Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Pria Batak Perankan Ustad

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Pria Batak Perankan Ustad
    El Manik | e-ti | Kapanlagi.com
    Akktor Film sejak 1973-sekarang
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    El Manik aktor film dan sinetron bernama lahir Iman Emmanuel Ginting Manik. Pria kelahiran Bahorok, Sumatera Utara, 17 November 1949, ini telah membintangi lebih 30 film selama 30-an tahun karirnya. Pria Batak ini antara lain berhasil memerankan ustad dalam film "Titian Serambut Dibelah Tujuh" yang masuk nominasi peran utama FFI 1983.

    QR Code Halaman Biografi El Manik
    • biografi tokoh indonesia el manik
    • biografi aktor l.manik
    • el manik
    • profil l manik
    • tanggal lahir el manik
    • biografi el manik
    • el manik masuk islam
    • l manik
    • saat islam el manik
    • biografi l.manik
    • biografi l manik
    • profil l.manik
    • El Manik (Aktor)e masuk islam

    Selain sebagai aktor (pemain film), El Manik juga menyutradarai beberapa film, di antaranya Pacar Dunia Akhirat (1996) dan - Panggung Sandwara (1998). Juga sempat aktif sebagai Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    Aktuil (1978-1982), Variasi (1982-1984), harian Pelita (1985-1986), dan Vista (1988).

    El Manik menyelesaikan pendidikan SPG (Sekolah Pendidikan Guru) di Binjai, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
    Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
    Sumatera Utara
    pada 1969. Setamat SP, El Manik merantau ke kota Lihat Daftar Pahlawan Nasional
    Lihat Daftar Pahlawan Nasional
    pahlawan
    Surabaya. Di kota ini ia sempat membuka studio foto dan terbilang sukses. Namun, ia masih punya cita-cita. Ia pun mengikuti tes di Lembaga Pendidikan Musik & Film di Jakarta. Ia berhasil menjadi lulusan terbaik di lembaga tersebut.

    Sebagai lulusan terbaik, Ia dijanjikan akan bermain di film layar lebar. Ia pun terlanjur menjual semua aset di studio fotonya. Tapi, ternyata lembaga pendidikan tersebut telah menipunya. Akibatnya, ia sempat mengelandang di Jakarta.

    Beruntung, pada tahun 1973, kesempatan mulai datang, ia tampil sebagai figuran dalam film arahan Nawi Ismail, "Mereka Kembali". Setelah itu, pintu dunia seni peran terbentang lebar di hadapannya. Ia mulai mendapa peran pembantu dalam film "Cinta Pertama" arahan Sineas Perfilman
    Sineas Perfilman
    Teguh Karya
    dan dalam film "Kampus Biru" yang ditangani oleh Ami Priyono, serta beberapa film lainnya.

    Kemudian ia mendapat kepercayaan sebagai peran utama dalam film "Jakarta Jakarta" (1979) dari Ami Priyono. Pada tahun itu juga, Sineas Perfilman
    Sineas Perfilman
    Teguh Karya
    memberinya peran sebagai opsir Belanda dalam "November 1828". Dengan peran dalam film ini, El Manik meraih Piala Citra FFI 1979 sebagai pemeran pembantu pria terbaik.

    Salah satu perannya yang terbilang menarik adalah ketika pria Batak ini berhasil memerankan ustad dalam film "Titian Serambut Dibelah Tujuh". Film ini berhasil masuk nominasi peran utama FFI 1983. Sebelumnya, El Manik mengaku mendapat hidayah untuk memeluk Islam setelah bermain dalam film karya Seniman Pelopor Angkatan 45
    Seniman Pelopor Angkatan 45
    Asrul Sani
    , "Titian Serambut Dibelah Tujuh" yang beredar di bioskop sekitar tahun 1982.

    Ia pun beberapa kali masuk sebagai nominasi aktor terbaik. Nominasi Aktor Pembantu Terbaik FFI 1980 dalam film "Gara-gara Istri Muda". Nominasi Aktor Pembantu Terbaik FFI 1981 dalam film "Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa". Nominasi Aktor Utama Terbaik FFI 1983 dalam fil "Titian Serambut Dibelah Tujuh". Nominasi Aktor Utama Terbaik FFI 1983 dalam film "Jaka Sembung dan Bajing Ireng". Nominasi Aktor Utama dalam "Biarkan Bulan Itu" dan Aktor Pembantu Terbaik FFI 1987 dalam "Tujuh Manusia Harimau".

    Namun baru tahun1984, dalam FFI di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    , El Manik meraih Piala Citra untuk pemeran utama pria terbaik lewat film "Budak Nafsu" arahan Penulis skenario, aktor, dan sutradara film
    Penulis skenario, aktor, dan sutradara film
    Sjumandjaja
    .

    Selain itu, El Manik telah meraih Piala Citra FFI 1979 sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film "November 1828"; Piala Citra FFI 1984 sebagai Aktor Terbaik dalam film "Budak Nafsu"; Piala Citra FFI 1985 sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film "Carok"; Festival Film Asia Pasifik 1985 sebagai Best Supporting Actor dalam film "Jejak Pengantin"; Aktor Terpuji di Festival Film Bandung 2001 di sinetron "Senandung"; Piala Citra FFI 2006 sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam film "Berbagai Suami". Ia juga meraih gelar best supporting actor dalam Festival Film Asia Pasifik 1985 di Tokyo melalui film "Jejak Pengantin".

    Setelah industri film nasional kolaps pada tahun 1990-an, El Manik membintangi beberapa sinetron. Di antaranya, "Abad 21", "Terpesona", "Senandung", "Cintaku Terhalang Tembok", "Benar Benar Cinta", dan "Titipan Illahi". El Manik pun sempat menjajal kemampuannya sebagai sutradara, antara lain di film televisi "Pacar Dunia Akhirat" (1996), sinetron "Panggung Sandiwara" dan "Shakila".

    Kemudian, saat dunia perfilman Indonesia kembali bernafas, ia pun ikut berperan. Antara lain dalam film "Beth" (2002), "Biarkan Bintang Menari" (2003), "Berbagi Suami" (2006), "Maskot" (2006). Bahkan ia meraih pemeran pendukung pria terbaik Festival Sutradara
    Sutradara
    film Indonesia
    2006 dalam film "Berbagai Suami", arahan sutradara Sutradara, Produser
    Sutradara, Produser
    Nia Dinata
    . ti/tsl

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 17 Nov 2008  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo pernah lima kali menjabat sebagai Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    di masa Orde Lama dan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Orde Baru
    , diangkat oleh PBB menjadi anggota “lima ahli dunia†(group of five top

    Click to view full article

    Ir. Andy Saputra AR. M. Si, salah satu tokoh muda MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) yang pernah dipercaya menjadi Wasekjen DPP MKGR (2008-2012). Sebagai Tenaga Ahli

    Click to view full article

    Muhammad Nazar dibesarkan dalam keluarga agamais yang mementingkan pendidikan.  Kegemarannya membaca dan berorganisasi membuat dia tampil sebagai sosok yang cerdas, kritis dan

    Click to view full article

    Pasangan Muhammad Nazar dan Nova Iriansyah yang mendapat nomor urut 4 dalam pilkada Gubernur Nanggroe Pejuang dari Aceh
    Pejuang dari Aceh
    Aceh
    Darussalam (9 April 2012), siap bersaing dengan pasangan lain. Mereka


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us