama kali terjun ke dunia kehakiman pada 1967, Lalu Mariyun, S.H. tidak pernah membayangkan bahwa ia akan menjadi salah seorang hakim yang mengadili Mantan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
. Pada massa itu, Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
adalah "Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
" yang dielu-elukan, setelah berhasil menumbangkan golongan komunis. Apalagi kemudian, HM Soeharto menjadi orang terkuat pada masa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
.

Tetapi reformasi yang digerakkan oleh mahasiswa menghadirkan perubahan. Mantan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto
dituntut untuk segera diadili. Lalu dicari berbagai kesalahan yang dilakukan "Bapak Pembangunan" semasa Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
itu untuk dihadapkan ke pengadilan. Mariyun, ditunjuk sebagai Ketua Majelis Hakim Pengadilan untuk mengadili mantan presiden itu.

Bagi Mariyun, jelas saja ini perkara paling besar dan monumental yang dihadapkan kepadanya. Meski begitu, kepada Republika, ia mengaku tidak grogi. "Saya justru harus berpikir objektif dalam mengadili kasus yang mendapat soroton tajam masyarakat," katanya. Ia pun mengaku sudah siap dengan resiko apa pun berkaitan dengan pengadilan kasus tersebut. "Insya Allah, putusan yang akan saya hasilkan, keluar dari hati nurani saya yang paling dalam," katanya ketika itu.
Mariyun lahir di Desa Kopang, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 15 Juni 1945. Sejak kecil, ia memang sudah bercita-cita menjadi hakim, mengikuti jejak kakeknya. Untuk mengejar cita-cita itu, lulus SMP ia pun merantau ke Malang, Jawa Timur dan masuk Sekolah Hakim dan Djaksa (SHD). Lulus dari sana, ia mendaftar jadi hakim dan bertugas di Pengadilan Negeri Selong, Lombok Tengah, sebagai hakim muda.

Tidak puas dengan ilmu yang sudah diperolehnya, pada 1969 ia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Setelah menggondol gelar sarjana hukum pada 1974, ia kembali ditugaskan menjadi hakim di Pengadilan Negeri Selong. Dari sana, ayah tiga anak ini dipindahkan menjadi hakim di Pengadilan Negeri Bayuwangi, Jawa Timur. Selanjutnya, ia dikembalikan lagi ke Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
menjadi hakim di PN di sana.

Beberapa lama di sana, Mariyun menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah. Lalu, ia ditugaskan lagi ke PN Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
, terakhir suami Ratna Rumingsih -- dosen Fakultas Hukum Universitas Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
-- menjadi ketua pengadilan negeri itu. Lewat SK Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Hukum dan Perundang-undangan No. M.1036. KP.0404 tahun 2000 tertanggal 16 Mei 2000 ia ditugaskan menjadi Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. TI, Tempo Interaktif dan berbagai sumber

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 May 2002  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Politisi Guru Besar Dan Hakim Agung Presenter Bertitel Sarjana Hiburan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Pastor and New York Times bestselling author Joel Osteen offers 90 days of inspirational devotions to help you become the best that you can be in every area of your life.

Note: 98% terawat, Hardcover, a must have.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: