WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pelestari Bahasa Daerah Muna

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pelestari Bahasa Daerah Muna
La Ode Sirad | e-ti | sp

La Ode Sirad, yang akrab dipanggil Imbo, adalah putra keenam La Ode Dhika, Raja Muna kedua dari urutan terakhir. Imbo tak hanya peduli terhadap nasib masyarakat bawah yang tidak berdaya di depan hukum, tetapi dia juga prihatin pada kelangsungan bahasa daerah Muna.

Anggota DPRD Muna periode 1982-1987
Lihat Curriculum Vitae (CV) La Ode Sirad

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) La Ode Sirad

QR Code Halaman Biografi La Ode Sirad
Bio Lain
Click to view full article
Hartono Mardjono
Click to view full article
Suroyo Bimantoro
Click to view full article
Purwacaraka
Click to view full article
Nicholas Saputra
Click to view full article
Rachmat Witoelar
Click to view full article
James Danandjaja
Click to view full article
Bing Slamet

Tidak banyak orang yang mau bekerja gratis. Apalagi pada zaman serba materialistis seperti sekarang, kian banyak orang yang hanya berpikir akan mendapat apa jika dia berbuat sesuatu. Salah satu di antara orang langka itu adalah La Ode Sirad.

Mantan pegawai Bank BNI itu lalu bercerita betapa orang-orang asal Muna yang sekarang tinggal di kota semakin jarang yang mau menggunakan bahasa daerah Muna, bahasa ibunya. Setidaknya itulah hasil pengamatannya.

Menurut Imbo, orang asal Muna berbeda dengan mereka yang berasal dari Buton atau Tolaki. Dua kelompok etnis tersebut dinilainya masih suka menggunakan bahasa daerah mereka meski dalam lingkungan resmi, seperti di kantor-kantor pemerintah.

"Sebaliknya, di kantor Bupati Muna jarang terdengar orang bercakap-cakap dalam bahasa Muna," ujarnya.

Orang Muna adalah penduduk asli yang berdiam di Pulau Muna, pesisir Pulau Buton, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Kadatua, Siompu, dan Talaga. Etnis Muna juga merupakan salah satu kelompok terbesar warga Kota Kendari. Secara administratif, mereka mendiami Kabupaten Muna dengan populasi 290.358 jiwa (2006), Kabupaten Buton, Kabupaten Bombana, dan Kota Kendari.

Merasa khawatir bahasa Muna bakal segera punah, Imbo berusaha melestarikan bahasa daerah itu. Cara yang dia lakukan adalah dengan menyusun kamus lengkap Bahasa Muna-Bahasa Indonesia.

Selama dua tahun terakhir ini dia berhasil menghimpun kosakata, derivasi, dan ungkapan dalam bahasa Muna sebanyak 13.000 entri. "Naskahnya akan dirampungkan awal Januari 2008 ini sehingga kamus ini bisa dicetak secepatnya," kata Imbo.

Dalam membuat manuskrip kamus tersebut, pria berusia 67 tahun itu menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua terbitan 1991 sebagai panduan. "Sebagai proses awal, kamus itu saya alihkan ke dalam bahasa Muna," ujar Imbo tentang teknis penulisan manuskrip kamus.

Prof Dr La Ode Sidu Marafad, anggota Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi pertama (1988), menyatakan sangat menghargai usaha Imbo melestarikan bahasa Muna dengan cara menyusun kamus.

"Kita salut pada semangat dan menghargai kepedulian Pak Imbo terhadap bahasa daerah Muna," ujar dosen Bahasa Indonesia pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Haluoleo Kendari itu.

Bagi Sidu, punahnya suatu bahasa daerah merupakan kecelakaan sejarah peradaban sebuah komunitas etnis. Sebab, kata dia, bahasa merupakan identitas dan budaya dasar manusia dari sebuah kelompok sosial atau etnis.

Biaya penerbitan
Secara teknis, penyusunan Kamus Bahasa Muna-Bahasa Indonesia yang dilakukan Imbo sudah rampung. Manuskripnya hanya tinggal diketik rapi, untuk selanjutnya dibawa ke percetakan.

Masalahnya, siapa yang mau membiayai penerbitan kamus bahasa daerah tersebut? Pemerintah Kabupaten Muna melalui Sekretaris Daerah La Ode Kilo menyatakan sanggup membantu membiayai penerbitan kamus bahasa daerah tersebut.

Pasalnya, kalau menunggu dari Imbo tak mungkin. Sudah lima tahun terakhir ia "pensiun" sebagai kontraktor proyek pemerintah berskala kecil dan sesekali berLihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
kayu jati sebelum hutan jati Muna habis dijarah.

Kecuali semangat dan idealisme yang masih berkobar-kobar, kehidupan Imbo kian meredup pada usianya kini. "Kami sekeluarga hidup dari tabungan yang sebagian juga digunakan untuk membiayai penyusunan kamus," katanya.

Bantuan hukum
Sebelum menekuni pembuatan kamus bahasa daerah, selama belasan tahun Imbo sempat berpraktik sebagai pemberi bantuan hukum tanpa dibayar oleh mereka yang berperkara di pengadilan.

"Banyak yang mau kasih tanah atau kalung emas sebagai ucapan terima kasih, tetapi saya tolak. Secuil pengetahuan hukum yang saya miliki tidak diperoleh melalui bangku sekolah, hanya otodidak. Jadi, saya merasa kurang pantas untuk mengomersialkan ilmu tersebut," katanya beralasan.

Imbo memang bukan sarjana hukum. Namun, dia gemar membaca buku-buku hukum. Sebuah lemari buku di kamar kerjanya berisi buku-buku yang umumnya tentang hukum.

Salah satu koleksi buku Imbo adalah Hukum Pidana berisi kumpulan kuliah Prof Satochid Kartanegara SH dan pendapat-pendapat para ahli hukum terkemuka lainnya. Buku stensilan itu, cerita Imbo, merupakan pemberian pengacara Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
Adnan Buyung Nasution
. "Itu tanda mata dari Abang (Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
Mantan Jaksa, Advokat/Konsultan Hukum
Adnan Buyung Nasution
) ketika saya bertandang ke rumahnya di Jakarta," tutur Imbo.

Sulitnya masyarakat menengah-bawah untuk mendapatkan rasa keadilan bila ingin menyelesaikan masalah melalui lembaga peradilan menjadi motivasi paling kuat bagi Imbo untuk belajar hukum secara otodidak.

"Katanya kita negara hukum, tetapi mengapa rakyat kecil malah sering kali menjadi korban hukum?" ucap ayah empat anak itu menggugat.

Perkembangan dunia hukum di Indonesia memunculkan peluang bagi lulusan SMA Negeri 1 Kendari tahun 1969 itu untuk berperan membela rakyat kecil di pengadilan. Negara menyediakan advokat bagi warga yang tak mampu membayar pengacara menyusul berlakunya KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) pada akhir 1981.

Karena di wilayah Pengadilan Negeri (PN) Raha, ibu kota Kabupaten Muna, belum ada pengacara yang berpraktik, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara di Kendari membuka kesempatan kepada warga setempat untuk menjadi penasihat hukum.

Setelah mengikuti ujian seleksi calon pemberi bantuan hukum yang dilakukan PT Sultra, Imbo diberi izin praktik di PN Raha. Maka, jadilah dia seorang "pokrol bambu", pengacara tanpa gelar sarjana hukum. Dari negara, ia mendapat honor Rp 100.000 untuk setiap perkara yang ditangani.

Meski hanya seorang "pokrol bambu", ia mengaku banyak memenangi perkara warga yang dibelanya, termasuk gugatan praperadilan. Salah satu gugatan praperadilan yang dia anggap istimewa adalah kasus praperadilan terhadap Kepala Polres Muna pada tahun 1982. Kepala Polres Muna divonis bersalah oleh PN Raha karena menahan mobil bak terbuka milik seorang warga tanpa dasar hukum kuat.

Setelah ada ketentuan bahwa pengacara harus bergelar sarjana hukum, Imbo mengundurkan diri. "Saya masih dipertahankan Ketua PT Sultra karena hampir semua perkara yang saya tangani menang di pengadilan," ceritanya.

Perkara terakhir yang dia tangani adalah sengketa tanah (perdata) pada 1997. Ia menjadi penasihat hukum La Ode Kaimoeddin, Gubernur Sultra (waktu itu) yang juga kakaknya dari lain ibu. Raja Muna La Ode Dhika yang turun takhta tahun 1938 itu memiliki 11 istri dengan 27 anak. (Yamin Indas, Kompas, 3 Januari 2008) ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 03 Jan 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Sang Murid Sosialisme Tak Bisa Ke Lain Hati

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Genghis Khan adalah salah satu pejuang yang namanya kesohor di penjuru dunia, meski mengalami masa kecil yang berat akibat kematian tragis kepala suku yang juga adalah ayahnya.

Note: Bacaan ringan tapi bermakna.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: