WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pengamat Politik Berwarna

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pengamat Politik Berwarna
e-ti | rpr-pgp

Pria berkacamata ini dikenal sebagai peneliti senior dari Center for Strategic and International Studies (CSIS). Sebagai peneliti dan pengamat yang sudah berkiprah selama kurang lebih 30 tahun, ia akrab dengan topik penelitian seputar peran TNI, perkembangan politik dan pertahanan. Dia seorang narasumber bagi berbagai media yang pendapatnya seringkali dianggap berwarna dan kontroversial.

Peneliti CSIS
Lihat Curriculum Vitae (CV) J. Kristiadi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) J. Kristiadi

QR Code Halaman Biografi J. Kristiadi
Bio Lain
Click to view full article
Achmad Tirtosudiro
Click to view full article
Mohamad Prakosa
Click to view full article
Boenjamin Setiawan
Click to view full article
Abdul Khaliq Ahmad
Click to view full article
Arwin Rasyid
Click to view full article
Eko Prasojo
Click to view full article
Haryono Suyono
BERITA TERBARU

Pada saat kampanye Pemilu Presiden 2004, komentar-komentarnya dianggap berbagai pihak sangat menjagokan Ketua Umum Partai Hanura
Ketua Umum Partai Hanura
Wiranto
dan Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
daripada Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
.

Berbagai pihak melihatnya sangat dekat dengan politik TNI. Salah satu pernyataannya yang cukup kontroversial, mengenai peran politik TNI adalah mengenai sudah seharusnya TNI mempunyai hak pilih dalam pemilu.

Karena, menurutnya, TNI itu adalah warga negara biasa. Maka TNI boleh saja memimpin sebuah partai politik, asalkan bisa menyesuaikan dengan habitatnya yang baru. Pernyataan ini terasa sumbang di tengah teriakan untuk segera mengikis kiprah politik TNI di tengah pemberdayaan masyarakat sipil.

Namanya semakin mencuat menjelang dan sesudah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
lengser dari kekuasaan, bahkan hingga kini pun ia masih sering tampil baik di televisi, radio, seminar, acara peluncuran buku, dan media cetak, membagikan analisis politik negeri ini. Meski sudah populer, Kris dengan rendah hati menyikapinya, "Saya merasa biasa saja.

Nama J. Kristiadi kerap dianggap sama dengan nama J.B Kristiadi yang menjabat sebagai sekretaris Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Komunikasi dan Informasi. Meski Kristiadi yang satu ini tidak disertai huruf "B", banyak undangan seminar dan perkawinan, serta permintaan wawancara yang nyasar ke alamatnya. Begitu pula sebaliknya.

Kris, begitu ia biasa dipanggil, dibesarkan dalam keluarga pegawai. Ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri di sebuah rumah sakit dan ibunya seorang guru di sekolah dasar di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
.

Sewaktu Kris kelas 3 SD, ia tidak bisa memiliki buku karena orang tuanya tidak mempunyai uang. Suatu kali, ibunya mengajaknya ke makan neneknya, dan di sana mereka berdoa. Saat berdoa, Kris minta diberikan buku. Entah dari mana datangnya uang, doa si sulung dari tujuh bersaudara ini terjawab, ia dibelikan buku oleh ibunya.

Kehidupan keluarga Kris boleh dibilang pas-pasan. Gaji orangtuanya yang kecil sudah habis pada pertengahan bulan. Seringkali ia harus naik sepeda sejauh 15 kilometer ke rumah neneknya untuk mengambil beras. Hal ini dilakoninya sejak kelas 3 SMP hingga SMA.

Selesai dari SMA, Kris melanjutkan kuliah di UGM. Demi biaya kuliah Kris, ayahnya menjual sawah dan ibunya bekerja keras mencari tambahan penghasilan. Meskipun demikian, Kris masih sering terlambat membayar SPP dan harus melapor ke pembantu rektor II meminta perpanjangan waktu bayar.
Suatu kali, sejarawan Prof. Sartono Kartodirjo mengajaknya ikut penelitian. Awalnya ia ikut karena ingin memperoleh honor untuk mengisi kantong sakunya yang sering kembang kempis. Namun, motivasinya ini berubah. Lama kelamaan ia benar-benar tertarik pada dunia penelitian.

Lulus kuliah dari Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 1976, Kris masuk CSIS dan merasa cocok berkarya di lembaga penelitian tersebut. Oleh Harry Tjan Silalahi, peneliti di CSIS, ia diminta sekolah lagi. Awalnya ia merasa bingung, namun akhirnya mendaftar juga di Pascasarjana UGM, awal 1990, dan dalam waktu tiga tahun enam bulan ia menggondol gelar doktor dengan predikat cum laude. Disertasinya berjudul "Perilaku Pemilih Masyarakat dalam Pemilu Kurun Waktu 1971-1992." Kemudian, ia kembali berdinas di CSIS sebagai peneliti.

Setelah 30 tahun mengamati perpolitikan, Kris mengakui bahwa menjadi peneliti tidak hanya sebagai pekerjaan ataupun profesi, tapi merupakan panggilan hidup. Walau menjadi peneliti tidak bisa kaya, ia merasa sudah kaya. "Orang bisa kaya asalkan tahu batas kebutuhan. Bisa pakai baju tidak bermerek tapi enak dipakai, bisa menyekolahkan anak di tempat yang baik, punya mobil walau pinjaman kantor, itu sudah kaya," kata ayah dua anak yang punya prinsip hidup 'ojo dumeh' (jangan sok) ini.

Makanya, kepada anak-anaknya, ia ingin mewarisi bukan dengan kekayaan yang sifatnya materi namun dengan ilmu dan nilai hidup. Ia percaya kedua hal itu cukup membuat anak-anaknya survive dengan baik dalam menjalani kehidupan ini.

Selain itu, ia juga mengajarkan kultur berani berargumentasi dan banyak membaca kepada anak-anaknya, minimal 3-4 jam sehari. "Setelah itu, mereka boleh main asalkan tidak di night club dan semacamnya," ujar suami Anastasia Soemiyati —bekas temannya di Pergerakan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia.

Di usianya yang sudah berkepala lima, Kris tetap berusaha menjaga kebugaran tubuhnya dengan berolahraga senam dan joging sekitar 25 menit setiap hari setelah bangun pagi. Menurutnya, senam punya filosofi tersendiri. "Dengan senam begitu bangun, kita sudah menang satu poin karena sudah bisa mengalahkan diri kita sendiri dengan memerintahkan organ kita untuk bangun dan senam." e-ti | mlp

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 01 Feb 2005  -  Pembaharuan terakhir 27 Feb 2012
Peduli Kelestarian Lingkungan Guru Pengusaha Pribumi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini akan dibahas beberapa bahan pangan penting yang memiliki khasiat ampuh untuk keawetmudaan dan panjang umur.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: