WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Penggemar dan Pakar Keris

Penggemar dan Pakar Keris
Haryono Haryoguritno | e-ti | nikhef

Mantan Ajudan Presiden Soekarno ini seorang penggemar keris, yang kemudian lebih kompeten digelari pakar keris!  Saking senangnya pada benda pusaka warisan nenek moyang itu, Ir. Haryono Haryoguritno rela menukar mobil Mercy-nya dengan keris. Hobinya terhadap keris, juga sempat membuat isterinya kaget, kesal dan cemburu. Betapa tidak? Jika dia sampai menimang-nimang kerisnya di tempat tidur.

Penggemar dan Pakar Keris
Lihat Curriculum Vitae (CV) Haryono Haryoguritno

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Haryono Haryoguritno

Skip TOC

Article Index

  1. Penggemar dan Pakar Keris current position
  2. Titik Singgung Wayang dan Keris

Suatu kali, tahun 1978, isterinya Indreswari Radityani (insinyur sipil air lulusan ITB dan pengajar di Universitas Indonesia), sempat syok. Pasalnya, mantan ajudan presiden pertama RI, Soekarno (menggantikan Bambang Widjanarko, pada akhir tahun 1960-an) sepulang dari perjalanannya ke Solo, Jawa Tengah, mobil Mercy 280 S Tiger tahun 1972 warna putih miliknya ditukar dengan tiga bilah keris milik bangsawan Mangkunegaran.

Kala itu, Haryono mengaku sangat tengah tergila-gila keris. Sehingga saat melihat tiga bilah keris pusaka keraton itu, dia langsung jatuh cinta. Tiga keris pusaka yang digandrungi Haryono itu berdapur (model) Parungsari luk (berlekuk) 13 tangguh (masa pembuatan) Pajang, lalu keris luk 13 pamor Ron Genduru (pamor atau motif logam yang muncul di permukaan bilah seperti gambar blarak, daun kelapa) dan keris Tilamupih (dapur keris lurus, kinatah atau bertatahkan emas) berperabot intan milik bangsawan Solo itu. Salah satunya, Parungsari luk 13, masih dia simpan sebagai salah satu keris kesayangannya.

Isterinya juga pernah mencemburui keris kesayangan Haryono. Kala itu, sampai-sampai mertuanya terpaksa turut campur. Sang Mertua sempat menyita keris kesayangannya, yang rupanya memang indah. Keris itu berdapur Kalamisani (jenis dapur lurus) bikinan empu Brajasetika pada masa pemerintahan Raja Solo Paku Buwono (PB) IX.

Saking senangnya terhadap keris itu, Haryono sering membawa keris ini ke tempat tidur dan menimang-nimangnya di samping istrinya, seperti layaknya istri kedua. Karena itu, pantas saja isterinya kesal dan cemburu. Apalagi saat itu, mereka belum punya anak, padahal sudah lama menikah. "Bagaimana punya anak kalau saya malah ngelon (tidur bersama) keris?" ungkap Haryono berseloroh, sebagaimana ditulis Jimmy S Harianto (Kompas 27 Desember 2005).

Namun, sesuai perjalanan waktu, isterinya mulai memahami hobinya. Tidak pernah lagi terjadi konfrontasi dengan istri karena keris. Sang Isteri sudah bisa menerima hobinya, yang kini telah menjadi keahliannya. Bahkan, Indreswari sudah punya keris kesayangan pemberian suaminya. Sebuah keris bertatahkan emas hampir tiga perempat badan bilah. Sebilah keris yang terindah di antara puluhan bahkan ratusan koleksi keris Haryono.Pasangan ini dianugerahi dua putri dan menantikan kehadiran cucu kedua.

Dengan dorongan moril dari isterinya, Haryono Haryoguritno bahkan berhasil mengabadikan kecintaan dan pengetahuannya tentang keris dengan menulis buku berjudul Keris Jawa, Antara Mistik dan Nalar. Sebuah buku tebal dan mungkin terlengkap tentang pengetahuan keris. Buku yang disusun dari akumulasi pengetahuannya lebih dari 30 tahun tentang keris ini sudah naik cetak dan akan diluncurkan awal tahun 2006.

Haryono bersama timnya dari perkumpulan penggemar keris yang pernah dipimpinnya, Damartaji, pun berusaha meyakinkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) agar keris Indonesia diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya manusia yang harus dilestarikan.

Perjuangan ini berbuah. UNESCO, dalam sidangnya di Paris, 25 November 2005, mengakui keris Indonesia diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya manusia yang harus dilestarikan, Oral and Intangible Heritage of Humanity.

UNESCO juga mengakui keris sebagai tradisi Indonesia yang masih mempunyai fungsi sosial di masyarakatnya, merupakan pula manifestasi seni unggul Indonesia, mempunyai falsafah hidup, di samping juga tak diingkari memiliki kandungan mistik. Menurut Haryono, keris tidak hanya diukur dari bendanya saja, tetapi juga nilai abstraknya sehingga muncul pengakuan (UNESCO) itu.

Semasa masih mahasiswa Jurusan Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Haryono penggemar bongkar-pasang motor Harley Davidson. Dia sendiri mengaku mulai mengalihkan hobinya dari Harley Davidson ke keris sepulang tugas dari Irian Barat pada masa Soekarno, ketika dia memegang pangkalan Angkatan Laut di Manokwari. Sepulang dari Irian, Haryono menjual Harley Davidson-nya yang ketiga bertahun 1952 saat pindah dari Surabaya ke Jakarta. Ketika pindah ke Jakarta, Haryono berusia 36 tahun dan belum menikah.

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 

Page 1 of 2 All Pages

  • «
  •  Prev 
  •  Next 
  • »
© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 27 Dec 2005  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini berisi panduan cara membangun toko ritel yang modern. Anda akan belajar tentang struktur organisasi, pengelolaan keuangan, pengawasan dan pengendalian stok barang, karyawan, sistem komputerisasi toko, laporan kegiatan toko, serta banyak tips berguna lainnya yang sudah teruji.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: