WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Parpol dan Pemilu 2009

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Parpol dan Pemilu 2009
Ikrar Nusa Bhakti | e-ti | rpr-mn

OPINI Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia): Fantastis! Itulah kata yang terlontar saat Komisi Pemilihan Umum atau KPU, 7 Juli 2008, mengumumkan 34 partai politik nasional dan enam parpol lokal di Aceh akan mengikuti Pemilihan Umum 2009.

Profesor Riset Politik LIPI
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ikrar Nusa Bhakti

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ikrar Nusa Bhakti

QR Code Halaman Biografi Ikrar Nusa Bhakti
Bio Lain
Click to view full article
Alexander Litaay
Click to view full article
JB Sumarlin
Click to view full article
Eka Julianta W
Click to view full article
Raja Haji Fisabilillah
Click to view full article
Reza
Click to view full article
Muchtar Pakpahan
Click to view full article
Luhut Panjaitan
BERITA TERBARU

Maklum, pertama, ketika kita berharap terjadi pengerucutan jumlah dari 48 parpol (Pemilu 1999) menjadi 24 parpol (Pemilu 2004) dan diharapkan menjadi 12 parpol (Pemilu 2009), ternyata malah membengkak menjadi 34 parpol nasional plus 6 partai lokal Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
.

Ini terjadi karena "politik dagang sapi" pada proses legislasi yang menghasilkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, antara lain, menetapkan, 16 parpol yang memiliki kursi di DPR otomatis menjadi peserta Pemilu 2009, ditambah 18 parpol baru yang lolos verifikasi, dan 6 partai lokal Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
dibolehkan ikut pemilu legislatif. Ke-34 parpol nasional itu akan memperebutkan 560 kursi di DPR, sedangkan enam partai lokal Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
akan memperebutkan kursi DPRA dan DPRD kabupaten di Aceh.

Fantastis kedua, masa kampanye Pemilu 2009 yang dimulai 12 Juli 2008, berlangsung delapan bulan, lebih lama dibanding masa kampanye pemilu sebelumnya. Ini akan menimbulkan ingar-bingar politik. Selain itu, kita juga tak dapat membayangkan, berapa triliun rupiah yang akan dikeluarkan oleh seluruh partai nasional dan partai lokal, baik untuk kampanye tertutup maupun terbuka, arak- arakan, pertemuan tatap muka, dan iklan-iklan di media cetak dan elektronik di pusat dan daerah.

Sebagai contoh, Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
menyiapkan Rp 200 miliar untuk kampanye hingga April 2009. Partai Keadilan Sejahtera (Ketua MPR-RI 2004-2009
Ketua MPR-RI 2004-2009
PKS
) sudah membagi uang jutaan rupiah kepada UKM sebagai modal kerja sebelum kampanye 12 Juli 2008 dimulai (The Jakarta Post, 9/7/2008). Dana kampanye dari mana-mana, iuran anggota, donasi individu atau perusahaan, dan lainnya.

Lantas, berapa pengeluaran individu para bakal calon anggota legislatif 2009-2014 agar dapat menduduki kursi legislatif. Jika Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
dan PDI-P menyiapkan 14.000-15.000 bakal calon legislatif, masing-masing partai menengah menyiapkan 8.000-10.000 dan partai-partai kecil 5.000-8.000. Jika tiap bakal calon legislatif mengeluarkan dana Rp 200 juta, berapa triliun akan terkumpul? Fantastis. Itulah harga demokrasi. Belum lagi pemilu presiden 2009. Tak mengherankan jika survei Indo Barometer Desember 2007 menunjukkan, bagi 88,2 persen responden, 24 parpol dinilai terlalu banyak. Idealnya, kata survei itu, Indonesia hanya memiliki lima parpol (24,0 persen), tiga parpol (21,6 persen) atau maksimal 10 parpol (18,3 persen).

Tujuh besar
Fantastis ketiga, meski ada 34 parpol, hasil survei Indo Barometer (9/7/2008) benar-benar mengejutkan, yaitu hanya akan ada tujuh besar partai pemenang pemilu, jumlah yang sama dengan pemilu legislatif 2004. Bedanya, jika pada tahun 2004 Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Partai Persatuan Pembangunan
(Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
) masuk tujuh besar, pada 2009 partai ini mungkin akan menjadi nomor 8, sedangkan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pimpinan Jenderal (Pur) Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
ke nomor 7 dengan 2,3 persen pemilih.

Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar
Golkar
boleh saja berangan-angan meraih 30 persen suara, melebihi perolehan 2004 yang 22 persen dan menduduki peringkat teratas. Namun, geliat Partai Golkar ibarat gajah gemuk kehabisan tenaga. Golkar sedang kehilangan semangat dan greget. Dan, menurut survei Indo Barometer di 33 provinsi atas 1.200 responden (5-16/6/2008), tujuh besar partai pemenang Pemilu 2009 ialah PDI-P (23,8 persen), Partai Golkar (12,0 persen), Partai Demokrat (9,6 persen), Ketua MPR-RI 2004-2009
Ketua MPR-RI 2004-2009
PKS
(7,4 persen), PKB (7,4 persen), PAN (3,5 persen), Partai Hanura (2,3 persen), dan Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
(1,6 persen). Sisanya, partai lain 3,0 persen dan 29,4 persen belum tahu/tidak menjawab pilihannya.

Jika survei ini menjadi kenyataan, benar-benar fantastis! Lebih fantastis lagi, jumlah seluruh suara yang diperoleh partai-partai Islam pada Pemilu 2009 hanya 21,1 persen, lebih rendah 2,7 persen dari perolehan PDI-P! Mengapa? Karena tak ada beda antara partai Islam dan partai lain, perilaku elitenya juga sama.

"Channel of control"
Fantastis keempat, jika hasil survei Indo Barometer sahih, dapat diartikan akan ada sekitar 29,4 persen pemilih yang tidak akan menggunakan hak pilihnya. Persepsi masyarakat tentang parpol memang buruk. Selama ini parpol hanya merupakan alat mobilisasi massa, perekrutan, dan sosialisasi calon anggota legislatif atau pemimpin, menjadi saluran kekuasaan (channel of power), tetapi belum menjadi sumber identitas politik para pemilihnya.

Sebagai saluran kontrol, parpol juga masih setengah hati, baik terhadap pemerintah maupun anggotanya. Lihat saja hiruk-pikuk di DPR soal hak angket terkait kenaikan harga BBM atau kian maraknya terungkap korupsi yang dilakukan anggota DPR. Lihat juga Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara pakar politik dan DPR saat pembuatan undang-undang, tidak jarang anggota DPR dari ideologi apa pun, secara bersemangat bersatu mengecam para pakar politik yang katanya mengelabui masyarakat soal legislative heavy. Bipartishanship antara legislatif dan eksekutif juga jarang terjadi, kecuali soal "musuh bersama" dari luar, atau soal kenaikan gaji pegawai negeri sipil dan TNI/Polri dan terlebih lagi soal kenaikan tunjangan anggota Dewan!

Pemilu legislatif dan pilpres 2009 dapat menjadi saluran kontrol masyarakat atas parpol. Sebagai warga negara yang demokratis, para pemilih bukan hanya akan antusias mendukung parpol atau capres/ cawapres, tetapi juga dapat memilih untuk tidak memilih lagi parpol dan/atau capres/cawapres yang kinerja politiknya buruk. Rakyat kian canggih menggunakan otoritas politiknya menentukan masa depan Indonesia. Inilah esensi kedaulatan rakyat.

Bagi rakyat, demokrasi bukan lagi sekadar prosedur, tetapi bagaimana menata Indonesia ke depan yang lebih baik, anak cucu dapat menikmati kesejahteraan, rasa aman, dan martabat Indonesia yang semakin tinggi di mata internasional. (Kompas, Jumat, 11 Juli 2008), ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Jul 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Sutradara Spesialis Cinta Perempuan Penguasa Hanggar

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

This book gives you a huge knowledge of what you need for understanding the market for watches. The book is full of beautiful photos of some of the Worlds most awesome timepieces and what's under the hood.

Note: A must have buat pencinta/kolektor jam tangan. Harga cover US$35.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: