Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Pelestari Bahasa Daerah Muna

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Pelestari Bahasa Daerah Muna
    La Ode Sirad | e-ti | sp
    Anggota DPRD Muna periode 1982-1987
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    La Ode Sirad, yang akrab dipanggil Imbo, adalah putra keenam La Ode Dhika, Raja Muna kedua dari urutan terakhir. Imbo tak hanya peduli terhadap nasib masyarakat bawah yang tidak berdaya di depan hukum, tetapi dia juga prihatin pada kelangsungan bahasa daerah Muna.

    QR Code Halaman Biografi La Ode Sirad
    • biografi tokoh indonesia la ode sirad
    • biografi dan gambar tokoh-tokoh pelestari lingkungan hidup
    • lagu-lagu daerah muna lama yang hampir punah
    • cerita rakyat muna asli
    • pelajaran bahasa muna
    • morfologi bahasa daerah muna
    • nama-nama seluruh sekolah sma daerah kendari muna
    • ungkapan kebijaksanaan dalam sastra daerah muna
    • perkembangan KOPERASI HUTAN JATI MUNA DI TAMPO
    • cerita rakyat tentang daerah muna menggunakan bahasa daerah muna
    • cerita singkat bahasa muna
    • bahasa daerah Muna
    • PELAJARAN BAHASA DAERAH MUNA
    • download kamus bahasa muna
    • kumpulan cerita dongeng dengan bahasa muna
    • cari teman daerah muna

    Tidak banyak orang yang mau bekerja gratis. Apalagi pada zaman serba materialistis seperti sekarang, kian banyak orang yang hanya berpikir akan mendapat apa jika dia berbuat sesuatu. Salah satu di antara orang langka itu adalah La Ode Sirad.

    Mantan pegawai Bank BNI itu lalu bercerita betapa orang-orang asal Muna yang sekarang tinggal di kota semakin jarang yang mau menggunakan bahasa daerah Muna, bahasa ibunya. Setidaknya itulah hasil pengamatannya.

    Menurut Imbo, orang asal Muna berbeda dengan mereka yang berasal dari Buton atau Tolaki. Dua kelompok etnis tersebut dinilainya masih suka menggunakan bahasa daerah mereka meski dalam lingkungan resmi, seperti di kantor-kantor pemerintah.

    "Sebaliknya, di kantor Bupati Muna jarang terdengar orang bercakap-cakap dalam bahasa Muna," ujarnya.

    Orang Muna adalah penduduk asli yang berdiam di Pulau Muna, pesisir Pulau Buton, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Kadatua, Siompu, dan Talaga. Etnis Muna juga merupakan salah satu kelompok terbesar warga Kota Kendari. Secara administratif, mereka mendiami Kabupaten Muna dengan populasi 290.358 jiwa (2006), Kabupaten Buton, Kabupaten Bombana, dan Kota Kendari.

    Merasa khawatir bahasa Muna bakal segera punah, Imbo berusaha melestarikan bahasa daerah itu. Cara yang dia lakukan adalah dengan menyusun kamus lengkap Bahasa Muna-Bahasa Indonesia.

    Selama dua tahun terakhir ini dia berhasil menghimpun kosakata, derivasi, dan ungkapan dalam bahasa Muna sebanyak 13.000 entri. "Naskahnya akan dirampungkan awal Januari 2008 ini sehingga kamus ini bisa dicetak secepatnya," kata Imbo.

    Dalam membuat manuskrip kamus tersebut, pria berusia 67 tahun itu menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua terbitan 1991 sebagai panduan. "Sebagai proses awal, kamus itu saya alihkan ke dalam bahasa Muna," ujar Imbo tentang teknis penulisan manuskrip kamus.

    Prof Dr La Ode Sidu Marafad, anggota Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi pertama (1988), menyatakan sangat menghargai usaha Imbo melestarikan bahasa Muna dengan cara menyusun kamus.

    "Kita salut pada semangat dan menghargai kepedulian Pak Imbo terhadap bahasa daerah Muna," ujar dosen Bahasa Indonesia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Haluoleo Kendari itu.

    Bagi Sidu, punahnya suatu bahasa daerah merupakan kecelakaan sejarah peradaban sebuah komunitas etnis. Sebab, kata dia, bahasa merupakan identitas dan budaya dasar manusia dari sebuah kelompok sosial atau etnis.

    Biaya penerbitan
    Secara teknis, penyusunan Kamus Bahasa Muna-Bahasa Indonesia yang dilakukan Imbo sudah rampung. Manuskripnya hanya tinggal diketik rapi, untuk selanjutnya dibawa ke percetakan.

    Masalahnya, siapa yang mau membiayai penerbitan kamus bahasa daerah tersebut? Pemerintah Kabupaten Muna melalui Sekretaris Daerah La Ode Kilo menyatakan sanggup membantu membiayai penerbitan kamus bahasa daerah tersebut.

    Pasalnya, kalau menunggu dari Imbo tak mungkin. Sudah lima tahun terakhir ia "pensiun" sebagai kontraktor proyek pemerintah berskala kecil dan sesekali berLihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    kayu jati sebelum hutan jati Muna habis dijarah.

    Kecuali semangat dan idealisme yang masih berkobar-kobar, kehidupan Imbo kian meredup pada usianya kini. "Kami sekeluarga hidup dari tabungan yang sebagian juga digunakan untuk membiayai penyusunan kamus," katanya.

    Bantuan hukum
    Sebelum menekuni pembuatan kamus bahasa daerah, selama belasan tahun Imbo sempat berpraktik sebagai pemberi bantuan hukum tanpa dibayar oleh mereka yang berperkara di pengadilan.

    "Banyak yang mau kasih tanah atau kalung emas sebagai ucapan terima kasih, tetapi saya tolak. Secuil pengetahuan hukum yang saya miliki tidak diperoleh melalui bangku sekolah, hanya otodidak. Jadi, saya merasa kurang pantas untuk mengomersialkan ilmu tersebut," katanya beralasan.

    Imbo memang bukan sarjana hukum. Namun, dia gemar membaca buku-buku hukum. Sebuah lemari buku di kamar kerjanya berisi buku-buku yang umumnya tentang hukum.

    Salah satu koleksi buku Imbo adalah Hukum Pidana berisi kumpulan kuliah Prof Satochid Kartanegara SH dan pendapat-pendapat para ahli hukum terkemuka lainnya. Buku stensilan itu, cerita Imbo, merupakan pemberian pengacara Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
    Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
    Adnan Buyung Nasution
    . "Itu tanda mata dari Abang (Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
    Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
    Adnan Buyung Nasution
    ) ketika saya bertandang ke rumahnya di Jakarta," tutur Imbo.

    Sulitnya masyarakat menengah-bawah untuk mendapatkan rasa keadilan bila ingin menyelesaikan masalah melalui lembaga peradilan menjadi motivasi paling kuat bagi Imbo untuk belajar hukum secara otodidak.

    "Katanya kita negara hukum, tetapi mengapa rakyat kecil malah sering kali menjadi korban hukum?" ucap ayah empat anak itu menggugat.

    Perkembangan dunia hukum di Indonesia memunculkan peluang bagi lulusan SMA Negeri 1 Kendari tahun 1969 itu untuk berperan membela rakyat kecil di pengadilan. Negara menyediakan advokat bagi warga yang tak mampu membayar pengacara menyusul berlakunya KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) pada akhir 1981.

    Karena di wilayah Pengadilan Negeri (PN) Raha, ibu kota Kabupaten Muna, belum ada pengacara yang berpraktik, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara di Kendari membuka kesempatan kepada warga setempat untuk menjadi penasihat hukum.

    Setelah mengikuti ujian seleksi calon pemberi bantuan hukum yang dilakukan PT Sultra, Imbo diberi izin praktik di PN Raha. Maka, jadilah dia seorang "pokrol bambu", pengacara tanpa gelar sarjana hukum. Dari negara, ia mendapat honor Rp 100.000 untuk setiap perkara yang ditangani.

    Meski hanya seorang "pokrol bambu", ia mengaku banyak memenangi perkara warga yang dibelanya, termasuk gugatan praperadilan. Salah satu gugatan praperadilan yang dia anggap istimewa adalah kasus praperadilan terhadap Kepala Polres Muna pada tahun 1982. Kepala Polres Muna divonis bersalah oleh PN Raha karena menahan mobil bak terbuka milik seorang warga tanpa dasar hukum kuat.

    Setelah ada ketentuan bahwa pengacara harus bergelar sarjana hukum, Imbo mengundurkan diri. "Saya masih dipertahankan Ketua PT Sultra karena hampir semua perkara yang saya tangani menang di pengadilan," ceritanya.

    Perkara terakhir yang dia tangani adalah sengketa tanah (perdata) pada 1997. Ia menjadi penasihat hukum La Ode Kaimoeddin, Gubernur Sultra (waktu itu) yang juga kakaknya dari lain ibu. Raja Muna La Ode Dhika yang turun takhta tahun 1938 itu memiliki 11 istri dengan 27 anak. (Yamin Indas, Kompas, 3 Januari 2008) ti

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Jan 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Kesempatan tidak pernah mengetuk, ia akan menampakkan dirinya ketika Anda berusaha keras membuka pintu." ~ Kyle Chandler

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us